Jumat, 04 September 2020

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Jelang Pengumuman Data Tenaga Kerja Di AS


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik pada Jumat  pagi. Kenaikan harga logam mulia menyebabkan akibat pelemahan ekuitas global sehingga permintaan logam safe haven dan investor menunggu pengumuman data gaji pekerja sektor non pertanian Amerika Serikat.

Harga emas berjangka naik 0,30% ke $ 1.943,55 per ons pukul 09.53 WIB menurut data Investing.com dan XAU / USD menguat 0,29% di 1.936,51.

Sedangkan indeks S&P 500 berjangka pagi melemah 0,49% di 3.444,38 pukul 09.55 WIB.

Kepala Federal Reserve Chicago pada hari Kamis menghubungi pihak Kongres AS untuk memberikan lebih banyak bantuan fiskal dan mengisyaratkan kebijakan moneter AS akan dilonggarkan lebih lanjut serta suku bunga dipertahankan pada tingkat yang sangat rendah selama bertahun-tahun untuk membantu kekuatan perekonomian pulih dari dampak pandemi COVID-19 .

Lebih 26,15 juta orang dilaporkan positif Covid-19 di seluruh dunia dan 863.863 orang meninggal dunia, menurut data laporan.

Klaim pengangguran mingguan AS turun di bawah 1 juta minggu lalu dan merupakan kali kedua yang terjadi sejak pandemi virus dimulai. Tetapi angka tersebut ternyata tidak menandakan pemulihan kuat di pasar tenaga kerja Amerika Serikat.

Investor sekarang menunggu laporan gaji pekerja sektor non pertanian di AS yang akan dirilis malam nanti untuk mencari sinyal lanjutan stagnasi pasar tenaga kerja.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK: ANTM ) turun Rp3.000 dari Rp1.024.000 Selasa kemarin menjadi Rp1.021.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia hingga pukul 08.52 WIB - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com 

Kamis, 03 September 2020

Rifan Financindo - 6 Bulan Corona di Indonesia, Bagaimana Prospek Harga Emas?


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas merupakan salah satu komoditi yang paling diuntungkan selama masa pandemi yang sudah menyergap Indonesia selama 6 bulan belakangan, harga emas di pasar spot memang terpantau mengalami koreksi pada kisaran harga US$1.963,18 per troy ounce, melemah 0,36 persen.

Kendati demikian selama enam bulan belakangan, harga emas sudah menanjak 23,51 persen. Harga emas sempat menyentuh level terendahnya yakni US$1.471,24 per troy ounce pada masa awal pandemi tepatnya 19 Maret 2020 lalu. Pada awal Agustus 2020 lalu, harga emas berhasil menembus level tertingginya yakni US$2.063,54.

Sementara itu, harga emas berjangka untuk kontrak Desember 2020 di bursa Comex juga melemah 0,49 persen ke level US$1.969,2 per troy ounce pada hari ini. Selama enam bulan belakangan, harga emas berjangka menunjukkan tren penguatan dengan kenaikan sebesar 23,44 persen.

Sama halnya dengan emas di pasar spot, harga emas berjangka di bursa Comex juga berada di titik terendahnya di awal masa pandemi yakni tepat pada 18 Maret 2020 di level US$1.477,9 per troy ounce dan level tertingginya US$2.069,4 pada 6 Agustus 2020 lalu

Penguatan pun juga terjadi pada harga emas batangan buatan dalam negeri, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), atau emas antam. Kendati mengalami koreksi tipis Rp2.000 ke level Rp.1.024.000 per gramnya pada hari ini, berdasarkan situs logammulia.com, harga emas antam sudah menguat Rp214.000 atau 26,42 persen dari level perdagangannya enam bulan lalu.

Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan tren harga emas cukup positif selama masa pandemi. Faktor yang mendukung penguatan tersebut adalah resesi secara global sehingga investor memburu emas yang dianggap sebagai safe haven atau aset lindung nilai.

Ketidakpastian prospek pemulihan ekonomi dunia hingga 2021 dan ancaman resesi di Indonesia pada kuartal ketiga juga mendorong percepatan kenaikan demand emas, bhima menjelaskan selama periode resesi, emas memang selalu menjadi aset yang likuid tercermin dari pergerakan harga emas yang berhasil mengalahkan aset lainnya.

Perburuan emas juga dilakukan oleh bank sentral di berbagai negara yang akhirnya membuat permintaan emas secara global akan terus naik, jadi dalam 2-3 tahun kedepan selama tren pemulihan ekonomi tidak pasti, emas jadi idola dari investor global maupun domestik,” sambungnya.

Di sisi lain, menurutnya, dolar AS tidak menjadi safe haven favorit pada masa pandemi tahun ini dikarenakan kondisi internal politik Amerika Serikat yang semakin berisiko jelang pemilihan presiden November mendatang.

Hal ini diperburuk dengan situasi ekonomi negara adidaya tersebut yang juga mengalami tekanan akibat pandemi dan perang dagang, adapun, Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan harga emas saat ini memang sedang berkonsolidasi setelah mencapai level tertingginya awal bulan lalu.

Harga emas masih mendapatkan support dari kebijakan moneter bank Sentral AS yang longgar, tetapi, lanjutnya, pasar juga sedang menantikan hasil akhir dari proses penemuan vaksin Covid-19 yang mana bila berhasil diproduksi massal dapat memberi tekanan lanjutan untuk pergerakan harga emas.

Untuk beberapa hari kedepan, harga emas masih akan naik turun mengikuti perubahan sentimen di pasar terutama yang berhubungan dengan AS, pekan ini, pasar juga sedang menantikan data tenaga kerja Amerika Serikat yang akan segera dirilis.

Bila data tersebut lebih buruk dari proyeksi, hal ini berarti ada indikasi gangguan pemulihan ekonomi di Amerika Serikat sehingga harga emas bisa menguat lagi karena pelemahan dolar AS dan sebaliknya - RIFAN FINANCINDO

Sumber : bisnis.com

 

Rabu, 02 September 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - 6 Bulan Corona Di Indonesia, Bagaimana Prospek Harga Emas


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas merupakan salah satu komoditi yang paling diuntungkan selama masa pandemi yang sudah menyergap Indonesia selama 6 bulan belakangan.

Harga emas di pasar spot memang terpantau mengalami koreksi pada kisaran harga US$1.963,18 per troy ounce, melemah 0,36 persen.

Kendati demikian selama enam bulan belakangan, harga emas sudah menanjak 23,51 persen. Harga emas sempat menyentuh level terendahnya yakni US$1.471,24 per troy ounce pada masa awal pandemi tepatnya 19 Maret 2020 lalu. Pada awal Agustus 2020 lalu, harga emas berhasil menembus level tertingginya yakni US$2.063,54.

Sementara itu, harga emas berjangka untuk kontrak Desember 2020 di bursa Comex juga melemah 0,49 persen ke level US$1.969,2 per troy ounce pada hari ini. Selama enam bulan belakangan, harga emas berjangka menunjukkan tren penguatan dengan kenaikan sebesar 23,44 persen

Sama halnya dengan emas di pasar spot, harga emas berjangka di bursa Comex juga berada di titik terendahnya di awal masa pandemi yakni tepat pada 18 Maret 2020 di level US$1.477,9 per troy ounce dan level tertingginya US$2.069,4 pada 6 Agustus 2020 lalu.

Penguatan pun juga terjadi pada harga emas batangan buatan dalam negeri, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), atau emas antam. Kendati mengalami koreksi tipis Rp2.000 ke level Rp.1.024.000 per gramnya pada hari ini, berdasarkan situs logammulia.com, harga emas antam sudah menguat Rp214.000 atau 26,42 persen dari level perdagangannya enam bulan lalu.

Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan tren harga emas cukup positif selama masa pandemi. Faktor yang mendukung penguatan tersebut adalah resesi secara global sehingga investor memburu emas yang dianggap sebagai safe haven atau aset lindung nilai.

Ketidakpastian prospek pemulihan ekonomi dunia hingga 2021 dan ancaman resesi di Indonesia pada kuartal ketiga juga mendorong percepatan kenaikan demand emas,” ungkap Bhima kepada Bisnis.

Bhima menjelaskan selama periode resesi, emas memang selalu menjadi aset yang likuid tercermin dari pergerakan harga emas yang berhasil mengalahkan aset lainnya.

Perburuan emas juga dilakukan oleh bank sentral di berbagai negara yang akhirnya membuat permintaan emas secara global akan terus naik, jadi dalam 2-3 tahun kedepan selama tren pemulihan ekonomi tidak pasti, emas jadi idola dari investor global maupun domestik.

Di sisi lain, menurutnya, dolar AS tidak menjadi safe haven favorit pada masa pandemi tahun ini dikarenakan kondisi internal politik Amerika Serikat yang semakin berisiko jelang pemilihan presiden November mendatang.

Hal ini diperburuk dengan situasi ekonomi negara adidaya tersebut yang juga mengalami tekanan akibat pandemi dan perang dagang, adapun, Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan harga emas saat ini memang sedang berkonsolidasi setelah mencapai level tertingginya awal bulan lalu.

Harga emas masih mendapatkan support dari kebijakan moneter bank Sentral AS yang longgar,” ujar Ariston kepada Bisnis, Tetapi, lanjutnya, pasar juga sedang menantikan hasil akhir dari proses penemuan vaksin Covid-19 yang mana bila berhasil diproduksi massal dapat memberi tekanan lanjutan untuk pergerakan harga emas.

Untuk beberapa hari kedepan, harga emas masih akan naik turun mengikuti perubahan sentimen di pasar terutama yang berhubungan dengan AS, pekan ini, pasar juga sedang menantikan data tenaga kerja Amerika Serikat yang akan segera dirilis.

Bila data tersebut lebih buruk dari proyeksi, hal ini berarti ada indikasi gangguan pemulihan ekonomi di Amerika Serikat sehingga harga emas bisa menguat lagi karena pelemahan dolar AS dan sebaliknya - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : bisnis.com

 

Selasa, 01 September 2020

PT Rifan Financindo - Harga Emas Diprediksi Volatil, Ini Alasan Agar Investor Tidak Perlu Panik

 


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas di pasar global, diramal akan bergerak volatilitas tinggi atau dalam artian, akan naik tinggi atau turun ketajaman setiap harinya. Meski begitu, emas atau logam mulia tetap memiliki daya tarik sebagai salah satu instrumen investasi.

Direktur Perdagangan Global Kitco Metals, Peter Hugoviv telah mengalami volatilitas tinggi selama beberapa minggu dan itu tidak akan berubah. Menurutnya, banyak hal yang jadi pemicu kondisi tersebut antara lain valuasi di ekuitas, komentar Ketua Fed pada hari Kamis, pemilihan umum Amerika Serikat pada November.

Volatilitas tetap tinggi setidaknya hingga Desember, sehingga perdagangan emas akan sangat sulit. Setiap ada berita yang keluar dari pergerakan yang tidak stabil.

Karena itu dia memberikan saran yang baik untuk investor maupun pedagang bagaimana menghadapi harga emas yang bak roller coaster. Kepada investor, peluklah untuk menghilangkan emosi dan mempertahankan posisi sebagai dari portofolio.

"Ini bukan waktunya untuk panik," kata Hug. Ia bahkan meramal emas akan mencapai US $ 2.000 per troy ounce di pekan ini.

Sementara kepada para pedagang, Hug menyarankan untuk melihat dari perspektif makro, sebab sulit menempatkan stop loss saat harga bergerak bak roller coaster per harinya.

"Jika anda seorang pedagang harian, akan sangat sulit melakukan perdagangan karena harga bisa naik atau turun tajam. Pastikan Anda tetap memiliki modal yang cukup untuk memenuhi margin call ," katanya.

Harga emas dunia menjadi salah satu acuan harga emas di dalam negeri, tetapi ada faktor yang mempengaruhi seperti kurs rupiah serta permintaan-penawaran . Makanya CNBC Indonesia menilai harga emas Antam tidak selalu mengikuti pergerakan emas dunia.

Makanya kala rupiah menguat seperti belakangan ini membuat harga emas Antam turun. Sepanjang pekan lalu Mata Uang Garuda menguat lebih dari 1 persen, sementara awal pekan kemarin 0,38 persen di Rp14.560 per dolar AS yang merupakan tingkat terkuat sejak 6 Agustus lalu.

Jadi, kala rupiah menguat melawan dolar AS, harga emas dunia yang dibanderol dengan mata uang Paman Sam tersebut akan lebih murah, sehingga dapat menurunkan harga emas di dalam negeri.

Sebagai gambaran lain, harga emas batangan keluaran Logam Mulia Antam pada hari ini (1/9/2020), turun Rp10.000 ribu menjadi Rp1.020.000 per gram dibandingkan harga kemarin yang masih berada pada harga Rp1.030.000 per gram. Penurunan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback yakni turun Rp11.000 ribu menjadi Rp921.000 per gram.

Di sisi lain, dilansir Kontan, harga emas di pasar spot global hari ini pukul 12.04 WIB di level US $ 1.986,80 per troy ounce alias menguat 0,97 persen. Sementara harga emas berjangka Comex untuk pengiriman Desember 2020 menguat 0,79 persen ke level US $ 1.994,20 per troy ounce.

Kenaikan harga emas pada tengah hari ini, yang sejalan dengan pelemahan dolar AS ke level terendah dalam dua tahun karena kebijakan kebijakan yang dovish oleh Federal Reserve.

"Dolar yang lebih lemah dan antisipasi yang pelemahan lanjut telah menyebabkan peningkatan peningkatan kecil dalam permintaan emas," kata Jeffrey Sica, Pendiri Circle Squared Alternative Investments seperti dilansir Kontan .

Tercatat, dolar jatuh ke level terendah lebih dari dua tahun. Hal itu lantaran tertekan oleh kebijakan target inflasi rata-rata terbaru Fed yang kemungkinan akan tetap menjaga suku bunga rendah, bahkan jika inflasi sedikit naik sedikit di masa depan.

Suku bunga rendah cenderung mendukung emas, yang merupakan lindung nilai terhadap inflasi dan depresiasi mata uang. "Saat ini ada sedikit penghindaran risiko di pasar global, yang agak membatasi safe-haven metal ," ujar analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia.com

Senin, 31 Agustus 2020

PT Rifan - Pilihan 5 Macam Investasi Yang Mempertebal Kekayaan, Ingat Jangan Ikut Ikutan


PT RIFAN BANDUNG - Saat ini, begitu banyak ragam produk investasi yang ditawarkan, seperti deposito, emas, properti, saham, reksa dana, peer to peer lending, dan sebagainya. Di samping itu, tidak ada pelaku awam yang akhirnya bingung memilih investasi apa yang akan dilakukan.

Namun, perlu diingat untuk memilih investasi sebaik-baiknya adalah yang sesuai dengan kemampuan dan tujuan keuangan. Langsung menambahkan, investasi bukan hanya ikut-ikutan tren saja.

Melansir dari laman Instagram Pritaghozie, Jakarta, Minggu (30/8/2020), berikut hal-hal yang perlu diimplementasikan dalam ragam pilihan produk agar tidak bingung memilih mana yang tepat sesuai kebutuhan:

1. Logam Mulia

Meski membeli emas dalam bentuk perhiasan masih kecil, namun cukup banyak orang yang kini beralih ke emas batangan. Salah satu alasannya karena saat membeli perhiasan emas, biaya pembuatan akan dibebankan kepada pembeli danbiaya tersebut tidak didapatkan saat menjualnya kembali.

Karakteristik investasi emas sendiri yakni, butuh surat / sertifikat agar aset yang dibeli tersebut memiliki standar, lalu investor menikmati kenaikan modal, waspada terhadap fluktuasi harga, perlunya memperhatikan harga penerimaan pasar saat tiba waktu untuk menjual kembali, dan terakhir butuh penyimpanan yang aman, kecuali kemudian berbentuk emas.

2. Instrumen Pendapatan Tetap

Maksudnya adalah surat utang dengan jangka waktu yang telah ditentukan untuk mendatangi dana secara berkala. Surat utang ini diterbitkan oleh negara maupun oleh korporasi untuk dijual kembali pada masyarakat.

Ketika jatuh tempo pembayaran, penerbit surat utang akan mengembalikan modal awal beserta kupon yang telah ditentukan besarannya.

3. Saham

Saham adalah sertifikat kepemilikan yang membuktikan porsi pemegang pemegang saham. Saham juga saham di Bursa Efek Indonesia.

Saat ini, orang dapat membeli 1 LOT yakni 100 Lembar Saham. Keuntungannya adalah capital gain dari selisih harga beli-jual serta jika saham memberikan dividen tahunan. Dengan pengelolaan yang tepat, saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik.

4. Reksa Dana

Merupakan sebuah wadah dan pola pengelolaan dana dari masyarakat pemodal untuk diinvestasikan ke dalam instrumen investasi yang tersedia di pasar modal. Pada reksa dana, harta bersama milik pemodal disimpan dan diadministrasikan oleh Bank Kustodian.

Reksa dana dapat berbentuk perseroan atau kontrak investasi kolektif (KIK). Selain itu, reksa dana juga dapat bersifat terbuka atau pun tertutup.

Jenis-jenis reksa dana yang saat ini tersedia adalah reksa dana pasar uang (money market fund), reksa dana pendapatan tetap (fixed income fund), reksa dana campuran (balance mutual fund), reksa dana saham (equily fund), dan exchange traded fund (ETF).

5. Investasi di Dunia Digital

Investasi online adalah kegiatan penanaman modal untuk mendapatkan profit jangka panjang dengan cara digital melalui teknologi internet. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri, terutama bagi generasi milenial yang terbiasa praktis dan tak memiliki banyak waktu luang - PT RIFAN

Sumber :  okezone.com

Jumat, 28 Agustus 2020

Rifan - Dolar AS Dan Asia Ngeroyok, Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Bonyok

RIFAN BANDUNG - Nilai tukar rupiah memerah di hadapan banyak mata uang di tengah berbagai kabar positif yang bertebaran, mulai dari perkembangan vaksin Covid-19 hingga kebijakan moneter The Fed yang kian agresif. Dilansir dari RTI, rupiah kini bertengger di kisaran Rp14.600-an per dolar AS.

Sampai dengan pukul 10.00 WIB, rupiah terkoreksi -0,25% ke level Rp14.669 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah sempat jatuh hingga ke level terdalam di angka Rp14.670 per dolar AS . Bukan cuma itu, rupiah pun ikut dikeroyok oleh dolar Australia (-0,40%), euro (-0,21%), dan poundsterling (-0,33%).

Hampir semua mata uang Asia juga ikut memaksa rupiah. Saat ini, rupiah keok di hadapan won (-0,41%), yuan (-0,28%), dolar Singapura (-0,17%), dolar Hong Kong (-0,11%), dan dolar Taiwan ( -0,02%). Dengan kondisi tersebut, rupiah berada di posisi empat terbawah Asia setelah ringgit (0,17%), yen (0,07%), dan baht (0,06%).

Perlu diketahui, beberapa mata uang Asia lainnya yang ikut melemah di hadapan dolar AS, yakni Taiwan, baht, dan yen. Sementara itu, mata uang lainnya tengah perkasa, yaitu dolar Singapura, won, dolar Hong Kong, dan yuan - RIFAN 

 Sumber : investing.com

Kamis, 27 Agustus 2020

Rifan Financindo Berjangka - Harta Karun Emas Kejayaan Islam Ditemukan Israel

 


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Ribuan tahun lalu, seseorang menimbun 425 koin emas yang disimpan dalam kendi tanah liat. Tutupnya diamankan dengan paku, dan kendi tersebut disimpan di timbunan pasir yang kini berada di wilayah Israel tengah.

Kendi berisi koin emas itu kemudian ditemukan kembali setelah 1.100 tahun oleh dua remaja Israel berusia 18 tahun yang sedang mengambil bagian dalam penggalian arkeologi di lereng bukit di Yavneh minggu lalu

Saya menggali tanah dan, ketika saya menggali tanah, melihat apa yang tampak seperti daun yang sangat tipis," kata salah satu remaja bernama Oz Cohen, dikutip dari The New York Times.

"Ketika saya melihat lagi, saya melihat ini adalah koin emas. Sungguh menyenangkan menemukan harta karun yang begitu istimewa dan kuno," akunya.

Para remaja tersebut adalah sukarelawan dalam proyek besar yang terkait dengan pembangunan komunitas di Yavneh, Tel Aviv selatan. Program ini menawarkan janji untuk menghubungkan anak muda dengan sejarah.

Meskipun program ini dimaksudkan untuk memberi penghargaan secara budaya, namun jarang seseorang mendapatkan emas, secara harfiah, dalam penggalian arkeologi ini.

Faktanya, Robert Kool, ahli koin di Israel Antiquities Authority, mengatakan bahwa temuan itu adalah "harta karun langka" yang dapat membantu para arkeolog mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang apa yang terjadi di wilayah tersebut ribuan tahun lalu.

Koin-koin itu, yang beratnya kurang dari dua pon dan terbuat dari emas murni, berasal dari abad kesembilan, ketika Kekhalifahan Abbasiyah memerintah sebuah kerajaan besar yang membentang dari Persia di timur hingga Afrika Utara di barat.

"Timbunan itu terdiri dari dinar emas penuh, tetapi juga, yang tidak biasa, berisi sekitar 270 potongan emas kecil, potongan dinar emas yang dipotong untuk dijadikan uang receh," kata Kool dalam sebuah pernyataan.

Pemotongan koin emas dan perak adalah fitur reguler sistem moneter di negara-negara Islam setelah tahun 850-an dengan hilangnya koin perunggu dan tembaga secara tiba-tiba, kata Kool.

Salah satu potongan yang digali minggu lalu, yang menurut Kool belum pernah ditemukan dalam penggalian di Israel, termasuk pecahan koin solidus emas dari kaisar Bizantium Theophilos, yang memerintah dari tahun 829 hingga 842.

Kemunculannya dalam penimbunan koin Islam menawarkan bukti hubungan berkelanjutan antara dua kerajaan saingan selama periode ini. Baik itu melalui perang atau perdagangan, uang terus mengalir.

Dalam wawancara telepon, Kool mengatakan bahwa Israel belum memahami kehidupan pada era itu, maka petunjuk apapun berguna untuk menggali kehidupan saat itu, salah satunya lewat koin emas tersebut.

"Anda bisa membaca nama khalifah di Baghdad. Nama gubernur yang memerintah atas namanya di Mesir seringkali disertakan," katanya tentang koin dari masa itu, menambahkan kemungkinan juga ada nama sub-penguasa lain, pembuat koin tempat koin diproduksi dan, yang terpenting, tanggal produksi.

Liat Nadav-Ziv dan Elie Haddad, arkeolog di Israel Antiquities Authority, yang bertanggung jawab atas situs penggalian yang luas, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa temuan tersebut mungkin "menunjukkan bahwa perdagangan internasional terjadi antara penduduk di daerah itu dan daerah terpencil."

"Orang yang mengubur harta karun ini 1.100 tahun yang lalu pasti berharap untuk mendapatkannya kembali, dan bahkan mengamankannya dengan paku agar tidak bergerak. Kami hanya bisa menebak apa yang mencegahnya kembali untuk mengumpulkan harta karun ini," kata mereka dalam pernyataan, menambahkan jika jelas bahwa koin itu sengaja disembunyikan - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnbcindonesia.com