Selasa, 23 Februari 2021

PT Rifan Financindo - Harga Emas Spot Melayang Dekat Level Tertinggi Sepekan

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas melayang di dekat level tertinggi satu minggu pada hari Selasa setelah naik 1,5% di sesi sebelumnya. Dipicu imbal hasil Treasury Amerika Serikat (AS) turun, mengangkat daya tarik emas batangan.

Melansir Reuters pukul 8.22 WIB, harga emas spot naik 0,1% menjadi US$ 1.809.57 per ons troi pada 0057 GMT, setelah mencapai level tertinggi sejak 16 Februari di US$ 1.812,31 pada hari Senin. Sementara, harga emas berjangka AS naik 0,1% menjadi US$ 1.809,30. 

Dolar mencapai posisi terendah multi-tahun pada hari Senin terhadap pound Inggris dan dolar Australia karena para pedagang fokus pada janji vaksinasi virus corona dan prospek pertumbuhan ekonomi.

Tolok ukur imbal hasil Treasury AS turun dari puncak satu tahun pada hari Senin. Hasil yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan.

Presiden AS Joe Biden pada hari Senin meluncurkan perubahan pada program bantuan virus corona AS bagi usaha kecil untuk mencoba menjangkau perusahaan yang lebih kecil dan milik minoritas. 

Kemajuan RUU bantuan Covid-19 sebesar US$ 1,9 triliun yang diusulkan menambah kekhawatiran tentang tekanan inflasi. Emas sering dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Bank Sentral Eropa "memantau dengan cermat" kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah baru-baru ini, Gubernur ECB Christine Lagarde mengatakan pada hari Senin, tanda paling jelas bahwa pembuat kebijakan menjadi tidak nyaman dengan lonjakan biaya pinjaman baru-baru ini.

Bitcoin jatuh pada hari Senin setelah melonjak ke rekor tertinggi terbaru sehari sebelumnya karena aksi jual ekuitas global mengekang selera risiko.

AS pada hari Senin mencatatkan sejarah yang mengejutkan yaitu 500.000 kematian akibat Covid-19. Investor sekarang menunggu pidato Gubernur Federal Reserve AS Jerome Powell tentang Laporan Moneter Setengah tahunan di hadapan Kongres pada hari Selasa.

Di tempat lain, harga perak turun 0,4% menjadi US$ 28,04 per ouns troi. Platinum merosot 0,4% menjadi US$ 1.267.46 dan paladium naik 0,3% menjadi US$ 2.401,52 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : kontan.co.id

Senin, 22 Februari 2021

PT Rifan - Harga Emas Berjangka Naik berkat Pelemahan Dolar AS

 

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas berjangka naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), merangkak naik untuk hari kedua berturut-turut setelah jatuh empat hari beruntun didorong pelemahan dolar AS, namun kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS menahan keuntungan lebih lanjut logam kuning.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, terangkat USD2,4 atau 0,14% menjadi ditutup pada USD1.777,40 per ounce. Sehari sebelumnya, emas berjangka naik USD2,2 atau 0,12% menjadi USD1.775,00. 

Penurunan dolar AS kemungkinan telah mendorong emas lebih tinggi," kata Kepala Strategi Komoditas di TD Securities Bart Melek dilansir dari Antara, Sabtu. Dia menambahkan langkah tersebut juga bisa bersifat teknis.

Dolar turun 0,3% terhadap sekeranjang mata uang utamanya dan tampaknya akan membukukan kerugian mingguan kedua berturut-turut. 

masalah (untuk emas) tetap pada imbal hasil, dan kami terus melihat suku bunga di seluruh kurva bergerak lebih tinggi," tambah Melek.

Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10 tahun AS naik mendekati level tertinggi satu tahun sebelumnya. Sementara emas dipandang sebagai lindung nilai inflasi, ekspektasi inflasi yang lebih tinggi telah mendorong imbal hasil, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. 

Emas masih mendapatkan keuntungan dari kebijakan moneter yang longgar dan suku bunga riil yang rendah tahun ini, kata para analis. Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan pada Kamis bahwa tanda-tanda perbaikan ekonomi AS baru-baru ini bukanlah alasan untuk mengurangi rencana paket bantuan pandemi USD1,9 triliun telah mendukung emas dalam dua hari terakhir.

Emas menemukan dukungan tambahan ketika IHS Markit melaporkan bahwa indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur AS berada di 58,5 pada Februari, lebih rendah dari angka 59,2 pada Januari.

National Association of Realtors melaporkan bahwa penjualan rumah yang ada atau existing home meningkat 0,6% menjadi 6,69 juta unit pada Januari, memberikan tekanan tertentu pada emas.

Logam lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 17,6 sen atau 0,65% menjadi ditutup pada USD27,254 per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik USD18,4 atau 1,44% menjadi menetap di USD1.293,10 per ounce - PT RIFAN

Sumber : okezone.com

Jumat, 19 Februari 2021

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Ditutup Menguat Usai Dolar AS Dan Yield US Treasury Koreksi Tipis

 

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas berhasil rebound dari level terendah dalam 2,5 bulan karena dolar Amerika Serikat (AS) dan yield US Treasury yang melemah. Namun, penguatan emas dianggap sementara karena optimisme atas pemulihan ekonomi membuat komoditas logam mulia ini rentan terhadap koreksi lebih lanjut. Kamis (18/2), harga emas spot ditutup naik 0,7% menjadi US$ 1.788,16 per ons troi, setelah menyentuh level terendah sejak 30 November di US$ 1.768,60

Serupa, harga emas berjangka kontrak pengiriman April 2021 naik 0,6% menjadi US$ 1.783,20 per ons troi. 

"Sedikit penurunan dolar AS telah menawarkan beberapa kelonggaran untuk emas," kata analis pasar FXTM Han Tan.

"Wajar jika emas akan beristirahat, setelah membukukan kerugian lima hari berturut-turut." 

Pelemahan the greenback mendukung daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya. Mengingat, dengan koreksi dolar AS, emas menjadi lebih murah bagi mata uang lainnya. 

Tolok ukur imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun melemah usai mencapai tertinggi sejak akhir Februari 2020 pada hari Rabu. Ini mengurangi biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Harga emas juga mendapat dukungan setelah Federal Reserve menegaskan kembali janjinya untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol sampai inflasi dan lapangan kerja meningkat.

Namun, emas mengalami kesulitan mencoba memenangkan hati investor sebagai aset lindung nilai inflasi, dengan aset lain lebih disukai, tambah Tan. 

Optimisme atas pemulihan ekonomi didukung oleh data penjualan ritel AS yang kuat pada hari Rabu - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : kontan.com

 

Rabu, 17 Februari 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Turun Karena Naiknya Minat Terhadap Resiko

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas berjangka diperdagangkan turun secara solid pada awal perdagangan sesi AS hari Senin, dengan pasar saham AS kembali mengalami rally dan minat para trader dan investor sangat kuat, sementara dollar AS berbalik menguat. Harga perak diperdagangkan stabil.

Emas berjangka kontrak bulan April turun $29.20 ke $1,794.10 per ons. Sementara harga perak Comex bulan Maret naik $0.007 ke $27.33 per ons.

Pasar saham global kebanyakan menguat dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik ke rekor ketinggian yang baru dalam perdagangan sesi New York. Pasar AS ditutup pada hari Senin karena liburan President’s Day. Pasar Cina masih libur untuk tahun baru Imlek.

Terus turunnya tingkat infeksi dari Covid – 19 ditengah usaha vaksinasi yang terus dipercepat, dan kemungkinan keluarnya stimulus fiskal AS yang besar pada musim Semi, menaikkan minat para trader dan investor terhadap resiko.

Dorongan yang datang dari stimulus fiskal AS ini menggembirakan pasar secara keseluruhan dan menaikkan prospek akan pertumbuhan yang lebih cepat dan dikeluarkannya hutang yang lebih besar. Hal ini telah mengakibatkan aksi jual terhadap obligasi AS dan mendorong naik yield obligasi AS, serta permintaan terhadap dollar AS, yang menambah tekanan terhadap harga emas.

“Support” terdekat menunggu di $1,784.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,771.30 dan kemudian $1,705.00. “Resistance” terdekat menunggu di $1,824.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,829.28 dan kemudian $1,838.51 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews.com

Selasa, 16 Februari 2021

PT Rifan Financindo - Bursa Asia Melaju Positif Ditengah Antusiasme Vaksin Covid 19

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bursa saham di Asia Pasifik bergerak naik pada Selasa pagi di tengah optimisme yang berkembang selama peluncuran vaksin COVID-19, Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,84% di 30.637,00 pukul 11.09 WIB menurut data Investing.com dan KOSPI Korea Selatan naik 0,27% ke 3.155,59.

Di Australia, ASX 200 naik 0,52% ke 6.904,90, Indeks Hang Seng Hong Kong melonjak 1,87% ke 30.738,26 pukul 11.14 WIB.

Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menguat 0,25% di 6.285,82 pukul 11.23 WIB menjelang penutupan sesi I hari ini.

Pasar China ditutup libur dan pasar AS juga tutup libur semalam. Inggris memimpin kenaikan saham-saham di Eropa pada sesi sebelumnya, masih lanjut menguat setelah mencatatkan sejarah vaksinasi 15 juta warganya melawan COVID-19 pada 14 Februari.

Indeks FTSE 100 ditutup melonjak 2,52% di 6.756,11 pada perdagangan Senin setempat.

Saham global akan mencatat kenaikan untuk sesi kedua belas berturut-turut, dengan kurva imbal hasil Treasury menguji level tertajamnya selama lebih dari lima tahun. Spekulasi investor terhadap membaiknya pertumbuhan ekonomi dan inflasi rendah semakin meningkat, berkat pengeluaran pemerintah yang berkelanjutan dan peluncuran vaksin COVID-19 global.

Beberapa investor masih memberikan catatan hati-hati di tengah semua optimisme tersebut.

Imbal hasil masih jauh menyebabkan kerusakan pada pertumbuhan atau prospek pasar ekuitas ... pendapatan tumbuh, dan tema sekuler mendorong keuntungan. Namun, berpuas diri itu bisa berbahaya,” Kepala Manajer Investasi investasi inti Axa (PA:AXAF) Chris Iggo mengingatkan dalam catatan.

Investor lain juga sangat merekomendasikan untuk mengawasi imbal hasil obligasi, jika imbal hasil obligasi AS terus naik, itu bisa mulai mengganggu ketenangan saham," kata kepala strategi Sumitomo Mitsui DS Asset Management Masahiro Ichikawa kepada Reuters.

Di sisi bank sentral, Reserve Bank of Australia (RBA) merilis risalah dari pertemuan Februari. Risalah tersebut menunjukkan bahwa RBA yakin bahwa mengangkat inflasi ke tingkat yang lebih nyaman akan membutuhkan kebijakan pengetatan yang signifikan dan berkelanjutan di pasar tenaga kerja, tugas berat yang diperkirakan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dicapai. RBA juga mengakui bahwa pertumbuhan upah terlalu lemah selama bertahun-tahun sebelum COVID-19 memberlakukan batasannya sendiri terhadap pembayaran.

Federal Reserve AS juga akan merilis risalah dari pertemuan Federal Open Market Committee Januari pada hari Rabu. Angka-angka penjualan ritel juga akan dirilis pada hari yang sama.

Para menteri keuangan Uni Eropa akan bertemu untuk membahas situasi dan prospek ekonomi kawasan saat ini. PDB dan Zentrum für Europäische Wirtschaftsforschung (ZEW) Economic Sentiment index kawasan ini juga akan dirilis.

Sementara itu, harga minyak melonjak ke level tertinggi 13 bulan, lantaran badai salju yang parah di AS yang memicu pembekuan dan peningkatan permintaan listrik, yang pada gilirannya mengancam produksi minyak di negara bagian Texas.

Pukul 11.25 WIB, harga minyak WTI melonjak 1,36% ke $60,28 per barel dan harga minyak Brent naik 0,54% ke $63,64 per barel - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Senin, 15 Februari 2021

PT Rifan - Permintaan Emas Selama Imlek Diwarnai Aksi Wait And See


PT RIFAN BANDUNG - Momentum perayaan Tahun Baru China atau Imlek umumnya mampu menggerek permintaan emas. Sayangnya, sejalan dengan kondisi penyebaran Covid-19 yang masih berlangsung tahun ini, Business Manager Indosukses Futures Suluh Adil Wicaksono memandang perayaan tahun ini dilakukan dalam suasana wait and see. "Imlek di Indonesia tahun ini masih dirayakan dalam suasana wait and see bagi sebagian investor untuk menentukan investasinya

Di samping itu, Suluh menilai secara umum permintaan emas di Tanah Air jelang hari raya termasuk Idul Fitri cenderung meningkat, seiring kenaikan daya beli.  Dengan begitu, momentum imlek diharapkan mampu mendorong harga emas Tanah Air naik, dimana permintaan emas cukup sensitif terhadap pergerakan harga.   

Namun, Suluh juga mengingatkan bahwa faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas bukanlah permintaan, melainkan pergerakan harga emas spot.  Dimana, untuk prospek pergerakan harga emas spot ke depan diprediksi masih akan mengalami kenaikan seiring dengan permintaan emas berjangka. 

"Emas spot diperkirakan bakal bertahan di atas level US$ 1.810 per ons troy, dimana pergerakan di bawah itu akan memicu aksi beli," ungkapnya. 

Untuk itu, Suluh merekomendasikan untuk wait and see bagi investor yang mengincar emas di pasar fisik. Sedangkan untuk pelaku pasar spot, sudah bisa mulai masuk beli untuk positioning. 

Adapun untuk emas fisik, dia memperkirakan pergerakan harga tahun ini akan berada di rentang Rp 900.000 per gram, dengan level resistance di level Rp 970.000 per gram. 

Adapun sentimen yang menjadi perhatian untuk pergerakan harga emas ke depan masih terkait pada pergerakan dollar AS dan perkembangan paket stimulus dari Amerika Serikat (AS) senilai US$ 1,9 triliun. 

Prediksinya, untuk indeks dollar AS tidak lama lagi bakal mengalami rebound dari level rendahnya. "Fluktuasi dollar AS, ditentukan kebijakan Bank Sentral AS (The Fed) beberapa bulan ke depan, dollar AS masih potensi naik," tandasnya - PT RIFAN

Sumber : kontan.com

Kamis, 11 Februari 2021

Rifan Financindo - Harga Emas Turun Tipis Pasca Rilis Data Inflasi AS Mengecewakan


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun tipis pada Kamis petang setelah rilis data inflasi AS yang lemah dan dolar AS pun stagnan.

Harga emas berjangka turun tipis 0,02% di $1.842,25 per troy ons pukul 14.19 WIB dan XAU/USD berkurang sedikit 0,04% di $1.842,17 menurut data Investing.com.

Adapun indeks dolar AS turun tipis 0,03% di 90,338 pukul 14.26 WIB.

Data yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan kenaikan moderat harga konsumen AS bulan Januari. Harga gasolin yang lebih tinggi dipengaruhi oleh tarif penerbangan yang lebih rendah karena COVID-19 terus berdampak bagi industri penerbangan, yang akhirnya menurunkan ekspektasi akan akselerasi inflasi yang berkelanjutan pada tahun 2021.

Indeks Harga Konsumen (CPI) inti tumbuh sebesar 1,4% setahun, di bawah perkiraan pertumbuhan 1,5% yang disiapkan oleh Investing.com dan 1,6% di bulan Desember. CPI inti flat sebulan, dibandingkan dengan perkiraan pertumbuhan 0,2% dan pertumbuhan 0,1% yang tercatat di bulan Desember.

CPI tumbuh sebesar 0,3% sebulan di bulan Januari, dibandingkan dengan pertumbuhan 0,2% di bulan Desember, dan tumbuh 1,4% setahun, di bawah perkiraan pertumbuhan 1,5% tetapi di atas pertumbuhan 1,3% di bulan Desember.

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell juga memperingatkan bahwa pasar kerja AS masih "jauh dari pemulihan penuh" dan menyerukan upaya nasional yang luas untuk membuat warga Amerika kembali bekerja pasca-COVID-19, dalam pidatonya pada hari Rabu.

Sementara itu, sumber pemerintah pada hari Rabu mengatakan bahwa impor emas India pada Januari naik 72% dari tahun 2020. Koreksi harga dari rekor tertinggi menarik pembeli ritel dan perhiasan, melanjutkan tren pertumbuhan.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) stagnan di level Rp945.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.23 WIB - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com