PT RIFAN BANDUNG - Emas sedang bertengger dengan nyaman di atas $1,700 per ons. Apakah
bisa naik kembali ke $1,900? Para analis tetap positip namun mengatakan
bahwa metal berharga memerlukan katalisator yang baru untuk bisa naik
sampai ke level tertingi yang lama.
Melewati banyak event pada minggu lalu, emas berhasil bertahan diatas
$1,720 per ons. Metal berharga ini bahkan berusaha menembus level resistance
kunci di $1,750 pada hari Kamis. Dan walaupun gagal naik lebih tinggi
lagi, emas berjangka Comex bulan Juni diperdagangkan di $1,733.90 naik
0.38% pada hari itu.
Faktor – faktor yang secara normal bisa membebani harga emas, seperti
naiknya pasar saham, dan menguatnya dollar AS, kelihatannya tidak lagi
menekan harga emas begitu dahsyat pada saat sekarang ini.
Pola pergerakan harga seperti ini bisa menjadi tanda bahwa ini
wakunya untuk mulai membeli emas. Minggu ini, kemungkinan harga emas
bisa naik lebih tinggi lagi.
Emas ditarik oleh dua outlook yang berbeda. Dari pandangan risk-on jangka pendek, di dasarkan kepada vaksinasi dan pemulihan ekonomi. Dari pandangan risk-off jangka Panjang yang diisi dengan ketidakpastian dan Federal Reserve yang akomodatif.
Tidak mengherankan apabila belum berhasil menembus keatas. Dolar AS
masih terus kuat. Dan masih akan tetap kuat dalam jangka pendek dengan
Eropa sedang menutup aktifitasnya setelah gagal dalam distribusi vaksin.
Arus dana kemungkinan masih bergerak menuju AS. Namun, secara jangka
panjang, ada ketidakpastian. Bisa jadi pada akhir tahun 2021 emas
berhasil menembus $1,900 karena adanya inflasi dan tidak adanya tindakan
dari Federal Reserve untuk mengatasi infasi. Selain itu akan ada lebih
banyak hutang dan belanja infrastruktur lebih banyak lagi.
Namun, emas tidak mungkin naik lebih tinggi sampai ada katalisator
baru. Emas kelihatannya sudah nyaman pada level harga sekarang.
Permintaan fisik emas memberikan rintangan terhadap turunnya harga emas,
namun tidak ada katalisator makro yang bisa menggerakkan harga emas
naik.
Salah satu katalisator yang bisa menggerakkan harga emas naik lebih
tinggi adalah emas berhasil menembus pengaruh dari yields treasury AS 10
tahun. Belakangan ini, emas telah tertarik turun apabila yields
treasury AS naik. Namun, hubungan terbalik ini bisa saja ditembus yang
akan bisa membantu harga emas untuk naik menembus batasan yang selama
ini telah merintangi kenaikan harga emas lebih tinggi lagi.
Saat ini sekalipun yields naik sedikit, emas tetap bertahan dengan
baik. Ini adalah tanda yang positip. Jika emas bisa berdeviasi, lepas
dari yields pada saat pengumuman paket infrastruktur nantinya, ini
adalah hal yang baik bagi emas. Ketika inflasi datang, itulah waktunya
membeli emas.
Dengan lebih banyak uang dicetak dan lebih banyak kebijakan yang
akomodatif, inflasi akan masuk dan level harga emas yang terendah pada
bulan Februari bisa jadi menjadi harga dasar bagi emas. Semakin lama
harga emas bergerak sideways, semakin berpotensi untuk bergerak naik.
Katalisator yang lainnya bisa dollar AS akhirnya kehilangan tenaga
untuk naik lebih lanjut. Dengan berjalannya waktu, dollar AS bisa
berbalik turun dan dengan yields riil tetap negatip, maka harga emas
kemungkinan akan memperoleh daya tariknya lagi.
Selain itu, masih ada banyak resiko yang bisa menyala tiba – tiba
yang mempengaruhi minat terhadap resiko dari investor, dari tanda –
tanda bangkitnya kembali kasus Covid – 19 secara global, sampai kepada
ketegangan AS – Cina, ditengah kemungkinan berubahnya kebijakan moneter
the Fed, pasar yang saat ini relatif tenang bisa berubah dengan resiko –
resiko tersebut.
“Support” terdekat menunggu di $1,726.40 yang apabila berhasil
dilewati akan lanjut ke $1,702.15 dan kemudian $1,673.30. “Resistance”
terdekat menunggu di $1,747.00 yang apabila berhasil dilewati akan
lanjut ke $1,754.20 dan kemudian $1,775.00 - PT RIFAN
Sumber : vibiznews.com