Senin, 07 Desember 2020

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Turun Tipis Usai Naik 3 Hari Beruntun


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas turun tipis pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat. Hal ini menyusul ambil untung dari kenaikan tiga hari berturut-turut saat ekuitas menguat, tetapi harapan stimulus baru AS mendukung daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi dan mempertahankan kenaikan mingguan pertamanya dalam empat pekan terakhir. Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, menyusut USD1,10 atau 0,06% menjadi ditutup pada USD1.840 per ons. Emas membukukan keuntungan mingguan lebih dari tiga persen.

Harga emas berjangka naik USD10,9 atau 0,6 persen menjadi USD1.841,10 pada Kamis (3/12/2020), setelah terangkat USD11,3 atau 0,62% menjadi USD1.830,20 pada Rabu (2/12/2020), dan melonjak USD38 atau 2,13% menjadi USD1.818,90 pada Selasa (1/12/2020).

"Setelah kenaikan tiga yang luar biasa, emas mengalami aksi ambil untung menjelang level teknis utama di USD1.850, dianggap sebagai rintangan yang signifikan karena sangat tangguh sebagai dukungan selama dua bulan terakhir," kata Kepala Perdagangan Derivatif Logam Dasar dan Mulia BMO, Tai Wong. 

Reaksi emas terhadap laporan penggajian AS yang sangat lemah - direspon aksi jual alih-alih reli - menunjukkan para pemburu harga murah mungkin puas untuk saat ini," katanya menambahkan mungkin ada beberapa "program penjualan" moderat yang stabil mungkin melalui exchange traded funds (ETF).

Data pada Jumat menunjukkan ekonomi AS menambahkan pekerja paling sedikit dalam enam bulan pada November, memperkuat ekspektasi akan lebih banyak stimulus fiskal yang mengangkat indeks-indeks utama Wall Street ke level tertinggi sepanjang masa. 

RUU bantuan Virus Corona bipartisan senilai 908 miliar dolar AS menarik dukungan di Kongres AS pada Kamis.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang kemungkinan besar disebabkan oleh stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Di luar koreksi jangka pendek, dolar yang lebih lemah, suku bunga riil negatif, kekhawatiran seputar inflasi dan ekspektasi stimulus fiskal lebih lanjut di tengah kebijakan moneter yang akomodatif kemungkinan akan menjaga harga emas cenderung naik," kata Analis Standard Chartered Suki Cooper.

Sementara itu dolar menuju minggu terburuk sejak awal November, membuat harga emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 11,6 sen atau 0,48 persen menjadi ditutup pada 24,253 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 34,2 dolar AS atau 3,29 persen menjadi menetap di 1.072,8 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : okefinance.com

Kamis, 03 Desember 2020

Rifan Financindo - Harga Emas Naik Karena Isu Stimulus Yang Baru


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas stabil mengarah bervariasi dalam rentang yang sempit pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat, berhasil mempertahankan keuntungan yang besar yang dibukukan pada hari Selasa. Aksi “short covering” di pasar berjangka dan “perceived bargain buying” di pasar fisik terlihat jelas pada hari Selasa kemarin, yang kemungkinan dipicu oleh jatuhnya indeks dolar AS yang menyentuh kerendahan selama 2,5 tahun pada minggu ini.

Emas berjangka kontrak bulan Februari naik $2.60 per ons pada $1,821.70 sementara emas Antam ditawarkan beli pada Rp 952.000,- per gram.

Pasar saham global bervariasi mengarah ke melemah dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah sedikit turun pada saat pembukaan perdagangan sesi Amerika Serikat dimulai karena aksi ambil untung setelah dua indeks saham utama menyentuh rekor ketinggian pada hari Selasa.

Para trader dan investor terus memandang kepada sinar terang pada ujung dari terowongan Covid – 19 yang gelap, walaupun masih ada beberapa bulan yang sulit kedepannya. Vaksin yang sangat sukses mengatasi virus corona akan dikeluarkan ke publik segera pada bulan Desember ini.

Selain itu sentimen yang mengangkat naik pasar adalah pembaharuan pembicaraan mengenai paket stimulus bagi orang – orang Amerika, diantara para pemimpin Kongres AS.

Kenaikan selanjutnya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,835.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,850.00 dan kemudian $1,860.00. Sedangkan penurunannya akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,810.50 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,800.00 dan kemudian $1,767.20 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Rabu, 02 Desember 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Karena Koreksi Normal


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik solid pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat yang disebabkan oleh aksi “short covering” di pasar berjangka dan aksi “bargain buying” di pasar fisik, menyusul penurunan yang solid yang dialami emas ke kerendahan selama lima bulan. Emas berjangka kontrak bulan Februari naik $29.00 per ons pada $1,810.10. Sementara emas Antam ditawarkan beli pada Rp 938.000,- per gram.

Pasar saham global bervariasi mengarah naik dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik pada saat perdagangan sesi New York dimulai. Masih ada sedikit keengganan terhadap resiko di pasar pada hari pertama bulan Desember ditengah rally pasar saham global yang membuat indeks saham AS berada dekat rekor ketinggiannya.

Sementara itu, OECD yang berbasis di Paris memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2021 turun menjadi 4.2% dari perkiraan sebelumnya 5%. OECD menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi AS pada tahun 2021 menjadi 3.2% dari sebelumnya diperkirakan 4% dan pertumbuhan ekonomi Eropa diperkirakan turun dari 5.1% menjadi 3.6%.

Metal kuning juga mengalami arus keluar dari emas yang didukung oleh ETF selama tiga minggu berturut-turut. Kenaikan selanjutnya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat menunggu di $1,822.60 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,850.00 dan kemudian $1,860.00.

Sementara penurunan selanjutnya akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,778.40 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,767.20 dan kemudian $1,700.00 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber :  vibiznews.com

Selasa, 01 Desember 2020

PT Rifan Financindo - Harga Emas Naik, Pasar Fokus Kesaksian Ketua Fed


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik pada hari Selasa setelah ditutup melemah dalam perdagangan di bulan November.

Harga emas berjangka naik 0,41% ke $1.788,25 per ons pukul 13.39 WIB dan XAU/USD menguat 0,49% di $1.785,80 menurut data Investing.com.

Harga emas ditutup anjlok nyaris 6% pada bulan November. Investor menjual aset safe-haven dan mengalihkannya ke investasi berisiko seperti saham-saham dan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF).

Investor sekarang tampaknya kurang fokus terhadap lonjakan kasus baru covid-19 di seluruh dunia atau tindakan pembatasan baru di berbagai negara seperti London, Hong Kong dan Toronto dan, sebaliknya, lebih memperhatikan kemungkinan persetujuan atas beberapa vaksin covid-19 dalam beberapa minggu mendatang.

Investor emas juga memantau kesaksian dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell dan Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin di hadapan Komite Perbankan Senat, keduanya mengatakan ekonomi AS tengah menuju pemulihan tetapi akan membutuhkan bantuan.

Mnuchin meminta Kongres AS untuk menggunakan UU CARES, senilai $455 miliar, agar bisa menerapkan paket stimulus guna memberikan dorongan ekonomi. Powell, sebaliknya, merujuk pada pertumbuhan ekonomi moderat sebagai fokus pemerintahan.

Investor aset berisiko kemungkinan juga telah mengambil beberapa petunjuk dari indeks manajer pembelian (PMI) China untuk November, yang dirilis di 52,1 pada November, naik dari 51,4 pada Oktober, Biro Statistik Nasional China mengatakan pada hari Senin - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber :  investing.com

Senin, 30 November 2020

PT Rifan - Harga Emas Bisa Turun Di Bawah $1,700


PT RIFAN BANDUNG - Emas turun untuk minggu ketiga berturut – turut namun apakah ini berarti pasar “bullish” emas telah berakhir? Sepinya perdagangan karena hari libur Thanksgiving di AS dan banyaknya “stop losses” telah sempat membuat harga emas turun dibawah $1,800 per ons pada hari Jumat minggu lalu. Emas berjangka diperdagangkan pada $1,782.70 per ons, turun 1.26% dalam satu hari.

Meskipun demikian, lingkungan makro ekonomi masih mendukung harga emas untuk naik, namun tidak lagi setinggi yang diperkirakan sebelumnya. Dengan penurunan harga emas ke level dibawah $1,800 maka kenaikan harga emas sampai akhir tahun ini kemungkinan tidak lagi mencapai $2000 melainkan akan dibawah $1,900 per ons.

Selama ini yang menyebabkan naiknya harga emas bukanlah pandemik Covid19, melainkan respon pasar terhadap pandemik yang terjadi berupa, paket stimulus, devaluasi dolar AS, rendahnya tingkat suku bunga. Ketiga hal inilah yang membuat harga emas mengalami rally ke rekor ketinggian yang baru. Dan ketiga hal ini masih belum lenyap. Penggerak – penggerak yang mendorong harga emas naik ke ketinggian yang baru di bulan Agustus masih tetap ada.

Meskipun demikian penurunan harga emas memang telah menembus batas yang maximum dapat ditanggung oleh sebagian partisipan pasar.

Beberapa minggu yang akan datang menuju liburan Natal, perhatian pasar akan berpindah kepada seberapa buruk akibat dari restriksi yang dikenakan karena Covid – 19, apakah akan ada lebih banyak stimulus pada tahun ini, dan apakah yang bisa dilakukan lagi oleh Federal Reserve untuk membantu menaikkan ekonomi?

Sentimen pasar akan banyak dipengaruhi oleh berita – berita kapan vaksin dibagikan dan keprihatinan mengenai intensifikasi jangka pendek dari langkah – langkah pencegahan Covid – 19 sebagai akibat pertemuan yang terjadi dalam liburan Thansgiving. Minggu lalu angka kasus baru telah meningkat dengan tajam. Sekarang dengan adanya perjalanan dalam liburan dan pertemuan – pertemuan, bisa terjadi peningkatan pasien ke rumah sakit yang sekarang saja sudah hampir penuh.

Restriksi yang baru ini bisa memukul pemulihan ekonomi yang jauh dari stabil. Dan hal ini sudah bisa terlihat dari meningkatnya klaim pengangguran mingguan di Amerika Serikat. Dengan tidak adanya stimulus yang terlihat pada saat ini, pertanyaan yang besar bagi emas adalah apakah pasar bisa bergantung kepada the Fed untuk melakukan yang lebih banyak pada bulan Desember.

Itulah hal-hal yang akan menentukan apakah harga emas akan mengakhiri pergerakan naiknya dalam jangka pendek.

Minggu ini apabila pasar emas bisa mendorong turun harga emas sebanyak $70 lagi, harga emas bisa turun ke bawah $1,700 sebelum pergerakan turun ini berakhir.

Setelah itu, harga emas akan mulai naik lagi menuju tahun 2021, dengan catatan bahwa akhir bulan Desember 2020 dan permulaan bulan Januari  2021, adalah musim yang bagus untuk pembelian emas jumlah besar.

Kenaikan harga emas bisa mencapai $1,851 yang merupakan “support” yang solid yang telah berhasil ditembus. Pada level ini adalah baik untuk memasang posisi jual. Pada periode November sampai dengan pertengahan Desember akan ada pelemahan harga emas secara musiman, yang apabila mencapai level “support” adalah baik untuk memasang posisi beli dan menahannya sampai 2021.

Support terdekat menunggu di $1,770.63 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,753.88 dan kemudian $1,716.64. “Resistance” terdekat menunggu di $1.807.87 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,828.36 dan kemudian $1,865.60 - PT RIFAN

Sumber :  vibiznews.com

 

Jumat, 27 November 2020

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Tetap Kuat Di Atas 1.800



RIFAN FINANCINDO FINANCINDO BANDUNG - Setelah mengalami tekanan jual yang keras, harga emas terus mengalami kenaikan untuk hari yang kedua. Metal berharga kuning bangkit setelah sempat menyentuh “support” psikologis di $1,800.00. Saat ini emas berjangka kontrak bulan Desember diperdagangkan di $1,810.31 per ons. Sementara emas Antam ditawarkan beli pada Rp 953.000,- per gram.

Kenaikan harga emas sebagian disebabkan oleh turunnya dolar AS. Penyebab utama turunnya dolar AS adalah risalah pertemuan Federal Reserve yang terbaru yang menunjukkan bahwa para anggota FOMC aktif mendiskusikan skema pembelian obligasi, berpotensi meningkat.

Kebijakan moneter dari para bank sentral utama dunia yang longgar kemungkinan bisa menahan turunnya harga emas. Risalah pertemuan ECB memperingati akan perluasan skema pembelian obligasi, sementara The Fed sedang bersiap untuk mencetak lebih banyak uang yang bisa memberikan dukungan terhadap harga emas.

Kenaikan harga emas selanjutnya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,815.82 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,824.86 dan kemudian $1,831.92. Sementara penurunannya akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,799.72 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,792.66 dan kemudian $1,783.62 - RIFAN FINANCINDO FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Kamis, 26 November 2020

Rifan Financindo - Harga Emas Rebound Sedikit Karena Aksi Short Covering & Bargain Hunting

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas berjangka naik moderat pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat karena perlindungan “short – covering” di pasar berjangka dan sebagian “bargain hunting” di pasar tunai. Metal kuning menyentuh kerendahan hampir 5 bulan. Emas tersungkur pada minggu ini oleh banyaknya minat terhadap resiko di pasar.

Emas berjangka kontrak bulan Desember diperdagangkan naik $8.00 pada $1,812.60. Sementara emas Antam ditawarkan beli pada Rp 953.000,- per gram, turun Rp 8000,-

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS juga mengarah bervariasi pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Dow Jones dan S&P 500 memecahkan rekor ketinggian. Kebanyakan pasar akan berhenti beraktifitas menjelang liburan thanksgiving.

Sikap pasar minggu ini sangat bersemangat, dengan para trader dan investor cenderung melihat melampaui situasi yang sangat buruk dari Covid – 19 di AS dan Eropa yang memaksa restriksi baru atas publik dan bisnis. Pasar melihat ke 2021 ketika vaksin kemungkinan besar sudah ada di pasar dan perekonomian sudah “rebound” dengan kuat karena Covid – 19 sudah berhasil diatasi.

Sementara itu dimulainya transisi Biden ke Gedung Putih menghilangkan ketidakpastian mengenai politik di Amerika Serikat. Selain itu kemungkinan bekas Gubernur Fed Janet Yellen menjadi Menteri Keuangan AS berikutnya memberikan dorongan tambahan terhadap sentimen pasar yang sudah positip. USD seakan tidak bisa bernafas sejenak dari penurunnya dengan keluarnya data Conference Board’s Consumer Confidence Index yang mengecewakan, turun ke 96.1 di bulan November dari sebelumnya 101.4.

Kenaikan selanjutnya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,825.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,836.90 dan kemudian $1.875.00. Sedangkan penurunannya kembali akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,797.10 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,775.00 dan kemudian $1,748.20 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com