Rabu, 06 Mei 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Didorong Sentimen Ketegangan AS - Cina


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik pada hari Rabu di Asia didorong meningkatnya ketegangan AS-Cina soal pengendalian covid-19 dan Fed memprediksi pemulihan ekonomi terjadi pada paruh kedua tahun 2020 ini.

Mengutip data Investing.com, Emas Berjangka turun 0,03% ke $1.709,65 per ons, sementara emas spot (XAU/USD) turun 0.12% ke leve; $1.703.73 pukul 13.35 WIB.
Federal Reserve AS mengatakan semalam bahwa ekonomi AS mungkin dapat memulai pemulihan dari dampak ekonomi covid-19 pada paruh kedua tahun 2020. Tetapi Fed memperingatkan pertumbuhan cenderung melambat dan tidak merata karena AS tengah menghadapi depresi terburuk dalam beberapa dekade.

Kegelisahan datangnya gelombang kedua pandemi virus mendorong minat investor atas aset berisiko meski beberapa negara melonggarkan tindakan karantina wilayah covid-19 mulai awal pekan ini.

Harga minyak turun dan bursa saham bervariasi lantaran investor mencari tempat yang aman di logam kuning. Pukul 13.20 WIB, minyak WTI melemah 0,86% di $24,35 per barel. Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 1,19% ke 24.153,00 dan indeks S&P/ASX 200 di Australia turun 0,42% di 5.384,60.

Ketegangan yang berlangsung antara AS-Cina juga membuat investor gelisah di kala menunggu respons Cina terkait klaim pejabat AS bahwa covid-19 berasal dari laboratorium Wuhan, Presiden Trump kembali mendesak Cina memberikan jawaban atas klaim tersebut saat negara itu kembali dari libur selama lima hari - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Selasa, 05 Mei 2020

PT Rifan Financindo - UBS Perkirakan Harga Emas Menguat Lampaui $1.800


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas kembali dapat melewati level tertinggi awal tahun ini setelah mengalami penurunan selama bulan Maret bersama dengan aset-aset keuangan lain, menurut Joni Teves, analis logam mulia dari Bank Investasi UBS.

Ada potensi berkembang (bagi emas) menembus $1.800 (per ons) menurut pandangan saya, Joni Teves, ahli strategi logam mulia di Bank Investasi UBS, mengatakan kepada petang. Untuk jangka pendek, perusahaan ini menargetkan harga emas ke $1.790 per ons.

Perkiraan tersebut muncul seiring Terus tumbuhnya minat investor di tengah ketidakpastian pasar dan tingkat suku bunga riil negatif ini, tutur Teves, Emas Berjangka menguat 0,75% ke $1.713,60 per ons dan emas spot XAU/USD naik 0,23% di $1.704,26.

Pekan lalu, World Gold Council merilis laporan tren permintaan logam mulia untuk kuartal pertama 2020, di mana laporan ini menyoroti bahwa wabah global covid-19 menjadi "faktor terbesar yang mempengaruhi permintaan emas.

Di kala skala pandemi dan potensi dampak ekonomi mulai muncul, investor pun mencari aset safe haven, bunyi laporan itu. "ETF Emas mencatatkan guyuran dana masuk kuartalan tertinggi selama empat tahun terakhir di tengah ketidakpastian global dan volatilitas pasar keuangan.

Sementara itu, Teves dari UBS mengatakan pergerakan emas telah didorong oleh peningkatan minat investor, utamanya dari investor institusi - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Senin, 04 Mei 2020

PT Rifan - Data Inflasi Tak Bergairah, IHSG Bakal Tertekan Lagi


PT RIFAN BANDUNG - Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I Senin ini ditutup turun 111,06 poin atau 2,35% ke level 4.605,34 merespons rilis data inflasi yang turun ke level 2,67% secara year on year (YoY) di April, dari bulan sebelumnya inflasi tahun ke tahun 2,96%.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada sesi I nilai transaksi tercatat Rp 3,04 triliun dengan jual bersih (net sell) asing sebesar Rp 91,48 miliar di pasar reguler dan negosiasi. Sementara volume transaksi sebanyak 3,1 miliar lembar saham dengan frekuensi sebanyak 318.901 kali transaksi.

Saham-saham yang mengalami penurunan di antaranya saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) (-6,88%), PT Modernland Realty Ltd. Tbk (MDLN) (-6,33%), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) (-6,09%), sedangkan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) (-5,79%) dan PT Astra International Tbk (ASII) (-5,71%).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat inflasi tahun kalender (Januari-April) 2020 sebesar 0,84% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2020 terhadap April 2019) sebesar 2,67%., dari 90 kota, BPS melaporkan 39 kota mengalami inflasi dan 51 kota terjadi deflasi.
 
Pergerakan inflasi ini tidak biasa dengan pola sebelumnya, tahun lalu masuk Ramadan dan jatuh pada Mei inflasi meningkat tahun ini justru melambat," kata Kepala BPS Suhariyanto, Senin.

Adapun penyebab inflasi tahun ini karena kenaikan harga bahan pokok dan beberapa barang lainnya. Menurut kelompok makanan dan minuman yang memberikan andil tertinggi ke inflasi adalah bawang merah dengan andil 0,08%, gula pasir andil 0,02%, minyak goreng dan rokok, serta beras masing-masing andil 0,01%.
Sedangkan menurut kelompok perawatan pribadi dan jasa lain yang memberikan andil tertinggi ke inflasi adalah emas dan perhiasan sebesar 0,06%. Kenaikan tertinggi harga emas terjadi di Semarang sebesar 16%.

Selain itu, IHS Markit melaporkan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia di angka 27,5. Jauh menurun dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 43,5 dan menjadi yang terendah sepanjang pencatatan PMI yang dimulai sejak April 2011.

Kabar buruk lainnya adalah kemungkinan babak baru perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China. Presiden AS, Donald Trump mengatakan bisa saja mengenakan bea masuk impor akibat penanganan virus corona yang dilakukan China sehingga menjadi pandemi.

IHSG diperkirakan masih akan tertekan karena rilis data inflasi Tanah Air yang suram dan kemungkinan trade war fase baru antara AS-China -

PT RIFAN

Sumber : cnbcindonesia.com

Rabu, 29 April 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Dolar AS Babak Belur Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat Di Asia



PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNGNilai tukkar rupiah berada di posisi Rp15.295 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu sore. Posisi ini menguat 150 poin atau 0,97 persen dari Rp15.445 per dolar AS pada Selasa sore.


Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp15.415 per dolar AS atau menguat dari Rp15.488 per dolar AS pada Selasa.


Rupiah memimpin penguatan mayoritas mata uang Asia dari dolar AS. Penguatan juga dirasakan oleh rupee India 0,68 persen, won Korea Selatan 0,52 persen, dan ringgit Malaysia 0,47 persen.


Kemudian, peso Filipina 0,33 persen, yen Jepang 0,33 persen, dolar Singapura 0,23 persen, baht Thailand 0,18 persen, dan yuan China 0,09 persen. Hanya dolar Hong Kong yang stagnan dari mata uang Negeri Paman Sam.


Mata uang utama negara maju juga kompak berlabuh ke zona hijau. Rubel Rusia menguat 0,64 persen, dolar Australia 0,58 persen, euro Eropa 0,44 persen, dolar Kanada 0,42 persen, franc Swiss 0,33 persen, dan poundsterling Inggris 0,12 persen.


Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dolar AS tersungkur dari mata uang lain di dunia karena besarnya sentimen negatif yang mewarnai pasar keuangan negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu.


Pertama, sentimen negatif datang dari ekspektasi pelaku pasar yang melihat bahwa bank sentral AS, The Federal Reserve tidak akan memberikan stimulus baru dalam waktu dekat untuk merespons dampak dari tekanan ekonomi akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Kedua, sentimen negatif datang dari jumlah kasus virus corona di AS yang mencapai 1.012.583 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 115.936 orang sembuh dan 58.335 orang meninggal dunia

Hal ini menjadi sorotan pelaku pasar karena pemerintah justru ingin membuka penutupan akses wilayah (lockdown) di sejumlah negara bagian. Ketiga, data ekonomi AS belum juga memunculkan tanda-tanda perbaikan, seperti tingkat kepercayaan konsumen dan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan akan jatuh ke minus 4 persen.

Keempat, harga minyak mentah WTI masih cukup rendah di kisaran US$14,25 per barel, meski sudah membaik dari kontraksi terdalam pada pekan lalu. Sementara dari dalam negeri, Ibrahim melihat rupiah mendapat sokongan dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka penekanan pandemi corona.

Kondisi pandemi di DKI Jakarta mulai menurun, mengindikasikan kemungkinan PSBB di awal Juni akan dilonggarkan dan diikuti provinsi lain, sehingga perekonomian kembali berjalan lagi. Ini membuat arus modal asing yang membanjiri pasar valas dan obligasi," pungkasnya - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnnindonesia.com

Selasa, 28 April 2020

PT Rifan Financindo - Bursa Asia Menguat Ditengah Jatuhnya Harga Minyak



PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bursa saham Asia bergerak menguat pada Selasa pagi dan ini juga berarti menlanjutkan tren kenaikan pada sesi sebelumnya. Pelemahan bursa global ini terjadi meski harga minyak anjlok yang membayangi sentimen optimisme seputar pelonggaran tindakan pembatasan covid-19. 

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang melonjak 1,88% di 464.81 menurut data Investing.com pukul 10.37 WIB. Saham di Cina (CSI300) naik 0,84% ke 3,855.04 dan indeks KOSPI naik 0,1% ke 1.924,69. Pun indeks Hang Seng menguat 0,84% di 24.485,00.

Sementara Jakarta Stock Exchange Composite turut naik tipis 0,05% atau 2,09 poin ke 4.515,23.
Selasa pagi, minyak berjangka anjlok setelah lembaga dana investasi terbesar diperdagangkan di bursa minyak AS (USO) mengatakan akan menjual semua kontrak minyak mentah bulan depan untuk menghindari kerugian lanjutan akibat jatuhnya harga.

Pukul 10,45 WIB, Minyak Mentah WTI Berjangkamasih anjlok 11,27% di $11,34 per barel dan Minyak Brent Berjangka jatuh 2,77% di $22,43 per barel.

Beberapa investor berharap hal yang terburuk mungkin dapat segera berakhir karena banyak negara telah mengizinkan para pelaku usahanya membuka ekonomi kembali. Tetapi ada juga menyarankan agar tetap berhati-hati utamanya karena vaksin covid-19 belum dikembangkan maksimal - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Jumat, 24 April 2020

Dilema Dolar AS: Lemah Gegara Kabar Bagus dari Negeri Sendiri


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melemah melawan mata uang Asia dan Eropa pada perdagangan Jumat. Sebabnya, ada kabar bagus terkait penyakit virus corona (COVID-19) dalam dalam negerinya sendiri.

Dolar AS melemah melawan semua mata uang utama Asia. Rupiah memimpin penguatan di Benua Kuning sebesar 1,28%, nasib yang sama diderita dolar AS di pasar Eropa, meski pelemahannya tidak sebesar berhadapan dengan mata uang Asia.

Berdasarkan data Refinitiv, pada pukul 19:15 WIB euro mampu menguat 0,23% melawan dolar AS di US$ 1,0860, begitu juga dengan poundsterling menguat sebesar 0,25% di US$ 1,2486. Di waktu yang sama, franc Swiss menguat 0,25% ke 0,9679/US$.

Kabar bagus datang dari Amerika Serikat dini hari tadi. Harapan akan segera berakhirnya pandemi COVID-19 kembali muncul setelah adanya kabar Gilead Science Inc, raksasa farmasi di AS, memiliki obat yang efektif melawan virus corona.

Rumah sakit di Chicago merawat pasien COVID-19 yang parah dengan obat antivirus remdesivir yang dalam uji coba klinis dan diawasi ketat. Hasilnya, pasien tersebut menunjukkan pemulihan yang cepat dari demam dan gangguan pernapasan.

Kabar tersebut membuat sentimen pelaku pasar membaik, bursa saham Asia dan Eropa menghijau, begitu juga dengan indeks berjangka Wall Street yang langsung melesat lebih dari 3%. Kenaikan indeks berjangka tersebut menjadi indikasi bursa saham AS juga akan melesat begitu perdagangan nanti dibuka.  

Selain kabar adanya obat yang efektif melawan virus corona, laju penyebaran COVID-19 di AS juga sudah mulai melambat. Data US Centers for Desease Control and Prevention (CDC) menyebutkan jumlah pasien corona di Negeri Paman Sam adalah 632.548. Bertambah 4,49% dibandingkan hari sebelumnya.

Kenaikan 4,49% lebih rendah dibandingkan pertumbuhan hari sebelumnya yang sebesar 4,56%. Sejak 8 April, persentase kenaikan kasus corona di AS bertahan di kisaran satu digit dengan kecenderungan menurun.

Oleh karena itu, Presiden AS Donald Trump mulai berpikir untuk melonggarkan aturan pembatasan sosial (social distancing) dan karantina wilayah (lockdown) yang diberlakukan di banyak negara bagian. Pelonggaran itu akan dilakukan secara bertahap.
 
Kami tidak membuka begitu saja, tetapi selangkah demi selangkah. Lockdown yang terlalu lama ditambah dengan depresi ekonomi yang menyertainya malah membuat masalah bagi kesehatan masyarakat. Akan lebih banyak kasus penyalahgunaan obat-obatan, kecanduan alkohol, kecenderungan bunuh diri, atau penyakit jantung," tegas Trump..

Kabar bagus tersebut membuat pelaku pasar ceria, dampaknya dolar AS yang dianggap aset aman (safe haven) menjadi kurang menarik dan mulai dilepas - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnbcindonesia.com

Kamis, 23 April 2020

Rifan Financindo - Lagi Sentimen Covid-19, Bursa Asia Ditutup Variatif


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bursa saham Asia ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis ini karena kekhawatiran atas potensi kejatuhan ekonomi ke jurang resesi akibat pandemi virus corona (Covid-19).
Di Asia, Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi diprediksi berada di level nol persen untuk pertama kalinya dalam kurun 60 tahun pada 2020.

Pertumbuhan ekonomi yang suram ini dikarenakan eksportir diterjang oleh permintaan yang merosot di tengah badai pandemi virus corona yang menyebabkan terjadi pembatasan aktivitas sehingga kondisi ini memaksa konsumen tinggal di rumah dan sejumlah usaha bisnis ditutup.

Data perdagangan mencatat, bursa saham di China daratan ditutup menguat, di mana indeks Shanghai Composite naik 0,31% menjadi 2.819,94, sedangkan indeks Shenzhen naik 0,47% pada 1.744,39. Sementara pasar saham di Hong Kong, indeks Hang Seng turun 0,51%.

Pasar saham Jepang juga masuk zona merah, indeks Nikkei 225 turun 1,33% menjadi 19.290,20, sementara indeks Topix melemah 0,82% menjadi 1.422,24 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia.com