Rabu, 08 Desember 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Melemah Dengan Berkurangnya Keengganan Terhadap Resiko

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas melemah pada awal perdagangan sesi AS hari Senin. Emas yang safe-haven mengalami tekanan jual dengan sikap para trader dan investor membaik terhadap resiko. Namun kenaikan di harga minyak mentah membatasi penurunan di pasar emas. Emas berjangka kontrak bulan Februari turun $3.30 ke $1,780.50 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Maret turun $0.131 ke $22.35 per ons

Pasar saham global bervariasi menuju melemah dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah bervariasi ketika perdagangan sesi New York dimulai. Keengganan terhadap resiko berkurang di pasar global memulai minggu perdagangan yang baru. Laporan awal mengatakan bahwa varian baru Omicron dari coronavirus kelihatannya lebih lemah daripada Delta, meskipun lebih menular.

Minyak mentah WTI Nymex diperdagangkan naik ke sekitar $68.00 per barel. Indeks dollar AS naik sedikit. Sementara yields treasury AS 10 tahun turun ke 1.388%.

Support” terdekat menunggu di $1,775 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,762 dan kemudian $1,750

Resistance” terdekat menunggu di $1,789 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,800 dan kemudian $1,840 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews.com

 

Selasa, 07 Desember 2021

PT Rifan Financindo - Harga Emas Pantau Dampak Omicron


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG
- Harga emas masih berpotensi menguat karena kasus Covid-19 varian Omicron yang bisa menghambat ekonomi global membuat investor memburu aset aman. Pada perdagangan Selasa pukul 07.53 WIB, harga emas spot naik 0,05 persen menjadi US$1.779,62 per troy ounce. Harga emas Comex kontrak Februari 2022 naik 0,15 persen menuju US$1.782,2 per troy ounce.

Monex Investindo Futures dalam laporannya menyebutkan kemarin harga emas spot berakhir turun US$4,91 ke level US$1.778,31, karena terbebani oleh sentimen menguatnya dolar AS dan membaiknya sentimen permintaan aset berisiko.

Pagi ini, harga emas berpeluang dibeli untuk menguji level resistance US$1.793 karena investor yang terus mengkhawatirkan kasus covid Omicron yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi global," papar Monex dalam publikasi risetnya.

Namun, penurunan harga emas lebih rendah dari level support US$1.777 berpeluang memicu aksi jual terhadap harga emas menguji level support selanjutnya US$1.770. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia US$1.770 - US$1.793 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : bisnis.com

Harga emas masih berpotensi menguat karena kasus Covid-19 varian Omicron yang bisa menghambat ekonomi global membuat investor memburu aset aman. Pada perdagangan Selasa (7/12/2021) pukul 07.53 WIB, harga emas spot naik 0,05 persen menjadi US$1.779,62 per troy ounce. Harga emas Comex kontrak Februari 2022 naik 0,15 persen menuju US$1.782,2 per troy ounce. Monex Investindo Futures dalam laporannya menyebutkan kemarin harga emas spot berakhir turun US$4,91 ke level US$1.778,31, karena terbebani oleh sentimen menguatnya dolar AS dan membaiknya sentimen permintaan aset berisiko.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Harga Emas Hari Ini, Selasa 7 Desember 2021, Pantau Dampak Omicron", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20211207/235/1474640/harga-emas-hari-ini-selasa-7-desember-2021-pantau-dampak-omicron.
Author: Mutiara Nabila
Editor : Hafiyyan

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

Senin, 06 Desember 2021

PT Rifan - Emas Sanggupkah Menembus $1,800?

PT RIFAN BANDUNG  - Harga emas sempat turun ke level terendah dalam setahun di $1,761 pada hari Kamis minggu lalu, namun berhasil pulih kembali ke atas $1,770 dan diperdagangkan disekitar $1,783.00 karena data NFP AS yang muncul sangat mengecewakan dengan penambahan pekerjaan hanya sebanyak 210.000 dibandingkan dengan yang diperkirakan sebanyak 550.000.

Sementara pasar memegang sikap Federal Reserve yang hawkish dan ketakutan akan Omicron, apakah emas bisa mendapatkan daya tarik safe-havennya pada minggu ini? Fokus pasar pada bulan Desember ini adalah pertemuan kebijakan moneter dari Federal Reserve AS.

Setelah melewati minggu yang penuh dengan goncangan terhadap emas dan saham-saham AS, pasar terpukul dengan laporan employment AS bulan November yang muncul bervariasi. Meskipun angka umum mengalami penurunan yang besar, detilnya masih cukup optimistik. Data terakhir menunjukkan bahwa ekonomi AS hanya menambah 210.000 pekerjaan pada bulan lalu dibandingkan dengan yang diperkirakan sebesar 535.000.

Semula angka umum dari NFP AS bulan November menunjukkan penurunan yang besar dibandingkan dengan yang diperkirakan, dan akibatnya harga emas melompat. Namun ketika para analis membaca laporan NFP yang diberikan kepada mereka detil dari laporan cukup positip. Employment terhadap minoritas meningkat dan tingkat partisipan bertambah. Hal ini menunjukkan pemulihan pasar tenaga kerja sedang menuju ke arah yang benar. Secara keseluruhan, laporan ini masih sejalan dengan gol dari the Fed untuk mempercepat tapering.

Minggu ini, laporan inflasi akan menjadi data yang kritikal yang akan menentukan seberapa agresif the Fed akan bertindak.

Kepala Fed Jerome Powell mengatakan kepada Kongres AS pada minggu lalu bahwa bank sentral AS ini sedang mempertimbangkan untuk menyelesaikan tapering beberapa bulan lebih cepat dan menyebutkan inflasi yang problematik yang lebih banyak. Powell juga berhenti untuk memakai frase bahwa inflasi adalah sementara, dengan memberikan catatan bahwa ancaman akan inflasi yang lebih tinggi dan yang persisten semakin meningkat.

Angka inflasi minggu ini bisa membuat the Fed meningkatkan kecepatan tapering sebesar $5 – $10 miliar. Inilah sebabnya banyak trader sedang mengantisipasikan menguatnya dollar AS akan berlangsung lebih lama lagi dan itulah sebabnya harga emas juga mandek di bawah $1,800 per ons.

Harga emas telah naik dan turun karena ketidakpastian yang dibuat oleh the Fed dengan sikapnya yang tiba-tiba menjadi lebih agresif di dalam melakukan tapering. Pasar juga jadi tidak yakin bahwa yang sekarang ini sedang berada pada ekspektasi yang benar. Ada juga pandangan bahwa the Fed salah mengambil keputusan dan komentar Powell untuk mempercepat dalam melakukan tapering bisa jadi sudah menjadi suatu kesalahan. Akibatnya emas berada pada posisi di bawah.

Dari AS, angka inflasi bulan November bisa memperkuat keputusan untuk mempercepat tapering dan membentuk ukuran dari perubahan. The Fed sekarang ini mengurangi pembelian obligasi bulanan sebanyak $15 miliar/bulan. Apakah the Fed akan meningkatkan kecepatan dengan pengurangannya menjadi $20 miliar atau bahkan mungkin $25 miliar? Data dari Consumer Price Index (CPI) bisa membantu the Fed untuk menentukan keputusannya, yang akan mempengaruhi waktu dari kenaikan tingkat bunga.

Diperkirakan akan terjadi penurunan di dalam angka umum dari 6.2% menjadi 5.8% dan di dalam angka inti CPI dari 4.6% menjadi 4.3%.

Angka publikasi lainnya yang perlu mendapatkan perhatian adalah Consumer Sentiment Index dari Universitas Michigan untuk bulan Desember. Setelah tumbang ke 67.4 pada bulan November, diperkirakan akan terjadi pemulihan.

Kasus Omicron kemungkinan akan lebih banyak terjadi di AS, namun yang lebih penting lagi adalah assessment mengenai tingkat resistannya terhadap vaksin dan tingkat kematian yang dapat terjadi. Jika hasil assesement negatip, maka pasar akan terpukul dan dollar AS akan naik dan sebaliknya.

“Support” terdekat menunggu di $1,775 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,761 dan kemudian $1,750

“Resistance” terdekat menunggu di $1,795 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,800 dan kemudian $1,853 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews.com

Kamis, 02 Desember 2021

Rifan Financindo - Dolar Pulih di Tengah Kekhawatiran Virus Omicron yang Menekan Pasar

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Dolar AS pulih dari kerugian pada hari Rabu setelah laporan varian virus corona Omicron menyebar dan harga minyak turun, melukai mata uang komoditas.

Indeks dolar terhadap mata uang utama naik 01% di sore di New York setelah jatuh 0,3% di pagi hari. Greenback naik terhadap dolar Kanada, Australia dan Selandia Baru dan terhadap euro dan pound Inggris.

“Apa yang Anda lihat adalah langkah risk-off klasik di pasar FX dan itu berarti dolar mengungguli mata uang komoditas,” kata Erik Bregar, analis valuta asing independen.

Dolar kalah dari mata uang yen Jepang, yang sering dilihat sebagai tempat yang lebih aman, turun 0,3% menjadi 112,805.

Pergeseran tersebut menggarisbawahi kerapuhan nilai tukar mata uang asing dari jam ke jam karena para pedagang mempertimbangkan apa yang mungkin dilakukan varian Omicron terhadap rencana yang diisyaratkan oleh Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Selasa untuk bergerak lebih cepat untuk menaikkan suku bunga AS.

Varian ini menjadi dominan di Afrika Selatan dan telah muncul di Amerika Serikat.

“Kami mendapatkan klaim yang bertentangan tentang varian baru ini, dan komentar Powell benar-benar membuat pasar berputar,” kata Marc Chandler, kepala strategi pasar di Bannockburn Global Forex.

“Orang-orang masih cukup gugup,” kata Chandler.

Rebound dolar dimulai ketika laporan dari Institute for Supply Management keluar menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur AS meningkat pada November di tengah permintaan yang kuat untuk barang, menjaga inflasi tetap tinggi karena pabrik terus berjuang dengan kekurangan bahan baku terkait pandemi.

Sebuah laporan sebelumnya tentang penggajian swasta AS menyarankan bahwa Jumat akan membawa “laporan pekerjaan yang solid” ketika pemerintah memposting angka penggajian yang lebih komprehensif, kata Chandler.

Data pekerjaan AS hari Jumat adalah hal besar berikutnya,” katanya. Greenback naik hampir 7% tahun ini. November adalah bulan terkuat sejak Juni. Euro kehilangan 0,2% hari ini menjadi $1,1314 pada 15:21 ET (15:07 GMT).

Pound Inggris, sering dianggap sebagai mata uang risk-on, turun kembali 0,2% terhadap dolar setelah naik 0,4%. Pound sedang berjuang untuk pulih setelah mencapai level terendah dalam hampir satu tahun awal pekan ini di tengah kekhawatiran atas efektivitas vaksin terhadap varian Omicron.

Dolar Australia kehilangan 0,4% menjadi $0,7103 dan dolar Selandia Baru kehilangan 0,3% menjadi $0,6805.

Sebelum kemunduran yang disebabkan oleh munculnya Omicron, pendorong utama nilai tukar adalah ekspektasi dari kecepatan yang berbeda di mana bank sentral akan menaikkan suku bunga.

Dalam cryptocurrency, bitcoin naik kurang dari 1% pada $57.220 pada pukul 15.17 ET (20:17 GMT) - RIFAN FINANCINDO

Sumber : inforexnews.com

Rabu, 01 Desember 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - The Fed Buka Suara Harga Emas Langsung Ambyar

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas tergelincir seusai pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell yang dianggap cenderung hawkish.

Harga emas ambyar pada perdagangan Selasa atau Rabu Pagi, menghapus keuntungan awal dari reli lebih dari satu persen akibat kekhawatiran atas varian baru virus Corona, Omicron. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di Divisi Comex New York Exchange, jatuh USD 8,7 atau 0,49 persen, menjadi ditutup pada USD 1.776,50 per ounce
 
Sehari sebelumnya, Senin, emas berjangka turun USD 2,90 atau 0,16 persen menjadi USD 1.785,20, setelah terdongkrak USD 1,2 atau 0,07 persen menjadi USD 1.785,50 pada Jumat.
Pada awal sesi harga emas melonjak 1,3 persen setelah peringatan dari CEO Moderna bahwa vaksin Covid-19 cenderung kurang efektif terhadap varian baru. Namun, merosot dengan cepat setelah pernyataan yang cenderung hawkish dari Bank Sentral Amerika Serikat. Di hadapan Komite Perbankan Senat AS, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan The Fed kemungkinan akan membahas percepatan pengurangan pembelian obligasi skala besar pada pertemuan berikutnya.

Semua orang mendapat sedikit kejutan karena Powell bergerak lebih dekat ke sisi hawkish," kata analis pasar senior di broker OANDA Edward Moya. Moya menyebut The Fed kemungkinan akan menerapkan kenaikan suku bunga pada laju yang lebih cepat. Emas digunakan untuk lindung nilai terhadap inflasi, tetapi kenaikan suku bunga meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Namun, dalam jangka panjang, emas akan didukung oleh kekhawatiran atas varian virus, kata Moya - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : jpnn.com

Selasa, 30 November 2021

PT Rifan Financindo - Emas Turun Karena Menguatnya USD


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas sempat menguat pada awal perdagangan sesi AS hari Senin karena permintaan safe-haven dan aksi “short-covering” oleh para trader berjangka. Pasar sudah tidak sepanik seperti hari Jumat namun juga tidak dalam keadaan yang baik. Namun dalam jam perdagangan selanjutnya harga emas berbalik turun sebagian karena menguatnya dollar AS.

Emas berjangka kontrak bulan Desember turun $8.20 ke $1,783.60 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Maret naik $0.11 ke $23.25 per ons.

Pasar sudah tidak sepanik seperti pada hari Jumat akan varian baru Omicron, namun tidak berarti membuat sikap para trader dan investor menjadi bersemangat memulai minggu perdagangan yang baru.

Laporan sekarang mengatakan bahwa varian baru Omicron kemungkinan lebih lemah dari sebelumnya, dan bahwa vaksin kemungkinan tetap efektif bekerja meskipun memerlukan penyesuaian. Namun sampai sekarang masih lebih banyak pertanyaan daripada jawaban mengenai varian baru Omicron ini sehingga membuat pasar penuh dengan kehati-hatian paling tidak dalam jangka pendek ini. Hal ini membangkitkan arus pelarian ke dollar AS sebagai matauang safe-haven sehingga membuat dollar AS berbalik menguat dan menekan harga emas turun.

WHO memberikan peringatan pada hari Senin bahwa Omicron bisa melakukan mutasi dalam jumlah tidak pernah terjadi sebelumnya, sebagian bisa berdampak terhadap arah dari pandemik.

“Support” terdekat menunggu di $1,776 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,761 dan kemudian $1,758. “Resistance” terdekat menunggu di $1,801.50 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,816 dan kemudian $1,835 - PT RIFAN FINANCINDO

 Sumber : vibiznews.com

Senin, 29 November 2021

PT Rifan - Bursa Eropa Merosot Tertekan Kekhawatiran Varian Covid-19

PT RIFAN BANDUNG - Bursa Saham Eropa jatuh pada hari Jumat di tengah kekhawatiran atas varian baru Covid-19 yang dilaporkan memiliki banyak mutasi.

Indeks Stoxx 600 Eropa jatuh 2,8%, dengan saham perjalanan dan liburan turun 6,3% untuk memimpin kerugian karena semua sektor dan bursa utama turun tajam ke wilayah negatif.

Terpantau indeks FTSE 100 dan DAX merosot sekitar 3%. Indeks CAC 40 jatuh -3,78%.

Investor Eropa sudah memantau krisis Covid akut di kawasan itu minggu ini di tengah meningkatnya infeksi yang telah mendorong beberapa negara untuk memperkenalkan pembatasan Covid baru.

Italia mengumumkan Rabu malam bahwa mereka akan memperkenalkan langkah-langkah Covid yang lebih ketat dan Jerman telah menghindari penguncian lain, dengan pemerintah yang akan datang dilaporkan ingin menunggu dan melihat apakah aturan paspor Covid yang lebih ketat membantu mengurangi kasus yang meningkat di sana.

Namun semalam, kekhawatiran atas varian baru Covid mulai meningkat, dengan Inggris menangguhkan sementara penerbangan dari enam negara di Afrika selatan. Varian Covid baru memiliki lebih dari 30 mutasi pada protein lonjakan, menurut para ilmuwan Afrika Selatan, dan WHO mengadakan pertemuan khusus pada hari Jumat untuk membahas apa artinya itu bagi vaksin dan perawatan.

Pasar AS ditutup pada hari Kamis untuk Thanksgiving dan akan ditutup lebih awal pada hari Jumat dalam sesi yang dipersingkat. Futures untuk Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 800 poin pada Jumat pagi di tengah kekhawatiran baru terhadap Covid.

Saham di Asia-Pasifik juga terpukul keras pada hari Jumat, dengan indeks Hang Seng Hong Kong dan Nikkei 225 Jepang keduanya turun lebih dari 2,5% untuk memimpin kerugian.

Induk British Airways, IAG, anjlok lebih dari 14% didukung oleh berita varian, memimpin penurunan luas untuk saham perjalanan dan liburan yang juga melihat saham-saham seperti Tui, Rolls-Royce, Airbus dan Karnaval jatuh.

Di puncak Stoxx 600, perusahaan biotek Italia DiaSorin, apotek online Swiss Zur Rose Group dan perusahaan pengujian laboratorium yang berbasis di Luksemburg, Eurofins Scientific, semuanya naik lebih dari 7%.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Eropa akan mencermati sentimen di akhir pekan ini, jika sentimen peningkatan kasus covid-19 di kawasan Eropa dan kekhawatiran varian baru covid-19 meningkat, akan menekan bursa Eropa - PT RIFAN

Sumber : vibiznews.com