Selasa, 19 Mei 2020

PT Rifan Financindo - Harga Emas Meroket Dipicu Ketakutan Virus Corona


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas naik ke level tertinggi hampir tiga minggu pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena meningkatnya ketakutan atas kejatuhan ekonomi dari wabah virus corona.

Kekhawatiran itu jelas mensorong pasar berburu aset-aset safe-haven seperti emas, pembelian safe-haven telah dipicu oleh virus corona baru di China dan kami melihat aksi jual besar-besaran di pasar ekuitas, Sebagian besar panik, pasar melihat prospek ekonomi China melambat," kata Edward Meir, analis di ED&F Man Capital Markets.

Kita bisa mencapai tertinggi baru-baru ini di atas 1.600 dolar AS jika hal ini terus memburuk. Kontrak emas berjangka paling aktif untuk pengiriman Februari di bursa Comex naik 5,50 dolar atau 0,35 persen, menjadi menetap di 1.577,40 dolar per ounce, emas berjangka AS naik 6,50 dolar AS atau 0,40 persen menjadi 1.571,90 dolar AS per ounce pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Sementara itu, harga emas di pasar spot naik 0,4 persen menjadi 1.577,31 dolar AS per ounce pada pukul 01.50 sore waktu setempat (18.50 GMT). Harga sempat naik di awal sesi mencapai 1.586,43 dolar AS per ounce, level tertinggi sejak 8 Januari. 

Saham-saham AS dibuka dengan lebih dari satu persen lebih rendah, sedangkan imbal hasil obligasi 10 tahun pemerintah AS jatuh ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : jpnn.com


Jumat, 15 Mei 2020

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Dunia Terus Berkilau Imbas Perang Dagang AS China


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas melesat ke level tertingginya karena didorong permintaan safe-haven, imbas investor membuang aset berisiko di tengah kekhawatiran atas pelemahan ekonomi jangka panjang dan ketegangan perdagangan AS-China terkini. 

Harga emas di pasar spot naik 0,7 persen menjadi 1.727,70 dolar AS per ounce. Sedangkan emas berjangka Amerika Serikat ditutup melonjak 1,4 perse menjadi 1.740,90 dolar AS per ounce.

Tampaknya beberapa investor berbalik bearish pada ekuitas, hubungan AS-China terus menuju spiral dan kita mendapati data yang sangat suram dari AS, dan semua itu mendukung (permintaan) safe-haven," kata Edward Moya, analis OANDA.

Harga emas melonjak selama beberapa pekan terakhir, tetapi tampaknya sekarang kita memiliki latar belakang ekonomi makro yang akan mendukung harga yang tinggi dalam jangka pendek," tambahnya.

Chairman Federal Reserve, Jerome Powell memperingatkan tentang periode yang panjang pertumbuhan ekonomi yang lemah, akan menggunakan kekuatan bank sentral dan menyerukan belanja fiskal tambahan untuk membendung dampak dari pandemi virus corona.

Data terbaru menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran Amerika mencapai 2,98 juta untuk pekan yang berakhir hingga 9 Mei, kendati angka itu turun dari 3,17 juta pada pekan sebelumnya dan menandai penurunan mingguan keenam beruntun, klaim tersebut tetap sangat tinggi.

Pasar saham dunia tumbang untuk hari ketiga berturut-turut karena data ketenagakerjaan yang mengecewakan dan sinyal bank sentral bahwa stimulus pemerintah lebih lanjut mungkin diperlukan memicu kekhawatiran investor tentang pemulihan ekonomi global.

Emas juga diuntungkan dari ketidakpastian baru terkait hubungan perdagangan China-AS, setelah Presiden Donald Trump mengatakan sangat kecewa terhadap China atas kegagalannya untuk menahan penyebaran virus corona, mengatakan pandemi di seluruh dunia merusak kesepakatan perdagangannya dengan Beijing - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : suara.com

Kamis, 14 Mei 2020

Rifan Financindo - IHSG Terkoreksi di Awal Sesi I


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi sedalam 0,05% k elevel 4.636,77 pada awal perdagangan sesi I, Selasa. Bleum juga berjalan lima menit, koreksi IHSG terus mendalam hingga lebih dari 0,40%. 

Koreksi yang kian dalam itu dipengaruhi oleh aksi jual yang aktif dilakukan asing. Bursa mencatat, pagi ini saja investor telah menarik dana hingga Rp68,23 miliar atau setara dengan Rp1,87 triliun.

Sejumlah 209,51 juta saham diperdagangkan dengan frekuensi 25.218 kali dan membukukan nilai transaksi harian sebesar Rp232,01 miliar. Pergerakan saham yang terpantau meliputi 80 saham naik, 110 saham turun, dan 117 saham lainnya stagnan.

Bersamaan dengan IHSG, keempat indeks saham Asia lainnya juga melemah, yakni Nikkei turun 0,13%, Hang Seng turun 1,50%, Shanghai turun 0,07%, dan Strait Times turun 1,09% - RIFAN FINANCINDO

Sumber ; investing.com

Rifan Financindo - Harga Emas Berjangka Menguat Didorong Sentimen Stimulus AS


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas beranjak naik pada Kamis pagi didorong sentimen seputar stimulus Amerika Serikat dan penilaian ekonomi buram dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang mendukung pergerakan logam safe haven ini, sementara itu investor menunggu data klaim pengangguran awal AS pada hari ini.

Harga Emas Berjangka naik 0,32% di $1.721,95 per ons mengutip data Investing.com pukul 10.19 WIB. Emas spot XAU/USD turun 0,12% ke $1.714,47, di tanah air hingga pukul 08.17 WIB Kamis pagi ini, harga emas Antam (JK:ANTM) per gram mengalami kenaikan Rp2.000 dari hari Rabu menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia. Pada Rabu kemarin emas Antam mencapai harga Rp908.000 dan harga terakhir kini naik ke Rp910.000. 

Diberitakan Economictimes Kamis pagi, bursa Asia melemah setelah Powell memperingatkan resesi AS kini jauh lebih buruk daripada penurunan sejak Perang Dunia Kedua akibat dampak pandemi covid-19. Indeks Nikkei turun 0,58% di 20.148,50 dan indeks Hang Seng melemah 1,11% ke 23.911,00 hingga pukul 10.25 WIB.

Powell mengisyaratkan spekulasi bahwa bank sentral AS akan mengejar kebijakan suku bunga negatif tidaklah benar, tetapi ia berjanji menggunakan segala kekuatannya sesuai kebutuhan dan menyerukan belanja fiskal tambahan guna menopang ekonomi yang terdampak virus.

Para gubernur dari kedua partai politik utama mendesak anggota parlemen di Washington, D.C., untuk mengesampingkan keberpihakannya dan memberikan bantuan kepada kota-kota dan negara bagian AS yang menghadapi kehancuran ekonomi akibat covid-19 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Rabu, 13 Mei 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Rupiah Menguat Rabu Pagi, Covid-19 Bisa Batasi Tren Positif


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Rupiah USD/IDR bergerak menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu pagi. Meski menguat, ada potensi pelemahan dari sentimen luar negeri akibat pembukaan lockdown dinilai akan meningkatkan jumlah kasus covid-19 dan di dalam negeri pun masih terus waspada terhadap covid-19.

Rupiah naik 0,06% di 14.896,5 per dolar menurut data Investing.com sampai pukul 11.46 WIB. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu dibuka perkasa, nilai tukar rupiah terpantau bergerak ke level Rp 14.887 per dolar AS.

Mengutip kurs tengah Bank Indonesia (BI) atau kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor tepat pukul 10:00 Wib nilai tukar rupiah menguat 91 poin ke posisi Rp 14.887 dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya di posisi Rp 14.978.

Analis menyatakan pendapatnya walaupun menguat, rupiah masih berpotensi mengalami pelemahan karena terdorong sentimen negatif pasar akibat pembukaan lockdown yang dinilai akan meningkatkan jumlah kasus Covid-19.

Diberitakan Medcom.id Rabu, sentimen negatif masih menekan pergerakan aset berisiko seperti indeks saham global. Hal ini, disebabkan oleh kekhawatiran pasar terhadap gelombang kedua wabah covid-19 karena pelonggaran lockdown.

Pasar juga masih mengkhawatirkan wabah yang belum benar-benar surut. Analis melanjutkan Indonesia sendiri orang yang terinfeksi masih terus bertambah dan belum benar-benar terjadi penurunan sehingga banyak yang memperkirakan wabah akan terjadi lebih lama dan ini bisa menekan perekonomian lebih lama lagi - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing,com

Selasa, 12 Mei 2020

PT Rifan Financindo - Ekspor Emas AS Sedikit Turun, Impor Malah Melonjak 168%


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Ekspor emas Amerika Serikat turun sedikit nyaris 1,57% selama tiga bulan pertama awal tahun 2020 ini.

Data perdagangan yang dirilis oleh Biro Sensus AS menunjukkan ekspor emas negara itu mencapai $4,06 miliar pada kuartal pertama 2020, dibandingkan dengan ekspor sebanyak $4,13 miliar pada periode tiga bulan pertama awal tahun lalu.

Negara ekspor tujuan utama Amerika Serikat yakni Inggris sebagaimana dilansir Scrapmonster.com Selasa petang. Negara ini menerima sekitar $2,54 miliar emas dari AS, menyumbang hampir 63% dari semua pengiriman AS.

Negara tujuan ekspor emas terbesar kedua AS adalah Swiss. Ekspor ke negara itu mencapai $785,92 juta. Di tempat ketiga yakni India dengan total impor dari AS mencapai $200,80 juta. Tujuan ekspor utama lainnya yaitu Kanada ($144,80 juta) dan Italia ($114,54 juta).

Impor emas AS mencatat peningkatan substansial, melonjak sebesar 168% YoY sehingga totalnya menjadi $4,53 miliar dalam tiga bulan pertama tahun 2020 ini. Ini dibandingkan dengan impor sebesar $1,69 miliar selama Jan-Mar ‘19.

Sumber impor utama yakni berasal dari Swiss. Negara ini memasok emas senilai $1,91 miliar, menyumbang lebih 42% dari semua impor Amerika Serikat.

Negara eksportir emas terbesar kedua ke AS adalah Meksiko. Impor emas negara itu dari Meksiko berjumlah $728,41 juta. Di tempat ketiga yakni Kanada dengan pasokan emas senilai $658,91 juta.

Hingga pukul 16.24 WIB, Emas Berjangka naik 0,71% ke $1.710 per ons dan emas spot XAU/USD menguat 0,46% ke $1705,34 per ons - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Senin, 11 Mei 2020

PT Rifan - Rupiah Unjuk Gigi di Tengah Pelonggaran Aktivitas Masyarakat


PT RIFAN BANDUNG - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.912 per dolar AS pada pembukaan perdagangan pasar spot Senin. Mata uang Garuda ini menguat 7,5 poin atau 0,05 persen dari Rp14.912 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya.

Rupiah terlihat bergerak menguat bersama beberapa mata uang lainnya di Asia. Tercatat, Won Korea Selatan menguat 0,37 persen, baht Thailand 0,21 persen, dan peso Filipina 0,23 persen, sementara, sejumlah mata uang Asia lain berada di teritori negatif. Misalnya, Ringgit Malaysia terkoreksi 0,24 persen dan yuan China 0,03 persen.

Kemudian, mata uang utama negara maju kompak menguat dari mata uang Negeri Paman Sam. Dolar Australia menguat 0,38 persen, rubel Rusia 0,25 persen, poundsterling Inggris 0,17 persen, dolar Kanada 0,14 persen, euro Eropa 0,08 persen, dan franc Swiss 0,1 persen.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memproyeksi rupiah bergerak di kisaran Rp14.800-Rp15.150 per dolar AS har ini, menurutnya, rupiah akan menguat lantaran pasar merespons positif kegiatan ekonomi yang kembali bergerak di sejumlah negara setelah kasus virus corona mulai melandai.

Dengan aktifnya kembali perekonomian diharapkan kondisi ekonomi bisa segera membaik," tutur Ariston, walaupun begitu, bukan berarti situasi ini akan berlangsung permanen. Ariston menilai pasar masih terus mewaspadai perkembangan kasus penyebaran virus corona di global.

Pasar juga melihat dampak buruknya terhadap kondisi ekonomi yang bisa kembali menekan harga aset berisiko, pungkas Ariston - PT RIFAN

Sumber : cnnindonesia.com