Senin, 08 Maret 2021

PT Rifan - Harga Emas Turun, Simak Rekomendasi Analis


PT RIFAN BANDUNG - Pada awal tahun 2021, beberapa aset investasi mengalami pergolakan, seperti aset investasi Obligasi Negara, emas spot dan emas Antam yang mengalami penurunan. Sedangkan, pada aset investasi saham, Obligasi Korporasi, dan nilai tukar dolar AS mengalami peningkatan. 

Emas saat ini menjadi sorotan utama, dikarenakan selisih harga beli dan harga jual yang semakin melebar. Harga buyback oleh Logam Mulia pada Minggu, mencapai Rp785.000 per gram, dan harga jual Rp 923.000 per gram. Dengan demikian, selisihnya adalah Rp 138.000 per gram. 

Menurut Nanang Wahyudin dari Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, ini diakibatkan oleh tingkat volatilitas pasar semakin besar, ataupun berkurangnya likuiditas di pasar.

"Jadi dengan kondisi yang terjadi saat ini, volatilitas cukup besar reaksi pasar juga cukup besar, yang mengakibatkan spread ataupun jarak semakin jauh," ujar Nanang kepada Kontan. 

Harga emas antam saat ini adalah cerminan dari harga emas spot, merujuk Bloomberg harga emas spot mengalami penurunan sebesar 8,6% sejak akhir tahun. 

Selanjutnya, pada aset investasi Obligasi Negara (Indobex Government Bond) mengalami penurunan sebesar 2,16% pada dua bulan awal tahun ini. Sedangkan, pada Obligasi Korporasi (indobex Corporate Bond) bergerak positif, yakni 0.62%. 

Selain itu, investasi saham saat ini sedang mengalami kenaikan yang cukup besar dan diprediksi akan terus berlangsung. 

Menurut Analis Central Capital Futures, Wahyu Laksono, aset saham ini mengikuti tren global, di mana komoditas, crypto, dan yields sedang mengalami kenaikan. "IHSG wajar ikutan saham global naik," kata Wahyu.

Pada investasi aset mata uang, merujuk Bloomberg pada 26 Februari, USD/IDR naik sebesar 1,32%, kenaikan ini bersamaan dengan beberapa valas (valuta asing) lainnya seperti GBP/IDR naik 3,48%, AUD/IDR naik 3,10%, dan EUR/IDR naik 0,15%.

Menurut Nanang saat ini adalah saat yang tepat dalam investasi emas, karena harga yang terbilang rendah. "Emas saat ini menjadi momentum untuk dimiliki ketika terjadi penurunan lebih dari 200 dolar khususnya untuk spot emas untuk melakukan buyback. Begitu juga dengan emas antam yang dapat dijadikan koleksi investasi," kata Nanang.

Ia juga memprediksi harga emas spot akan kembali menapaki area 1900, bahkan 2000 di akhir tahun ini - PT RIFAN

Sumber : kontan.co.id

Jumat, 05 Maret 2021

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Turun Ke Bawah $1,700 Setelah Pidato Powell

 

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas berjangka turun menembus $1,700.00 ke sekitar $1,694.00 pada perdagangan pagi hari sesi Asia. Yields Treasury AS 10 tahun naik setelah pidato dari Powell yang mendorong turun harga emas sebanyak 1% dalam sehari.

Pasar saham global kebanyakan turun dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah turun pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Para trader dan investor berjaga – jaga memperhatikan yields obligasi pemerintah AS, yang umumnya naik belakangan ini, dan yang membuat pasar saham sekali lagi menjadi goyah pada akhir minggu ini. Yields Treasury AS 10 tahun saat ini hampir mencapai 1.5%.

Pasar menantikan pidato dari Powell dan mengharapkan Powell akan berbicara mengenai naiknya yields obligasi pemerintah AS dan prospek mengenai inflasi. Selain itu pasar juga sedang menunggu laporan NFP AS bulan Februari yang diperkirakan akan menambah pekerjaan sebanyak 210.000 posisi.

Di dalam pidatonya, Powell mengatakan lonjakan imbal hasil baru-baru ini telah  menarik perhatian  mereka dan  prihatin dengan kondisi pasar yang tidak teratur atau pengetatan yang terus-menerus dalam kondisi keuangan yang mengancam pencapaian tujuan Fed.

Namun kepala Fed tersebut mengatakan perkiraannya tentang kenaikan inflasi hanya sementara, dikarenakan   ada banyak alasan untuk menutupi  sebelum pertumbuhan harga mencapai tingkat yang berkelanjutan di atas target 2 persen Fed. The Fed juga  mengisyaratkan bahwa suku bunga akan tetap pada level mendekati nol sampai inflasi berada di jalur yang melebihi 2 persen untuk beberapa waktu.

“Support” terdekat menunggu di $1,684.32 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,671.11 dan kemudian $1,638.43. “Resistance” terdekat menunggu di $1,717.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,736.47 dan kemudian $1,757.40 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews.com

 

Kamis, 04 Maret 2021

Rifan Financindo - Harga Emas Merosot Lagi, Ada Apa?


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas jatuh pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi), berbalik melemah dari kenaikan sehari sebelumnya. Harga emas kembali berada di bawah tingkat psikologis 1.725 dolar AS dan penutupan terendah sejak 8 Juni 2020, karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan greenback yang lebih kuat memukul daya tarik logam mulia.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, terpangkas 17,8 dolar AS atau 1,03 persen menjadi ditutup pada 1.715,80 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (2/3/2021), emas berjangka terangkat 10,6 dolar AS atau 0,62 persen menjadi 1.733,60 dolar AS per ounce.

Emas berjangka merosot 5,8 dolar AS atau 0,34 persen menjadi 1.723,00 dolar AS pada Senin (1/3/2021), setelah anjlok 46,60 dolar AS atau 2,62 persen menjadi 1.728,80 dolar AS pada Jumat (26/2/2021), dan terperosok 22,5 dolar AS atau 1,25 persen menjadi 1.775,4 dolar AS pada Kamis (25/2/2021).

"Ketika suku bunga riil terus naik, itu menantang emas. Pasar-pasar suku bunga juga menambah tekanan pada penilaian untuk semua kelas aset, dan sebagai akibatnya, emas menjadi korban," kata ahli strategi komoditas TD Securities, Daniel Ghali.

Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun merayap kembali ke tertinggi satu tahun yang dicapai minggu lalu, sementara dolar juga menguat.

Harapan pemulihan ekonomi cepat dipicu oleh peluncuran vaksin COVID-19 yang cepat juga mendorong arus keluar dari aset-aset aman atau safe-haven seperti emas dari portofolio investor.

Kemajuan pada rancangan undang-undang stimulus AS 1,9 triliun dolar AS telah menawarkan sedikit jeda, ketika imbal hasil yang lebih tinggi telah mengancam daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi dengan meningkatkan peluang kerugian memegang emas.

"Prospek emas benar-benar terkait dengan apakah kita telah mencapai titik pivot (poros) itu di Federal Reserve AS dalam hal apakah mereka akan mengatasi curamnya kurva imbal hasil. Tapi kami masih dalam proses awal, sehingga memiliki implikasi negatif jangka pendek pada emas," kata Ghali. 

Pejabat Fed telah menegaskan kembali bahwa suku bunga AS akan tetap rendah tetapi mengutip kenaikan suku bunga riil baru-baru ini sebagai tanda meningkatnya optimisme tentang pemulihan ekonomi.

"Kami mengantisipasi tantangan baru-baru ini meningkat lagi ke paruh kedua tahun ini, terutama ketika stimulus AS yang lebih besar meningkatkan prospek kenaikan suku bunga Fed lebih awal dari yang direncanakan," tulis analis UBS dalam sebuah catatan.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 49,2 sen atau 1,83 persen menjadi ditutup pada 26,387 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April anjlok 32,6 dolar AS atau 2,68 persen menjadi menetap di 1.181,80 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber :  okezone.com

Selasa, 02 Maret 2021

PT Rifan Financindo - Dolar AS Makin Perkasa, Harga Emas Dunia Kian Pudar

 

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia terkoreksi 1 persen karena penguatan dolar AS dan meningkatnya risk appetite di antara investor membayangi dukungan dari penurunan imbal hasil obligasi AS.

Harga emas di pasar spot turun 0,6 persen menjadi 1.723,30 dolar AS per ounce dan emas berjangka Amerika Serikat ditutup melemah 0,3 persen menjadi 1.723 dolar AS per ounce.

Indeks Dolar (Indeks DXY) melesat ke level tertinggi tiga pekan, sementara optimisme atas stimulus ekonomi dan update yang menjanjikan pada vaksin Covid-19 mengangkat sentimen risiko di pasar keuangan yang lebih luas.

DPR Amerika menyetujui RUU bantuan virus corona senilai 1,9 triliun dolar AS yang diusulkan Presiden Joe Biden, Sabtu pagi, mengirimkannya ke Senat untuk dipertimbangkan.

Meski emas mungkin didukung oleh stimulus tersebut dalam jangka menengah, bullion akan menghadapi sejumlah rintangan," kata analis StoneX, Rhona O'Connell.

Kendati emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi, baru-baru ini, mengancam status tersebut karena itu diterjemahkan sebagai opportunity cost yang lebih tinggi untuk memegang logam kuning, yang tidak memberikan bunga.

Menawarkan beberapa kelonggaran untuk emas, yield US Treasury 10-tahun turun dari level tertinggi satu tahun.

Di sisi teknis, level psikologis 1.700 dolar AS sangat signifikan, sedangkan kisaran 1.760-1.765 dolar AS merupakan rintangan penting bagi emas untuk naik lebih lanjut, kata Stephen Innes, Kepala Strategi Pasar Global di perusahaan jasa keuangan Axi.

Logam mulia lainnya, perak melemah 0,5 persen menjadi 26,50 dolar AS per ounce, paladium melambung 1,6 persen menjadi 2.354,40 dolar AS per ounce dan platinum stabil di 1.188,30 dolar AS per ounce - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : suara.com

Jumat, 26 Februari 2021

Rifan Financindo Berjangka - Emas Kembali Turun Karena Naiknya Kembali Yields AS

 

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas turun lagi pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis kemarin. Naiknya yields obligasi pemerintah AS ke 1.45% paling tidak merupakan faktor bearish jangka pendek bagi pasar emas. Perak memiliki cerita yang lain, perak masih berada pada tren naik secara jangka pendek dengan pergerakan naik yang lebih tangguh belakangan ini.

Emas berjangka bulan April turun $19 ke $1,779.00 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Maret naik $0.096 ke $27.97 per ons.

Pasar saham global kebanyakan naik dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah bervariasi pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Diskusi di pasar pada saat ini berpusat pada prospek inflasi global, dengan kebanyakan trader menganggap inflasi sedang mengalami kenaikan.

Yield obligasi pemerintah AS terus mengalami kenaikan. Pasar saham telah mencatat akan kenaikan yields obligasi pemerintah ini, dan sedikit kuatir. Banyak pasar komoditas berjangka seperti gandum, minyak mentah dan komoditi soft lainnya mengalami kenaikan harga yang menyentuh ketinggian beberapa bulan dan bahkan ada yang beberapa tahun.

Sementara outlook Powell yang konservatif yang mengatakan bahwa kemajuan ekonomi yang substansial masih memerlukan waktu. Komentar Powell yang dovish mengatakan bahwa ekonomi tetap masih jauh dari mencapai target inflasi dan employment. Hal ini menenangkan pasar saham sehingga indeks saham mengalami kenaikan dan rebound dari level terendah pada awal minggu.

Support terdekat menunggu di $1,771.30 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,759.00 dan kemudian $1,745.51. “Resistance” terdekat menunggu di $1,800.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,810.00 dan kemudian $1,820.37 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews.com

Kamis, 25 Februari 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Bos The Fed Nyentil Soal Inflasi, Harga Emas Malah Turun

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Baru sebentar harga emas mencicipi level US$ 1.800/troy ons. Kini rasanya si logam kuning mau dibanting lagi. Harga emas di pasar spot mulai tampak melandai. 

Pada perdagangan Kamis pagi, harga bullion turun 0,14% ke US$ 1.801,86/troy ons. Harga emas terus turun. Rekor tertingginya pun selalu lebih rendah dari rekor-rekor sebelumnya. 

Pemicu utama turunnya harga emas belakangan ini adalah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Dalam waktu singkat imbal hasil naik secara pesat. Per Desember tahun lalu imbal hasil masih di bawah 1%. Kini sudah menyentuh 1,3%. 

Kenaikan imbal hasil ini turut menekan harga emas yang termasuk aset non-produktif mengingat tak memberikan imbal hasil apapun. Emas tidak seperti saham yang memberikan dividen maupun obligasi yang memberikan kupon. 

Keuntungan dari seorang investor dalam memegang emas hanya dari pergerakan harganya saja di pasar. Oleh karena itu minat investor terhadap emas sangat ditentukan oleh biaya peluangnya (opportunity cost). 

Saat imbal hasil surat utang yang tergolong aman seperti US Treasury naik maka opportunity cost memegang emas ikut naik. Di situlah emas menjadi kurang menarik dan dilego investor. Harganya pun turun. 

Secara historis emas juga dijadikan sebagai mata uang. Pasokan emas yang cenderung stabil dibanding mata uang fiat yang bisa dicetak kapanpun dan berapapun jumlah oleh bank sentral membuatnya lebih cocok digunakan sebagai aset untuk lindung nilai dari inflasi. 

The Fed yang masih menerapkan kebijakan 'cetak duit' dikhawatirkan bakal memicu terjadinya inflasi yang tinggi. Likuiditas di AS yang berlimpah dan pembukaan kembali aktivitas ekonomi dikhawatirkan bakal menimbulkan inflasi tinggi. 

Sebagai informasi jumlah uang beredar (M2) di AS per Desember 2020 mencapai US$ 19 triliun. Nilainya naik 25% (yoy) dari tahun sebelumnya yang hanya US$ 15 triliun. Namun bos The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa inflasi masih rendah. 

yang merupakan sasaran target bank sentral. Dua hari ini Powell memang dijadwalkan untuk memberikan testimoni di hadapan Komite Perbankan Senat AS. 

Dalam forum tersebut ada beberapa anggota Senat yang menyoroti kebijakan The Fed dalam memompa likuiditas. Salah satunya adalah Warren Davidson yang mempertanyakan kenaikan pasokan uang akan memicu devaluasi dolar AS serta memicu inflasi yang tinggi. 

Powell pun menjawab bahwa seiring dengan berjalannya waktu, korelasi antara jumlah uang beredar (M2) dengan inflasi sangatlah rendah. Ketika M2 tumbuh 25% (yoy), inflasi masih berada di 1,4% (yoy).

Inflasi akan meningkat ketika pasokan uang semakin banyak tapi untuk jangka panjang dan tak akan berubah dalam satu malam. Kurang lebih begitulah yang dikatakan oleh Powell.

Ketakutan inflasi yang tinggi pun mendapat sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah anggota Kongres dari Partai Republik. "Baik itu GameStop, Bitcoin, real estat, komoditas, kami melihat harga aset yang cukup tinggi dan tanda-tanda inflasi," kata Senator Republik Pat Toomey.

Powell pun merespons bahwa untuk saat ini fokus utama adalah mengembalikan ekonomi di jalurnya. Untuk sampai ke sana uluran tangan bank sentral masih diperlukan. Apalagi saat ini kondisi pemulihan ekonomi juga tidak terjadi secara merata.

Kendati laju vaksinasi di AS tembus 1,5 juta orang per hari dan kasus Covid-19 turun, banyak masyarakat yang masih menderita. Ada 10 juta pekerjaan yang hilang saat krisis kesehatan tersebut membuat kebijakan karantina wilayah diterapkan termasuk di AS.

Wajar sebenarnya jika Powell membawa-bawa isu ketenagakerjaan karena The Fed diberi dua mandat utama (dual mandate) yaitu memaksimalkan serapan tenaga kerja dan menjaga stabilitas harga.

Mengingat inflasi masih rendah dan di bawah target bank sentral dan risk appetite investor tetap tinggi, harga emas pun tertekan. Emas harus mengalami perubahan nasib dari yang tadinya primadona sekarang justru ditinggalkan - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnbcindonesia.com

Rabu, 24 Februari 2021

Rifan Financindo - Emas Tergerus 2,5 Dolar, Investor Pertimbangkan Kesaksian Ketua Fed

 
RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas turun tipis pada akhir perdagangan yang berfluktuasi Selasa (Rabu pagi WIB), berbalik melemah dari kenaikan tiga hari berturut-turut, setelah dolar pulih dari penurunannya segera setelah komentar Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell, yang mengatakan pemulihan ekonomi "tidak merata dan jauh dari selesai."

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, tergerus 2,5 dolar AS atau 0,14 persen menjadi ditutup pada 1.805,90 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Senin (22/2/2021), emas berjangka melonjak 31 dolar AS atau 1,74 persen menjadi 1.808,40 dolar AS per ounce.

Emas berjangka menguat 2,4 dolar AS atau 0,14 persen menjadi 1.777,40 dolar AS pada Jumat , setelah naik 2,2 dolar AS atau 0,12 persen menjadi 1.775,00 dolar AS pada Kamis , dan terpuruk 26,2 dolar AS atau 1,46 persen menjadi 1.772,80 dolar AS pada Rabu 


Ketua Federal Reserve AS bersaksi di depan Kongres AS pada Selasa (23/2/2021), mengatakan ada tanda-tanda bahwa ekonomi AS membaik tetapi masih jauh dari kesehatan penuh, dan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi tidak mungkin memicu perubahan kebijakan sampai ekonomi pulih.

Powell mengatakan pihaknya akan membutuhkan "beberapa waktu" sebelum Fed mempertimbangkan perubahan kebijakan yang diadopsi untuk membantu ekonomi kembali ke lapangan kerja penuh dan dia "tidak memperkirakan inflasi naik ke tingkat yang mengganggu."

"Ada sedikit volatilitas di sekitar penampilan Powell di Senat tetapi dia belum benar-benar mengatakan apa pun yang mungkin membahayakan situasi yang ada," kata analis OANDA, Craig Erlam.

"Terlepas dari volatilitas, kami belum melihat pergerakan arah yang signifikan dalam imbal hasil atau dolar, itulah mengapa emas hanya sedikit lebih rendah, cerminan dolar menjadi sedikit lebih tinggi."

Indeks dolar merangkak kembali naik 0,2 persen, sedikit menjauh dari dekat level terendah enam minggu, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Tetapi emas mungkin tidak berbalik arah untuk mendapatkan keuntungan secara substansial "sampai kita mendapatkan lonjakan nyata dalam ekspektasi inflasi atau Fed berbicara tentang pengendalian kurva imbal hasil," kata analis IG Market, Kyle Rodda.

Kenaikan imbal hasil (obligasi) telah menantang daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi, karena meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Emas berada di bawah tekanan tambahan saat Conference Board yang berbasis di AS melaporkan indeks kepercayaan konsumen naik menjadi 91,3 pada Februari dari 88,9 pada Januari.

Emas melonjak 1,7 persen pada Senin ketika prospek meningkatnya inflasi memicu kekhawatiran valuasi ekuitas dan mendorong investor menuju logam safe-haven.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 39,7 sen atau 1,41 persen menjadi ditutup pada 27,688 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April anjlok 42,6 dolar AS atau 3,32 persen menjadi menetap di 1.239,70 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : imcnews.com