Rabu, 15 April 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Menembus 1700 Meski Pasar Libur

 
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik lebih dari 1.5 persen di sesi perdagangan malam, meski sebagian pasar finansial masih libur Paskah. Level tingginya bahkan menembus rekor tertinggi dalam lebih dari tujuh tahun. Harga emas spot pun naik menyusul harga emas futures yang telah lebih dulu menembus $1,700. 
 
Harga emas spot naik 1.7 persen dan diperdagangkan di $1,717.36 per ons, level tertinggi sejak Desember 2012. Sementara itu, harga emas futures di Comex New York naik 0.5 persen ke level $1,761.40, tertinggi sejak bulan Februari 2013. Saat berita ini ditulis, grafik XAU/USD berikut ini menampilkan kenaikan harga emas hingga 1.36 persen ke $1,718.03, melanjutkan reli yang terbentuk sejak akhir pekan kemarin.

Harga emas menguat sehubungan dengan minat risiko yang kembali kendur, karena kepanikan para investor akan ketidakpastian ekonomi jangka panjang akibat penyebaran virus Corona. Pasar saham dan indeks-indeks hari ini dibuka melemah, berkebalikan dengan harga emas yang menjulang.

Inflasi dalam perekonomian cenderung mendukung bullish emas. Dalam hal ini, emas fisik (bullion) akan menjadi aset penyimpan nilai favorit dalam menghadapi kenaikan harga.
 
Selain minat risiko yang turun, stimulus moneter dari berbagai bank sentral (khususnya The Fed) turut menjadi penyokong kenaikan harga emas. The Fed minggu lalu telah mengumumkan tambahan paket stimulus senilai $2.3 triliun untuk membantu perekonomian yang terdampak. Bagaimana tidak, krisis akibat virus ini sudah menciptakan sedikitnya 16.8 juta pengangguran di AS - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : seputarforex.com

Selasa, 14 April 2020

PT Rifan Financindo - Turun Tipis, Harga Emas Dibanderol USD1.686/Ounce


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas sedikit menurun pada perdagangan Senin waktu setempat, meski masih berada pada level tertinggi. Hal ini karena meningkatnya kekhawatiran tentang prospek ekonomi global terhadap wabah corona virus, dan langkah-langkah stimulus Federal Reserve.

Emas spot turun 0,1% menjadi USD1.686.82 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sejak 9 Maret. Emas berjangka AS turun 0,7% menjadi USD1.739.90, komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) mengatakan spekulan meningkatkan posisi bullish mereka di emas COMEX dan memotongnya dalam kontrak perak dalam seminggu hingga 7 April.

Palladium naik 2,4% menjadi USD2.224,02 per ounce dan perak naik 0,5% menjadi USD15,40, sementara platinum turun 0,3% menjadi USD745,74.

The Fed pada Kamis lalu mengumumkan upaya untuk USD2,3 triliun untuk mendukung pemerintah daerah dan usaha kecil dan menengah, yang terbaru dalam rangkaian program yang diperluas yang dimaksudkan untuk menjaga ekonomi AS tetap utuh ketika negara itu memerangi pandemi virus corona. 

Bahkan 16,8 juta orang Amerika telah mengajukan tunjangan pengangguran dalam tiga minggu terakhir, dengan klaim baru mingguan mencapai 6 juta untuk kedua kalinya berturut-turut karena wabah tanpa henti menghentak ekonomi - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : okezone.com

Senin, 13 April 2020

PT Rifan - BI Diprediksi Tahan Suku Bunga


PT RIFAN BANDUNG - Bank Indonesia (BI) telah menurunkan kembali suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate 25 basis poin (bps) menjadi 4,5 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2020 lalu. Lantas, bagaimana prediksi para ekonom terkait hasil RDG bulan April 2020 yang dijadwalkan berlangsung dua hari ini tanggal 13-14 April.

Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardhana memprediksi, BI akan menahan suku bunga acuan di level 4,5 dalam RDG ini. Meski begitu, ia masih melihat masih adanya ruang terbatas bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga acuan. "Hal ini untuk memastikan ketersediaan kebijakan moneter apabila kondisi skenario sangat berat akibat wabah Covid-19 terjadi," kata Wisnu.

Senada dengan Wisnu, Ekonom Bank BCA David Sumual juga melihat bahwa BI belum perlu kembali menurunkan suku bunga acuan pada bulan ini. Sementara itu, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira memandang bahwa BI masih perlu untuk menurunkan suku bunga acuan 25 bps ke level 42,5 persen pada RDG April 2020.

Menurutnya, dengan adanya pelonggaran moneter dari sisi suku bunga acuan ini di kondisi sekarang, mampu membantu daya beli masyarakat. Ini juga menimbang bahwa saat ini tidak semua lapisan masyarakat mampu mendapatkan fasilitas keringanan kredit perbankan/leasing.  "Setidaknya jika bunga yang rendah bisa menstimulus perekonomian khususnya sektor riil," kata Bhima.

Bhima dan Wisnu sepakat di tengah kondisi saat ini bank sentral masih belum perlu untuk menaikkan suku bunga acuan, meski ini berpotensi menarik hot money ke Indonesia. Menurut Wisnu, ini disebabkan oleh covered interest parity Indonesia yang masih lebih tinggi dibandingkan negara-negara tetangga.

Bhima bilang hal ini disebabkan oleh rupiah yang relatif menguat akibat intervensi BI dengan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed dalam kerjasama repo. Untuk selanjutnya, Bhima melihat bahwa masih ada kebijakan-kebijakan lain yang bisa dilakukan oleh BI untuk menjaga perekonomian di tengah wabah Covid-19 ini. Antara lain dengan perbaikan insentif devisa hasil ekspor (DHE) serta meningkatkan LCS dengan negara mitra dagang - PT RIFAN

Sumber : bareska.com

Kamis, 09 April 2020

Rifan Financindo - Warga Ramai - Ramai Jual Emas, Tapi Tak Sebanyak Saat Krisis 1998


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Naiknya harga emas saat pandemi COVID-19 dimanfaatkan warga untuk mencari keuntungan dengan menjual perhiasan. Warga menjual emas untuk mendapat untung karena harga sedang naik.

Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI) Iskandar Husein fenomena yang terjadi saat ini wajar karena harga emas sedang naik. Masyarakat yang saat ini jual emas pun tidak sebanyak seperti waktu krisis 1998.

Bahwa untuk kali ini perhiasan emas yang dijual kembali ke pedagang tidak sebanyak pada waktu krisis moneter tahun 1998," kata dia saat dihubungi

Dia juga menjelaskan perbedaan warga yang kini ramai-ramai menjual emas dibandingkan waktu krisis 1998. Mereka yang menjual emas karena desain yang sudah kuno, (Emas yang dijual) umumnya perhiasan, biasanya yang desainnya sudah tertinggal dan masyarakat menunggu harga turun untuk dibeli kembali. Beda dengan krisis moneter 1998, emas dijual untuk keperluan sehari-hari," jelasnya.

Pengusaha emas pun sudah menyiapkan skenario jika nantinya terjadi rush alias orang berbondong-bondong jual emas seperti 1998 lalu, Pada waktu 1998 kan juga tidak ada masalah yang berarti, emas yang dijual kembali tetap dapat diterima. Karena kalau sampai ada rush seperti 1998, kami dari asosiasi emas akan menggunakan skenario yang sama seperti krisis 1998 lalu tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi jual emas terjadi di Tegal. Sebab harga emas sudah melambung jauh dari harga beli, mumpung lagi naik harganya, saya jual saja emasnya. Saat beli enam tahun lalu, sebesar Rp 385 ribu per gramnya. Karena lagi butuh saya jual perhiasan seberat 3 gram dihargai Rp 610 ribu per gramnya," ungkap Rohyani (38) warga Tegal, usai menjual perhiasan.

Dengan menjual 3 gram perhiasan yang dibeli enam tahun silam, Rohyani mengaku membawa pulang uang sebanyak Rp 1.830.000. Ibu ini menjelaskan, uang hasil jual emas ini akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga, selama isolasi ini kan usaha sedang turun. Pendapatan juga kurang, jadi saya jual untuk makan harian. Mumpung harga mahal sambung Rohyani - RIFAN FINANCINDO

Sumber : detik,com


Rabu, 08 April 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Lanjut Turun Meski Ketidakpastian Ekonomi Berlanjut


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas beranjak turun di Asia pada Rabu pagi kendati ketidakpastian ekonomi tampaknya masih terus berlanjut., emas melanjutkan tren penurunan dari sesi sebelumnya. Emas berjangka turun 0,16% ke $1.681,05 per ons. SEmentara emas spot naik 0.11% menjadi $1.649,63 per troy ons.

Pergerakan harga emas cenderung berlawanan arah dengan saham-saham, tapi kini keduanya melaju ke arah yang sama selama dua hari berturut-turut ini, bursa saham Asia melemah pada Rabu ini. Indeks Kospi di Korea Selatan turun 0,4% ke 1.816,26 dan Hang Seng di Hong Kong jatuh 1,14% di 23.977,00.

Anda menghadapi sekelompok penggerak pasar yang benar-benar bersembunyi di bawah meja kerja mereka dan tidak dan mungkin mereka tidak dapat menggerakkan pasar dalam segala ukuran, keadaan atau bentuk apa pun," David Govett, kepala perdagangan logam mulia di Marex Spectron, mengatakan kepada Bloomberg.

"Karena itu kita menghadapi kekurangan likuiditas, volume kecil dan spread yang besar," ia menambahkan, sebelumnya terjadi peningkatan sentimen investor setelah data mengindikasikan adanya penurunan jumlah kasus baru covid-19 yang juga berdampak pada harga emas

Minat risiko kembali hadir di pasar karena infeksi baru telah menurun, sehingga membebani harga emas. Juga berarti, imbal hasil yang tinggal memberi dampak negatif untuk emas, "analis Riset Komoditas Kuantitatif Peter Fertig.

Namun, beberapa investor khawatir bahwa kebijakan moneter akan memicu inflasi. Bagi mereka, membeli emas di level ini tetap menarik,” tambahnya.
Tetapi beberapa analis masih berpandangan optimis tentang dampak dari berbagai paket stimulus ekonomi pemerintah terhadap emas.

Investor emas menikmati tingkat stimulus bank sentral dan juga belanja fiskal, utamanya ketika tingkat utang pemerintah meningkat," Stephen Innes, kepala strategi pasar di AxiCorp, mengatakan dalam catatan - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber :  investing.com

Senin, 06 April 2020

PT Rifan - BUMN Minta Bantuan Ventilator Ke 'Iron Man'

PT RIFAN BANDUNG - Bos Tesla, Elon Musk menawarkan bantuan ventilator ke rumah sakit di seluruh dunia melalui akun Twitter pribadinya @elonmusk. Tawaran itu pun disambut Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin melalui akunnya @BudiGSadikin.

Akun Budi ini dikonfirmasi kebenarannya oleh Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.
Benar, katanya, Elon Musk dalam cuitannya menyatakan, pihaknya memiliki ventilator yang akan dikirimkan ke rumah sakit dunia dalam jangkauan Tesla. Pria yang dijuluki 'Iron Man' itu menyebut, perangkat dan biaya pengiriman barang gratis.

Namun, ada syarat untuk mendapatkan ventilator tersebut, yakni dibutuhkan segera untuk pasien dan tidak disimpan di gudang, Budi pun membalas cuitan tersebut. Ia menyatakan pihaknya mengelola 70 rumah sakit dengan 6.500 tempat tidur. Ia sedang mencari tambahan 300-400 ventilator secepatnya.

Dear Elon, kami mengelola 70 rumah sakit dengan sekitar 6.500 tempat tidur di Indonesia dan sedang mencari 300-400 ventilator tambahan secepat mungkin untuk digunakan untuk mengatasi pasien baru," kata Budi - PT RIFAN

Sumber : detik.com

Jumat, 03 April 2020

Rifan Financindo Berjangka - Futures Emas Lebih Rendah Pada Masa Dagang Asia


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Futures emas lebih rendah pada masa dagang Asia, pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Juni diperdagangkan pada USD1.631,85 per troy ons pada waktu penulisan, menurun 0,36%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi rendah USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD1.576,00 dan resistance pada USD1.673,60.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,05% dan diperdagangkan pada USD100,320.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan Mei jatuh 0,30% dan diperdagangkan pada USD14,610 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Mei jatuh 0,59% dan diperdagangkan pada USD2,209 per pon - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com