Rabu, 11 November 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Jadi Korban Vaksin Pfizer, Harga Emas Siap Ke US$1.900 Lagi

 


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga logam mulia emas mulai bangkit setelah anjlok signifikan dalam sehari. Harga emas kini bergerak ke level US$ 1.900/troy ons. Sebuah level di mana harga emas sebelumnya 'mondar-mandir' cukup lama. 

Harga emas naik 0,12% dibanding posisi penutupan kemarin. Pada 09.20 WIB harga emas dunia di arena pasar spot dibanderol di US$ 1.879,16/troy ons.

Di awal pekan harga emas ditutup ambles 4,6% ketika Pfizer dan BioNTech melaporkan hasil analisa interim uji klinis tahap akhir kandidat vaksin Covid-19 buatannya yang dinilai memiliki tingkat keampuhan 90%. 

Risk appetite para investor membaik dan membuat mereka beralih ke aset-aset yang lebih berisiko terjadi tekanan pada harga emas. Namun harga emas yang anjlok membuat para investor memanfaatkan momentum ini untuk melakukan aksi beli.

Tekanan jual yang terjadi sehingga membuat harga emas 'ambrol' dinilai para analis sebagai suatu yang berlebihan. Sampai saat ini masih banyak analis yang meyakini prospek untuk logam kuning ini masih positif.

Robin Bhar, seorang analis komoditas independen, mengatakan bahwa meski berita vaksin Covid-19 terbaru negatif untuk emas, masih banyak investor yang tidak mengetahui tentang potensi vaksin.

Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank, mengatakan bahwa dia juga tetap bullish pada emas dalam waktu dekat karena butuh waktu agar vaksin tersedia untuk umum.

Virusnya bisa hilang, tapi itu tidak berarti pertumbuhan ekonomi akan berbalik dengan cepat, katanya. "Banyak kerusakan telah terjadi yang tidak dapat diperbaiki dengan mudah atau itu akan memakan banyak waktu.

Hansen menambahkan bahwa dia tidak terkejut melihat tekanan jual emas yang signifikan pada pengumuman vaksin. Dia menambahkan bahwa berita tersebut mengurangi kemungkinan pemerintah akan menyuntikkan lebih banyak stimulus ke pasar keuangan.

Pada dasarnya, kami melihat penurunan perdagangan yang telah kami bangun selama enam bulan terakhir," katanya. "Tapi masih banyak ketidakpastian untuk mendukung rezim baru emas. Vaksin adalah berita positif, tetapi tidak mengubah narasinya

Meskipun ada pergeseran ekspektasi dari langkah-langkah stimulus baru, Hansen mengatakan bahwa ekonomi global masih harus ditopang dengan sejumlah stimulus ekonomi yang bernilai jumbo.

Kebijakan fiskal yang ekspansif dan moneter yang ultra longgar pada akhirnya membuat pasokan uang beredar menjadi banyak, dolar AS pun melemah, ekspektasi inflasi yang tinggi di masa mendatang dan imbal hasil riil di aset keuangan safe haven lain berupa obligasi pemerintah AS jatuh ke teritori negatif.

Narasi di atas masih tetap sama dan belum berubah. Oleh karena itu emas masih akan diuntungkan. Ketika harga emas 'longsor' para analis justru merekomendasikan untuk membeli di harga rendah atau buy on dip - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber :  cnbcindonesia.com

Selasa, 10 November 2020

PT Rifan Financindo - Harga Emas Turun Drastis Karena Berita Vaksin

 

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun tajam pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat karena Pfizer mengumumkan telah mengembangkan vaksin Covid 19 yang sangat menjanjikan. Pasar saham meningkat tinggi karena berita ini, termasuk indeks saham AS yang menyentuh rekor ketinggian, dengan minat terhadap resiko meningkat jauh.

Harga emas yang sempat menyentuh ketinggian hampir tujuh minggu di $1,966.10 dalam perdagangan semalam, turun drastis sebanyak $89.90 per ons ke $1,861.70. Sementara emas Antam ditawarkan beli pada Rp 1.006.000,- per gram, belum terpengaruh penurunan yang drastis tiba-tiba.

Pfizer mengumumkan bahwa uji coba vaksin Covid – 19 nya atas sekitar 44.000 subyek ternyata 90% efektif. Hal ini memberikan pasar saham dorongan naik yang solid. Kelihatannya inilah kabar baik yagn ditunggu – tunggu oleh pasar global selama berbulan – bulan lamanya, selama periode yang mencekam ketika pandemik kelihatannya menjadi begitu memburuk di Eropa dan Amerika Serikat.

Di Amerika Serikat, Biden telah menyatakan diri sebagai pemenang, meskipun masih banyak kasus kecurangan yang terjadi yang sedang digugat oleh kubu Trump. Pasar menganggap Kongres AS akan terpecah dengan Demokrat menguasai Dewan Rakyat dan Senat masih cenderung ke Republikan meskipun masih ada kontestan yang berlangsung.

Indeks dolar AS hampir stabil setelah menyentuh kerendahan selama Sembilan minggu. Sementara harga minyak meningkat tajam dan diperdagangkan disekitar $41.00 per barel.

Penurunan harga emas selanjutnya akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1.836.50 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,803.00 dan kemudian $1,763.00. Sementara kenaikannya kembali akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,900.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,925.00 dan kemudian $1,939.40 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Senin, 09 November 2020

PT Rifan - Sedih, Harga Emas Meroket Tapi Yang Beli Sedikit


PT RIFAN BANDUNG - Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Niken Indriarsih mengatakan bahwa harga mengalami kenaikan signifikan pada tahun ini, namun dari segi penjualannya menurun.
Penyebab, turunnya penjualan emas disebabkan adanya pandemi Covid-19.

Harga emas meningkat namun penjualan sebenarnya menurun. Baik itu berupa perhiasan atau logam mulia itu sendiri," katanya dalam Market Review IDX Channel

Dia menjelaskan, bahwa menurunnya penjualan emas karena adanya PSBB yang membuat toko menjadi tutup. Selain itu, dampak pandemi juga membuat daya beli masyarakat menurun.

Tak hanya penjualan, akibat pandemi produksi emas juga menurun

Sebelumnya, dia menjelaskan bahwa harga emas sampai akhir tahun diprediksi akan mengalami penguatan. Namun, penguatannya harga emas tidak begitu signifikan dan bersifat jangka pendek

Dalam jangka menengah dan panjang emas akan mengalami pelemahan seiring adanya vaksin dan ekonomi yang membaik," tandasnya - PT RIFAN

Sumber : okezone.com

Jumat, 06 November 2020

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Ke Puncak 1,5 Bulan, Kemenangan Joe Biden Kian Terbuka

 

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas melonjak ke puncak satu setengah bulan pada hari Kamis karena prospek kemenangan Joe Biden dalam pemilu Amerika Serikat (AS). Mendorong lebih dekat dengan harapan untuk stimulus yang lebih besar dan menekan dolar.

Harga emas melonjak 2,3% menjadi US $ 1.947,16 per troi, setelah mencapai level tertinggi sejak 21 September di US $ 1.952.41. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 2,9% menjadi US $ 1.951,80.

Semakin semakin jelas bahwa kita akan memiliki presiden Demokrat tahun depan,” kata Michael Matousek, kepala pedagang di Investor Global AS.

Hal itu menurutnya akan memastikan rencana stimulus yang lebih besar dan membebani dolar.

Pasar saham global melonjak, sementara dolar jatuh ke tingkat terendah dua pekan karena Biden beringsut menuju Gedung Putih menyusul kemenangan di Michigan dan Wisconsin.

Biden diperkirakan akan memberlakukan langkah-langkah stimulus yang lebih besar. Presiden AS Donald Trump, meskipun investor tetap waspada bahwa Kongres yang terpecah dapat menghalangi kebijakan fiskal Biden.

Emas pendekatan sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, yang kemungkinan besar diakibatkan oleh stimulus yang besar.

Sementara itu, Federal Reserve yang menahan suku bunga jangka pendek berakhir, menandai ekonomi tumbuh tetapi tidak dekat dengan laju sebelum pandemi virus corona melanda.

Kami akan mendengar ucapan dari Fed yang berteriak untuk paket stimulus tambahan," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Pedagang juga menyelidiki masalah hukum yang diajukan oleh tim kampanye Trump di Michigan dan Pennsylvania untuk penghitungan suara.

Di luar pemilihan AS, latar belakang makro yang lebih luas tetap mendukung kenaikan harga mengingat ekspektasi kami akan melemahnya lebih lanjut, suku bunga riil tetap negatif dan stimulus lebih lanjut," kata analis Standard Chartered Suki Cooper.

Logam mulia lainnya juga membukukan kenaikan tajam, dengan kenaikan perak 4,5% menjadi US $ 24,99 per ons troi. Harga platinum naik 3,4% menjadi US $ 898,71 dan paladium naik 5,2% menjadi US $ 2,408,61 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : kontan.co.id 

Kamis, 05 November 2020

Rifan Financindo - Harga Emas Bisa Cetak Rekor Lagi, Karena Pilpres AS


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia diperkirakan akan kembali ke level tertinggi sepanjang masa US $ 2.000 per ons. Namun yang menjadi katalisnya bukan pemilu AS.

Gonjang-ganjing pemilu AS memang mendorong harga emas dunia. Tapi pemilu setelah selesai, katalis berikutnya yang akan kembali menjadi emas menjadi US $ 2.000 adalah kebangkitan kebangkitan virus Corona.

Hal itu disampaikan oleh Salah satu pendiri dan COO Digix, Shaun Djie. Menurutnya pandemi COVID-19 masih menjadi ancaman selama vaksin yang sebenarnya belum ditemukan. Hal itu akan membuat para investor kembali membeli emas.

Anda akan melihat banyak pengelola uang kembali ke ruang perdagangan setelah pemilu berakhir. Penggerak besar berikutnya untuk pasar adalah kasus virus Corona dan jadwal vaksin

Menurutnya kondisi itu akan membuat harga emas terus meningkat menjadi US $ 2.000 per ons. "Kebangkitan kasus COVID-19 di AS dapat menjadi pemicu utama emas mencapai level US $ 2.000, terutama ditambah dengan semua uji coba yang gagal dari berbagai perusahaan obat yang mencoba membuat vaksin," ucapnya.

Tidak peduli siapa yang memenangkan pemilu, gelombang COVID-19 kedua akan mendorong emas naik, kata Djie. Potensi kenaikan emas juga terletak pada transisi kekuasaan yang tidak berjalan mulus.

Jika berpindah-pindah lancar, investor akan cepat maju kembali ke AS karena pasar akan memberi harga stimulus lebih cepat melayani nanti, terutama jika Biden menang.

Tahun depan, pasar akan membidik pada utang AS, kebijakan stimulus, dan membuka kembali ekonomi Asia, yang kemungkinan akan terjadi lebih cepat di Amerika Utara atau Eropa.

Pasar emas akan cenderung naik karena sebagian besar dunia masih akan mengalami masa yang sangat sulit dalam penanganan virus. Kunci tahun depan adalah distribusi vaksin. Jika itu tidak terjadi, ekonomi tidak akan segera dibuka kembali - RIFAN FINANCINDO

Sumber : detikfinance.com

Rabu, 04 November 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Spot Anjlok Ke US $ 1.893/Ons Untuk Usai Trump Unggul Di Florida

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas anjlok hampir 1% pada perdagangan hari ini setelah indeks dolar Amerika Serikat (AS) menguat setelah hasil pemungutan suara menunjukkan persaingan ketat antara Presiden Donald Trump dan saingan asal Partai Demokrat Joe Biden dalam pemilihan presiden AS.

Harga emas spot turun 0,8% ke level $ 1.893,93 per ons troi. Serupa, harga emas berjangka kontrak pengiriman Desember 2020 turun 0,9% menjadi US $ 1.894,20 per ons troi.

Pasar Kehilangan kepercayaan menuju kemenangan Biden saat ini. Kami telah melihat bahwa perdagangan cenderung melemah usai Biden tertinggal dan efek besar dari hal itu adalah bahwa kami telah melihat dolar menguat," kata analis IG Markets, Kyle Rodda.

Trump berhasil unggul lebih baik dari Biden di bagian negara bagian yang menjadi medan pertempuran penting, yakni Florida. Sementara negara bagian lain yang akan membantu memutuskan hasil pemilihan masih belum jelas.

Investor bersiap untuk kemenangan Biden, yang diharapkan dapat menyuntikkan angin segar bagi pasar dengan langkah-langkah stimulus yang datang untuk membantu mengatasi kejatuhan ekonomi dari pandemi Covid-19.

Saya pikir peluang berkurangnya berkurang, setiap hampir menit. Itu mengurangi kemungkinan, atau setidaknya kemungkinan, dari stimulus program yang disetujui pada hari-hari pertama pemerintahan Biden," kata Matt Sherwood, Head of Investment Strategy Perpetual di Sydney.

Emas telah naik sekitar 25% sepanjang tahun ini didukung oleh stimulus global yang belum pernah terjadi sebelumnya di tengah pandemi Covid-19 karena emas sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.

Di sisi lain, indeks dolar AS sudah menguat 0,7% terhadap sekeranjang mata uang utama. Ini membuat harga emas menjadi lebih mahal saat dikelola dengan mata uang lainnya.

Emas telah memudar menjelang resisten pada US $ 1.912 per ons troi dan menderita karena Trump akan mempertahankan keunggulan di bagian utama negara seperti Florida," kata Jeffrey Halley, Analis Pasar Senior OANDA.

OANDA pun memprediksi harga emas akan bergerak di kisaran US $ 1.890 hingga US $ 1.920 per ons troi pada perdagangan hari ini - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : kontan.co.id

Selasa, 03 November 2020

PT Rifan Financindo - Biden Diperkirakan Menang, Saham Komoditas Bergerak Liar

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga saham-saham komoditas berhasil melesat pada perdagangan hari ini menyusul polling yang mengunggulkan kandidat dari Partai Demokrat, Joe Biden sebagai pemenang pemilihan presiden Amerika Serikat (AS).

Sentimen positif bagi pasar modal global apabila Biden terpilih tentunya dengan sikap Biden yang cenderung lebih lunak terhadap China dan negara-negara lainnya tentu saja membuka peluang perang dagang akan segera usai dan tentu saja ini merupakan hal positif bagi komoditas.

Apalagi komoditas yang target ekspornya salah satunya adalah AS seperti minyak sawit, yang tentu saja bisa sewaktu-waktu diberikan bea masuk dan tarif yang ditinggi oleh Trump.

Dari komoditas minyak sawit alias CPO, terpantau 5 emiten sawit berhasil menghijau dan hanya 1 yang stagnan.

Kenaikan sendiri dipimpin oleh PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) anak usaha Astra Group di bidang CPO ini berhasil naik 1,65% ke level harga Rp 10.775/unit.

Sementara itu zona kuning hanya diisi oleh emiten CPO yang stagnan hanyalah PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) yang diam di harga Rp 96/unit.

Sedangkan untuk komoditas batu bara emitenya juga berhasil melesat dengan 5 emiten yang menghijau dan 1 stagnan.

Kenaikan dipimpin oleh PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang berhasil melesat 1,33% ke level harga Rp 1.145/unit.

Untuk emiten batu bara yang stagnan diisi oleh PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) yang diam di zona kuning di harga Rp 234/unit.

Sebelumnya dikabarkan, dalam beberapa hari terakhir, keunggulan Biden semakin melebar terutama di tiga negara bagian penting (Rust Belt) yang dimenangkan Trump 4tahun lalu, menurut jajak pendapat Reuters / Ipsos yang dirilis Minggu.

Biden memimpin Trump dengan 10 persentase poin di Wisconsin dan Michigan, dan unggul 7poin di Pennsylvania.

Biden juga memimpin atas Trump di ketiga negara bagian di setiap jajak pendapat mingguan Reuters / Ipsos yang dimulai pada pertengahan September, dan keunggulannya telah berdetak lebih tinggi di setiap negara bagian selama 2 minggu terakhir.

Saat ini, Reuters/Ipsos sedang melakukan jajak pendapat calon pemilih di enam negara bagian - Wisconsin, Pennsylvania, Michigan, North Carolina, Florida dan Arizona - yang akan memainkan peran penting dalam memutuskan apakah Trump memenangkan masa jabatan kedua atau digantikan Biden.

Kemenangan di negara bagian battleground states di mana terdapat banyak swing voters di negara bagian tersebut menjadi sangat penting pada pilpres AS karena pemenang pilpres AS tidak ditentukan dari popular votes melainkan pasangan yang menang di sebagian besar negara bagian akan mendapatkan seluruh electoral votes negara bagian tersebut.

Kepala Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma memberikan peringatan bahwa dengan terpilihnya Biden bakal meningkatkan risiko ketegangan politik antara AS dengan Rusia.

Lalu kebijakan green energy yang akan diterapkan oleh Biden juga akan memberikan keuntungan buat Indonesia. Pasalnya, ada peluang permintaan nikel akan mengalami peningkatan untuk produksi electric vehicle (EV) battery. Hingga saat ini Indonesia masih menjadi produsen nikel terbesar di dunia.

"Kalau Biden [menang], saham-saham komoditas yang mendapatkan sentimen positif seperti nikel dan emas," kata Suria.

Sementara itu, jika Donald Trump kembali memimpin setelah pemilihan presiden kali ini, maka kondisi yang sama dengan saat ini akan terus berlanjut. Peluang terjadinya perang dagang juga diperkirakan akan kembali berlanjut - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia.com