Rabu, 21 Juni 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Powell Akan Berikan Kesaksian Di Hadapan Kongres Minggu Ini

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Dolar juga mendapat sedikit dorongan hari Selasa menjelang kesaksian Ketua Federal Reserve Jerome Powell di hadapan Kongres, yang dimulai pada hari Rabu.

Federal Reserve AS menghentikan siklus kenaikan suku bunga selama setahun pada minggu lalu untuk menilai dampaknya terhadap inflasi dan prospek ekonomi negara tersebut, tetapi juga mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan di masa mendatang.

Trader memantau kesaksian Powell - kepada Komite Jasa Keuangan DPR pada hari Rabu dan Komite Perbankan Senat pada hari Kamis - untuk mencari isyarat tentang kebijakan moneter AS, di tengah kewaspadaan atas kemungkinan bahwa ia mungkin isyaratkan kenaikan suku bunga pada bulan Juli.

Data ekonomi AS yang akan dirilis hari Selasa termasuk housing start dan building permit untuk bulan Mei, sementara anggota FOMC James Bullard juga akan berbicara - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Selasa, 20 Juni 2023

PT Rifan Financindo - Bursa Eropa Senin Merosot Mencermati Prospek Ekonomi

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Dolar AS bergerak kuat pada hari Senin karena investor mencoba menilai jalur kebijakan moneter ke depan setelah serangkaian pertemuan bank sentral minggu lalu, sementara yen rapuh setelah Bank of Japan berpegang teguh pada kebijakan ultra-longgarnya.

Indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap enam rival utama, naik 0,26% menjadi 102,50, tidak jauh dari level terendah satu bulan di 102 yang disentuh pada hari Jumat. Pasar A.S. tutup pada hari Senin untuk liburan.

Dalam minggu penuh aksi keputusan bank sentral, Federal Reserve mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari Rabu tetapi mengisyaratkan bahwa kenaikan lebih lanjut sedang dalam perjalanan untuk menjinakkan inflasi.

Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Kamis dan membiarkan pintu terbuka untuk kenaikan lebih lanjut, dengan Bank of Japan menutup minggu ini dengan mempertahankan kebijakannya yang sangat mudah.

Namun, investor mengharapkan bank sentral menyelesaikan pengetatannya pada bulan Juli.

Pasar menghargai probabilitas 72% dari kenaikan Fed sebesar 25 basis poin bulan depan, alat CME FedWatch menunjukkan, dan berhenti setelah itu.

Fokus investor minggu ini akan tertuju pada kesaksian Ketua Fed Jerome Powell akhir pekan ini kepada Kongres.

Pejabat Fed juga memberikan nada hawkish sejak pertemuan tersebut.

Seperti yang diperkirakan secara luas, BOJ pada hari Jumat mempertahankan target suku bunga jangka pendek -0,1% dan batas 0% pada imbal hasil obligasi 10-tahun yang ditetapkan di bawah kebijakan kontrol kurva imbal hasil, mendorong yen lebih rendah secara luas.

Pada hari Senin, yen menyentuh level terendah tujuh bulan di 141,98 per dolar, setelah turun 1% pada hari Jumat. Yen juga menyentuh level terendah baru 15 tahun terhadap euro dari 155,32.

Sementara itu, euro naik 0,01% menjadi $1,0934, melayang di dekat puncak satu bulan.

Sterling terakhir di $1,2817, datar pada hari itu - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Senin, 19 Juni 2023

PT Rifan - Emas Turun Kembali Setelah Sempat Naik

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas pada jam perdagangan sesi AS hari Jumat minggu lalu turun ke bawah $1,960 di $1,957 setelah sebelumnya sempat naik ke $1,970 per troy ons. Turunnya harga emas setelah sempat naik, disebabkan karena naiknya yield obligasi treasury AS benchmark 10 tahun sebesar hampir 2% setelah keluarnya data Consumer Sentiment AS yang bagus.

Consumer Sentiment AS bulan Juni membaik dengan Universitas Michigan mengeluarkan angka Consumer Confidence Index yang naik ke 63.9 dari sebelumnya 59.2 di bulan Mei. Angka ini juga lebih baik daripada yang diperkirakan pasar di 60.

Meskipun turun karena naiknya yield obligasi treasury AS, harga emas masih berpotensi naik.

Ketidakpastian mengenai jalur dari kenaikan tingkat bunga oleh the Fed dipandang sebagai faktor kunci yang memberikan dukungan naik terhadap harga emas yang “non-yielding”. Data makro ekonomi AS yang tidak mengesankan pada hari Kamis telah membangkitkan pertanyaan mengenai seberapa banyak ruang yang dimiliki the Fed untuk terus menaikkan tingkat bunga dan mendorong spekulasi bahwa akhir dari siklus kebijakan pengetatan sekarang ini sudah mendekat.

Meskipun demikian, the Fed memberikan signal bahwa tingkat bunga masih harus naik sebanyak 50 bps sampai akhir tahun ini. Hal ini, bersamaan dengan naiknya yield obligasi treasury AS telah membantu dolar AS mengalami pemulihan dari kerendahan satu bulan yang tercapai sebelumnya. Naiknya dolar AS meskipun sedikit bisa membuat trader emas menahan diri untuk menempatkan posisi beli atas emas yang harganya berdenominasi dolar AS.

Selain itu, outlook yang hawkish dari bank sentral utama lainnya bisa menahan kenaikan harga emas. Pada dua minggu lalu Reserve Bank of Australia (RBA) dan Bank of Canada (BoC) secara mengejutkan menaikkan tingkat bunganya sebesar 25 bps. Minggu lalu, European Central Bank (ECB) juga menaikkan tingkat bunganya sebesar 25 bps ke level tertinggi dalam 22 tahun dan memberikan indikasi akan menaikkan tingkat bunganya lagi dalam rangka menurunkan inflasi. Sementara itu, Bank of England (BoE) diperkirakan akan jauh lebih agresif dalam kebijakan pengetatannya dan akan menaikkan tingkat bunganya lagi pada pertemuan kebijakan moneter BoE pada minggu ini - PT RIFAN

Sumber : vibiznews.com

Kamis, 15 Juni 2023

Rifan Financindo - Buyer Emas Kecewa Dengan Prospek Fed Yang Hawkish

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Meski pasar secara luas memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga, perkiraan setidaknya dua kenaikan lagi membuat trader mengantisipasi jeda yang lebih lama dalam siklus kenaikan suku bunga bank.

Emas khususnya diperkirakan akan mendapatkan keuntungan dari prospek suku bunga AS yang tetap stagnan selama sisa tahun ini, mengingat suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk membeli emas.

Namun, prospek kenaikan suku bunga di masa depan dapat mengurangi daya tarik logam mulia ini, bahkan ketika kondisi ekonomi global memburuk dan permintaan akan aset-aset aman meningkat.

Emas telah terjebak dalam range perdagangan yang terbatas selama hampir sebulan di tengah ketidakpastian mengenai The Fed, dan saat ini kemungkinan besar akan tetap berada dalam range tersebut dalam waktu dekat di tengah kelangkaan isyarat pergerakan yang kuat.

Sinyal hawkish dari The Fed itu membuat pasar sepenuhnya menghapus ekspektasi untuk penurunan suku bunga oleh bank sentral tahun ini - sebuah skenario yang menjadi pertanda buruk bagi pasar logam.

Sementara, nikel naik 3,33% pada dini hari, timah naik 0,63% Selasa di ICE London, bijih besi naik 0,27% dan tembaga jatuh 1% pukul 10.20 WIB - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Rabu, 14 Juni 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Turun Dengan Naiknya Yields AS

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas pada jam perdagangan sesi AS hari Selasa berbalik  turun ke bawah $1,950 di sekitar $1,943 per troy ons setelah sebelumnya naik ke atas menembus $1,970 per troy ons.

Yield obligasi treasury AS benchmark 10 tahun naik ke  arah 3.8%, setelah data inflasi AS yang ditunggu-tunggu sebagaimana dengan yang diukur oleh Consumer Prive Index (CPI) muncul dengan penurunan yang tajam, sehingga membebani harga emas.

Harga emas sempat naik menembus resistance kunci di $1,960 menjelang keluarnya data inflasi CPI AS.

S&P 500 berjangka memegang keuntungan yang diperolehnya pada jam perdagangan sesi Asia dengan kemungkinan keputusan tingkat bunga yang netral oleh the Fed adalah solid secara ekstrim.

Sentimen pasar cukup bagus dan daya tarik atas assets yang sensitif terhadap resiko juga menguat.

Dolar AS yang terlihat rentan di posisi sekitar 103.20 menjelang keluarnya data inflasi CPI AS, turun 0.36% ke 102.85 setelah keluarnya angka CPI AS yang lemah.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,940 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,932 dan kemudian $1,900.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,964 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,973 dan kemudian $1,987 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews.com

Selasa, 13 Juni 2023

PT Rifan Financindo - Euro Bergerak Lemah Masih Mendekati Level Terendah 2 Bulan

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Euro diperdagangkan sekitar $1.07 pada Senin, tetap mendekati level terendah dua bulan di $1.0633 yang disentuh pada 31 Mei, karena investor menunggu pertemuan kebijakan moneter ECB minggu depan.

ECB diperkirakan akan memberikan kenaikan suku bunga lain tetapi tanda-tanda muncul bahwa suku bunga yang lebih tinggi mulai berdampak pada ekonomi blok tersebut.

Ekonomi zona euro secara resmi berada dalam resesi ringan karena angka PDB yang direvisi menunjukkan zona euro berkontraksi 0,1% di Q1, bukannya proyeksi ekspansi awal 0,1%, dan angka Q4 juga direvisi turun menjadi kontraksi 0,1% dari pembacaan datar.

Pada saat yang sama, inflasi konsumen dan produsen melambat lebih dari yang diperkirakan.

Selain itu, Fed diperkirakan akan memberikan kenaikan lain pada bulan Juli dan Reserve Bank of Australia dan Bank of Canada mengejutkan pasar dengan kenaikan suku bunga 25 basis poin setelah jeda.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro akan mencermati pergerakan dolar AS yang jika melemah, akan menguatkan Euro. Proyeksi kenaikan suku bunga ECB juga dapat membantu kenaikan Euro. Mata uang Euro diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $1.0781-$1.0851. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $1.0709-$1.0692 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Kamis, 08 Juni 2023

Rifan Financindo - Emas Berbalik Turun Karena Naiknya Yields AS & Outlook Global Suram

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas pada jam perdagangan sesi AS hari Rabu bergerak turun diperdagangkan di sekitar $1,946 per troy ons, setelah sebelumnya sempat naik ke $1,970. Dolar AS memulai hari Rabu dengan posisi di bawah sementara sentimen pasar stabil yang membuat asset-asset rivalnya terapresiasi.

Namun pada jam perdagangan sesi AS, dollar AS mengalami kenaikan yang disebabkan oleh naiknya yields obligasi pemerintah AS. Yields obligasi AS benchmark 10 tahun naik lebih dari 10% ke 3.774%, sementara yields riil AS menuju 1.60%. Hal ini menjadi badai bagi emas.

Penurunan harga emas juga disebabkan oleh karena outlook ekonomi global yang suram dengan ekspor Cina yang muncul kurang daripada yang diperkirakan. Data dari Cina menunjukkan bahwa ekspor Cina turun 7.5% YoY di bawah dari yang diperkirakan penurunan hanya sebesar 1.8%.

Faktor lain yang mempengaruhi harga emas adalah keengganan terhadap resiko dengan tumbangnya Wall Street. Defisit neraca perdagangan AS meluas dengan data bulan April 2023 menunjukkan angka – $74.6 miliar dibandingkan dengan angka bulan Maret – $60 miliar.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,932 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,918 dan kemudian $1,903.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,954 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,966 dan kemudian $1,987 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com