RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pasar saham berjangka di
melemah pada Rabu petang seiring kembali menguatnya imbal hasil
obligasi acuan AS dan juga kekhawatiran atas Covid-19 tetap ada.
Pada pukul 14.45 WIB, turun 0,10% ke 15.247,5 menurut data Investing.com, di turun tipis 0,02% di 6.847,0, sementara di Prancis melemah 0,88% di 6.130,5. Dari Indonesia, (IHSG) kian melonjak 1,98% di 6.044,74 pukul 14.50 WIB.
Wall Street sebagian besar berakhir lebih tinggi pada Selasa. membukukan rekor penutupan lainnya, dan pasar saham Asia mayoritas mengikutinya.
Pukul 14.39 WIB, imbal hasil obligasi acuan AS tenor kembali naik 0,57% di 1,632.
naik sebesar 0,6% di bulan Maret, kenaikan terbesar sejak Agustus 2012,
tetapi pasar tampaknya memposisikan untuk angka yang lebih tinggi
karena meningkatnya vaksinasi dan stimulus fiskal melepas permintaan
yang terpendam.
Angka CPI ini tidak mungkin mengubah pandangan Ketua
Federal Reserve Jerome Powell bahwa inflasi yang lebih tinggi dalam
beberapa bulan mendatang akan bersifat sementara, dan dengan demikian
kebijakan moneter bank sentral masih tetap sangat longgar, untuk
keuntungan pasar saham global.
Ada juga muncul berita lain yang menghambat pembukaan kembali perdagangan ekonomi.
Johnson & Johnson (NYSE:)
telah menunda peluncuran vaksin Covid-19 di luar AS setelah badan
kesehatan federal AS merekomendasikan untuk menghentikan penggunaan obat
tersebut akibat kekhawatiran dugaan masalah pembekuan darah.
Ini adalah vaksin kedua, setelah AstraZeneca, yang
mengalami masalah seperti itu, dan selanjutnya dapat menunda program
vaksinasi Uni Eropa, yang pada gilirannya dapat menunda kembalinya
normalitas ekonomi. Jerman, yang masih memvaksinasi kurang dari 25%
populasinya, memperpanjang tindakan pengunciannya tiga minggu lagi pada
hari Senin.
Di sektor korporat, saham-saham barang mewah akan menjadi fokus setelah Christian Dior (PA:) dan LVMH (PA:) keduanya melaporkan awal yang kuat di tahun ini setelah penutupan Senin.
Perusahaan pemetaan Belanda TomTom (AS:)
mengatakan kerugian bersih untuk kuartal pertama menyusut signifikan,
tetapi sebagian besar perhatian akan tertuju pada awal musim laporan
laba rugi di Wall Street di mana perusahaan raksasa perbankan JPMorgan
Chase (NYSE:), Goldman Sachs (NYSE:) dan Wells Fargo (NYSE:) bakal melaporkannya sebelum bel perdagangan.
Saham-saham perbankan telah meningkat tajam sepanjang tahun
ini, dan analis mengharapkan hasil investasi perbankan yang kuat untuk
menambah keuntungan ini.
Harga minyak terus naik pada Rabu petang setelah data
industri menunjukkan persediaan minyak AS turun lebih besar dari yang
diharapkan pekan lalu, tanda meningkatnya permintaan di negara konsumen
minyak terbesar di dunia itu.
Stok minyak mentah AS turun 3,6 juta barel dalam pekan terakhir 9 April, menurut data dari , dibandingkan dengan perkiraan penurunan sekitar 2,2 juta barel yang disiapkan oleh Investing.com.
Data persediaan resmi dari akan dirilis pada Rabu nanti.
Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menaikkan
perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia tahun ini pada hari
Selasa. Lembaga mengharapkan pandemi mereda karena program vaksinasi
meningkat dan dengan demikian pembatasan perjalanan akan dikurangi.
Harga minyak terus naik 1,23% di $60,92 per barel dan harga minyak naik 1,15% di $64,40 per barel pukul 14.57 WIB, Adapun, harga turun 0,13% di $1.745,40 per troy ons dan naik 0,12% ke 1,1960 - RIFAN FINANCINDO
Sumber : investing.com