Senin, 11 Mei 2020
PT Rifan - Rupiah Unjuk Gigi di Tengah Pelonggaran Aktivitas Masyarakat
PT RIFAN BANDUNG - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.912 per dolar AS pada pembukaan perdagangan pasar spot Senin. Mata uang Garuda ini menguat 7,5 poin atau 0,05 persen dari Rp14.912 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya.
Rupiah terlihat bergerak menguat bersama beberapa mata uang lainnya di Asia. Tercatat, Won Korea Selatan menguat 0,37 persen, baht Thailand 0,21 persen, dan peso Filipina 0,23 persen, sementara, sejumlah mata uang Asia lain berada di teritori negatif. Misalnya, Ringgit Malaysia terkoreksi 0,24 persen dan yuan China 0,03 persen.
Kemudian, mata uang utama negara maju kompak menguat dari mata uang Negeri Paman Sam. Dolar Australia menguat 0,38 persen, rubel Rusia 0,25 persen, poundsterling Inggris 0,17 persen, dolar Kanada 0,14 persen, euro Eropa 0,08 persen, dan franc Swiss 0,1 persen.
Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memproyeksi rupiah bergerak di kisaran Rp14.800-Rp15.150 per dolar AS har ini, menurutnya, rupiah akan menguat lantaran pasar merespons positif kegiatan ekonomi yang kembali bergerak di sejumlah negara setelah kasus virus corona mulai melandai.
Dengan aktifnya kembali perekonomian diharapkan kondisi ekonomi bisa segera membaik," tutur Ariston, walaupun begitu, bukan berarti situasi ini akan berlangsung permanen. Ariston menilai pasar masih terus mewaspadai perkembangan kasus penyebaran virus corona di global.
Pasar juga melihat dampak buruknya terhadap kondisi ekonomi yang bisa kembali menekan harga aset berisiko, pungkas Ariston - PT RIFAN
Sumber : cnnindonesia.com
Jumat, 08 Mei 2020
Rifan Financindo Berjangka - Uber Pangkas 3.700 Karyawan Karena Corona
RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Uber menyatakan akan memangkas jumlah karyawan mereka sebanyak 3.700 orang. Jumlah tersebut mencapai 14 dari total karyawan uber.
CEO Dara Khosrowshahi mengatakan kebijakan tersebut ditempuh terkait penurunan jumlah permintaan perjalanan. Data yang dimilikinya, penurunan jumlah perjalanan mencapai 80 persen pada April kemarin.
Penurunan tersebut terjadi akibat penyebaran wabah virus corona belakangan ini. Sebagai informasi, Uber tercatat membukukan pendapatan sebesar US$3,5 miliar pada kuartal I 2020 kemarin atau meningkat 14 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
CEO Dara Khosrowshahi mengatakan kebijakan tersebut ditempuh terkait penurunan jumlah permintaan perjalanan. Data yang dimilikinya, penurunan jumlah perjalanan mencapai 80 persen pada April kemarin.
Penurunan tersebut terjadi akibat penyebaran wabah virus corona belakangan ini. Sebagai informasi, Uber tercatat membukukan pendapatan sebesar US$3,5 miliar pada kuartal I 2020 kemarin atau meningkat 14 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan tersebut, 76 persen di antaranya ditopang oleh bisnis Uber's
Rides. Sementara itu, pendapatan lainnya ditopang oleh bisnis layanan
pengiriman makanannya, Eats yang total kontribusinya mencapai 16 persen.
Khosrowshahi mengatakan perubahan proporsi pendapatan tersebut menjadikan pihaknya melirik peluang lain, bisnis rides turun sekitar 80 persen pada April, meskipun meningkat
pada beberapa minggu terakhir. Tapi pandemi telah memberikan hikmah. Ada
peluang yang kami pikir Eats semakin besar," katanya.
Kebijakan pemangkasan karyawan tidak hanya dilakukan oleh Uber. Kebijakan juga dilakukan oleh pesaing mereka, Lyft, beberapa waktu lalu mereka memutuskan untuk memangkas 1.000 karyawan mereka. Alasan pemangkasan sama; penyebarluasan wabah virus corona - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Kebijakan pemangkasan karyawan tidak hanya dilakukan oleh Uber. Kebijakan juga dilakukan oleh pesaing mereka, Lyft, beberapa waktu lalu mereka memutuskan untuk memangkas 1.000 karyawan mereka. Alasan pemangkasan sama; penyebarluasan wabah virus corona - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Sumber : cnnindonesia.com
Rabu, 06 Mei 2020
PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Didorong Sentimen Ketegangan AS - Cina
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik pada hari Rabu di Asia didorong
meningkatnya ketegangan AS-Cina soal pengendalian covid-19 dan Fed
memprediksi pemulihan ekonomi terjadi pada paruh kedua tahun 2020 ini.
Mengutip data Investing.com, Emas Berjangka turun 0,03% ke $1.709,65 per ons, sementara emas spot (XAU/USD) turun 0.12% ke leve; $1.703.73 pukul 13.35 WIB.
Federal Reserve AS mengatakan semalam bahwa ekonomi AS
mungkin dapat memulai pemulihan dari dampak ekonomi covid-19 pada paruh
kedua tahun 2020. Tetapi Fed memperingatkan pertumbuhan cenderung
melambat dan tidak merata karena AS tengah menghadapi depresi terburuk
dalam beberapa dekade.
Kegelisahan datangnya gelombang kedua pandemi virus
mendorong minat investor atas aset berisiko meski beberapa negara
melonggarkan tindakan karantina wilayah covid-19 mulai awal pekan ini.
Harga minyak turun dan bursa saham bervariasi lantaran
investor mencari tempat yang aman di logam kuning. Pukul 13.20 WIB,
minyak WTI melemah 0,86% di $24,35 per barel. Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 1,19% ke 24.153,00 dan indeks S&P/ASX 200 di Australia turun 0,42% di 5.384,60.
Ketegangan yang berlangsung antara AS-Cina juga membuat
investor gelisah di kala menunggu respons Cina terkait klaim pejabat AS
bahwa covid-19 berasal dari laboratorium Wuhan, Presiden Trump kembali mendesak Cina memberikan jawaban atas klaim tersebut saat negara itu kembali dari libur selama lima hari - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Sumber : investing.com
Selasa, 05 Mei 2020
PT Rifan Financindo - UBS Perkirakan Harga Emas Menguat Lampaui $1.800
PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas kembali dapat melewati level tertinggi awal
tahun ini setelah mengalami penurunan selama bulan Maret bersama dengan
aset-aset keuangan lain, menurut Joni Teves, analis logam mulia dari Bank Investasi UBS.
Ada potensi berkembang (bagi emas) menembus $1.800 (per
ons) menurut pandangan saya, Joni Teves, ahli strategi logam mulia di
Bank Investasi UBS, mengatakan kepada petang.
Untuk jangka pendek, perusahaan ini menargetkan harga emas ke $1.790 per
ons.
Perkiraan tersebut muncul seiring Terus tumbuhnya minat
investor di tengah ketidakpastian pasar dan tingkat suku bunga riil
negatif ini, tutur Teves, Emas Berjangka menguat 0,75% ke $1.713,60 per ons dan emas spot XAU/USD naik 0,23% di $1.704,26.
Pekan lalu, World Gold Council merilis laporan tren
permintaan logam mulia untuk kuartal pertama 2020, di mana laporan ini
menyoroti bahwa wabah global covid-19 menjadi "faktor terbesar yang
mempengaruhi permintaan emas.
Di kala skala pandemi dan potensi dampak ekonomi mulai
muncul, investor pun mencari aset safe haven, bunyi laporan itu. "ETF
Emas mencatatkan guyuran dana masuk kuartalan tertinggi selama empat
tahun terakhir di tengah ketidakpastian global dan volatilitas pasar
keuangan.
Sementara itu, Teves dari UBS mengatakan pergerakan emas
telah didorong oleh peningkatan minat investor, utamanya dari investor
institusi - PT RIFAN FINANCINDO
Sumber : investing.com
Senin, 04 Mei 2020
PT Rifan - Data Inflasi Tak Bergairah, IHSG Bakal Tertekan Lagi
PT RIFAN BANDUNG - Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I
Senin ini ditutup turun 111,06 poin atau 2,35% ke level
4.605,34 merespons rilis data inflasi yang turun ke level 2,67% secara year on year (YoY) di April, dari bulan sebelumnya inflasi tahun ke tahun 2,96%.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada sesi I nilai transaksi tercatat Rp 3,04 triliun dengan jual bersih (net sell) asing sebesar Rp 91,48 miliar di pasar reguler dan negosiasi. Sementara volume transaksi sebanyak 3,1 miliar lembar saham dengan frekuensi sebanyak 318.901 kali transaksi.
Saham-saham yang mengalami penurunan di antaranya saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) (-6,88%), PT Modernland Realty Ltd. Tbk (MDLN) (-6,33%), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) (-6,09%), sedangkan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) (-5,79%) dan PT Astra International Tbk (ASII) (-5,71%).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat inflasi tahun kalender (Januari-April) 2020 sebesar 0,84% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2020 terhadap April 2019) sebesar 2,67%., dari 90 kota, BPS melaporkan 39 kota mengalami inflasi dan 51 kota terjadi deflasi.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada sesi I nilai transaksi tercatat Rp 3,04 triliun dengan jual bersih (net sell) asing sebesar Rp 91,48 miliar di pasar reguler dan negosiasi. Sementara volume transaksi sebanyak 3,1 miliar lembar saham dengan frekuensi sebanyak 318.901 kali transaksi.
Saham-saham yang mengalami penurunan di antaranya saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) (-6,88%), PT Modernland Realty Ltd. Tbk (MDLN) (-6,33%), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) (-6,09%), sedangkan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) (-5,79%) dan PT Astra International Tbk (ASII) (-5,71%).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat inflasi tahun kalender (Januari-April) 2020 sebesar 0,84% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2020 terhadap April 2019) sebesar 2,67%., dari 90 kota, BPS melaporkan 39 kota mengalami inflasi dan 51 kota terjadi deflasi.
Pergerakan
inflasi ini tidak biasa dengan pola sebelumnya, tahun lalu masuk
Ramadan dan jatuh pada Mei inflasi meningkat tahun ini justru melambat,"
kata Kepala BPS Suhariyanto, Senin.
Adapun penyebab inflasi tahun ini karena kenaikan harga bahan
pokok dan beberapa barang lainnya. Menurut kelompok makanan dan minuman
yang memberikan andil tertinggi ke inflasi adalah bawang merah dengan
andil 0,08%, gula pasir andil 0,02%, minyak goreng dan rokok, serta
beras masing-masing andil 0,01%.
Sedangkan menurut kelompok perawatan pribadi dan jasa lain yang memberikan andil tertinggi ke inflasi adalah emas dan perhiasan sebesar 0,06%. Kenaikan tertinggi harga emas terjadi di Semarang sebesar 16%.
Sedangkan menurut kelompok perawatan pribadi dan jasa lain yang memberikan andil tertinggi ke inflasi adalah emas dan perhiasan sebesar 0,06%. Kenaikan tertinggi harga emas terjadi di Semarang sebesar 16%.
Selain itu, IHS Markit melaporkan Purchasing Managers' Index
(PMI) manufaktur Indonesia di angka 27,5. Jauh menurun dibandingkan
bulan sebelumnya yaitu 43,5 dan menjadi yang terendah sepanjang
pencatatan PMI yang dimulai sejak April 2011.
Kabar buruk lainnya adalah kemungkinan babak baru
perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China. Presiden AS,
Donald Trump mengatakan bisa saja mengenakan bea masuk impor akibat
penanganan virus corona yang dilakukan China sehingga menjadi pandemi.
IHSG diperkirakan masih akan tertekan karena rilis data inflasi Tanah Air yang suram dan kemungkinan trade war fase baru antara AS-China -
PT RIFAN
Sumber : cnbcindonesia.com
Rabu, 29 April 2020
PT Rifan Financindo Berjangka - Dolar AS Babak Belur Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat Di Asia
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Nilai tukkar rupiah berada di posisi Rp15.295 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu sore. Posisi ini menguat 150 poin atau 0,97 persen dari Rp15.445 per dolar AS pada Selasa sore.
Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp15.415 per dolar AS atau menguat dari Rp15.488 per dolar AS pada Selasa.
Rupiah memimpin penguatan mayoritas mata uang Asia dari dolar AS. Penguatan juga dirasakan oleh rupee India 0,68 persen, won Korea Selatan 0,52 persen, dan ringgit Malaysia 0,47 persen.
Kemudian, peso Filipina 0,33 persen, yen Jepang 0,33 persen, dolar Singapura 0,23 persen, baht Thailand 0,18 persen, dan yuan China 0,09 persen. Hanya dolar Hong Kong yang stagnan dari mata uang Negeri Paman Sam.
Mata uang utama negara maju juga kompak berlabuh ke zona hijau. Rubel Rusia menguat 0,64 persen, dolar Australia 0,58 persen, euro Eropa 0,44 persen, dolar Kanada 0,42 persen, franc Swiss 0,33 persen, dan poundsterling Inggris 0,12 persen.
Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dolar AS tersungkur dari mata uang lain di dunia karena besarnya sentimen negatif yang mewarnai pasar keuangan negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu.
Pertama, sentimen negatif datang dari ekspektasi pelaku pasar yang melihat bahwa bank sentral AS, The Federal Reserve tidak akan memberikan stimulus baru dalam waktu dekat untuk merespons dampak dari tekanan ekonomi akibat pandemi virus corona atau Covid-19.
Kedua, sentimen negatif datang dari jumlah kasus virus corona di AS yang mencapai 1.012.583 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 115.936 orang sembuh dan 58.335 orang meninggal dunia
Hal ini menjadi sorotan pelaku pasar karena pemerintah justru ingin membuka penutupan akses wilayah (lockdown) di sejumlah negara bagian. Ketiga, data ekonomi AS belum juga memunculkan tanda-tanda perbaikan, seperti tingkat kepercayaan konsumen dan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan akan jatuh ke minus 4 persen.
Keempat, harga minyak mentah WTI masih cukup rendah di kisaran US$14,25 per barel, meski sudah membaik dari kontraksi terdalam pada pekan lalu. Sementara dari dalam negeri, Ibrahim melihat rupiah mendapat sokongan dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka penekanan pandemi corona.
Kondisi pandemi di DKI Jakarta mulai menurun, mengindikasikan kemungkinan PSBB di awal Juni akan dilonggarkan dan diikuti provinsi lain, sehingga perekonomian kembali berjalan lagi. Ini membuat arus modal asing yang membanjiri pasar valas dan obligasi," pungkasnya - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Sumber : cnnindonesia.com
Selasa, 28 April 2020
PT Rifan Financindo - Bursa Asia Menguat Ditengah Jatuhnya Harga Minyak
PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bursa saham Asia bergerak menguat pada Selasa pagi
dan ini juga berarti menlanjutkan tren kenaikan pada sesi sebelumnya.
Pelemahan bursa global ini terjadi meski harga minyak anjlok yang
membayangi sentimen optimisme seputar pelonggaran tindakan pembatasan
covid-19.
Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang melonjak 1,88% di 464.81 menurut data Investing.com pukul 10.37 WIB. Saham di Cina (CSI300) naik 0,84% ke 3,855.04 dan indeks KOSPI naik 0,1% ke 1.924,69. Pun indeks Hang Seng menguat 0,84% di 24.485,00.
Sementara Jakarta Stock Exchange Composite turut naik tipis 0,05% atau 2,09 poin ke 4.515,23.
Selasa pagi, minyak
berjangka anjlok setelah lembaga dana investasi terbesar diperdagangkan
di bursa minyak AS (USO) mengatakan akan menjual semua kontrak minyak
mentah bulan depan untuk menghindari kerugian lanjutan akibat jatuhnya
harga.
Pukul 10,45 WIB, Minyak Mentah WTI Berjangkamasih anjlok 11,27% di $11,34 per barel dan Minyak Brent Berjangka jatuh 2,77% di $22,43 per barel.
Beberapa investor berharap hal yang terburuk mungkin dapat
segera berakhir karena banyak negara telah mengizinkan para pelaku
usahanya membuka ekonomi kembali. Tetapi ada juga menyarankan agar tetap
berhati-hati utamanya karena vaksin covid-19 belum dikembangkan
maksimal - PT RIFAN FINANCINDO
Sumber : investing.com
Langganan:
Postingan (Atom)





