PT RIFAN BANDUNG - Emas turun untuk minggu ketiga berturut – turut namun apakah ini
berarti pasar “bullish” emas telah berakhir? Sepinya perdagangan karena
hari libur Thanksgiving di AS dan banyaknya “stop losses” telah sempat
membuat harga emas turun dibawah $1,800 per ons pada hari Jumat minggu
lalu. Emas berjangka diperdagangkan pada $1,782.70 per ons, turun 1.26%
dalam satu hari.
Meskipun demikian, lingkungan makro ekonomi masih mendukung harga
emas untuk naik, namun tidak lagi setinggi yang diperkirakan sebelumnya.
Dengan penurunan harga emas ke level dibawah $1,800 maka kenaikan harga
emas sampai akhir tahun ini kemungkinan tidak lagi mencapai $2000
melainkan akan dibawah $1,900 per ons.
Selama ini yang menyebabkan naiknya harga emas bukanlah pandemik
Covid19, melainkan respon pasar terhadap pandemik yang terjadi berupa,
paket stimulus, devaluasi dolar AS, rendahnya tingkat suku bunga. Ketiga
hal inilah yang membuat harga emas mengalami rally ke rekor ketinggian
yang baru. Dan ketiga hal ini masih belum lenyap. Penggerak – penggerak
yang mendorong harga emas naik ke ketinggian yang baru di bulan Agustus
masih tetap ada.
Meskipun demikian penurunan harga emas memang telah menembus batas yang maximum dapat ditanggung oleh sebagian partisipan pasar.
Beberapa minggu yang akan datang menuju liburan Natal, perhatian
pasar akan berpindah kepada seberapa buruk akibat dari restriksi yang
dikenakan karena Covid – 19, apakah akan ada lebih banyak stimulus pada
tahun ini, dan apakah yang bisa dilakukan lagi oleh Federal Reserve
untuk membantu menaikkan ekonomi?
Sentimen pasar akan banyak dipengaruhi oleh berita – berita kapan
vaksin dibagikan dan keprihatinan mengenai intensifikasi jangka pendek
dari langkah – langkah pencegahan Covid – 19 sebagai akibat pertemuan
yang terjadi dalam liburan Thansgiving. Minggu lalu angka kasus baru
telah meningkat dengan tajam. Sekarang dengan adanya perjalanan dalam
liburan dan pertemuan – pertemuan, bisa terjadi peningkatan pasien ke
rumah sakit yang sekarang saja sudah hampir penuh.
Restriksi yang baru ini bisa memukul pemulihan ekonomi yang jauh dari
stabil. Dan hal ini sudah bisa terlihat dari meningkatnya klaim
pengangguran mingguan di Amerika Serikat. Dengan tidak adanya stimulus
yang terlihat pada saat ini, pertanyaan yang besar bagi emas adalah
apakah pasar bisa bergantung kepada the Fed untuk melakukan yang lebih
banyak pada bulan Desember.
Itulah hal-hal yang akan menentukan apakah harga emas akan mengakhiri pergerakan naiknya dalam jangka pendek.
Minggu ini apabila pasar emas bisa mendorong turun harga emas
sebanyak $70 lagi, harga emas bisa turun ke bawah $1,700 sebelum
pergerakan turun ini berakhir.
Setelah itu, harga emas akan mulai naik lagi menuju tahun 2021,
dengan catatan bahwa akhir bulan Desember 2020 dan permulaan bulan
Januari 2021, adalah musim yang bagus untuk pembelian emas jumlah
besar.
Kenaikan harga emas bisa mencapai $1,851 yang merupakan “support”
yang solid yang telah berhasil ditembus. Pada level ini adalah baik
untuk memasang posisi jual. Pada periode November sampai dengan
pertengahan Desember akan ada pelemahan harga emas secara musiman, yang
apabila mencapai level “support” adalah baik untuk memasang posisi beli
dan menahannya sampai 2021.
Support terdekat menunggu di $1,770.63 yang apabila berhasil
dilewati akan lanjut ke $1,753.88 dan kemudian $1,716.64. “Resistance”
terdekat menunggu di $1.807.87 yang apabila berhasil dilewati akan
lanjut ke $1,828.36 dan kemudian $1,865.60 - PT RIFAN
Sumber : vibiznews.com