RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bursa saham Eropa turun pada Rabu (08/06) petang dalam
perdagangan yang hati-hati menjelang rapat kebijakan penting European
Central Bank (ECB), ditekan oleh peringatan dari laporan laba perusahaan
raksasa perbankan Credit Suisse .
Pada pukul 14.50 WIB, Jerman turun 0,1%, Prancis turun 0,3%, dan di Inggris turun 0,1%.
Pertemuan penetapan kebijakan
hari Kamis menjadi sorotan penting bagi investor Eropa lantaran
Presiden ECB Christine Lagarde dan rekan-rekannya diharapkan menjelaskan
bahwa kenaikan suku bunga akan terjadi pada kuartal III dalam
menanggapi rekor tingkat inflasi.
Bank sentral dan
telah mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin minggu ini,
dan kegelisahan bertambah bahwa ECB dapat memberi isyarat jalur
pengetatan yang lebih agresif daripada yang diperkirakan akibat Zona Euro berada di tingkat rekor, lebih dari 8%.
Data ekonomi yang dirilis Rabu menunjukkan
naik 0,7% pada bulan April, peningkatan yang lebih lemah dari estimasi
karena pembatasan pandemi dan perang di Ukraina mengganggu rantai
pasokan.
Dalam berita perusahaan, saham Credit Suisse (SIX:) jatuh 5,8% setelah bank tersebut mengumumkan akan mengalami kerugian di seluruh grup pada kuartal II.
Bank mengutip gabungan invasi Rusia ke Ukraina, pengetatan
moneter signifikan oleh bank sentral utama sebagai respons atas
peningkatan inflasi, dan pelonggaran langkah-langkah stimulus terkait
COVID atas masalah yang timbul di kuartal tersebut.
Di sisi lain, saham Inditex (BME:)
melonjak 4,5% setelah perusahaan ritel mode itu mencatat kuartal
terbaiknya dalam satu dekade selama tiga bulan terakhir hingga April,
karena pelonggaran pembatasan pandemi di pasar utama seluruh dunia
mendorong belanja pakaian baru.
Harga minyak masih bergerak naik pada Rabu, mempertahankan
momentum kenaikan baru-baru ini ketika musim mengemudi saat musim panas
di AS dimulai dan China keluar dari lockdown virus.
Data pasokan minyak mentah AS hari Selasa dari badan industri
menunjukkan peningkatan 1,8 juta barel untuk pekan terakhir 3 Juni,
tetapi ini mungkin tidak memberikan banyak kelegaan di pasar pasalnya
pasokan minyak mentah dan produk minyak global tetap sangat ketat.
Data resmi dari AS akan dirilis pada pukul 21.30 WIB.
Pada pukul 14.50 WIB, harga diperdagangkan naik 0,7% di $120,25 per barel, setelah mencatat penutupan tertinggi sejak 8 Maret pada hari Selasa. Kontrak naik 0,5% di $121,20 per barel, setelah ditutup pada level tertinggi 31 Mei.
Selain itu, harga naik 0,1% ke $1,852.90/oz, sementara bergerak turun 0,1% di 1,0687 - RIFAN FINANCINDO
Sumber : investing.com