Senin, 10 Mei 2021

PT Rifan Berjangka - Emas Berusaha Menembus $1,850 Menuju $1,900

 

PT RIFAN BERJANGKA BANDUNG - Minggu lalu telah direkomendasikan bahwa harga emas bisa naik tembus $1,800 dan bisa lanjut mengarah ke $1,900. Dan ternyata pergerakan naik harga emas berhasil menembus $1,800 namun pergerakan naiknya terhenti di $1,831.

Minggu ini harga emas sedang berusaha untuk membukukan keuntungan mingguan terbesar sejak awal tahun menembus $1,850 dan tidak tertutup kemungkinan mencapai $1,900, dengan adanya ketakutan akan inflasi dan melemahnya dollar AS.

Minggu lalu, harga emas sempat naik lebih dari $70 pada minggu lalu, dan diperdagangkan di atas $1,840 per ons. Kekuatan naik harga emas ini, datang setelah lebih dari dua bulan terkonsolidasi di bawah $1,800.

Faktor terakhir yang mendorong naik harga emas pada akhir minggu lalu adalah turunnya data employment AS yang jauh lebih daripada yang diperkirakan. Angka NFP hanya menunjukkan penciptaan pekerjaan sebanyak 266.000 di bulan April. Sementara consensus pasar memperkirakan sebanyak 1 juta pekerjaan. Kekecewaan bertambah dengan angka bulan lalu, bulan Maret direvisi turun dari 916.000 menjadi 770.000.

Apa yang terjadi adalah kekecewaan yang signifikan. Ekonomi sedang beranjak pulih, namun kecepatan pulihnya dari sisi employment tidak sekuat seperti yang diharapkan. Kesulitannya kelihatannya ada pada perekrutan karyawan, yang memaksa majikan untuk menaikkan upah. Kelihatannya AS akan menghadapi isu unemployment untuk sementara waktu.

Akibatnya, tingkat bunga riil turun, dollar AS juga turun dan harga emas terdorong naik.

Meningkatnya ekspektasi akan inflasi juga mempercepat pergerakan naik dari emas pada minggu lalu. Dalam kompleks perdagangan komoditi keseluruhan, emas belum bergerak naik pada beberapa bulan terakhir dibandingkan dengan komoditi lain yang ada di sektornya. Sekarang harga emas mulai menembus batas resistance kunci dengan para “bargain hunter” mulai masuk. Ada orang-orang yang membeli komoditi untuk jangka panjang karena keprihatinan akan inflasi - PT RIFAN BERJANGKA

Sumber : vibiznews.com

Jumat, 07 Mei 2021

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik 1,7% Tembus Level USD1.800/Ounce

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) atau menjadi kenaikan untuk hari kedua berturut-turut. Harga emas naik karena melemahnya dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS sehingga mengangkat permintaan logam safe-haven.

Sementara itu, investor tengah menunggu data penggajian non-pertanian AS untuk April yang akan dirilis akhir pekan ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange melonjak USD31,4 atau 1,76% menjadi USD1.815,70 per ounce atau kembali di atas level psikologis USD1.800. 

Sehari sebelumnya, Rabu , emas berjangka terkerek USD8,3 atau 0,47% menjadi USD1.784,30 per ounce, setelah anjlok USD15,8 atau 0,88% menjadi USD1.776 pada Selasa, dan melonjak USD24,1 atau 1,36% menjadi USD1.791,80 pada Senin.

"Federal Reserve AS terus mendorong kembali (emas) ke sini, itu bagus untuk emas, itu menjaga imbal hasil lebih rendah. Saya pikir ini pada akhirnya akan menyebabkan melemahnya dolar AS

Pengujian level USD1.800 lebih cepat daripada yang diperkirakan, cara pasar ini bergerak menuju sikap Fed yang sangat dovish," sambungnnya.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang menjadi acuan, tergelincir di bawah 1,6% dan mendekati level terendah satu minggu pada Selasa, mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tanpa suku bunga. 

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, merosot 0,1% bergerak lebih jauh dari level tertinggi hampir dua minggu pada Rabu.

Fokus sekarang bergeser ke laporan pekerjaan bulanan AS pada Jumat waktu setempat, yang diperkirakan menunjukkan data gaji non-pertanian meningkat sebesar 978.000 pada bulan lalu.

Sementara itu, logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 95,5 sen atau 3,6% menjadi USD27,477 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik USD28,8 atau 2,34% menjadi USD1.257,6 per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : okezone.com

 

 

Rabu, 05 Mei 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Optimisme Fed, Harga Emas Lanjut Turun Seiring Penguatan Dolar AS

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas lanjut turun pada Selasa petang, setelah mencapai level tertinggi lebih dari dua bulan selama sesi sebelumnya seiring menguatnya dolar AS dan investor mencerna komentar optimis dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengenai ekonomi.

Harga emas berjangka makin turun 0,42% ke $1.784,35 per troy ons pukul 13.24 WIB. Adapun indeks dolar AS terus menguat 0,27% di 91,170.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) melonjak Rp9.000 dari Rp921.000 pada Senin menjadi Rp930.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.19 WIB.

Powell mengatakan pada Senin kemarin bahwa ekonomi AS secara bertahap pulih dari COVID-19, tetapi mengingatkan ekonomi "belum keluar dari masalah." Ia juga mencatat orang tua yang kurang berpendidikan dan bekerja menderita dampak yang tidak proporsional selama COVID-19.

Seputar bank sentral, Bank of Canada (BOC) dapat mulai menaikkan suku bunga sebelum Fed, yang telah memberi dorongan dolar Kanada, tetapi siklus pengetatan sebelumnya menunjukkan dorongan ini kemungkinan tidak akan bertahan lama.

Investor juga menunggu keputusan kebijakan bank sentral lainnya. Bank of England dan Norges Bank akan memberikan keputusan kebijakan masing-masing pada hari Kamis. Sedangkan Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunganya stabil di 0,10% saat mengumumkan keputusan rapatnya hari ini

AS juga merilis Institute of Supply Management (ISM) Manufacturing Purchasing Managers Index yang lebih rendah dari perkiraan pada hari Senin, yang menunjukkan angka 60,7 untuk April. Kekurangan input terhadap permintaan yang terpendam karena tingkat vaksinasi COVID-19 mengalami peningkatan dan langkah-langkah stimulus AS lebih lanjut diusulkan, menyebabkan penurunan indeks yang mengejutkan.

Data lain yang akan dirilis minggu ini yaitu neraca perdagangan AS dan laporan ketenagakerjaan AS bulan April, termasuk gaji pekerja non pertanian.

Di Asia, indeks harga konsumen Korea Selatan tumbuh sebesar 2,3%, mendekati level tertinggi empat tahun, untuk periode tahun ke tahun di bulan April berkat dasar yang rendah di tahun 2020 bersamaan dengan kenaikan harga minyak dan pertanian.

Pada logam mulia lainnya, perak turun 0,37% ke 26,860 dan platinum naik tipis 0,02% di 1.235,10, sementara palladium turun tipis 0,03% ke 2.976,00 pukul 13.26 WIB - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Senin, 03 Mei 2021

PT Rifan - Harga Emas Terkoreksi Pada Awal Perdagangan Senin

 

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas terkoreksi pada perdagangan Senin (3/5) pagi. Pukul 07.15 WIB, harga emas untuk pengiriman Juni 2021 di Commodity Exchange ada di US$ 1.767,30 per ons troi, turun 0,02% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 1.767,70 per ons troi.

Koreksi hargaemas dipicu oleh penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil US Treasury. Selain itu, data ekonomi AS yang optimistis juga turut meredupkan harga emas. 

data ekonomi AS yang dirilis pekan lalu menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS rebound pada kuartal I karena stimulus fiskal mendorong belanja konsumen.  

Rangkaian data ekonomi AS yang kuat secara berturut-turut membebani emas," kata Stephen Innes, managing partner SPI Asset Management seperti dikutip Reuters.

Imbal hasil US Treasury 10 tahun naik mednekati level tertinggi dalam lebih dua pekan meningkatkan biaya emas batangan - PT RIFAN

Sumber :  kontan.com

 

Jumat, 30 April 2021

Rifan Financindo Berjangka - Emas Turun Lagi 5,6 Dolar Tertekan Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

 

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas jatuh lagi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang penurunan untuk hari ketiga berturut-turut, tertekan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat di tengah sejumlah data ekonomi positif.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman pada bulan Juni di Divisi Comex New York Exchange, terpangkas 5,6 dolar AS atau 0,32 persen menjadi ditutup pada 1.768,30 dolar AS per ounce.

Emas berjangka juga merosot 4,9 dolar AS atau 0,28 persen menjadi 1.773,90 dolar AS, setelah turun tipis 1,3 dolar AS atau 0,07 persen menjadi 1.778,80 dolar A pada hari Selasa (27/4), dan naik tipis 2,3 dolar AS atau 0,13 persen menjadi 1.780,10 dolar AS pada hari Senin (26/4).

"Meningkatnya imbal hasil obligasi dan meningkatnya minat terhadap aset-aset berisiko merusak aset safe-haven logam mulia," kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Ia melanjutkan, "Kami masih berada dalam tren kenaikan harga jangka pendek di grafik harian. Namun, tren kenaikan harga tersebut sekarang berada dalam bahaya .... Jika harga tidak dapat menembus di atas 1.800 dolar AS, katakanlah dalam minggu depan atau lebih, maka harga mungkin akan bergerak menyamping menjadi lebih rendah."

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun naik ke tertinggi lebih dari dua minggu selama sesi tentang proposal Presiden AS Joe Biden sebesar triliunan dolar dalam pengeluaran baru dan data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS mengalami percepatan pada kuartal pertama.

Imbal hasil yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Data ekonomi yang kuat yang dirilis pada hari Kamis (29/4) juga meredam emas. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa produk domestik bruto (PDB) melonjak 6,4 persen pada kuartal pertama tahun ini secara tahunan, angka terbaik sejak kuartal ketiga 2003.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa 553.000 orang mengajukan klaim pengangguran awal pada pekan yang berakhir 24 April, turun dari 566.000 klaim pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, Federal Reserve akan mengikuti kebijakan moneter yang dovish dengan tetap berpegang pada strategi membantu ekonomi AS dengan suku bunga sangat rendah, kata Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Rabu (28/4).

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman pada bulan Juli turun 3,3 sen atau 0,13 persen menjadi ditutup pada 26,085 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 14,6 dolar AS atau 1,2 persen menjadi ditutup pada 1.197,6 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : antaranews.com

Rabu, 28 April 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Tidak Bergerak Jelang FOMC

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas nyaris tidak berubah dari posisi semula pada awal perdagangan sesi AS hari Selasa. Postur tehnikal yang bullish secara jangka pendek terus membatasi minat jual di metal berharga. Indeks dollar AS yang sempat melemah juga merupakan elemen bullish bagi emas.  Emas berjangka kontrak bulan Juni naik $0.70 ke $1,780.60 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei naik $0.081 ke $26.29 per ons.

Pasar saham global kebanyakan melemah dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah bervariasi ketika perdagangan sesi New York dimulai.

Event ekonomi utama pada minggu ini adalah pertemuan Federal Reserve’s Open Market Committee (FOMC) yang akan dimulai pada Selasa pagi dan berakhir pada Rabu sore dengan sebuah pernyataan dan konferensi pers dari kepala the Fed Powell. Sementara diperkirakan tidak ada perubahan dalam kebijakan moneter, pasar akan mengamati dengan ketat outlook inflasi dari the Fed  dan setiap komentar mengenai kebijakan moneter.

Jika the Fed menahan diri untuk tidak memberikan indikasi mengenai pergerakan yang akan datang, investor akan fokus kepada dua mandate dari the Fed yaitu employment dan inflasi. Dalam hal employment, Powell pasti akan menekankan pentingnya memperhatikan 8,4 juta orang Amerika yang belum mendapatkan pekerjaan sehingga perlu diberikan lebih banyak dukungan moneter. Namun bagaimana halnya dengan penurunan tajam di dalam klaim pengangguran? Optimisme mengenai employment akan bisa mendorong naik dollar AS.

Dilemma yang sama dihadapi oleh the Fed dalam hal inflasi. Menurut publikasi terakhir, Consumer Price Index memang tetap rendah, mendukung sikap the Fed yang mengatakan kenaikan yields AS bersifat transitory. Namun, kekurangan supply dan keputusan Procter & Gamble untuk menaikkan harga bisa mendorong naik inflasi. Setiap kenaikan harga bisa mendorong naik dollar AS.

Berbicara mengenai inflasi, mari kita lihat harga komoditi di dunia. Harga jagung berjangka mencetak ketinggian yang hampir delapan tahun, harga kacang kedele juga naik mendekati ketinggian delapan tahun juga, demikian juga dengan harga gandum. Sementara tembaga berjangka naik ke 10 tahun tertinggi, kopi berjangka menyentuh ketinggian empat tahun, harga kayu juga mencetak rekor tertingginya dan masih banyak lagi.

Support terdekat menunggu di $1,768.20 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,763.50 dan kemudian $1,737.73. “Resistance” terdekat menunggu di $1,791.40 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,800.00 dan kemudian $1,809.40 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews.com

Selasa, 27 April 2021

PT Rifan Financindo - Dolar AS & Kripto Bangkit Lagi, Harga Emas Babak Belur


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia mulai berangsur turun. Sinyal kebangkitan dolar AS dan aset digital cryptocurrency berupa Bitcoin menjadi salah satu pemicu pelemahan si logam kuning. 

Kini naik hampir 2% dan mendekati US$ 54.000/BTC., imbal hasil nominal surat utang AS juga merangkak naik. Terakhir yield bergerak menguat ke 1,575%. Kombinasi kebangkitan dolar AS, Bitcoin dan yield obligasi AS patut diwaspadai karena membuat opportunity cost memegang aset tak berimbal hasil seperti emas menjadi naik. 

Selagi emas masih belum mampu menembus level psikologis US$ 1.800/troy ons, maka peluang penurunan harga masih terbuka lebar.

Popularitas Bitcoin memang membuat emas redup. Selama ini banyak yang berspekulasi bahwa Bitcoin merupakan emas digital dan bisa dijadikan sarana lindung nilai (hedging) saat ada ekspektasi inflasi yang tinggi.

Di saat-saat seperti sekarang ini ketika bank sentral dunia memompa likuiditas lebih dari US$ 12 triliun ke sistem keuangan, banyak yang khawatir inflasi tinggi bakal terjadi. Pasokan uang yang tumbuh dengan pesat bisa memantik terjadinya kenaikan harga.

Hanya saja kali ini investor kurang melirik emas. Aset berupa cryptocurrency lah yang diburu. Terjadi outflow di aset emas sementara Bitcoin kebanjiran inflow. Itulah yang terjadi tahun lalu.

Minggu ini sentimen terhadap emas juga terpecah. Survei yang dilakukan oleh Kitco menunjukkan pandangan analis Wall Street cenderung terbelah sementara pandangan investor ritel tetap kompak.

Sebanyak 17 analis berpartisipasi dalam survei emas Kitco News. Sebanyak 41% dari responden memperkirakan harga emas akan bullish. Namun sebanyak itu juga responden bersikap netral terhadap logam kuning. Di saat yang sama, tiga analis atau 18% memperkirakan harga emas bakal melemah minggu ini.

Sementara itu, total 850 suara diberikan dalam jajak pendapat terhadap investor ritel di Main Street secara online. Dari jumlah tersebut, 575 responden atau 68% memperkirakan emas bakal naik minggu ini. Sebanyak 154 lainnya atau 28%, mengatakan harga emas bakal lebih rendah, sedangkan 121 pemilih atau 14% netral - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia.com