Senin, 16 Maret 2020

PT Rifan Hari Ini, Harga Emas Antam Naik Rp 10.000/Gram


PT RIFAN BANDUNG - Harga emas Antam hari ini, Senin tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp 10.000 per gram menjadi Rp 819.000 per gram, dari posisi sebelumnya Rp 809.000 pada Minggu kemarin.

Sementara itu, harga jual atau pembelian kembali (buyback) emas Antam juga naik Rp11.000 daro Rp 730.000 ke Rp741.000 per gram, menurut data Bloomberg, harga emas Comex untuk kontrak April, 2020 naik 2,08 persen ke US$ 1.549,3 per troy ons.

Berikut harga emas batangan di Logam Mulia Antam :

Harga emas 0,5 gram Rp 434.000, Harga emas 1 gram Rp 819.000, Harga emas 2 gram Rp 1.587.000, Harga emas 3 gram Rp 2.359.000., Harga emas 5 gram Rp 3.915.000, Harga emas 10 gram Rp 7.765.000, Harga emas 25 gram Rp 19.305.000, Harga emas 50 gram Rp 38.535.000, Harga emas 100 gram Rp 77.000.000, Harga emas 250 gram Rp 192.250.000., Harga emas 500 gram Rp 384.300.000, Harga emas 1.000 gram Rp 768.600.000 - PT RIFAN

Sumber : beritsatu.com

Jumat, 13 Maret 2020

Rifan Financindo Berjangka - Pasar Kecewa Dengan Rencana Trump Tangani Virus Covid-19


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Seluruh investor pasar global terkejut diumumkannya larangan perjalanan Eropa bersama paket kebijakan tanggap virus dari Presiden AS Donald Trump, ini menjadi sinyal jual. Dan malah tidak ada pemotongan pajak yang besar ataupun juga tes medis bagi warga Amerika.

Kekecewaan besar terhadap rencana Trump itu karena ungkapan yang ia ungkapkan pada Rabu malam setempat, memicu kejatuhan besar-besaran di bursa saham global. Indeks S&P berjangka di anjlok 5,00% atau turun 137 poin di 2.603,25.

Yang menjadi sorotan dari pengumuman Trump itu yakni bebas pungutan pajak selama tiga bulan bagi individu, usaha kecil serta pinjaman berbunga rendah untuk perusahaan yang terkena dampak virus covid-19.

Itu jauh dari harapan pasar yang menginginkan bantuan lebih besar untuk menanggulangi wabah virus yang telah menyebar ke 122 negara, menginfeksi lebih dari 126.000 orang, menebarkan kekhawatiran resesi dunia dan menghapus nilai pasar saham AS sekitar $6 triliun.

Bahkan harapan bahwa Trump akan memerintahkan uji coba medis di AS telah pupus sudah karena tidak ada rincian jelas mengenai hal ini dalam pengumumannya tersebut - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Kamis, 12 Maret 2020

Rifan Financindo - Futures Emas Lebih Rendah Selama Sesi AS


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan April diperdagangkan pada USD1.639,85 per troy ons pada waktu penulisan, menurun 1,23%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi rendah USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD1.635,60 dan resistance pada USD1.704,30.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,12% dan diperdagangkan pada USD96,507.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan Mei jatuh 1,24% dan diperdagangkan pada USD16,745 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Mei jatuh 1,09% dan diperdagangkan pada USD2,494 per pon - RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia.com

Rabu, 11 Maret 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Sempat Naik Tinggi, Harga Emas Kini Mulai Merosot



PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas merosot lebih dari 1,5 persen, menjauh dari level 1.700 dolar AS yang disentuh pada sesi sebelumnya, karena ekspektasi langkah kebijakan global untuk mengurangi dampak ekonomi dari virus korona meredakan kekhawatiran investor dan mengangkat pasar saham.
 
Harga emas di pasar spot merosot 1,6 persen menjadi 1.653,33 dolar AS per ounce. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup turun 0,9 persen menjadi 1.660,30 dolar AS per ounce, dengan volatilitas yang kita miliki di pasar ekuitas Wall Street dalam beberapa hari terakhir, kita melihat sejumlah orang mengurangi emas sedikit," kata Michael Matousek, Kepala Trader US Global Investors.
 
Ketika kita mencoba untuk mempertahankan alokasi yang tepat di seluruh investasi, kita perlu menjual sedikit emas dan membeli sedikit (saham) S&P 500 dan itulah yang kita lihat sekarang. Orang-orang menyeimbangkan kembali portofolionya.

Emas melesat sebanyaknya 1,7 persen pada Senin lalu, ke level tertinggi sejak Desember 2012, yakni 1.702,56 dolar AS per ounce, setelah kejatuhan pasar ekuitas global dan harga minyak mentah, minyak dan pasar ekuitas global pulih kembali, ketika tanda-tanda pelonggaran kebijakan terkoordinasi untuk mencegah resesi global sedikit menenangkan para pedagang.

Presiden Donald Trump berjanji untuk mengambil langkah "besar" untuk meningkatkan ekonomi, dan Jepang meluncurkan paket langkah kedua senilai 4 miliar dolar AS guna mengatasi dampak dari wabah virus korona - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : suara.com

Selasa, 10 Maret 2020

PT Rifan Financindo - Harga Emas Antam Susut Jadi Rp 842 Ribu Per Gram


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) masih betah bertengger di posisi Rp 800 ribuan, harga emas Antam, turun Rp 9.000 per gram menjadi Rp 842 ribu per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas Antam di angka Rp 851 ribu per gram.

Harga buyback emas Antam juga turun Rp 9.000 menjadi Rp 767 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 767 ribu per gram, saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram

Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Adapun di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.Untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 8.610.000, sementara untuk ukuran 20 gram dijual Rp 16.670.000.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen) - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : liputan6.com

Senin, 09 Maret 2020

PT Rifan - Harga Emas Naik 4,4 dolar, Ditopang Kejatuhan Ekuitas Dan Dolar AS


PT RIFAN BANDUNG - Harga emas berjangka di Bursa Comex naik tipis pada akhir perdagangan, karena logam kuning didorong oleh penurunan ekuitas AS dan melemahnya dolar AS di tengah kekhawatiran akan dampak Virus Corona terhadap ekonomi dunia.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman April menambahkan 4,4 dolar AS atau 0,26 persen, menjadi menetap di 1.672,4 dolar AS per ounce. Harga emas berjangka melonjak 25 dolar AS atau 1,52 persen menjadi 1,668 dolar AS per ounce sehari sebelumnya.

Harga emas melonjak 1,2 persen ke level tertinggi sejak Januari 2013 di 1,689.65 dolar AS di awal sesi, tetapi kemudian menyerahkan sebagian besar keuntungannya, sehingga berakhir naik tipis.
 
Kami melihat banyak volatilitas di pasar ekuitas, kerugian dan ketidakpastian yang cukup besar membawa S&P di bawah 3.000. Kami memperkirakan kemungkinan besar likuidasi emas digunakan untuk menutupi (peringatan bagi nasabah untuk segera menambah margin guna melanjutkan transaksi)," kata Kepala Komoditas Strategi TD Securities, Bart Melek, seperti dikutip Reuters.

Ini sangat mengingatkan pada apa yang terjadi dalam koreksi selama krisis keuangan, saham AS jatuh dan Dow Jones Industrials Average merosot hampir dua persen, sementara obligasi pemerintah menguat karena para pedagang khawatir tentang perlambatan ekonomi yang berkepanjangan. Harga minyak juga jatuh lebih dari delapan persen ke level terendah sejak pertengahan 2017.

Logam mulia ini juga didukung oleh yang lebih lemah. Indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,81 persen menjadi 96,04 pada pukul 19.10 GMT.
Selama Virus Corona menjadi masalah utama di pasar global, emas diperkirakan akan terus naik. Meskipun fluktuatif emas masih berada di jalur untuk kenaikan mingguan terbesar sejak Februari 2016.

Hampir 60 kasus Virus Corona baru dikonfirmasi di Amerika Serikat. Secara global, kasus virus telah melampaui 100.000 dan lebih dari 3.300 kematian telah dilaporkan.
Dana Moneter Internasional mengatakan wabah akan menahan kenaikan global 2020 ke laju paling lambat sejak krisis keuangan 2008-2009.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 13 sen atau 0,75 persen, menjadi ditutup pada 17,263 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 30,7 dolar AS atau 3,55 persen, menjadi 896,4 dolar AS per ounce - PT RIFAN

Sumber : antaranews.com

Jumat, 06 Maret 2020

Rifan Financindo Berjangka - Kian Tak Berdaya, Rupiah Kini Terlemah di Asia


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah. Bahkan rupiah menjadi mata uang terlemah di Asia, hari ini US$ 1 dihargai Rp 14.260 di perdagangan pasar spot. Rupiah melemah 0,71% dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya.

Kala pembukaan pasar, rupiah sudah melemah tetapi 'hanya' 0,14%, Selepas itu, depresiasi rupiah semakin dalam dan dolar AS berhasil menguat ke atas Rp 14.200, sebenarnya mata uang utama Asia lainnya juga bernasib sama, tidak berdaya di hadapan dolar AS. Hanya yen Jepang, rupee India, dan peso Filipina yang masih bisa menguat.

Namun depresiasi 0,71% membuat rupiah menjadi mata uang terlemah di Asia. Sayang sekali, kemungkinan besar tidak ada happy weekend buat mata uang Ibu Pertiwi, berikut perkembangan kurs dolar AS terhadap mata uang utama Asia pada hari ini.

Dari faktor eksternal, investor memang sedang mencemaskan perkembangan penyebaran virus corona yang semakin luas. Berdasarkan data satelit pemetaan ArcGis, jumlah kasus corona di seluruh dunia mencapai 98.041. Korban meninggal bertambah menjadi 3.349.

Tidak hanya di China yang merupakan lokasi awal penyebaran virus, dunia mencemaskan situasi di negara-negara lain. Di Korea Selatan, kasus corona sudah mencapai 6.088 dan yang tutup usia adalah 35 orang, sedangkan di Italia, jumlah kasus adalah 3.858 dengan korban jiwa sebanyak 148 orang. Lalu di Iran, jumlah kasus tercatat 3.513 dan korban meninggal adalah 107 orang

Virus corona membuat aktivitas masyarakat menjadi terhambat. Pabrik-pabrik berhenti produksi karena karyawan dipulangkan, pariwisata sepi karena pelancong tidak berani plesiran, ekspor-impor lesu karena aktivitas di pelabuhan berkurang. Dunia dihadapkan kepada risiko perlambatan ekonomi yang begitu tinggi.

Dalam situasi seperti ini, investor pun mencari aman dengan memburu aset-aset safe haven. Instrumen yang menjadi pilihan pasar adalah obligasi pemerintah AS, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke 0,8371%. Ini adalah titik terendah sepanjang sejarah. Penurunan yield menandakan harga obligasi sedang naik karena tingginya permintaan

Minimnya arus modal yang mengalir ke pasar keuangan Asia membuat mayoritas mata uang Asia melemah. Rupiah tidak terkecuali, sementara dari dalam negeri, investor menantikan rilis data cadangan devisa periode Februari. Konsensus pasar yang dihimpun Trading Economics memperkirakan cadangan devisa Februari sebesar US$ 131,2 miliar. Turun dibandingkan bulan sebelumnya yaitu US% 131,7 miliar.

Penurunan cadangan devisa bisa memunculkan persepsi bahwa 'amunisi' Bank Indonesia (BI) untuk stabilisasi rupiah berkurang. Pandangan seperti ini akan membuat rupiah rentan terdepresiasi - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA


Sumber : cnbcindonesia.com