Rabu, 13 Oktober 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Bergerak Ogah-ogahan

 


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia naik tipis pada perdagangan pagi hari ini. Well, memang sulit berharap harga emas bisa naik tinggi.

Harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.760,25/troy ons. Naik tipis hampir flat 0,02% dari hari sebelumnya.

Gerak harga emas memang agak ogah-ogahan. Dalam seminggu terakhir, harga sang logam mulia terkoreksi 0,13% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga turun 2,44%.

Tren koreksi sepertinya masih akan membayangi harga emas. Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan target harga emas hari ini ada di US$ 1.748-1.743/troy ons. Harga emas akan mencoba menguji level resistance di kisaran US$ 1.768-1.776/troy ons.

"Harga emas sudah stabil di sekitar titik support US$ 1.748/troy ons. Kini saatnya menguji level resistance," sebut Wang dalam risetnya.

Namun jika harga emas malah turun ke titik support, lanjut Wang, maka ada risiko 'longsor' ke arah US$ 1.724/troy ons.

Saat ini, tambah Wang, kunci bagi harga emas adalah bisa menyentuh US$ 1.773/troy ons. Apabila gagal menyentuh titik ini, maka ada kemungkinan harga akan turun menuju US$ 1.739/troy ons, terlihat dari pola shooting star yang terbentuk pada 8 Oktober 2021 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : 

 

Selasa, 12 Oktober 2021

PT Rifan Financindo - Emas, Investasi Menjanjikan Buat Ibu - Ibu Naik Kelas


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Membicarakan instrumen investasi, tentu banyak sekali macamnya. Namun, apabila dicermati lebih spesifik, tentang pilihan investasi yang tepat dipilih di masa pandemi seperti sekarang, maka emas menjadi salah satu jawaban terbaiknya.

Emas dikenal sebagai instrumen investasi yang cocok sekaligus paling sederhana untuk mengoptimalkan nilai uang dan menghindari inflasi.

Berdasarkan kondisi yang terjadi di lapangan menjelaskan tentang keuntungan berinvestasi emas menjadikan emas sebagai safe haven, atau tempat yang aman untuk berinvestasi, terutama untuk berinvestasi  jangka panjang untuk meminimalkan risiko di tengah ketidakpastian yang terjadi. Baca Juga: Betah! Harga Emas Antam Hari Ini Masih Dibanderol Rp914.000 Per Gram!

Kemudian bila berbicara sisi keuntungan investasi emas bagi kaum Hawa dan Kalangan Milenial tidak bisa dipandang sebelah mata. Terlebih sejak pandemi berlangsung, harga emas juga meningkat cukup tajam. Investasi emas di masa pandemi masih relevan dan sangat bisa diandalkan. Dan besarnya potensi tersebut, tentu menjadi sebuah pilihan bagi kaum Ibu dan Kalangan Milenial.

Menurut pengusaha dan juga ustaz, Yusuf Mansur, mengajak ibu-ibu dan juga remaja putri untuk naik kelas dalam hal perekonomian bisa dilakukan dengan cara melakukan investasi emas atau logam mulia.

“Saya berharap ibu-ibu dan remaja putri tidak hanya menjadi konsumen dengan rajin membeli emas, tapi juga bisa melakukan investasi dengan menjual emas, menjadi distributor emas, bahkan memiliki saham perusahaan emas dengan mempelajari terlebih dahulu rekam jejak dan memperhatikan fundamental perusahaan,” kata Ustaz Yusuf Mansur saat dihubungi media di Jakarta (10/10/2021).

Menurut Ustaz Yusuf Mansur yang menggagas pendirian PPPA Daarul Qur'an bahwa emas menjadi bisnis yang akan bertahan atau sustain dalam jangka panjang.

”Saya mengikuti perkembangan dan terlihat bahwa apapun yang terjadi di negeri ini, emas tetap bertahan,” ungkapnya. Baca Juga: Lumayan! Harga Emas Antam Bangkit per Kamis, 7 Oktober 2021

Untuk memberi dukungan pada kaum ibu-ibu dan milenial untuk ‘naik kelas’, PPPA Daarul Qur’an akan menghadirkan logam mulia yang menyentuh ekosistem pesantren  di bawah binaannya ini. PPPA Daarul Qur’an menggandeng Lotus Archi, anak perusahaan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang juga memiliki pertambangan emas di Sulawesi Utara.

Secara terpisah, CEO Lotus Archi, Rudy Suhendra mengatakan bahwa salah satu programnya adalah untuk mengedukasi masyarakat termasuk generasi muda untuk berinvestasi sejak dini. “Emas bisa menjadi salah satu pilihan investasi yang aman dan menjanjikan,” kata dia.

Rudy menjelaskan bahwa Lotus Archi (emas Merah Putih) hadir bagi masyarakat dengan memberikan logam mulia produk Indonesia dengan kualitas standar Internasional, harga kompetitif dan pilihan model yang beragam - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Senin, 11 Oktober 2021

PT Rifan - Harga Emas Mengapa Tidak Naik Saat NFP Buruk?

 


PT RIFAN BANDUNG - Harga emas sempat turun ke kerendahan selama 6 minggu di $1,721 karena naik tingginya yields AS, namun berhasil naik kembali ke $1,753 pada awal minggu. Mengakhiri minggu ini, harga emas bertahan di $1,757 dengan melemahnya dollar AS dan munculnya laporan NFP AS yang mengecewakan.

Dengan emas tidak berhasil mengalami rally meskipun muncul laporan employment AS bulan September yang mengecewakan, harga emas kelihatannya cenderung turun.

Laporan pekerjaan AS bulan September mengejutkan dengan penurunan ke 194.000 posisi dibandingkan dengan yang diperkirakan sebesar 500.000. Ini adalah kekeliruan  perkiraan yang besar mempertimbangkan bahwa kepala Federal Reserve Jerome Powell memerlukan laporan yang sangat baik untuk memulai “tapering” secepatnya pada bulan November.

Angka pekerjaan yang keluar meleset jauh daripada yang diperkirakan. Namun berita buruk adalah kabar baik bagi emas. Itu karena pasar percaya bahwa the Fed tidak bisa bersikap agresif pada bulan depan dengan melakukan “tapering” atau menaikkan tingkat bunga.

Sebagai respon terhadap laporan employment yang baru saja keluar, emas melompat $20 ke ketinggian harian di $1,781. Namun, emas berakhir dengan kehilangan semua keuntungannya, kembali ke $1,757 karena yields treasury AS mulai naik.

Sebagaimana yang telah terjadi selama bulan-bulan yang lalu, harga emas sangat sensitif terhadap data ekonomi AS. Dua area yang merebut permintaan safe-haven dari emas adalah pasar obligasi dan krypto.

Dengan data ekonomi bertambah buruk, bisa terjadi pergerakan di dalam sentimen emas. Namun emas perlu menemukan permintaan dari para pembeli baru sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang selama ini berpindah ke dollar AS dan bitcoin.

Data ekonomi kelihatannya berada pada trending turun. Inflasi masih akan agak tinggi. Semua ini akan positip bagi emas. Terutama karena kelihatan inflasi juga diluar AS, kelihatannya kereta tidak akan berhenti bergerak walaupun Powell berkata bahwa kenaikan harga bersifat sementara.

Pertanyaan yang kritikal bagi emas adalah apakah kepala Fed Jerome Powell akan melanjutkan melakukan tapering pada bulan November. Beberapa minggu lalu, Powell menyatakan bahwa tes bagi “tapering” sudah semua digenapi. Namun apakah kasusnya masih sama?

Kelihatannya tidak mungkin “tapering” bisa dilakukan pada bulan Nopember, dengan angka pekerjaan AS yang muncul mengecewakan. Mereka juga tidak bisa menaikkan tingkat bunga segera seperti yang mereka inginkan apabila data ekonomi yang keluar buruk. Jika the Fed tidak dapat menepati batas waktunya dan terpaksa untuk melanjutkan mendukung pasar lebih lama daripada yang diperkirakan. Hal ini menunjukkan ekonomi tidak kuat dan akan menggerakkan permintaan safe-haven terhadap emas.

Resiko bagi emas disini adalah the Fed memilih mengikuti jadwal waktu “tapering” untuk alasan transparansi.

Emas bisa terus bergerak “sideways”. Bahkan pada saat data employment meleset banyak, yields masih tetap naik. Pasar treasury memberitahukan kita bahwa the Fed akan melekat kepada jadwal waktunya. The Fed kuatir mengenai transparansi. Jadi apabila mereka telah memberikan indikasi maka mereka cenderung akan melakukannya.

Emas kelihatannya akan gagal menciptakan momentum bullish kecuali bisa ditutup di atas ketinggian pada hari Jumat di $1,781 per ons. Jika pasar emas bisa ditutup di atas $1,781 atau lebih tinggi, emas akan cenderung menjadi bullish, sehingga bisa bergerak naik menuju $1,800 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews.com

Jumat, 01 Oktober 2021

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Terus Dibayangi Yield Obligasi AS Tetap Di Atas 1,5%


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik pada Kamis pagi di Asia, setelah jatuh ke level terendah tujuh minggu selama sesi sebelumnya, tetapi kenaikan imbal hasil Treasury AS terus memberikan tekanan.

Harga emas berjangka naik 0,54% ke $1.732,25/oz pukul 11.58 WIB menurut data Investing.com, memulihkan sebagian kerugiannya pada hari Rabu ketika jatuh ke $1.720,49, level terendah sejak 9 Agustus. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun bertahan di atas 1,5%, level yang tidak terlihat sejak akhir Juni 2021.

"Emas berkonsolidasi sebelum mungkin mengalami penurunan besar lainnya," kata ahli strategi mata uang DailyFX Ilya Spivak kepada Reuters, menunjuk pada langkah Fed menuju pengurangan aset dan siklus kenaikan suku bunga yang lebih cepat daripada yang diperkirakan pasar pada awalnya.

“Meskipun ada banyak risiko yang dapat membantu emas bergerak lebih tinggi, seperti data ekonomi yang lebih lemah atau krisis utang Evergrande yang berpotensi meluas ke ekonomi lain, ini kemungkinan tidak memberikan dukungan yang tahan lama.”

Penembusan di bawah $1.700 dapat melihat emas menguji level $1.675 hingga $1.680, kata Spivak.

Kepala bank sentral termasuk Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell dan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde, bersama Gubernur Bank of England dan Bank of Japan Andrew Bailey dan Haruhiko Kuroda, berbicara dalam forum ECB pada hari Rabu. Meski memantau inflasi, mereka optimistis fenomena tersebut hanya bersifat sementara.

Di Asia Pasifik, Cina merilis data sebelumnya yang menunjukkan indeks manajer pembelian manufaktur (PMI) bulan September lebih rendah dari perkiraan 49,6. Namun, PMI non manufaktur dan PMI manufaktur Caixin masing-masing berada di 53,2 dan 50 yang lebih baik dari perkiraan.

Di logam mulia lainnya, perak naik 0,31% di 21,552, platinum naik 0,67% di 956,25 dan paladium terus naik 1,14% di 1.863,00 pukul 12.01 WIB - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Senin, 27 September 2021

PT Rifan - Emas Akankah Menembus Ke Bawah $1,700

 


PT RIFAN BANDUNG - Harga emas bertahan di 1.1750 dengan kembalinya keengganan terhadap resiko di pasar pada akhir minggu ini, terbuka peluang naik bagi harga emas namun peluang naik ini ter-offset oleh kenaikan harga dollar AS yang naik bersamaan dengan naiknya yields treasury.

Pasar emas kemungkinan akan menghadapi test yang riil pada minggu ini, apakah bisa bertahan di atas level $1,700 per ons, Level ini adalah kritikal bagi metal berharga, yang  sepanjang tahun 2021 sebagian besar berada di atas level $1,700 per ons

Bahkan pada saat ketakutan akan kasus Evergrande Cina menguasai pasar, emas gagal bergerak berkelanjutan di atas level $1,750 per ons.

Dan dengan naiknya yields treasury AS dan menguatnya dollar AS setelah pengumuman Federal Reserve yang hawkish, metal berharga emas bisa terancam mengetes level $1,700.

Level $1,700 ini berhasil bertahan di sepanjang tahun ini, kecuali pernah dalam sekejab turun ke arah $1,680 beberapa kali namun berhasil pulih kembali dengan cepat.

Emas selalu berhasil menemukan pembeli di bawah level ini. Namun apakah hal ini akan bisa berlangsung terus? Sementara para investor sekarang sedang bersiap-siap untuk the Fed mulai melakukan “tapering” di bulan November dan diselesaikan pada tahun depan.

Pola perdagangan emas sekarang ini adalah mula-mula emas mengalami rally karena adanya event yang mengandung resiko yang baru, namun kemudian menyerah melepaskan keuntungannya ketika ketegangan mereda.

Minggu ini, fokus akan bergerak ke debat mengenai batas atas hutang, dengan Treasury Secretary AS Janet Yellen dan kepala Federal Reserve terus menekankan daruratnya hal ini. Selain itu hal yang akan diperhatikan juga adalah kemajuan di sekitar paket infrastruktur.

Setiap ada rintangan terhadap kedua event ini akan bisa membantu mendorong naik harga emas pada minggu ini.

Sebaliknya, apabila resolusi dengan mudah dapat dicapai terhadap batas atas hutang, penutupan kegiatan pemerintah akan bisa dihindarkan. Dan apabila undang-undang infrastruktur berhasil keluar, saham-saham AS akan mengalami rally kembali ke arah teritori dengan rekor ketinggian, dan emas akan bisa mengalami aksi jual yang lebih signifikan ke bawah $1,700.

Selain itu, sebagian trader sedang mengamati dampak dalam jangka yang lebih Panjang akan bottleneck dari rantai supply. Perusahaan-perusahaan seperti Nike dan FedEx menjerit mengenai tekanan inflasi. Hal ini bisa memicu kenaikan yields dan menjadi titik balik dimana emas akan mulai berlaku sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Sampai emas mulai berfungsi kembali sebagai lindung nilai terhadap kenaikan harga, emas akan tetap rentan jatuh.

Apalagi dengan Powell memberikan konfirmasi akan memulai “tapering” pada bulan November, ini membuat emas beresiko turun.

$1,700 akan menjadi level support emas berikutnya, yang bisa mengalami testing setiap saat, khususnya apabila muncul laporan data ekonomi yang kuat pada minggu ini. Sementara $1,800 akan tetap menjadi level resistance.

Di AS, data ekonomi pada minggu ini dimulai dengan Durable Goods Order untuk bulan Agustus, yang diperkirakan naik 0.6% setelah jatuh 0.1% pada bulan sebelumnya. Indeks PMI manufaktur untuk bulan September akan memberikan gambaran apakah sektor faktori mengatasi kekurangan material dan tenaga kerja dan inflasi harga. AS juga akan mempublikasikan angka GDP kuartal ketiga yang final yang diperkirakan akan dikonfirmasi di 6.6% QoQ.

Support terdekat menunggu di $1,741 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,736 dan kemudian $1,700. “Resistance” terdekat menunggu di $1,755 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,774 dan kemudian $1,800 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews.com

Senin, 20 September 2021

PT Rifan - Harga Emas Jatuh Lagi, Tertekan Penguatan Dolar Dan Fokus Pasar Ke Fed

 

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas melanjutkan penurunannya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut-turut di tengah aksi jual yang tajam karena dolar menguat, dengan semua perhatian investor tertuju pada strategi tapering Federal Reserve (Fed) AS.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, jatuh lagi 5,3 dolar AS atau 0,3 persen, menjadi ditutup pada 1.751,40 dolar AS per ounce. Emas berjangka kehilangan 2,3 persen untuk minggu ini dan ditutup pada level terendah sejak 10 Agustus.

Harga emas berjangka anjlok 38,1 dolar AS atau 2,12 persen menjadi 1.756,70 dolar AS pada Kamis, setelah merosot 12,3 dolar AS atau 0,68 persen menjadi 1.794,8 dolar AS pada Rabu, dan menguat 12,7 dolar AS atau 0,71 persen menjadi 1,807,10 dolar AS pada Selasa.

Kenaikan mengejutkan dalam penjualan ritel AS pada Agustus di awal pekan, menghidupkan kembali ketakutan tapering atau pengurangan pembelian aset lebih awal oleh The Fed, mendorong dolar lebih tinggi dan mendorong penurunan tajam emas pada Kamis.

Pasar sudah percaya bahwa Fed akan mengurangi pembelian obligasi, dan itu akan mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi, kata Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures, Daniel Pavilonis.

Ini bukan pertanda baik untuk emas, kemungkinan besar akan turun kembali,” kata Pavilonis.

Dia menambahkan dolar, bukan emas, diuntungkan dari permintaan safe-haven dari perkembangan di China seputar pengembang properti Evergrande.

Dolar naik ke puncak tiga minggu, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil obligasi pemerintah juga naik.

Emas telah menjadi produk yang membuat frustrasi dan sering berbalik arah,” kata seorang pedagang yang berbasis di New York, menambahkan bahwa emas kemungkinan akan dibatasi dalam kisaran 1.750-80 dolar AS menjelang pertemuan Fed.

Komite penetapan kebijakan The Fed akan bertemu pada Selasa dan Rabu pekan depan.

Pergeseran hawkish yang kuat dapat mendorong reaksi spontan, reaksi penurunan pada emas sekalipun sudah diperhitungkan, kata analis StoneX, Rhona O’Connell.

Melepaskan langkah-langkah dukungan ekonomi tidak hanya meredupkan status emas sebagai tempat berlindung yang aman, tetapi setiap kenaikan suku bunga selanjutnya akan diterjemahkan ke peluang kerugian yang lebih tinggi untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 45,7 sen atau 2,00 persen, menjadi ditutup pada 22,337 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 7,3 dolar, atau 0,79 persen, menjadi ditutup pada 930,6 dolar per ounce - PT RIFAN

Sumber : antaranews.com

 

 

Jumat, 17 September 2021

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Turun Tipis, Pasar Tunggu Sinyal Lanjutan Taper Fed

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas turun tipis pada Kamis pagi di Asia dan investor terus menunggu sinyal kapan Federal Reserve AS akan memulai pengurangan aset.

Harga emas berjangka turun tipis 0,07% ke $1.793,55/oz pukul 10.42 WIB setelah jatuh 0,6% pada hari Rabu, penurunan satu hari terbesar dalam seminggu.

The Fed akan merilis keputusan kebijakan terbarunya minggu depan, yang dapat memberikan petunjuk tentang garis waktu kebijakan penurunan pembelian aset bank sentral.

Di seberang Atlantik, anggota Dewan Eksekutif European Central Bank (ECB) Isabel Schnabel mengatakan pada hari Rabu bahwa suku bunga riil sangat rendah secara global dan investor mungkin terlalu melebih-lebihkan dampak ekonomi dari varian Delta COVID-19.

Beberapa negara di Asia Pasifik merilis data ekonomi, dimulai dari Jepang. Data perdagangan yang dirilis sebelumnya menunjukkan ekspor tumbuh 26,2% tahun ke tahun dan impor tumbuh 44,7% tahun ke tahun pada bulan Agustus. neraca perdagangan mengalami defisit sebesar JPY635,4 miliar ($5,8 miliar).

Australia juga mengumumkan data pekerjaan yang menunjukkan perubahan pekerjaan berkontraksi sebesar 146.300, sedangkan perubahan pekerjaan penuh berkontraksi sebesar 68.000, pada bulan Agustus. Tingkat pengangguran tercatat 4,5%.

Di Selandia Baru, PDB tumbuh sebesar 2,8% kuartal ke kuartal dan 17,4% setahun pada kuartal II.

Kepemilikan SPDR Gold Trust (P:GLD) turun 0,2% menjadi 998,46 ton pada Rabu dari 1.000,21 ton pada Selasa. Kementerian Keuangan Rusia juga mengatakan pada hari Rabu bahwa negara itu memproduksi 135,5 ton emas dalam enam bulan pertama tahun 2021, turun dari 138,1 pada periode yang sama tahun 2020.

Dalam logam mulia lainnya, perak naik 0,32% ke 23,878. Platinum naik 0,245 di 940,95 setelah mencapai level terendah lebih dari sembilan bulan pada hari Rabu dan palladium melonjak naik 1,98% ke 2.030,50 pukul 10.49 WIB.

Dari Indonesia, harga emas Antam turun Rp4.000 dari Rp936.000 pada Rabu menjadi Rp932.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.37 WIB - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com