Selasa, 10 Mei 2022

PT Rifan Financindo - Emas Mingguan 9 – 13 Mei 2022 Masih Berpeluang Naik Ke Atas $1900?

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Volatilitas yang ekstrim terjadi di pasar sebagai reaksi atas pergerakan kebijakan moneter yang terbaru dari Federal Reserve dimana banyak assets yang “risk-on” mengalami spiral turun, namun mengapa emas yang adalah assets safe-haven sekali lagi menjadi karung latihan tinju (punching bag)?

Emas gagal bertahan di atas level $1900 per ons pada minggu lalu dengan pasar bereaksi sangat kacau terhadap kenaikan tingkat bunga dari the Fed sebesar 50 bps pada hari Rabu minggu lalu sementara meniadakan kemungkinan kenaikan tingkat bunga sebesar 75 bps pada pertemuan bulan Juni yang akan datang.

Setelah turun dari $1,935 ke bawah $1,900 dan menyentuh $1,882, harga emas berhasil bangkit dan memulai minggu perdagangan yang baru pada minggu lalu di $1908. Namun, pada hari pertama di minggu perdagangan yang baru minggu lalu, harga emas segera turun tajam menyentuh kerendahan selama 2 ½ bulan di $1,862.

Tekanan bearish yang kuat terus menekan harga emas sampai pada hari Kamis, dimana harga emas berhasil bangkit dan diperdagangkan di atas $1,900 karena dalam pertemuan FOMC Federal Reserve hari Rabu ternyata bank sentral AS ini tidak se-hawkish seperti yang ditakuti oleh para investor dan trader. Namun dalam jam perdagangan selanjutnya harga emas kembali terkoreksi turun ke $1,880 karena menguatnya dollar AS dan pada hari Jumat melanjutkan penurunan ke $1,876, sebelum akhirnya pada akhir perdagangan berhasil naik kembali ke $1,883 karena berkurangnya penguatan dolar AS.

Harga emas turun tajam pada awal perdagangan sesi AS hari Senin, menyentuh kerendahan selama 2 ½ bulan. Emas terpukul pada awal minggu lalu oleh kekuatan bearish diluar pasar emas yaitu kuatnya dollar AS dan turunnya harga minyak mentah serta naiknya yields treasury AS. Indeks dollar AS naik menyentuh ketinggian selama 20 tahun, Emas berjangka kontrak bulan Juni turun $34.70 ke $1,862.00 per troy ons pada hari Senin minggu lalu.

Namun melemahnya dollar AS pada hari Selasa membuat harga emas berhasil naik kembali. Keengganan terhadap resiko yang masih tinggi di pasar saat itu berhasil membantu menaikkan harga emas yang safe – haven. Emas berjangka kontrak bulan Juni naik $14.20 ke $1,876.20 per troy ons.

Harga emas diperdagangkan turun sedikit pada hari Rabu. Pasar emas mencoba bertahan di level support yang kritikal sementara tekanan jual masih terus berlangsung dan tidak ada minat beli yang muncul dari data employment sektor swasta yang mengecewakan yang dikeluarkan oleh ADP.

ADP mengatakan bahwa hanya 247.000 pekerjaan yang diciptakan pada bulan April. Angka ini meleset dari yang diperkirakan dimana konsensus pasar memperkirakan pertumbuhan pekerjaan sebanyak 382.000. Emas berjangka kontrak bulan Juni turun $9.70 ke $1,867.80 per troy ons.

Harga emas sempat mengalami kenaikan yang signifikan dan diperdagangkan di atas $1,900 pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis karena dalam pertemuan FOMC Federal Reserve hari Rabu kemarin malam ternyata bank sentral AS ini tidak se hawkish seperti yang ditakuti oleh para investor dan trader. Namun dalam jam perdagangan selanjutnya terkoreksi turun kembali karena menguatnya dollar AS. Emas berjangka kontrak bulan Juni naik $4.60 ke $1,880.70 per troy ons.

Pada hari Jumat, harga emas sempat naik ke $1,889.40 setelah munculnya laporan pekerjaan, Non-Farm Payrolls, AS yang bagus, sebelum akhirnya turun kembali ke $1,876.00. Namun pada akhir perdagangan sesi AS, harga emas berhasil naik sedikit ke $1,883 per ons karena berkurangnya penguatan dollar AS dengan keluarnya laporan pekerjaan AS, Non-Farm Payrolls yang bagus.

Laporan pekerjaan AS bulan April menunjukkan bahwa angka pekerjaan Non-Farm naik sebesar 428.000. Angka ini lebih tinggi daripada yang diperkirakan kenaikan sebesar 400.000 dan hampir sama dengan kenaikan bulan Maret sebesar 431.000. Sementara tingkat pengangguran bulan April tidak berubah di 3.6%.

Minggu ini, pasar masih bingung dan mempelajari pengumuman mengenai kebijakan moneter the Fed, termasuk menaikkan tingkat suku bunga sebesar 0.5%, yang paling dinantikan pada minggu lalu.

Setelah pengumuman yang dikeluarkan oleh the Fed, pasar segera bereaksi dengan Nasdaq membalikkan semua keuntungannya yang tiba-tiba diperolehnya dan merosot 5% pada hari Kamis dalam satu aksi jual yang paling buruk yang terjadi sejak Juni 2020.

Pasar bertanya-tanya apakah the Fed telah membuat suatu kesalahan yang membuat resesi menjadi tidak terhindarkan di AS.

Wall Street sekarang percaya bahwa the Fed sedang dalam jalur akan menaikkan kembali tingkat bunga sebesar 0.5% dalam beberapa pertemuan berikutnya dan kemudian di dalam symposium di Jakcson Hole mereka akan harus memutuskan apakah akan tetap terus di jalur yang sama atau merubah arah. Banyak trader berpikir bahwa the Fed harus membuat semua pilihan ada di dalam perencanaan mereka untuk memerangi inflasi secara agresif. Namun the Fed memberikan signal bahwa mereka percaya inflasi sedang menuju puncaknya. Ada ketakutan di pasar bahwa the Fed telah membuat kesalahan dan akan bisa membuat ekonomi AS masuk ke jurang resesi dengan lebih cepat.

Setelah menyatakan bahwa mereka tidak secara aktif mempertimbangkan kenaikan tingkat bunga sebesar 75 bps, bank sentral AS telah mengunci diri mereka sendiri ke dalam pengetatan yang sedikit lebih bertahap. Sebagai responnya, pasar obligasi AS telah mengakhiri aksi jualnya dan mendorong naik dollar AS kembali ke ketinggian selama 20 tahun, yang merupakan kabar buruk bagi emas.

Reaksi pasar ini juga bisa menunjukkan bahwa the Fed sedang kehilangan kredibilitasnya, terutama setelah salah menilai inflasi yang dianggap rendah sebagai bersifat sementara pada tahun yang lalu. The Fed menghadapi problem kredibilitas dengan partisipan pasar. Ada keprihatinan bahwa the Fed telah membuat kesalahan dengan kebijakan moneternya dan bisa membuat terjadinya resesi oleh karena menaikkan tingkat suku bunganya.

Perlu diingat, bahwa ada hubungan terbalik antara tingkat bunga dengan pengangguran. Pengangguran di AS sangat rendah sekarang. Jika pasar memandang the Fed bersedia membiarkan pengangguran naik untuk menjinakkan inflasi, ini bukan hasil yang bagus. Ada ketakutan hal ini akan menyebabkan semakin panjangnya periode yang tidak menguntungkan bagi assets yang beresiko. Ada likuidasi yang massif dari asset yang berisiko dalam perdagangan setelah pengumuman kebijakan moneter the Fed pada minggu lalu, dengan para investor bergerak mencari uang tunai. Itulah sebabnya semua pasar jatuh bersama-sama pada minggu lalu.

Perlu dicatat bahwa harga emas sebenarnya masih cukup bagus jika dipertimbangkan seberapa tingginya kenaikan dollar AS. Jadi meskipun emas masih rentan turun, kekuatan bullish emas masih ada.

Koreksi turun harga emas pada minggu lalu memberikan emas banyak ruang untuk naik pada minggu ini. Ditambah lagi dengan tingginya dollar AS kemungkinan bisa sudah mendekati puncaknya. Hal ini adalah baik bagi emas karena membuat lingkungan makro ekonomi yang mendukung kenaikan harga emas. Meskipun demikian harga emas kemungkinan masih akan mengalami volatilitas intraday yang tinggi.

Emas memang kadang-kadang menjadi karung latihan tinju (punching bag). Sampai dollar AS berbalik turun, emas kelihatannya masih akan harus berjuang.

Jika terus ada keengganan terhadap resiko di pasar saham dan jika apresiasi dollar AS tidak sekuat seperti sekarang, harga emas akan mulai bisa stabil. Namun, kemungkinan masih akan ada resiko yang besar dari pergerakan berikutnya di pasar obligasi dan emas masih bisa rentan terhadap aksi jual yang besar yang terakhir sebelum berbalik naik dari “bottom”.

Resistance kunci pada minggu ii ada di antara $1,900 – $1920 sementara $1,850 menjadi target support kunci yang jika berhasil ditembus akan bisa membawa harga emas turun ke $1,800.

Pasar emas akan sangat tergantung kepada data ekonomi yang keluar pada minggu ini dan data ekonomi yang kritikal untuk diperhatikan adalah angka inflasi AS bulan April.

Resiko yang signifikan adalah semakin panjangnnya problem rantai supply dan perang di Ukraina yang terus berlangsung yang menyeret turun pertumbuhan ekonomi global. Selain itu Cina tidak mau bergeming dengan kebijakan zero Covid-nya. Ini adalah outlook yang sulit bagi inflasi yang kemungkinan tidak akan bisa turun secara signifikan.

Konsensus pasar memperkirakan inflasi tahunan AS di bulan April akan turun ke 8.1% setelah naik ke 8.5% di bulan Maret.

Harga inflasi konsumen yang terefleksi di dalam angka Consumer Price Index (CPI) adalah angka kunci untuk mengukur inflasi AS minggu ini dan diharapkan sudah melewati puncaknya. Turunnya harga minyak mentah akan sangat membantu.

Selain data CPI yang akan keluar pada hari Rabu, AS akan mempublikasikan data Jobless Claims dan Producer Price Index (PPI) pada hari Kamis dan Michigan consumer sentiment pada hari Jumat.

Support” terdekat menunggu di $1,865 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,849 dan kemudian $1,800.

Resistance” terdekat menunggu di $1,890 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,900 dan kemudian $1,920 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Kamis, 05 Mei 2022

PT Rifan Financindo - Harga Emas Naik Setelah The Fed Agresif Kerek Suku Bunga

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas berjangka bergerak lebih tinggi setelah Federal Reserve menaikkan setengah poin persentase ke suku bunga acuannya sesuai ekspektasi pasar. Harga emas Comex kontrak Juni 2022 naik 0,79 persen atau 14,8 poin menjadi US$1.883,6 per troy ounce pada perdagangan Rabu. Mengawali perdagangan Kamis pukul 05.12 WIB, harga emas Comex kembali naik 0,81 persen atau 15,2 poin menjadi US$1.884 per troy ounce. Harga emas spot meningkat 0,06 persen atau 1,16 poin menuju US$1.882,38 per troy ounce.

The Fed telah meningkatkan suku bunga sebesar 50 basis poin tetapi fakta bahwa ini sudah diantisipasi oleh pasar telah menenangkan beberapa saraf," kata Naeem Aslam, kepala analis pasar di AvaTrade

Indeks dolar telah kehilangan tenaga di belakang keputusan Fed dan ini telah membantu harga emas yang telah oversold karena beberapa orang berpikir bahwa Fed dapat menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin." The Fed menaikkan suku bunga fed-funds sebesar 50 basis poin, atau setengah poin persentase, sambil menguraikan rencananya untuk mulai menyusutkan neraca hampir $9 triliun.

The Fed biasanya memindahkan suku bunga acuannya dalam kenaikan seperempat poin, dengan kenaikan setengah poin terakhir terjadi pada tahun 2000.


Harga emas berada di atas 1.835 ide bullish dapat dipertahankan,” tulis tim BofA Global. “Jika di bawah 1.835 maka risiko double top dari puncaknya di 2.078 pada Agustus 2020 dan Maret 2022 meningkat, dan begitu juga penguatan USD.” Langkah besar, dan ekspektasi investor untuk lebih banyak dari mereka di masa depan, datang ketika The Fed mencoba untuk mengendalikan inflasi yang mencapai titik terpanas sejak awal 1980-an - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : bisnis.com

Harga emas berjangka bergerak lebih tinggi setelah Federal Reserve menaikkan setengah poin persentase ke suku bunga acuannya sesuai ekspektasi pasar. Harga emas Comex kontrak Juni 2022 naik 0,79 persen atau 14,8 poin menjadi US$1.883,6 per troy ounce pada perdagangan Rabu (4/5/2022). Mengawali perdagangan Kamis (5/5/2022) pukul 05.12 WIB, harga emas Comex kembali naik 0,81 persen atau 15,2 poin menjadi US$1.884 per troy ounce. Harga emas spot meningkat 0,06 persen atau 1,16 poin menuju US$1.882,38 per troy ounce.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Harga Emas Naik setelah The Fed Agresif Kerek Suku Bunga", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20220505/235/1530054/harga-emas-naik-setelah-the-fed-agresif-kerek-suku-bunga.
Author: Hafiyyan
Editor : Hafiyyan

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS
Harga emas berjangka bergerak lebih tinggi setelah Federal Reserve menaikkan setengah poin persentase ke suku bunga acuannya sesuai ekspektasi pasar. Harga emas Comex kontrak Juni 2022 naik 0,79 persen atau 14,8 poin menjadi US$1.883,6 per troy ounce pada perdagangan Rabu (4/5/2022). Mengawali perdagangan Kamis (5/5/2022) pukul 05.12 WIB, harga emas Comex kembali naik 0,81 persen atau 15,2 poin menjadi US$1.884 per troy ounce. Harga emas spot meningkat 0,06 persen atau 1,16 poin menuju US$1.882,38 per troy ounce.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Harga Emas Naik setelah The Fed Agresif Kerek Suku Bunga", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20220505/235/1530054/harga-emas-naik-setelah-the-fed-agresif-kerek-suku-bunga.
Author: Hafiyyan
Editor : Hafiyyan

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

Kamis, 28 April 2022

Rifan Financindo - Dolar Mencapai Tertinggi Sebelum Pandemi

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Dolar telah terkoyak dan meraung ke level tertinggi sejak pandemi dimulai dengan diet hawkishness Federal Reserve, tetapi mata uang cadangan dunia dapat segera kehabisan tenaga karena sebagian besar kenaikan suku bunga telah diperhitungkan.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,65% menjadi 102,99, ke level tertinggi sejak Maret 2020.

Siklus dolar yang kuat terlihat lama di gigi,” kata ANZ dalam sebuah catatan, menurut Forexlive, karena banyak kenaikan suku bunga “telah diperhitungkan.”

Taruhan pada jalur agresif pengetatan Fed diberi dorongan lebih lanjut minggu lalu setelah Ketua Fed Jerome Powell mengkonfirmasi bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada bulan Mei.

Saya akan mengatakan bahwa 50 basis poin akan dibahas untuk pertemuan Mei,” kata Powell pekan lalu.

Pedagang saat ini memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada masing-masing dari tiga pertemuan berikutnya karena bank sentral berusaha mengendalikan inflasi yang berjalan jauh di atas target 2%.

Pernyataan hawkish dari Powell dan anggota Fed lainnya telah memicu spekulasi apakah bank sentral akan mengisyaratkan bahwa 75 basis poin yang jauh lebih besar akan dipertimbangkan.

“Pernyataan pasca-pertemuan dan pernyataan konferensi pers Ketua Powell kemungkinan akan membuat pintu terbuka untuk kenaikan 75bp, tetapi kami percaya itu terlalu dini untuk pengesahan eksplisit,” kata Nomura dalam sebuah catatan menjelang pertemuan The Fed minggu depan.

Namun, beberapa orang percaya bahwa sebagian besar sikap hawkish Fed hampir sepenuhnya dihargai, membuat dolar rentan terhadap jalan berbatu di depan.

“Kami mungkin belum mencapai puncak hawkishness Fed, tetapi kami harus semakin dekat,” tambah ANZ. “DXY (indeks dolar) dinilai terlalu tinggi berdasarkan perkiraan nilai wajar kami,” catatan ANZ - RIFAN FINANCINDO

Sumber : inforexnews.com

Rabu, 27 April 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa Eropa Sebagian Besar Lemah Terganjal Sentimen Negatif

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Bursa Saham Eropa ditutup sebagian besar lebih rendah pada hari Selasa, mengikuti bursa Wall Street, karena sentimen pasar terus terganggu oleh suku bunga, inflasi, pertumbuhan yang melambat dan konflik Ukraina.

Indeks Stoxx 600 Eropa ditutup turun 0,8% setelah lebih tinggi untuk sebagian besar sesi. Perbankan, teknologi, dan otomotif adalah yang tertinggal di seluruh wilayah.

Saham UBS berakhir datar setelah pendapatan terbaru bank Swiss mengalahkan ekspektasi untuk kuartal pertama. Sementara itu, saham HSBC turun 5% setelah bank tersebut melaporkan penurunan laba kuartalan sebesar 27% pada hari Selasa, karena pendapatan menurun dan pertumbuhan melambat di Hong Kong.

Saham AB Foods turun 5% setelah pemilik Primark mengatakan akan menaikkan harga untuk mengatasi tekanan inflasi yang parah. Novartis melihat harga sahamnya naik 0,3% setelah pembuat obat Swiss itu melaporkan sedikit peningkatan pendapatan operasional inti kuartal pertama.

Saham Eropa ditutup melemah tajam pada hari Senin karena kekhawatiran atas kebangkitan kasus Covid di China membayangi pemilihan kembali Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Di AS, saham jatuh pada Selasa karena kekhawatiran perlambatan global meningkat, melanjutkan aksi jual April.

Analyst Vibiz Research Center memperkirkan untuk perdagangan selanjutnya, bursa Eropa dapat tertekan dengan adanya sentimen negatif seperti ekspektasi kenaikan suku bunga, peningkatan inflasi, konflik Rusia-Ukraina dan wabah covid di China - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews.com

Selasa, 26 April 2022

PT Rifan Financindo - Emas Merosot, Terseret Prospek Kenaikan 50 Basis Poin Fed Fund Rate

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas jatuh pada akhir perdagangan Selasa pagi waktu Jakarta, setelah dolar AS menguat untuk sesi ketiga berturut-turut di tengah ekspektasi Federal Reserve akan mengadopsi kenaikan suku bunga 50 basis poin pada pertemuan kebijakan Mei 2022.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange anjlok US$38,30 atau 1,98 persen dan ditutup pada US$1.896,00 per ounce. Minggu lalu, emas berjangka jatuh 2,0 persen, penurunan tak terduga setelah melonjak ke level tertinggi enam minggu di 2.003 dolar AS pada Senin.

Pada 18 April 2022, emas untuk pengiriman Juni menyentuh level tertinggi enam minggu pada US$2.003 per ounce di tengah kekhawatiran bahwa Amerika Serikat dapat mengalami resesi dari tindakan agresif Fed untuk mengendalikan inflasi.

Para analis pasar percaya penurunan emas baru-baru ini dapat dikaitkan dengan daya tarik aset safe-haven lainnya, katakan dolar yang lebih tinggi dan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang meningkat, karena emas adalah aset tanpa bunga.

Adapun, kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve telah dijamin pada Mei dan Juni dan sangat mungkin terjadi pada Juli, ini telah mendukung dolar AS. Beberapa pejabat the Fed telah berupaya menenangkan kekhawatiran pasar selama seminggu terakhir. Pasar memandang bahwa ekonomi dapat berubah negatif ketika bank sentral berupaya untuk membatasi tekanan inflasi yang tumbuh pada laju tercepat mereka dalam 40 tahun.

Sementara kekhawatiran akan hard landing bagi perekonomian belum sepenuhnya hilang, optimisme, terutama terhadap pasar tenaga kerja yang luar biasa, telah menghasilkan pesimisme.

Hal ini telah mengirim dolar – penerima manfaat utama dari kenaikan suku bunga – lebih tinggi, membuat emas dan aset safe-haven lainnya menderita. Pada Senin, indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap mata uang rival utamanya, mencapai level tertinggi 25-bulan di 101,745.

Imbal hasil obligasi AS, yang sering bergerak berdampingan dengan dolar, akhir-akhir ini telah terlepas dari greenback. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun AS turun untuk hari ketiga berturut-turut, kehilangan hampir 4,0 persen pada hari itu. Selain emas, perak untuk pengiriman Mei turun 58,9 sen atau 2,43 persen dan ditutup pada US$23,67 per ounce - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : bisnis.com

Emas jatuh pada akhir perdagangan Selasa pagi (26/4/2022) waktu Jakarta, setelah dolar AS menguat untuk sesi ketiga berturut-turut di tengah ekspektasi Federal Reserve akan mengadopsi kenaikan suku bunga 50 basis poin pada pertemuan kebijakan Mei 2022. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange anjlok US$38,30 atau 1,98 persen dan ditutup pada US$1.896,00 per ounce. Minggu lalu, emas berjangka jatuh 2,0 persen, penurunan tak terduga setelah melonjak ke level tertinggi enam minggu di 2.003 dolar AS pada Senin (18/4/2022). Pada 18 April 2022, emas untuk pengiriman Juni menyentuh level tertinggi enam minggu pada US$2.003 per ounce di tengah kekhawatiran bahwa Amerika Serikat dapat mengalami resesi dari tindakan agresif Fed untuk mengendalikan inflasi.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Emas Merosot, Terseret Prospek Kenaikan 50 Basis Poin Fed Fund Rate", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20220426/235/1527218/emas-merosot-terseret-prospek-kenaikan-50-basis-poin-fed-fund-rate.
Author: Newswire
Editor : Hadijah Alaydrus

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

Senin, 25 April 2022

PT Rifan - Harga Emas Anjlok 2% Pada Perdagangan Minggu Ini

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas anjlok tertekan penguatan dolar AS pada akhir perdagangan Jumat. Dolar mendapat dukungan dari sikap Federal Reserve yang akan lebih agresif dalam memperketat kebijakan moneter guna mengendalikan inflasi. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange merosot USD13,9 atau 0,71% menjadi USD1.934,3per ounce. Untuk minggu ini emas jatuh 2,0%

Emas turun karena Indeks Dolar mencapai tertinggi lebih dari dua tahun di 101,34. Sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun mendekati tertinggi Desember 2018.

Inflasi yang tinggi dan lingkungan ekonomi yang tidak pasti telah sangat mendukung untuk logam kuning dan saya tidak berharap itu berubah tetapi semakin ketatnya harga di pasar, semakin banyak resistensi yang akan kita lihat pada reli emas," kata Analis Platform Perdagangan Daring OANDA, Craig Erlam

 Investor saat ini mempertimbangkan dampak jangka panjang dari Federal Reserve AS yang lebih hawkish, mendorong dolar lebih tinggi dan memberikan tekanan ekstensif pada emas. 

Emas berada di bawah tekanan tambahan karena indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur AS yang dirilis oleh S&P Global pada Jumat meningkat menjadi 59,7 pada April dari 58,8 pada Maret, tertinggi tujuh bulan dan di atas perkiraan para ekonom 58,2.

Namun demikian, PMI jasa-jasa AS dari S&P Global turun menjadi 54,7 pada April dari 58,0 pada Maret, terendah tiga bulan, memberi emas beberapa dukungan.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 36,2 sen atau 1,47% menjadi USD24,259 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun USD40,4 atau 4,17% menjadi USD927,4 per ounce - PT RIFAN

Sumber : okefinance.com

 

Jumat, 22 April 2022

Rifan Financindo Berjangka - Emas Menuju Penurunan Mingguan, Karena Imbal Hasil Dan Dolar AS Naik

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas turun di perdagangan Asia pada Jumat sore, dan berada di jalur untuk kerugian mingguan pertama dalam tiga pekan terakhir, karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan dolar yang lebih kuat mengurangi daya tarik logam kuning.


Emas spot terpangkas 0,2 persen, menjadi diperdagangkan di 1.947,36 dolar AS per ounce pada pukul 08.29 GMT. Sementara itu, emas berjangka AS menguat 0,2 persen menjadi diperdagangkan di 1.952,10 dolar AS per ounce.


Prospek emas lemah karena kenaikan suku bunga jelas membebani, tetapi sampai kita menembus kisaran perdagangan (antara 1.930 dolar AS hingga di bawah 2.000 dolar AS) dengan cara yang meyakinkan ... kita benar-benar tidak memiliki banyak arah untuk emas," kata Michael McCarthy, chief strategy officer di Tiger Brokers, Australia, dikutip dari Reuters.


Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun memperpanjang kenaikan karena pejabat Federal Reserve mengambil nada hawkish pada kebijakan pengetatan, memperkuat pandangan bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga secara agresif karena memerangi inflasi yang melonjak.


Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga jangka pendek AS dan imbal hasil yang lebih tinggi, yang meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Dolar AS yang lebih kuat juga dapat menekan emas, sementara ketidakpastian geopolitik tetap menjadi dukungan; harga emas terjebak di tengah dua arus yang saling bertentangan itu, kata McCarthy.
Penguatan dolar membuat emas yang dihargakan dalam greenback menjadi kurang menarik bagi pembeli dengan mata uang lainnya.


Emas turun sekitar 1,3 persen sejauh minggu ini. Harga naik mendekati level kunci 2.000 dolar AS per ounce pada Senin karena permintaan safe-haven dan meningkatnya kekhawatiran atas inflasi, hanya untuk mundur dan mencapai level terendah dua minggu di sesi sebelumnya.
"Dengan stagflasi yang bergerak dari risiko ekor potensial menjadi kenyataan, investor di seluruh dunia beralih ke emas sebagai diversifikasi portofolio yang tajam," Stephen Innes, Managing Partner di SPI Asset Management mengatakan dalam sebuah catatan.


Logam mulia lainnya di pasar spot, perak turun 1,3 persen menjadi 24,32 dolar AS per ounce, sementara platinum turun 0,6 persen menjadi 962,53 dolar AS, keduanya bersiap untuk kerugian mingguan. Palladium sedikit berubah pada 2.422,88 dolar AS - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

 Sumber : anataranews.com