Selasa, 22 Desember 2020

PT Rifan - Tren Harga Emas Bisa Kembali Ke Rp 1 juta Tahun Depan


PT RIFAN BANDUNG - Peluang harga emas fisik Antam kembali ke level Rp 1.000.000 per gram semakin terbuka dengan kenaikan harga pada Senin. Sayangnya, Business Manager Indosukses Futures Suluh Adil Wicaksono menilai level tersebut belum akan ditembus di sisa 2020 yang tinggal menghitung hari. "Kenaikan hari ini sejalan dengan harga emas spot yang naik karena stimulus Amerika Serikat (AS) senilai US$ 900 miliar akhirnya disepakati,

Suluh juga mengingatkan bahwa pergerakan harga emas fisik sangat sensitif terhadap perkembangan sentimen global. Meskipun harga logam mulia emas Antam berhasil naik Rp 6.000 per gram ke level Rp 976.000 per gram pada perdagangan Senin (21/12) harga Rp 1.000.000 kemungkinan belum akan ditebus tahun ini lantaran hari perdagangan yang minim jelang libur panjang akhir tahun.

Memang sekarang bukan kenaikan harga yang drastis, tapi selama sepekan bahkan hingga akhir tahun harga emas masih akan melanjutkan peningkatan.

Sementara itu, dari sentimen domestik pergerakan nilai tukar rupiah yang melemah di awal pekan, turut menjadi sentimen pendukung kenaikan harga emas fisik.  

Wajar saja, sentimen stimulus AS sempat mendorong indeks dolar AS kembali di atas 90 dan menjadikan pamor safe haven kembali naik. Bahkan Suluh menekankan, selama rupiah tertekan maka bukan tidak mungkin bagi emas fisik seperti emas Antam melanjutkan kenaikannya.

Kelihatannya hingga akhir tahun kita tidak akan bicara emas terkoreksi. Apalagi Gubernur The Fed Jerome Powell bilang masih akan support stimulus selama Covid-19 belum kelar, dengan membeli aset dan surat utang.

Berkaca dari tren tersebut, Suluh optimistis bahwa harga emas fisik bisa tembus level Rp 1.000.000 per gram, setidaknya di awal tahun depan. 

Untuk memanfaatkan momentum tersebut, investor bisa melakukan buy on weakness di harga yang paling mendekati level support Rp 950.000 per gram atau Rp 900.000 per gram untuk pembelian emas fisik per 10 gram.

Kalau di atas Rp 1.000.000 per gram hampir pasti ditembus tahun depan. Tapi kalau untuk melampaui rekor sebelumnya Rp 1.058.000 per gram masih belum bisa dipastikan, setidaknya kuartal I-2021 akan menguji level psikologis dulu," tandasnya - PT RIFAN

Sumber : kontan.co.id

Jumat, 18 Desember 2020

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Momentum Naik


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat. Kenaikan metal berharga pada pertengahan minggu ini disebabkan oleh karena prospek akan ada lebih banyak likuiditas di pasar global yang memicu naiknya permintaan untuk metal. Kenaikan harga emas ini terjadi meskipun meningkatnya minat terhadap resiko di pasar.

Emas berjangka kontrak bulan Februari naik $6.20 per ons pada $1,861.60.

Pasar saham global kebanyakan naik dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik ke dekat rekor ketinggian baru – baru ini, pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Amerika Serikat dan negara lainnya telah membagikan vaksin Covid – 19 dengan cepat sehubungan dengan adanya harapan di depan di tengah kegelapan pandemik.

Inggris dan Uni Eropa kelihatannya mendekati kesepakatan terhadap Brexit. Sementara anggota kongres di Demokrat dan Republikan kemungkinan mendekati kesepakatan terhadap paket stimulus keuangan untuk orang Amerika. Kedua belah pihak setuju untuk tidak meninggalkan Washington DC untuk liburan, sampai kesepakatan terjadi.

Kalender ekonomi yang dinantikan pada minggu ini adalah pertemuan  Federal Reserve’s Open Market Committee (FOMC), yang dimulai pada hari Selasa pagi dan berakhir pada Rabu malam dengan pernyataan dan konferensi pers.

Kenaikan selanjutnya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,869.50 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,879.80 dan kemudian $1,900.00. Sedangkan penurunannya akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,850.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut dengan ke $1,828.50 dan kemudian $1,800.00 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Rifan Financindo - Harga Emas Naik Tajam Karena FOMC Fed & Stimulus AS

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas berjangka naik tajam pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat. Harga emas membukukan ketinggian empat minggu. Metal berharga ini disebabkan oleh karena peneguhan kebijakan uang mudah dari Federal Reserve dan naiknya harapan akan paket stimulus yang baru bagi orang Amerika.

Dengan demikian pergerakan naik harga metal ini mengabaikan minat terhadap resiko yang lebih baik di pasar.

Emas berjangka kontrak bulan Februari naik $27.00 pada $1,886.00.

Pasar saham global kebanyakan naik pada perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik dan membuat rekor ketinggian yang baru, pada saat pembukaan perdagangan ses New York dimulai.

Minat terhadap resiko dari para trader dan investor minggu ini tetap tinggi, setelah pertemuan FOMC yang bersahabat  dan pandangan bahwa Kongres AS sedang bergerak mendekat kepada kesepakatan mengenai paket stimulus keuangan bagi orang Amerika.

The Fed tidak menambah skema pembelian obligasinya, sekalipun mengecewakan bagi yang sudah mengharapkan tindakan yang segera, namun Gubernur Jerome Powell mengulangi komitmennya untuk melakukan apa saja yang diperlukan dan menjamin untuk melanjutkan tingkat bunga yang rendah sampai 2023 dan dengan perpanjangan waktu QE. Di Washington para pembuat undang – undang sedang membuat kemajuan terhadap penandatanganan paket stimulus senilai $900 miliar. Berita ini membebani dolar AS yang safe – haven.

Selain itu harapan tinggi pada minggu ini bahwa Inggris dan Uni Eropa bisa mencapai kesepakatan mengenai Brexit yang mulus. Negosiator Uni Eropa dan Inggris tetap tutup mulut dan ini adalah tanda kemajuan yang positip.

“Resistance” terdekat menunggu di $1.900.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,910.00 dan kemudian $1,956.00. “Support” terdekat menunggu di $1,875.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,865.90 dan kemudian $1,820.00 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Kamis, 17 Desember 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Melanjutkan Rally, Didorong Pernyataan Kebijakan The Fed


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas terus melanjutkan rally pada pekan ini. Kamis, pukul 07.20 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2021 di Commodity Exchange ada di US$ 1.868,30 per ons troi, naik 0,49% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.859,10 per ons troi.

Kenaikan harga minyak ditopang oleh pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell yang mengatakan The Fed akan tetap akan menerapkan kebijakan suku bunga rendah hingga inflasi kembali ke jalurnya.  

The Fed juga mengulangi komitmennya untuk mendukung perekonomian, berjanji untuk mempertahankan program pembelian aset besar-besaran sampai melihat kemajuan substansial pada perekonomian AS.

Awalnya, harga emas sempat terkoreksi setelah pertemuan The Fed karena bank sentral menahan diri untuk membuat perubahan pada komposisi pembelian obligasi. Kondisi ini mengecewakan investor yang berharap ada pergeseran ke obligasi jatuh tempo jangka panjang. 

Namun, "Emas kembali menguat setelah nada meyakinkan Powell pada konferensi pers dan meniadakan kekecewaan awal bahwa Fed tidak memperpanjang durasi pembelian obligasi - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Selasa, 15 Desember 2020

PT Rifan Financindo - Harga Emas Dikuatkan Pelemahan Dolar AS

 

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik tipis pada Selasa terdukung pelemahan dolar AS, meskipun dimulainya vaksinasi Covid-19 di Amerika Serikat dan Kanada meningkatkan harapan pemulihan ekonomi global yang lebih cepat, harga emas spot naik 0,64% menjadi $ 1,838,47 per ons.

Harga emas berjangka AS naik 0,67% menjadi $ 1,844,40.

Dolar AS bergerak di dekat level terendah lebih dari dua setengah tahun, dirugikan oleh kemajuan pada RUU bantuan virus corona karena anggota parlemen tampak optimis atas kesepakatan yang dibagi menjadi dua bagian dalam upaya untuk memperoleh persetujuan.

Untuk membatasi perolehan emas, vaksinasi virus corona di Amerika Serikat dimulai pada hari Senin dengan perawat unit perawatan intensif Kota New York menjadi yang pertama menerima vaksin.

Sementara itu, infeksi Covid-19 terus melonjak secara global, mendorong pembatasan dan penguncian yang lebih ketat di Belanda, Jerman, dan London, sementara kematian melampaui 300.000 di Amerika Serikat.

Investor sekarang menunggu pertemuan kebijakan The Fed mulai Selasa dan Bank Inggris pada Kamis.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk selanjutnya harga emas berpotensi naik jika pelemahan dolar AS terus berlanjut, seiring otpimisme disepakatinya stimulus fiskal AS. Harga emas diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,848-$ 1,861. Namun jika harga turun, akan bergerak dalam kisaran Support $ 1,832-$ 1,825 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Senin, 14 Desember 2020

PT Rifan - Harga Emas Spot Masih Melandai Menjadi US$ 1.835,80/Ons Troi

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas menurun, Senin pukul 10:20 WIB, harga emas spot beradadi US$ 1.835,80 per ons troi, turun 0,22% dari penutupan akhir pekan lalu. Pelamahan harga emas spot ini dipucu sentimen peluncuran vaksin virus corona di Amerika Serikat. 

Pengiriman pertama vaksin COVID-19 dimulai pada hari Minggu, setelah regulator AS menyetujui vaksin Pfizer Inc dan BioNTech SE. Naskah rencana bantuan bipartisan COVID-19 senilai US$ 908 miliar akan dirilis paling cepat Senin dan akan dibagi menjadi dua paket dalam upaya untuk memenangkan persetujuan, kata seseorang yang diberi pengarahan tentang masalah tersebut.  

Dolar AS merosot 0,2% menjelang pertemuan dua hari Federal Reserve AS yang dimulai pada hari Selasa, di mana para pembuat kebijakan diperkirakan akan meningkatkan pembelian obligasi pemerintah berjangka waktu yang lebih lama untuk menahan kenaikan imbal hasil.   

Emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang. *London dan Brussel pada Minggu sepakat untuk "bekerja ekstra" dalam beberapa hari mendatang untuk mencoba mencapai kesepakatan perdagangan. 

Bahkan ketika Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan kedua belah pihak sangat jauh dalam masalah-masalah utama dan tidak ada kesepakatan Brexit yang memungkinkan - PT RIFAN

Sumber : kontan.co.id

Jumat, 11 Desember 2020

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Berjangka Naik, Pembahasan Stimulus AS Belum Selesai


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik pada Jumat pasca rilis data pekerjaan AS yang mengecewakan dan ketidakpastian atas langkah-langkah stimulus terbaru AS ditambah pula sentimen perundingan Brexit.

Harga emas berjangka naik tipis 0,06% di $1.838,45 per ons pukul 13.00 WIB dan XAU/USD turun tipis 0,09% ke $1.834,99 menurut data Investing.com.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) turun Rp2.000 dari Rp956.000 pada Kamis menjadi Rp954.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.33 WIB.

Amerika Serikat mencatatkan 853.000 klaim pengangguran yang diajukan selama sepekan terakhir, lebih dari 725.000 menurut perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com dan 716.000 klaim dari minggu sebelumnya. Data yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan bahwa jumlah klaim meningkat karena banyak usaha di AS tutup seiring meningkatnya jumlah kasus covid-19 di AS.

Negosiasi antara Demokrat dan Republik AS soal langkah-langkah stimulus terus berlanjut menjelang tenggat waktu 11 Desember untuk mencegah penutupan pemerintah., Ketua Mayoritas Senat AS Mitch McConnell telah menyatakan dukungan untuk proposal Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin senilai $916 miliar dan menekankan perlunya untuk melakukan "segala hal yang kita bisa" guna membantu perekonomian. Namun, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi mendukung rencana alternatif senilai $908 miliar, yang masih disusun oleh sekelompok anggota parlemen bipartisan.

Sedangkan Bank Sentral Eropa (ECB) menerapkan putaran lain dari stimulus moneter dengan total senilai EUR500 miliar ($605,19 miliar). ECB akan melanjutkan stimulus pembelian obligasi yang ada sebesar EUR500 miliar euro menjadi EUR1,85 triliun dan akan memperpanjang program dukungannya hingga setidaknya Maret 2022 dari tanggal akhir paling awal saat ini di pertengahan 2021, katanya setelah pertemuan kebijakan pada hari Kamis.

Federal Reserve juga mengadakan rapat kebijakan pada hari Kamis.

Inggris dan Uni Eropa juga bekerja keras untuk mencapai kesepakatan perdagangan Brexit menjelang tenggat waktu pada hari Minggu yang ditetapkan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS hampir menyetujui vaksin covid-19 pada hari Kamis. Panel penasihat luar melakukan voting dengan hasil 17-4 untuk mendukung penggunaan darurat BNT162b2, vaksin COVID-19 yang dikembangkan bersama Pfizer (NYSE:PFE) dan BioNTech SE (F:22UAy ).

FDA diharapkan akan mengesahkan penggunaan darurat vaksin dalam beberapa hari ke depan. Distribusi dan penyuntikan vaksin di AS kemungkinan akan segera dimulai setelah izin keluar - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com