Rabu, 20 Juli 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Turun, Investor Pertimbangkan Prospek Suku Bunga

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas turun pada Selasa di Asia. Emas bergerak di dekat level terendah 11 bulan kala investor mempertimbangkan prospek pengetatan kebijakan moneter lanjutan dan dampaknya terhadap pertumbuhan global.

Harga emas berjangka turun tipis 0,19% di $1.706,95/oz pukul 11.03 WIB. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, naik tipis pada Rabu pagi.

Investor mengawasi pertemuan Federal Reserve AS yang dijadwalkan pada 26-27 Juli mendatang untuk mencari petunjuk tentang seberapa agresif Fed akan menaikkan suku bunga. Bloomberg Economics menyatakan data AS terbaru memperkuat dukungan petinggi bank itu untuk kenaikan suku bunga 75 basis poin lainnya.

"The Fed mungkin tidak perlu memperketat kebijakan seagresif yang diperkirakan pasar pada awalnya, tetapi siklus kenaikan suku bunga bisa berlangsung hingga awal tahun depan," Edward Moya, analis pasar senior di Oanda Corp, mengatakan kepada Bloomberg. "Dolar AS melemah untuk memulai minggu perdagangan, tetapi ini kemungkinan bukan yang level tertinggi, yang berarti emas kemungkinan sulit untuk bergerak ke atas mendekati level $1.750."

Pada logam mulia lainnya, perak dan palladium sedikit berubah, sementara platinum turun - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Selasa, 19 Juli 2022

PT Rifan Financindo - Bursa Eropa Menguat, Rapat ECB Dan Jalur Pipa Nord Stream Jadi Fokus

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bursa saham Eropa beranjak menguat pada Senin petang, dibantu oleh tren positif di Wall Street, tetapi investor akan kembali khawatir minggu ini menjelang dimulainya kembali pembukaan pasokan pipa gas penting serta pertemuan kunci Bank Sentral Eropa (ECB).

Pukul 14.25 WIB, DAX Jerman menguat 0,7%, CAC 40 Prancis naik 0,7%, dan FTSE 100 menguat 1,1%.

Indeks utama Eropa tengah membangun kenaikan pada hari Jumat, khususnya dibantu oleh kenaikan kuat di Wall Street, setelah bluechip Dow Jones Industrial Average naik lebih dari 650 poin, atau 2,2%, saat investor berspekulasi bahwa Federal Reserve akan kurang bertindak agresif pada pertemuan mendatang daripada yang ditakuti sebelumnya.

Namun, kenaikan ini mungkin terbukti lebih sulit didapat seiring berjalannya minggu sebelum dimulainya pertemuan Bank Sentral Eropa pada hari Kamis. Rapat ini diharapkan akan melihat bank sentral menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam satu dekade dalam upaya untuk mengendalikan lonjakan inflasi dan data terbaru IHK Zona Euro Juni AS akan terbit pada hari Selasa.

Di luar keputusan suku bunga dan konferensi pers Presiden ECB Christine Lagarde, pertemuan itu diharapkan menjelaskan alat baru blok tersebut untuk menjaga tingkat imbal hasil obligasi negara agar tidak melonjak terlalu tinggi.

Juga menimbulkan ketegangan di Eropa adalah kegelisahan apakah Rusia melanjutkan pasokan gas melalui pipa Nord Stream 1, sementara Italia tertatih-tatih di ambang kisruh politik jika Perdana Menteri Mario Draghi terus melangkah maju dengan pengunduran dirinya.

Dalam berita perusahaan, saham Deliveroo (LON:ROO) turun 1,4% setelah grup pengiriman makanan tersebut memangkas proyeksinya untuk tahun 2022, mengutip penurunan besar pertumbuhan volume pesanan pada kuartal II. Ini menyiratkan gambaran terbaru dari tekanan biaya hidup pada pengeluaran konsumen.

Saham Nordea (HE:NDAFI) naik 2,2% usai bank Finlandia itu membukukan kenaikan pendapatan operasional kuartal kedua, jauh di atas ekspektasi pasar yang dibantu oleh tumbuhnya pendapatan bunga pinjaman.

Saham H&M (ST:HMb) turun 0,8%. Peritel mode terbesar kedua di dunia itu mengatakan telah memutuskan untuk menghentikan bisnisnya di Rusia, bergabung dengan daftar perusahaan yang terus bertambah yang sepenuhnya keluar dari negara itu.

Harga minyak naik pada hari Senin, dibantu oleh pasokan global yang terus terbatas setelah perjalanan Presiden AS Joe Biden ke Arab Saudi gagal menghasilkan janji dari produsen utama OPEC untuk meningkatkan pasokan minyak.

Perhatian minggu ini akan tertuju pada dimulainya kembali pasokan gas Rusia ke Eropa melalui pipa Nord Stream 1 pada 21 Juli, ketika penghentian pemeliharaan saat ini akan berakhir, di tengah kekhawatiran penutupan dapat berlanjut karena perang di Ukraina.

Selain itu, potensi pembatasan COVID-19 di China yang sekali lagi menahan permintaan bahan bakar telah membatasi kenaikan harga komoditas usai Shanghai menggelar pengujian masal di sembilan distrik sementara wilayah judi Makau memperpanjang lockdown-nya.

Pukul 14.25 WIB, harga minyak mentah AS berjangka melonjak 2,5% di $96,90 per barel, sedangkan kontrak Brent melonjak 2,6% di $103,74 per. Kedua benchmark ini pekan lalu mencatat penurunan mingguan terbesarnya dalam waktu sekitar satu bulan di tengah kekhawatiran resesi yang akan memukul permintaan minyak.

Selain itu, harga emas berjangka naik 0,8% di $1.716,25/oz, sementara EUR/USD menguat 0,5% di 1,0141 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com 

 

Senin, 18 Juli 2022

PT Rifan - Emas Berada Di Zona Bahaya Di $1,700

PT RIFAN BANDUNG - Emas mengalami minggu yang keras pada minggu lalu dengan dengan pasar menghitung ulang ekspektasi kenaikan tingkat bunga the Fed dan kuatnya dollar AS telah mencuri banyak daya tarik safe-haven dari emas. Pada minggu ini para analis tetap berhati-hati karena level $1,700 adalah area yang berbahaya bagi emas.

Emas sempat jatuh ke kerendahan dalam 11 bulan karena para investor menghindari emas dan mencari dollar AS di tengah nada yang “risk-off” di seluruh pasar. Emas mengalami penurunan harga seminggu lebih dari 2%. Ini juga adalah minggu kelima emas berturut – turut mengalami kerugian, hal yang belum pernah terjadi dalam beberapa tahun. Secara per tahun, harga emas telah turun sekitar 7%.

Pergerakan Harga Emas Minggu Lalu

Memulai minggu yang baru pada minggu lalu di $1,743, harga emas melemah ke $1,737 per troy ons pada hari Senin, di tengah kekuatan bearish harian di luar pasar emas. Hari Selasa dan Rabu bergerak “sideways” turun sedikit ke $1,733 dan sempat melanjutkan penurunannya ke $1,710. Pada hari Kamis harga emas turun tajam dan menyentuh ke rendahan 11 bulan dengan indeks dollar AS melemah, harga minyak mentah menguat dan yields obligasi turun sedikit. Harga emas masih tertekan turun pada hari Jumat, dan sempat turun menembus support kunci yang kuat di $1,700 di $1,699.90 sebelum akhirnya terkoreksi naik sedikit ke $1,706, dengan elemen di luar pasar emas masih bullish.

Harga emas melemah pada awal perdagangan sesi AS hari Senin, di tengah kekuatan bearish harian di luar pasar emas yaitu naiknya dengan tajam indeks dollar AS dan turunnya harga minyak mentah.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus turun $5.20 ke $1,737.40 per troy ons.

Harga emas tertekan oleh karena kuatnya USD pada awal jam  perdagangan sesi AS sehingga menyentuh ke rendahan selama 8 ½ bulan. Turunnya harga minyak mentah dengan tajam juga membebani harga emas pada hari Selasa.

Pada jam perdagangan selanjutnya, sekalipun masih dalam teritori negatip, harga emas sedikit membaik dengan berkurangnya kekuatan dollar AS.

Pasar keuangan tetap dalam sentimen yang enggan terhadap resiko, namun turunnya yields obligasi pemerintah telah memberikan tekanan temporer terhadap dollar AS menjelang dibukanya bursa saham AS Wall Street. Yields treasury 10 tahun AS sekarang bertengger di sekitar 2.92% setelah pada hari Senin mencapai puncaknya di 3.10%.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus turun $4.20 ke $1,733.50 per troy ons.

Harga emas pada awalnya turun, pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu, di tengah memanasnya inflasi AS dan karena kekuatan bearish harian di luar pasar emas yaitu naiknya dollar AS dan turunnya harga minyak mentah. Namun dalam perdagangan selanjutnya, dollar AS berbalik melemah sehingga memberikan dorongan naik terhadap harga emas.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus naik $6.20 ke $1,739.20 per troy ons.

Harga emas turun tajam dan menyentuh ke rendahan 11 bulan pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis. Amerika Serikat pada hari Kamis mendapatkan laporan inflasi yang lainnya yang sama panasnya. Hal ini akan membuat Federal Reserve AS tancap gas dengan pengetatan kebijakan moneter yang agresif.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus turun $29.00 ke $1,710.10 per troy ons

Pada hari Jumat, harga emas masih tertekan turun meskipun elemen di luar pasar emas bullish. Indeks dollar AS melemah, harga minyak mentah menguat dan yields obligasi turun sedikit.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus turun $4.50 ke $1,706.90 per troy ons.

Latar Belakang Turunnya Harga Emas sampai $40

Hal dibelakang yang memicu aksi jual emas sampai turun sekitar $40 pada minggu lalu, adalah laporan inflasi AS yang mengejutkan yang menunjukkan tekanan inflasi naik meningkat ke 9.1% pada bulan Juni. Hal ini membuat pasar menghitung ulang ekspekasi kenaikan tingkat bunga pada bulan Juli.

Sebelum dirilis laporan inflasi AS, pasar masih memperkirakan kenaikan tingkat bunga oleh the Fed sebesar 75 basis poin. Namun setelah keluar angka inflasi, pasar tidak lagi mengabaikan kemungkinan kenaikan tingkat bunga yang besar-besaran sampai sebesar 100 bps.

Dan angka inflasi AS yang tinggi ini muncul tepat setelah Bank of Canada mengejutkan pasar dengan kenaikan tingkat bunga sampai sebesar 100 bps. Gubernur Bank of Canada Tiff Maclem memberitahukan reporter pada hari Rabu bahwa kenaikan tingkat bunga sebesar ini adalah sangat tidak biasa. Inflasi terlalu tinggi dan semakin banyak orang yang kuatir inflasi yang tinggi akan menetap.

Sebagai reaksinya, indeks dollar AS diperdagangkan di ketinggian selama 20 tahun, yields treasury AS naik dan emas tumbang dan sempat sebentar diperdagangkan di bawah $1,700 per ons.

Investor prihatin akan prospek perlambatan ekonomi global sedang menggencet assets dan sebaliknya mencari perlindungan di USD. Para investor memangkas exposure ke emas. Kenaikan angka CPI bisa menguatkan the Fed untuk menaikkan tingkat bunga yang besar lagi pada bulan ini.

The Fed akan mendemonstrasikan komitmennya untuk memerangi inflasi pada pertemuan bulan Juli ini dengan menaikkan tingkat bunga, sebesar 75 basis poin atau 100 basis poin. Inflasi tetap akan menjadi problem dan akan membuat the Fed untuk melakukan pengetatan moneter yang adalah negatip bagi emas.

Dengan angka Retail Sales AS bulan Juni yang bagus mengatasi dari yang diperkirakan, the Fed memiliki ruang untuk melakukan lebih banyak pengetatan. Tingkat bunga akan bisa naik lebih tinggi daripada yang dipikirkan orang apabila the Fed benar-benar berkomitmen terhadap target inflasi sebesar 2%.

Namun, the Fed pada akhirnya akan harus menghindar dari melakukan pengetatan yang terlalu banyak. Dan dalam kondisi seperti ini emas akan bersinar pada saat the Fed melonggarkan pengetatannya.

Mengapa $1,700 Menjadi Area yang Berbahaya bagi Emas pada Minggu Ini?

Waktu lalu dimana harga emas berada di bawah $1,700 per ons, adalah suatu periode waktu yang lama. Tidak ada banyak level support di bawah dari level $1,700. Ini sebabnya bisa terjadi bahkan aksi jual yang lebih besar lagi.

Emas telah jatuh lebih daripada yang diantisipasikan. Selama beberapa minggu banyak orang mengatakan bahwa $1,700 adalah level support yang memungkinkan. Dan sekarang harga emas sudah berada di level ini. Resiko turun sejujurnya masih tetap tinggi. Perlu waktu yang lebih lama bagi pasar untuk bisa sepenuhnya menggali ekspektasi the Fed yang baru dan kenaikan dollar AS.

Ada peluang emas turun sampai menyentuh $1,600 – $1,550 dalam jangka pendek, meskipun outlook jangka panjang bagi harga emas tetap naik lebih tinggi lagi menjelang akhir dari tahun ini.

Waktu terakhir dimana emas diperdagangkan di bawah level $1,700 per ons adalah pas sebelum terjadinya pandemik. Dan sekarang ada bahaya perputaran feedback yang negatip membawa harga emas kembali lagi ke bawah level $1,700.

Dengan ekspektasi dan narasi pasar adalah menghitung ulang untuk lebih kuatnya dollar AS pada musim panas ini, hal ini akan berdampak bagi outlook tehnikal. Perputaran feedback yang negatip adalah ketika harga jatuh dan para trader yang lebih tehnikal mengupdate rentang harga dan menjadi kurang bullish terhadap emas.

Meskipun demikian, $1,700 adalah titik yang kritikal bagi emas dan bisa jadi para “bargain – hunter” akan membeli pada harga yang rendah pada saat ini. Emas akan diuntungkan dalam lingkungan yang seperti ini.

Level $1,679 bisa menjadi level support yang besar pertama dan $1,818 – $1,812 bisa menjadi level resistance tertinggi.

Inversi Kurva Yield Bisa Membantu Emas

Satu potensi positip penggerak naik harga emas ke depannya adalah inversi kurva Yields treasury AS. Yields treasury AS 10 tahun sedang mengalami inversi dengan yields treasury AS 2 tahun, dimana yields treasury AS 2 tahun saat ini lebih tinggi daripada yields treasury AS 10 tahun. Pada masa lalu, kondisi yang seperti ini menunjuk kepada akan datangnya resesi ekonomi. Hal inilah yang pasar sedang mulai memperhitungkan dalam harga dan semakin bertambah – tambah belakangan ini.

Perbedaan yields saat ini adalah lebih besar daripada kapanpun selama 22 tahun terakhir. Emas seharusnya sungguh-sungguh mendapatkan keuntungan dari kondisi seperti ini sebagai assets safe – haven. Ini adalah salah satu alasan untuk mengantisipasikan kenaikan harga emas pada bulan – bulan dan kuartal yang akan datang dalam jangka panjang nantinya.

Data Ekonomi yang Harus Diperhatikan

Fokus pasar masih tetap ada pada ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga dari the Fed yang akan diputuskan pada minggu ini. Namun the Fed tidak akan membicarakan topik kenaikan tingkat bunga pada minggu ini karena pada minggu ini the Fed sedang memasuki periode “blackout” yang tidak boleh berbicara apapun ke publik. Hal ini berarti tidak akan ada pencerahan tambahan dari para pejabat the Fed menjelang pertemuan FOMC the Fed tanggal 27 Juli.

Support & Resistance

Support terdekat menunggu di $1,695 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,679 dan kemudian $1,650.

Resistance terdekat menunggu di $1,725 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,750 dan kemudian $1,800 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews.com

Jumat, 15 Juli 2022

Rifan Financindo Berjangka - Tertarik Investasi Emas Digital? Pengamat Sarankan Beli Di Bursa Resmi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Masyarakat yang tertarik untuk investasi ataupun memiliki emas digital disarankan akan melakukan transaksi lewat bursa resmi. Saran ini disampaikan oleh pengamat ekonomi dan investasi Universitas Islam Nusantara Bandung (Unisba), Yoyok Prasetyo.

Yoyok menjelaskan transaksi melalui bursa resmi dapat menjamin keamanan dari emas digital yang dibeli. Selain itu, emas fisiknya juga akan aman disimpan lembaga depository.

"Dengan transaksi melalui bursa, dipastikan sesuai regulasi, transaksi pun dijamin keamanannya oleh lembaga kliring, dan emas fisiknya disimpan oleh lembaga depository," ujar Yoyok dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Aturan mengenai emas digital telah tertuang dalam peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Nomor 4 tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka.

Dalam aturan itu, disebutkan jika perdagangan emas digital hanya dapat difasilitasi oleh bursa berjangka yang telah memperoleh persetujuan dari Bappebti.

Dalam prakteknya, lanjut Yoyok, sebaiknya sebelum melakukan transaksi masyarakat perlu melakukan pengecekan terhadap legalitas perusahaan yang menawarkan emas digital tersebut, agar bisa terhindar dari investasi emas digital yang tidak resmi.

Untuk itu, sebaiknya semua pemangku kepentingan di ekosistem emas digital ini secara berkelanjutan melakukan edukasi secara masif kepada masyarakat, tentang bagaimana melakukan transaksi emas digital yang resmi," saran Yoyok.

Pasar fisik emas digital pada dasarnya adalah suatu kegiatan jual beli emas di pasar yang dilakukan secara elektronik. Selain itu, pasar fisik emas digital juga sebagai sarana investasi dengan jual beli emas melalui sistem elektronik dengan tempo tunda serah.

Dalam pelaksanaannya, pasar fisik emas digital di bursa berjangka merupakan pasar fisik emas terorganisir yang menggunakan sarana elektronik - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : suara.com

 

 

Kamis, 14 Juli 2022

Rifan Financindo - Emas Turun Lagi Saat Dolar Makin Naik Data 'Inflasi Tinggi' Dinanti

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Satu hari lagi dan level tertinggi dua dekade lainnya untuk dolar telah membuat emas kembali tertekan lebih rendah di wilayah pertengahan $1.700 pada Selasa.

Harga emas berjangka untuk penyerahan Agustus di Comex New York ditutup turun 0,49% di $1.723,25/oz pada perdagangan sesi Selasa.

Meskipun baru saja memulai minggu ini, patokan kontrak emas Comex sudah turun 1% pada minggu ini. Itu melanjutkan penurunan empat minggu yang sebelumnya tidak terputus yang secara kumulatif menempatkan logam kuning turun $150, atau sebesar 8%, sejak pekan terakhir 3 Juni. Tahun ini, emas turun 6%.

Penurunan terbaru emas ini terjadi karena Indeks Dolar AS, yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang utama lainnya, mencapai level tertinggi baru di atas 108 sejak Oktober 2002.

Harga emas bertahan dengan baik karena reli dolar mencapai batasan utama," kata Ed Moya, analis di platform perdagangan online OANDA.

Emas akhirnya akan melihat beberapa aliran safe haven tetapi itu tidak akan terjadi sampai level puncak dolar yang kuat dibuat. Emas mencoba mempertahankan level $1700 dan kemungkinan akan diuji dengan laporan inflasi yang sangat tinggi besok."

Inflasi AS terus berjalan di level tertinggi empat dekade sejak akhir tahun lalu, dengan Indeks Harga Konsumen yang diawasi ketat tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 8,6% per Mei. Pembaruan Juni, yang dijadwalkan pada hari Rabu, diperkirakan akan menunjukkan peningkatan 8,8% - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Senin, 11 Juli 2022

PT Rifan - Dolar Berdiri Tegak Di Tengah Inflasi Dan Kegelisahan Energi

PT RIFAN BANDUNG - Dolar berada di posisi terdepan pada awal minggu di mana data AS dan China serta keamanan energi Eropa menjadi perhatian utama, karena kekhawatiran investor tentang pertumbuhan ekonomi global menawarkan dukungan untuk mata uang safe haven.

Euro mendekam di $ 1,01475, setelah kehilangan 2,3% minggu lalu dan sempat jatuh ke level terendah sejak akhir 2002.

Greenback naik 0,37% pada yen menjadi 136,63 pada awal perdagangan, tidak jauh dari puncak 20 tahun yang dicapai bulan lalu, meninggalkan indeks dolar di 107,29.

(Dolar) bisa tetap mahal sampai risiko seputar inflasi global yang meningkat, keamanan energi Eropa dan prospek pertumbuhan China telah diselesaikan,” kata analis di Barclays dalam sebuah catatan kepada klien.

Data akan dirilis Rabu dan pasar kemungkinan akan menafsirkan pembacaan tinggi sebagai tanda Federal Reserve AS perlu menaikkan suku lebih agresif untuk memerangi inflasi.

Dengan inflasi yang merajalela di sebagian besar dunia, kenaikan suku bunga juga diharapkan minggu ini dari Reserve Bank of New Zealand pada hari Selasa dan Bank of Canada pada hari Kamis.

Kekhawatiran energi berarti euro sedang berjuang melawan lebih dari sekadar dolar dan pada awal perdagangan Senin berada di 0,85 pence Inggris dan 138,48 yen, tepat di atas level Jumat lalu ketika mencapai level terendah sejak akhir Mei terhadap kedua mata uang tersebut.

Dalam kekhawatiran terbaru untuk ekonomi Eropa, pipa tunggal terbesar yang membawa gas Rusia ke Jerman memulai pemeliharaan tahunan pada hari Senin. Arus diperkirakan akan berhenti selama 10 hari, tetapi pemerintah, pasar, dan perusahaan khawatir penutupan itu akan diperpanjang karena perang di Ukraina.

Peristiwa ekonomi utama lainnya minggu ini adalah PDB kuartal kedua China pada hari Jumat, dengan investor mengamati tanda-tanda betapa kerasnya ekonomi terpukul oleh penguncian COVID-19 di banyak kota selama kuartal tersebut.

Jumlah kasus naik sedikit lagi di Shanghai, meskipun jauh lebih rendah daripada sebelumnya, dan pihak berwenang di sana dan di beberapa kota berjuang untuk membasmi wabah baru.

Inggris akan menerbitkan data PDB kuartal kedua pada hari Rabu, tetapi perhatian lebih terfokus pada pilihan partai Konservatif yang berkuasa atas pemimpin dan perdana menteri mereka berikutnya, karena para kandidat mengangkat topi mereka ke atas ring, dengan banyak pemotongan pajak yang menjanjikan.

Sterling stabil di $ 1,2028 pada Senin pagi, setelah menyelesaikan waktu yang bergejolak minggu lalu tidak jauh dari tempat awalnya.

Bitcoin berada di $ 20.800 setelah upaya terbaru untuk melepaskan diri secara signifikan dari sekitar $ 20.000 mereda selama akhir pekan. Itu telah terjebak di sekitar level itu selama sebulan terakhir - PT RIFAN

Sumber : inforexnews.com

 

Jumat, 08 Juli 2022

Rifan Financindo Berjangka - Bursa Berjangka Eropa Melemah Pidato Lagarde & Ketenagakerjaan Fokus Utama Hari Ini

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Bursa saham Eropa diperkirakan akan dibuka turun pada Jumat petang, akan mengakhiri minggu dengan hati-hati menjelang Pidato Presiden ECB Christine Lagarde serta laporan pekerjaan bulanan AS yang sangat ditunggu.

Pada pukul 13.00 WIB, kontrak DAX futures Jerman turun 0,3%, CAC 40 futures Prancis turun 0,1% dan FTSE 100 futures di Inggris melemah 0,4%.

Indeks Eropa ditutup naik tajam pada Kamis, melanjutkan rebound usai mengalami aksi jual besar di semester I tahun ini dengan investor mencoba menghilangkan kekhawatiran atas resesi yang menghantui.

Namun, tindakan bank sentral membuat para investor tetap waspada saat mereka mencoba menilai dampak kenaikan suku bunga agresif terhadap pertumbuhan global.

Dengan pemikiran ini, pidato Kepala Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde di sesi berikutnya mengenai risiko yang dihadapi ekonomi global akan sangat menarik sebelum pertemuan bank sentral berikutnya yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga.

Juga yang paling penting yakni rilis laporan bulanan pekerjaan AS terbaru, yang diperkirakan akan lebih menjelaskan tren ekonomi dengan jumlah orang Amerika dalam pekerjaan berbayar tampaknya sedikit meningkat kendati tidak sebanyak jumlah pekerjaan yang ditambahkan pada bulan Mei.

Di Eropa, kalender ekonomi Jumat akan mencakup data perdagangan Prancis serta produksi industri Italia.

Penembakan mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe Jumat pagi saat berkampanye untuk pemilihan nasional serta krisis politik Inggris yang telah melihat mundurnya Perdana Menteri Boris Johnson dari kantor menciptakan suasana ketidakpastian di pasar global.

Harga minyak stabil pada hari Jumat tetapi masih ada di jalur untuk mengalami kerugian mingguan kedua berturut-turut imbas sentimen resesi, dan hancurnya permintaan terkait, terus membebani pasar.

Persediaan minyak mentah AS mencapai titik tertinggi dua bulan minggu lalu, menurut data Kamis dari Badan Informasi Energi AS, dengan stok sebanyak lebih dari 8 juta barel.

Pukul 13.00 WIB, harga minyak mentah AS berjangka turun 0,1% di $102,63 per barel, sedangkan kontrak Brent naik 0,3% menjadi $104,98. Kedua tolok ukur tersebut jatuh mendekati posisi terendah tiga bulan pada hari Rabu, sementara penurunan Brent $10,73 pada hari Selasa adalah yang terbesar ketiga untuk kontrak minyak itu sejak mulai diperdagangkan pada tahun 1988.

Selain itu, harga emas berjangka naik 0,1% ke $1.741,35/oz, sementara EUR/USD turun tipis ke 1,0158 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com