Selasa, 12 Mei 2020

PT Rifan Financindo - Ekspor Emas AS Sedikit Turun, Impor Malah Melonjak 168%


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Ekspor emas Amerika Serikat turun sedikit nyaris 1,57% selama tiga bulan pertama awal tahun 2020 ini.

Data perdagangan yang dirilis oleh Biro Sensus AS menunjukkan ekspor emas negara itu mencapai $4,06 miliar pada kuartal pertama 2020, dibandingkan dengan ekspor sebanyak $4,13 miliar pada periode tiga bulan pertama awal tahun lalu.

Negara ekspor tujuan utama Amerika Serikat yakni Inggris sebagaimana dilansir Scrapmonster.com Selasa petang. Negara ini menerima sekitar $2,54 miliar emas dari AS, menyumbang hampir 63% dari semua pengiriman AS.

Negara tujuan ekspor emas terbesar kedua AS adalah Swiss. Ekspor ke negara itu mencapai $785,92 juta. Di tempat ketiga yakni India dengan total impor dari AS mencapai $200,80 juta. Tujuan ekspor utama lainnya yaitu Kanada ($144,80 juta) dan Italia ($114,54 juta).

Impor emas AS mencatat peningkatan substansial, melonjak sebesar 168% YoY sehingga totalnya menjadi $4,53 miliar dalam tiga bulan pertama tahun 2020 ini. Ini dibandingkan dengan impor sebesar $1,69 miliar selama Jan-Mar ‘19.

Sumber impor utama yakni berasal dari Swiss. Negara ini memasok emas senilai $1,91 miliar, menyumbang lebih 42% dari semua impor Amerika Serikat.

Negara eksportir emas terbesar kedua ke AS adalah Meksiko. Impor emas negara itu dari Meksiko berjumlah $728,41 juta. Di tempat ketiga yakni Kanada dengan pasokan emas senilai $658,91 juta.

Hingga pukul 16.24 WIB, Emas Berjangka naik 0,71% ke $1.710 per ons dan emas spot XAU/USD menguat 0,46% ke $1705,34 per ons - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Senin, 11 Mei 2020

PT Rifan - Rupiah Unjuk Gigi di Tengah Pelonggaran Aktivitas Masyarakat


PT RIFAN BANDUNG - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.912 per dolar AS pada pembukaan perdagangan pasar spot Senin. Mata uang Garuda ini menguat 7,5 poin atau 0,05 persen dari Rp14.912 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya.

Rupiah terlihat bergerak menguat bersama beberapa mata uang lainnya di Asia. Tercatat, Won Korea Selatan menguat 0,37 persen, baht Thailand 0,21 persen, dan peso Filipina 0,23 persen, sementara, sejumlah mata uang Asia lain berada di teritori negatif. Misalnya, Ringgit Malaysia terkoreksi 0,24 persen dan yuan China 0,03 persen.

Kemudian, mata uang utama negara maju kompak menguat dari mata uang Negeri Paman Sam. Dolar Australia menguat 0,38 persen, rubel Rusia 0,25 persen, poundsterling Inggris 0,17 persen, dolar Kanada 0,14 persen, euro Eropa 0,08 persen, dan franc Swiss 0,1 persen.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memproyeksi rupiah bergerak di kisaran Rp14.800-Rp15.150 per dolar AS har ini, menurutnya, rupiah akan menguat lantaran pasar merespons positif kegiatan ekonomi yang kembali bergerak di sejumlah negara setelah kasus virus corona mulai melandai.

Dengan aktifnya kembali perekonomian diharapkan kondisi ekonomi bisa segera membaik," tutur Ariston, walaupun begitu, bukan berarti situasi ini akan berlangsung permanen. Ariston menilai pasar masih terus mewaspadai perkembangan kasus penyebaran virus corona di global.

Pasar juga melihat dampak buruknya terhadap kondisi ekonomi yang bisa kembali menekan harga aset berisiko, pungkas Ariston - PT RIFAN

Sumber : cnnindonesia.com

Jumat, 08 Mei 2020

Rifan Financindo Berjangka - Uber Pangkas 3.700 Karyawan Karena Corona


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Uber menyatakan akan memangkas jumlah karyawan mereka sebanyak 3.700 orang. Jumlah tersebut mencapai 14 dari total karyawan uber.

CEO Dara Khosrowshahi mengatakan kebijakan tersebut ditempuh terkait penurunan jumlah permintaan perjalanan. Data yang dimilikinya, penurunan jumlah perjalanan mencapai 80 persen pada April kemarin.

Penurunan tersebut terjadi akibat penyebaran wabah virus corona belakangan ini. Sebagai informasi, Uber tercatat membukukan pendapatan sebesar US$3,5 miliar pada kuartal I 2020 kemarin atau meningkat 14 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Pendapatan tersebut, 76 persen  di antaranya ditopang oleh bisnis Uber's Rides. Sementara itu, pendapatan lainnya ditopang oleh bisnis layanan pengiriman makanannya, Eats yang total kontribusinya mencapai 16 persen.

Khosrowshahi mengatakan perubahan  proporsi pendapatan tersebut menjadikan pihaknya melirik peluang lain, bisnis rides turun sekitar 80 persen pada April, meskipun meningkat pada beberapa minggu terakhir. Tapi pandemi telah memberikan hikmah. Ada peluang yang kami pikir Eats semakin besar," katanya.

Kebijakan pemangkasan karyawan tidak hanya dilakukan oleh Uber. Kebijakan juga dilakukan oleh pesaing mereka, Lyft, beberapa waktu lalu mereka memutuskan untuk memangkas 1.000 karyawan mereka. Alasan pemangkasan sama; penyebarluasan wabah virus corona - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnnindonesia.com

Rabu, 06 Mei 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Didorong Sentimen Ketegangan AS - Cina


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik pada hari Rabu di Asia didorong meningkatnya ketegangan AS-Cina soal pengendalian covid-19 dan Fed memprediksi pemulihan ekonomi terjadi pada paruh kedua tahun 2020 ini.

Mengutip data Investing.com, Emas Berjangka turun 0,03% ke $1.709,65 per ons, sementara emas spot (XAU/USD) turun 0.12% ke leve; $1.703.73 pukul 13.35 WIB.
Federal Reserve AS mengatakan semalam bahwa ekonomi AS mungkin dapat memulai pemulihan dari dampak ekonomi covid-19 pada paruh kedua tahun 2020. Tetapi Fed memperingatkan pertumbuhan cenderung melambat dan tidak merata karena AS tengah menghadapi depresi terburuk dalam beberapa dekade.

Kegelisahan datangnya gelombang kedua pandemi virus mendorong minat investor atas aset berisiko meski beberapa negara melonggarkan tindakan karantina wilayah covid-19 mulai awal pekan ini.

Harga minyak turun dan bursa saham bervariasi lantaran investor mencari tempat yang aman di logam kuning. Pukul 13.20 WIB, minyak WTI melemah 0,86% di $24,35 per barel. Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 1,19% ke 24.153,00 dan indeks S&P/ASX 200 di Australia turun 0,42% di 5.384,60.

Ketegangan yang berlangsung antara AS-Cina juga membuat investor gelisah di kala menunggu respons Cina terkait klaim pejabat AS bahwa covid-19 berasal dari laboratorium Wuhan, Presiden Trump kembali mendesak Cina memberikan jawaban atas klaim tersebut saat negara itu kembali dari libur selama lima hari - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Selasa, 05 Mei 2020

PT Rifan Financindo - UBS Perkirakan Harga Emas Menguat Lampaui $1.800


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas kembali dapat melewati level tertinggi awal tahun ini setelah mengalami penurunan selama bulan Maret bersama dengan aset-aset keuangan lain, menurut Joni Teves, analis logam mulia dari Bank Investasi UBS.

Ada potensi berkembang (bagi emas) menembus $1.800 (per ons) menurut pandangan saya, Joni Teves, ahli strategi logam mulia di Bank Investasi UBS, mengatakan kepada petang. Untuk jangka pendek, perusahaan ini menargetkan harga emas ke $1.790 per ons.

Perkiraan tersebut muncul seiring Terus tumbuhnya minat investor di tengah ketidakpastian pasar dan tingkat suku bunga riil negatif ini, tutur Teves, Emas Berjangka menguat 0,75% ke $1.713,60 per ons dan emas spot XAU/USD naik 0,23% di $1.704,26.

Pekan lalu, World Gold Council merilis laporan tren permintaan logam mulia untuk kuartal pertama 2020, di mana laporan ini menyoroti bahwa wabah global covid-19 menjadi "faktor terbesar yang mempengaruhi permintaan emas.

Di kala skala pandemi dan potensi dampak ekonomi mulai muncul, investor pun mencari aset safe haven, bunyi laporan itu. "ETF Emas mencatatkan guyuran dana masuk kuartalan tertinggi selama empat tahun terakhir di tengah ketidakpastian global dan volatilitas pasar keuangan.

Sementara itu, Teves dari UBS mengatakan pergerakan emas telah didorong oleh peningkatan minat investor, utamanya dari investor institusi - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Senin, 04 Mei 2020

PT Rifan - Data Inflasi Tak Bergairah, IHSG Bakal Tertekan Lagi


PT RIFAN BANDUNG - Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I Senin ini ditutup turun 111,06 poin atau 2,35% ke level 4.605,34 merespons rilis data inflasi yang turun ke level 2,67% secara year on year (YoY) di April, dari bulan sebelumnya inflasi tahun ke tahun 2,96%.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada sesi I nilai transaksi tercatat Rp 3,04 triliun dengan jual bersih (net sell) asing sebesar Rp 91,48 miliar di pasar reguler dan negosiasi. Sementara volume transaksi sebanyak 3,1 miliar lembar saham dengan frekuensi sebanyak 318.901 kali transaksi.

Saham-saham yang mengalami penurunan di antaranya saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) (-6,88%), PT Modernland Realty Ltd. Tbk (MDLN) (-6,33%), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) (-6,09%), sedangkan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) (-5,79%) dan PT Astra International Tbk (ASII) (-5,71%).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat inflasi tahun kalender (Januari-April) 2020 sebesar 0,84% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2020 terhadap April 2019) sebesar 2,67%., dari 90 kota, BPS melaporkan 39 kota mengalami inflasi dan 51 kota terjadi deflasi.
 
Pergerakan inflasi ini tidak biasa dengan pola sebelumnya, tahun lalu masuk Ramadan dan jatuh pada Mei inflasi meningkat tahun ini justru melambat," kata Kepala BPS Suhariyanto, Senin.

Adapun penyebab inflasi tahun ini karena kenaikan harga bahan pokok dan beberapa barang lainnya. Menurut kelompok makanan dan minuman yang memberikan andil tertinggi ke inflasi adalah bawang merah dengan andil 0,08%, gula pasir andil 0,02%, minyak goreng dan rokok, serta beras masing-masing andil 0,01%.
Sedangkan menurut kelompok perawatan pribadi dan jasa lain yang memberikan andil tertinggi ke inflasi adalah emas dan perhiasan sebesar 0,06%. Kenaikan tertinggi harga emas terjadi di Semarang sebesar 16%.

Selain itu, IHS Markit melaporkan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia di angka 27,5. Jauh menurun dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 43,5 dan menjadi yang terendah sepanjang pencatatan PMI yang dimulai sejak April 2011.

Kabar buruk lainnya adalah kemungkinan babak baru perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China. Presiden AS, Donald Trump mengatakan bisa saja mengenakan bea masuk impor akibat penanganan virus corona yang dilakukan China sehingga menjadi pandemi.

IHSG diperkirakan masih akan tertekan karena rilis data inflasi Tanah Air yang suram dan kemungkinan trade war fase baru antara AS-China -

PT RIFAN

Sumber : cnbcindonesia.com

Rabu, 29 April 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Dolar AS Babak Belur Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat Di Asia



PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNGNilai tukkar rupiah berada di posisi Rp15.295 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu sore. Posisi ini menguat 150 poin atau 0,97 persen dari Rp15.445 per dolar AS pada Selasa sore.


Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp15.415 per dolar AS atau menguat dari Rp15.488 per dolar AS pada Selasa.


Rupiah memimpin penguatan mayoritas mata uang Asia dari dolar AS. Penguatan juga dirasakan oleh rupee India 0,68 persen, won Korea Selatan 0,52 persen, dan ringgit Malaysia 0,47 persen.


Kemudian, peso Filipina 0,33 persen, yen Jepang 0,33 persen, dolar Singapura 0,23 persen, baht Thailand 0,18 persen, dan yuan China 0,09 persen. Hanya dolar Hong Kong yang stagnan dari mata uang Negeri Paman Sam.


Mata uang utama negara maju juga kompak berlabuh ke zona hijau. Rubel Rusia menguat 0,64 persen, dolar Australia 0,58 persen, euro Eropa 0,44 persen, dolar Kanada 0,42 persen, franc Swiss 0,33 persen, dan poundsterling Inggris 0,12 persen.


Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dolar AS tersungkur dari mata uang lain di dunia karena besarnya sentimen negatif yang mewarnai pasar keuangan negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu.


Pertama, sentimen negatif datang dari ekspektasi pelaku pasar yang melihat bahwa bank sentral AS, The Federal Reserve tidak akan memberikan stimulus baru dalam waktu dekat untuk merespons dampak dari tekanan ekonomi akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Kedua, sentimen negatif datang dari jumlah kasus virus corona di AS yang mencapai 1.012.583 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 115.936 orang sembuh dan 58.335 orang meninggal dunia

Hal ini menjadi sorotan pelaku pasar karena pemerintah justru ingin membuka penutupan akses wilayah (lockdown) di sejumlah negara bagian. Ketiga, data ekonomi AS belum juga memunculkan tanda-tanda perbaikan, seperti tingkat kepercayaan konsumen dan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan akan jatuh ke minus 4 persen.

Keempat, harga minyak mentah WTI masih cukup rendah di kisaran US$14,25 per barel, meski sudah membaik dari kontraksi terdalam pada pekan lalu. Sementara dari dalam negeri, Ibrahim melihat rupiah mendapat sokongan dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka penekanan pandemi corona.

Kondisi pandemi di DKI Jakarta mulai menurun, mengindikasikan kemungkinan PSBB di awal Juni akan dilonggarkan dan diikuti provinsi lain, sehingga perekonomian kembali berjalan lagi. Ini membuat arus modal asing yang membanjiri pasar valas dan obligasi," pungkasnya - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnnindonesia.com