Kamis, 17 Desember 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Melanjutkan Rally, Didorong Pernyataan Kebijakan The Fed


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas terus melanjutkan rally pada pekan ini. Kamis, pukul 07.20 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2021 di Commodity Exchange ada di US$ 1.868,30 per ons troi, naik 0,49% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.859,10 per ons troi.

Kenaikan harga minyak ditopang oleh pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell yang mengatakan The Fed akan tetap akan menerapkan kebijakan suku bunga rendah hingga inflasi kembali ke jalurnya.  

The Fed juga mengulangi komitmennya untuk mendukung perekonomian, berjanji untuk mempertahankan program pembelian aset besar-besaran sampai melihat kemajuan substansial pada perekonomian AS.

Awalnya, harga emas sempat terkoreksi setelah pertemuan The Fed karena bank sentral menahan diri untuk membuat perubahan pada komposisi pembelian obligasi. Kondisi ini mengecewakan investor yang berharap ada pergeseran ke obligasi jatuh tempo jangka panjang. 

Namun, "Emas kembali menguat setelah nada meyakinkan Powell pada konferensi pers dan meniadakan kekecewaan awal bahwa Fed tidak memperpanjang durasi pembelian obligasi - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Selasa, 15 Desember 2020

PT Rifan Financindo - Harga Emas Dikuatkan Pelemahan Dolar AS

 

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik tipis pada Selasa terdukung pelemahan dolar AS, meskipun dimulainya vaksinasi Covid-19 di Amerika Serikat dan Kanada meningkatkan harapan pemulihan ekonomi global yang lebih cepat, harga emas spot naik 0,64% menjadi $ 1,838,47 per ons.

Harga emas berjangka AS naik 0,67% menjadi $ 1,844,40.

Dolar AS bergerak di dekat level terendah lebih dari dua setengah tahun, dirugikan oleh kemajuan pada RUU bantuan virus corona karena anggota parlemen tampak optimis atas kesepakatan yang dibagi menjadi dua bagian dalam upaya untuk memperoleh persetujuan.

Untuk membatasi perolehan emas, vaksinasi virus corona di Amerika Serikat dimulai pada hari Senin dengan perawat unit perawatan intensif Kota New York menjadi yang pertama menerima vaksin.

Sementara itu, infeksi Covid-19 terus melonjak secara global, mendorong pembatasan dan penguncian yang lebih ketat di Belanda, Jerman, dan London, sementara kematian melampaui 300.000 di Amerika Serikat.

Investor sekarang menunggu pertemuan kebijakan The Fed mulai Selasa dan Bank Inggris pada Kamis.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk selanjutnya harga emas berpotensi naik jika pelemahan dolar AS terus berlanjut, seiring otpimisme disepakatinya stimulus fiskal AS. Harga emas diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,848-$ 1,861. Namun jika harga turun, akan bergerak dalam kisaran Support $ 1,832-$ 1,825 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Senin, 14 Desember 2020

PT Rifan - Harga Emas Spot Masih Melandai Menjadi US$ 1.835,80/Ons Troi

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas menurun, Senin pukul 10:20 WIB, harga emas spot beradadi US$ 1.835,80 per ons troi, turun 0,22% dari penutupan akhir pekan lalu. Pelamahan harga emas spot ini dipucu sentimen peluncuran vaksin virus corona di Amerika Serikat. 

Pengiriman pertama vaksin COVID-19 dimulai pada hari Minggu, setelah regulator AS menyetujui vaksin Pfizer Inc dan BioNTech SE. Naskah rencana bantuan bipartisan COVID-19 senilai US$ 908 miliar akan dirilis paling cepat Senin dan akan dibagi menjadi dua paket dalam upaya untuk memenangkan persetujuan, kata seseorang yang diberi pengarahan tentang masalah tersebut.  

Dolar AS merosot 0,2% menjelang pertemuan dua hari Federal Reserve AS yang dimulai pada hari Selasa, di mana para pembuat kebijakan diperkirakan akan meningkatkan pembelian obligasi pemerintah berjangka waktu yang lebih lama untuk menahan kenaikan imbal hasil.   

Emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang. *London dan Brussel pada Minggu sepakat untuk "bekerja ekstra" dalam beberapa hari mendatang untuk mencoba mencapai kesepakatan perdagangan. 

Bahkan ketika Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan kedua belah pihak sangat jauh dalam masalah-masalah utama dan tidak ada kesepakatan Brexit yang memungkinkan - PT RIFAN

Sumber : kontan.co.id

Jumat, 11 Desember 2020

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Berjangka Naik, Pembahasan Stimulus AS Belum Selesai


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik pada Jumat pasca rilis data pekerjaan AS yang mengecewakan dan ketidakpastian atas langkah-langkah stimulus terbaru AS ditambah pula sentimen perundingan Brexit.

Harga emas berjangka naik tipis 0,06% di $1.838,45 per ons pukul 13.00 WIB dan XAU/USD turun tipis 0,09% ke $1.834,99 menurut data Investing.com.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) turun Rp2.000 dari Rp956.000 pada Kamis menjadi Rp954.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.33 WIB.

Amerika Serikat mencatatkan 853.000 klaim pengangguran yang diajukan selama sepekan terakhir, lebih dari 725.000 menurut perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com dan 716.000 klaim dari minggu sebelumnya. Data yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan bahwa jumlah klaim meningkat karena banyak usaha di AS tutup seiring meningkatnya jumlah kasus covid-19 di AS.

Negosiasi antara Demokrat dan Republik AS soal langkah-langkah stimulus terus berlanjut menjelang tenggat waktu 11 Desember untuk mencegah penutupan pemerintah., Ketua Mayoritas Senat AS Mitch McConnell telah menyatakan dukungan untuk proposal Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin senilai $916 miliar dan menekankan perlunya untuk melakukan "segala hal yang kita bisa" guna membantu perekonomian. Namun, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi mendukung rencana alternatif senilai $908 miliar, yang masih disusun oleh sekelompok anggota parlemen bipartisan.

Sedangkan Bank Sentral Eropa (ECB) menerapkan putaran lain dari stimulus moneter dengan total senilai EUR500 miliar ($605,19 miliar). ECB akan melanjutkan stimulus pembelian obligasi yang ada sebesar EUR500 miliar euro menjadi EUR1,85 triliun dan akan memperpanjang program dukungannya hingga setidaknya Maret 2022 dari tanggal akhir paling awal saat ini di pertengahan 2021, katanya setelah pertemuan kebijakan pada hari Kamis.

Federal Reserve juga mengadakan rapat kebijakan pada hari Kamis.

Inggris dan Uni Eropa juga bekerja keras untuk mencapai kesepakatan perdagangan Brexit menjelang tenggat waktu pada hari Minggu yang ditetapkan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS hampir menyetujui vaksin covid-19 pada hari Kamis. Panel penasihat luar melakukan voting dengan hasil 17-4 untuk mendukung penggunaan darurat BNT162b2, vaksin COVID-19 yang dikembangkan bersama Pfizer (NYSE:PFE) dan BioNTech SE (F:22UAy ).

FDA diharapkan akan mengesahkan penggunaan darurat vaksin dalam beberapa hari ke depan. Distribusi dan penyuntikan vaksin di AS kemungkinan akan segera dimulai setelah izin keluar - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Kamis, 10 Desember 2020

Rifan Financindo - Harga Emas Turun 1 Persen Seiring Kenaikan Bursa Saham

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas turun hampir 1% pada hari Rabu (09/12), jatuh kembali dari puncak dua minggu pada sesi sebelumnya karena optimisme atas pengembangan vaksin COVID-19 membuat investor memilih aset berisiko seperti pasar ekuitas.

Harga emas spot turun 0,7% pada $ 1,857.80 per ons, setelah sebelumnya jatuh ke level $ 1,851.31. Pada hari Selasa itu mencapai level tertinggi sejak 23 November di $ 1,875.07.

Harga emas berjangka AS tergelincir 0,65% menjadi $ 1,862.40.

Sementara upaya baru di Amerika Serikat untuk menyetujui paket dukungan fiskal baru mendukung emas pada Selasa sebagai lindung nilai terhadap potensi inflasi, pada Rabu berita tersebut bertindak terutama sebagai pemicu tambahan untuk sentimen risiko.

Pasar saham global mencapai rekor tertinggi pada hari Rabu, dengan sektor perawatan kesehatan diuntungkan dari berita vaksin virus corona yang positif. Setelah Inggris pada hari Selasa menjadi negara pertama yang memulai program vaksinasi massal, Pfizer dan Johnson & Johnson membuat kemajuan lebih lanjut dengan uji coba dan persetujuan peraturan masing-masing.

Di sisi stimulus, pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengusulkan paket bantuan $ 916 miliar. Anggota parlemen Kongres masih bekerja untuk menyelesaikan perbedaan tentang penyertaan perlindungan kewajiban bisnis dan bantuan pemerintah negara bagian dan lokal. Investor juga menantikan pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve AS minggu depan untuk petunjuk arah kebijakan moneter.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk selanjutnya harga emas berpotensi lemah seiring peningkatan bursa saham. Harga emas diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,870-$ 1,882. Namun jika harga turun, akan bergerak dalam kisaran Support $ 1,850-$ 1,840 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Selasa, 08 Desember 2020

PT Rifan Financindo - Harga Emas Hari Ini Naik Tipis Setelah Kemarin Melesat 1,30%

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas menguat tipis pada awal perdagangan hari ini. Pada Selasa pukul 7.00 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.863,98 per ons troi, menguat 0,07% jika dibandingkan dengan harga penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.862,73 per ons troi.

Harga emas berjangka pun bergerak serupa. Harga emas untuk pengiriman Februari 2021 di Commodity Exchange menguat 0,12% menjadi US$ 1.868,20 per ons troi. 

harga emas spot melonjak 1,30% dalam sehari karena harapan pengucuran stimulus di Amerika Serikat (AS). "Rencana stimulus telah membantu menstabilkan pasar emas karena lebih banyak uang yang dipompa ke dalam sistem keuangan menyebabkan inflasi," kata Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals kepada Reuters. Anggota parlemen AS berusaha untuk menuntaskan kesepakatan bantuan yang telah lama ditunggu-tunggu melalui RUU pendanaan sebesar US$ 908 miliar. Harga emas batangan yang merupakan lindung nilai terhadap inflasi akibat stimulus jumbo yang dikeluarkan pada tahun 2020, naik lebih dari 22% sepanjang tahun ini.

Investor juga mencermati sanksi AS dan larangan perjalanan pada 14 pejabat China atas dugaan peran mereka dalam diskualifikasi terhadap legislator oposisi terpilih di Hong Kong. "Ini adalah periode yang kuat secara musiman untuk harga emas dan kami baru saja melalui peristiwa kapitalisasi, karena banyak investor yang tidak tahan banting di emas telah terguncang keluar dari pasar," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities. 

Harga emas merosot ke level terendah dalam lima bulan terakhir pada 30 November lalu. Dari posisi tersebut, harga emas telah pulih lebih dari 5%. 

November juga menandai bulan terburuk bagi harga emas dalam empat tahun. Penurunan harga emas secara bulanan pada November disebabkan oleh harapan pemulihan ekonomi yang dipicu oleh vaksin. 

Inggris akan menjadi negara pertama yang meluncurkan vaksin Pfizer/BioNTech Covid-19 minggu ini. Analis melihat, terobosan level harga emas pada US$ 1.850 menandakan kenaikan lebih lanjut - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : kontan

 

Senin, 07 Desember 2020

PT Rifan - Harga Emas Apakah Akan Naik Kembali Ke $1,925


PT RIFAN BANDUNG - Emas sedang mencoba untuk mencapai kembali yang dulunya merupakan “support” yang solid di level $1,850 per ons. Dan langkah berikut ini akan krusial. Jika berhasil ditembus, metal berharga kuning ini memiliki pelunag untuk naik sampai ke $1,925, namun hal – hal berikut ini perlu terjadi terlebih dahulu.

Emas telah memulai suatu permulaan yang berhasil memasuki awal bulan Desember, kembali pulih dengan baik setelah aksi jual pada minggu lalu di bawah $1,800 per ons. Emas berjangka bulan Februari diperdagangkan di $1,837.50 per ons, naik hampir 3% pada minggu lalu.

Penggerak yang mendorong naik harga emas pada minggu lalu adalah melemahnya dolar AS, harapan akan stimulus dan infeksi harian Covid – 19 yang mencapai rekor ketinggian.

Level $1,775 adalah level yang menjadi tahanan yang kuat selama aksi jual pada minggu lalu, dan penurunan harga emas tidak berhasil menembus level tersebut. Dari gambaran makro, pasar emas sangat konstruktif pada saat ini. Emas saat ini diperdagangkan diatas harga tertinggi pada minggu lalu. Hal ini adalah sangat konstruktif bagi kenaikan lebih lanjut.

Minggu ini, hal kunci yang harus diperhatikan dalam hal emas adalah apakah bisa menembus level $1,850 per ons.

Dari perspektif tehnikal, karena $1,850 terbukti telah menjadi “support” yang kuat sebelumnya, harus ada beberapa isu untuk mencapai level tersebut kembali. Emas telah berusaha mencapai level tersebut dua kali pada minggu lalu. Dan normalnya, akan mengetes level yang seperti ini sebanyak tiga kali sebelum berhasil menembusnya dan akan naik lebih tinggi lagi nantinya.

Penurunan yang tajam pada minggu lalu tidak dibenarkan, itulah sebabnya mengapa emas naik begitu banyak selama minggu pertama  bulan Desember. Orang – orang kemungkinan telah mengambil untung dan menyimpan keuntungannya dalam rangka mengantisipasi apabila terjadi kenaikan pajak kalau Biden menjadi pemenang. Namun ternyata gerakan turun tersebut tidak dibenarkan oleh pasar ke level yang terjadi pada minggu lalu. Seharusnya sekali menembus level $1,800 maka akan harus turun lebih jauh lagi.

Minggu lalu terlihat juga aksi jual dari emas yang didukung oleh ETF. Minggu ini harus kembali diperhatikan apakah masih berlangsung aksi jual emas ETF.

Pembicaraan mengenai stimulus akan menjadi pusat perhatian pada minggu ini dengan pasar mendapatkan semangat dari usulan bipartisan akan bantuan untuk coronavirus sebanyak $908 miliar. Diatas dari itu, Demokrat dan Republikan menghadapi tenggat waktu pada tanggal 11 Desember untuk menggelontorkan budget sebanyak $1,4 triliun yang apabila gagal dikucurkan akan mengakibatkan penutupan aktifitas pemerintahan.

Sangat krusial untuk menjembatani jurang pemisah antara hari ini dengan saat ketika vaksin sudah membuahkan hasil. Demokrat dan Republikan harus sepakat dengan paket stimulus sebelum tahun ini berakhir. Jika tidak, kemungkinan baru akan bisa keluar pada bulan Februari yang mana hal ini akan menghantam saham dan juga emas karena orang akan bergerak mencari uang tunai.

Situasi di Amerika Serikat menjadi semakin sulit setiap hari. Dan musim dingin yang keras menunggu di depan. Sementara saat ini terjadi 213.000 kasus baru per hari dan 2500 orang mengalami kematian pada hari Kamis minggu lalu.

Melambatnya lapangan pekerjaan sudah kelihatan dan akan menjadi bertambah buruk sebelum berbalik membaik. Faktor lain yang bisa mendukung kenaikan harga emas adalah melemahnya dolar AS ke depannya.

Kenaikan harga emas akan berhadapan dengan “resistance” pertama di $1,850 lalu level psikologis $1,900 dan kemudian $1,925 yang bisa membawa kepada $1,975 apabila berhasil dilewati - PT RIFAN

Sumber : vibiznews.com