Kamis, 07 September 2023

Rifan Financindo - Wall Street Melemah Dipicu Data Ekonomi AS

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, turun 198,78 poin, atau sekitar 0,57 persen, menjadi 34.443,19. Indeks S&P 500 melemah 31,35 poin, atau sekitar 0,70 persen, menjadi 4.465,48. Indeks komposit Nasdaq merosot 148,48 poin, atau sekitar 1,06 persen, menjadi 13.872,47.

Laporan yang dirilis Institute for Supply Management (ISM) pada Rabu menunjukkan bahwa indeks manajer pembelian non-manufaktur naik ke angka 54,5 bulan lalu, melampaui ekspektasi peningkatan ke angka 52,5, dengan harga yang dibayarkan sektor jasa untuk input meningkat.

Laporan tersebut mencuatkan kekhawatiran bahwa tingginya inflasi akan menyebabkan Federal Reserve mempertahankan suku bunga untuk jangka waktu yang lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Menurut instrumen FedWatch CME Group, ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga dalam pertemuan 20 September mencapai 93 persen, sedangkan ekspektasi The Fed mempertahankan suku bunga pada November mencapai 57 persen.

Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, indeks teknologi mengalami penurunan tertajam 1,4 persen. Hanya dua sektor berakhir di teritori positif, yaitu sektor energi dan utilitas, masing-masing indeks naik 0,1 persen dan 0,2 persen.

Saham perusahaan teknologi Apple Inc (NASDAQ:AAPL) tergelinciri 3,6 persen setelah pemerintah Tiongkok melarang para pegawai yang bekerja di institusi pemerintah pusat menggunakan iPhone dan perangkat asing lainnya dalam bekerja.

Saham perusahaan manufaktur perangkat elektronik Roku melonjak 2,9 persen setelah mengumumkan pemberhentian 10 persen karyawan dan membatasi rekrutmen karyawan baru.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Oktober 2023 turun 0,1 persen menjadi US$1.949,80 per ons. Indeks dolar AS naik 0,02 persen menjadi 104,83.

Bursa saham Eropa melemah untuk sesi keenam beruntun pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,6 persen, dipicu mencuatnya kekhawatiran perlambatan pertumbuhan perekonomian dunia.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 11,79 poin, atau sekitar 0,16 persen, menjadi 7.426,14. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 30,34 poin, atau sekitar 0,19 persen, menjadi 15.741,37.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melorot 78,10 poin, atau sekitar 0,83 persen, menjadi 9.313,90. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, merosot 60,63 poin, atau sekitar 0,84 persen, menjadi 7.194,09.

Nilai tukar poundsterling terhadap dolar AS berada di kisaran US$1,2556 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,28 persen menjadi 1,1682 euro per pound - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

 

Senin, 04 September 2023

PT Rifan - Sepi Rilis Data, Semoga Pemilik Emas Bisa Santai Pekan Ini

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas menguat tipis pada hari ini. Pergerakan harga emas juga diperkirakan tidak akan terlalu bergejolak pada pekan ini karena minimnya rilis data-data ekonomi Amerika Serikat (AS).

Harga emas di pasar spot pada perdagangan pada hari ini, Senin (4/9/2023) pukul 05:26 WIB ada di posisi US$ 1.939,14 per troy ons atau menguat 0,02%.
Penguatan ini menjadi kabar baik setelah emas melemah 0,05% pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (1/9/2023).

Secara keseluruhan, emas masih menguat 1,27% pada pekan lalu. Artinya, dalam dua pekan terakhir, harga emas sudah menguat terus setelah ambruk pada empat pekan beruntun pada akhir Juli hingga pertengahan Agustus.

Pekan ini, pasar emas diperkirakan tidak akan terlalu gejolak karena tidak ada data ekonomi utama yang akan dirilis AS. AS hanya akan merilis data utama yakni perdagangan Agustus pada Rabu serta klaim pengangguran pada Kamis.

Hal ini berbeda dengan pekan lalu di mana ada begitu data tenaga kerja termasuk pengangguran. Data ekonomi AS sejauh ini masih menunjukkan arah yang saling berlawanan.
Di satu sisi, pengangguran AS naik tetapi di sisi lain aktivitas manufaktur mulai membaik

Seperti diketahui, pada Jumat kemarin, AS merlis sejumlah data penting mulai dari pengangguran pada Agustus, non-farm payrolss Agustus, serta aktivitas manufaktur Agustus.

Pengangguran AS secara mengejutkan melesat menjadi 3,8% pada Agustus. Angka ini jauh di atas ekspektasi pasar yakni 3,5% ataupun pada Juli yang tercatat 3,5%.

Namun, penciptaan lapangan kerja non-farm payrolls naik menjadi 187.000 pada Agustus. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan 157.000 pada Juli ataupun ekspektasi pasar (170.000).

Aktivitas manufaktur AS yang terekam dalam ISM Manufacturing juga naik menjadi 47,6 pada Agustus, dari 47 pada Juli.

Pada Senin pekan lalu, AS juga merevisi pertumbuhan ekonomi kuartal II-2022 menjadi 2,1% (year on year/yoy) dari proyeksi sebelumnya 2,4%.

Kenaikan angka pengangguran dan revisi ke bawah pertumbuhan menjadi kabar baik bagi pelaku emas karena menunjukkan pasar tenaga kerja dan ekonomi AS sudah mendingin.

hal ini membuka peluang inflasi turun sehingga bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) bisa melunak.

Namun, data yang masih bagus pada non-farm payrolls dan ISM Manufacturing menjadi katalis negatif. Dua data itu menunjukkan di sektor lain, ekonomi AS memang masih kencang sehingga sulit membuat inflasi turun cepat.

"Data ISM menahan penguatan emas. Dengan data-data yang beda ini pelaku emas akan mencari indikator lain untuk mengetahui seperti apa ekonomi AS dan dampaknya ke kebijakan The Fed," ujar analis independen Tai Wong, dikutip dari Reuters.

The Fed akan menggelar pertemuan pada 19-20 September ini. Perangkat CME Fedwatch menunjukkan 93% investor yakin The Fed akan menahan suku bunga acuan di 5,25%-5,5% dalam pertemuan September. Sebanyak 7%memperkirakan adanya kenaikan suku bunga sebesar 25 bps - PT RIFAN

Sumber : cnbcindonesia

Jumat, 01 September 2023

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Stabil Sebelum Laporan Payrolls, Tembaga Naik Oleh Langkah China

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas bergerak tipis pada hari Jumat (01/09), stabil di dekat level tertinggi tiga minggu dan pasar menunggu isyarat lain untuk kebijakan moneter AS dari data nonfarm payrolls yang akan dirilis hari ini, sementara harga tembaga naik dari data pabrik China yang positif.

Logam kuning mengalami kenaikan yang kuat minggu ini setelah serangkaian angka ekonomi AS yang lemah mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada bulan September, yang pada akhirnya menekan dolar.

Namun greenback rebound pada hari Kamis setelah data personal consumption expenditures - pengukur inflasi pilihan Fed - masih bertahan di bulan Juli, sedangkan personal spending tumbuh lebih baik. Hal ini membuat emas mengkonsolidasikan beberapa penguatan mingguan.

Emas spot stabil di $1.940,14/oz, sementara emas berjangka Desember flat di $1.966,55/oz pukul 11.59 WIB. Kedua instrumen ini masih diperdagangkan naik antara 1% dan 3% untuk minggu ini - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Kamis, 31 Agustus 2023

Rifan Financindo - Wall Street Menguat Dipicu Data Lowongan Pekerjaan AS

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Wall Street menguat pada Selasa (29/8/2023) dipicu data lowongan pekerjaan Amerika Serikat.

Seperti dilansir Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, naik 292,69 poin, atau sekitar 0,85 persen, menjadi 34.852,67. Indeks S&P 500 Indeks S&P 500 melonjak 64,32 poin, atau sekitar 1,45 persen, menjadi 4.497,63. Indeks komposit Nasdaq menanjak 238,63 poin, atau sekitar 1,74 persen, menjadi 13.943,76.

Laporan yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa jumlah lowongan pekerjaan di AS mencapai 8,827 juta pada Juli, turun tiga bulan beruntun dan mensinyalkan melemahnya pasar tenaga kerja.

Lemahnya pasar tenaga kerja mendukung Federal Reserve untuk memperlambat laju peningkatan suku bunga. Instrumen FedWatch CME Group menunjukkan peluang The Fed mempertahankan suku bunga dalam pertemuan September mencapai 87 persen dan peluang mempertahankan suku bunga sampai November mencapai 54 persen.

Imbal hasil obligasi 10 tahun AS turun ke angka 4,11 persen, sedangkan imbal hasil obligasi AS 2 tahun turun ke bawah 5 persen.

Penurunan imbal hasil obligasi AS mendongkrak saham perusahaan yang bergerak di bidang teknologi. Saham Nvidia dan Tesla masing-masing melambung 4,2 persen dan 7,7 persen, saham Alphabet yang merupakan perusahaan induk Google melonjak 2,7 persen.

Seluruh indeks utama S&P 500 berakhir di teritori positif, dengan indeks layanan komunikasi dan kebutuhan konsumen masing-masing naik 2,46 persen dan 2,35 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik dipicu pelemahan nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Oktober 2023 naik 1 persen menjadi US$1.966 per ons. Indeks dolar AS turun 0,58 persen menjadi 103,45.

Bursa saham Eropa menguat pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa meningkat 1 persen, dipicu melonjaknya saham sektor pertambangan seiring naiknya harga logam.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, melonjak 126,41 poin, atau sekitar 1,72 persen, menjadi 7.464,99. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 138,27 poin, atau sekitar 0,88 persen, menjadi 15.930,88.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menanjak 100,1 poin, atau sekitar 1,05 persen, menjadi 9.590,20. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menguat 48,72 poin, atau sekitar 0,67 persen, menjadi 7.373,43.

Nilai tukar poundsterling menguat 0,1 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2614 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,13 persen menjadi 1,1661 euro per pound - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Rabu, 30 Agustus 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Banjir Data AS Siap Rilis

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Pasar saat ini fokus rentetan data ekonomi AS minggu ini, dimulai dengan data kepercayaan konsumen yang akan terbit pada hari ini.

Data revisi produk domestik bruto kuartal kedua akan hadir pada Rabu, sementara personal consumption expenditures/PCE - pengukur inflasi pilihan Federal Reserve - akan dirilis pada Kamis.

Data nonfarm payrolls bulan Agustus akan muncul pada Jumat.

Setiap tanda-tanda ketahanan ekonomi, terutama dalam inflasi dan pasar tenaga kerja, memberikan Fed lebih banyak dorongan dan ruang untuk terus menaikkan suku bunga - sebuah skenario yang diperkirakan akan membebani emas.

Prospek logam mulia juga masih belum pasti, mengingat suku bunga AS akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama - sebuah tren yang baru-baru ini ditegaskan kembali oleh Ketua Fed Jerome Powell.

Kendati investor mengharapkan The Fed akan mempertahankan suku bunga di bulan September, mereka juga telah mengurangi ekspektasi atas penurunan suku bunga tahun ini - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Selasa, 29 Agustus 2023

PT Rifan Financindo - EUR/USD Bertahan Di Atas 1.0800 Di Tengah Melemahnya USD

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - EUR/USD naik ke atas 1.0800 di sekitar 1.0833 pada jam perdagangan sesi Asia hari Selasa. Pasangan matauang ini tetap berada pada radar bullish, mempertahankan berbalik arahnya pada hari Senin kemarin di tengah koreksi yang terjadi atas dolar AS yang melemah.

Indeks dolar AS turun 0.15% ke 103.842. Turunnya yields obligasi AS lebih lanjut dan sentimen yang positip terhadap resiko membebani dolar AS yang safe – haven. Meskipun demikian, pertaruhan akan kenaikan tingkat bunga the Fed lebih lanjut bisa mendukung naik yields obligasi AS dan dolar AS.

Dolar AS melemah pada permulaan minggu ini karena membaiknya sentimen pasar, didukung oleh langkah-langkah stimulus tambahan dari pemerintah Cina. Saham – saham di AS dan Eropa naik, sementara yields obligasi pemerintah turun sehingga membebani dolar AS.

EUR/USD berhasil berbalik naik pada hari Senin karena melemahnya dolar AS setelah membukukan penutupan harian terendah sejak pertengahan bulan Juni pada hari Jumat minggu lalu setelah pidato ketua Federal Reserve AS Jerome Powell di symposium Jackson Hole.

Data ekonomi yang keluar dari AS pada jam perdagangan sesi AS hari Senin adalah Dallas Fed Manufacturing Index yang menunjukkan kemajuan dari – 20 menjadi – 17.2.

Sementara itu dari Eropa, Jerman akan merilis hasil survey Gfk Consumer Confidence pada hari ini dan negara – negara zona Euro akan mulai merilis data Consumer Price Index (CPI) pendahuluan untuk bulan Agustus.

Support & Resistance

Support terdekat menunggu di 1.0790 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0740 dan kemudian 1.0700. “Resistance” terdekat menunggu di 1.0845  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0865 dan kemudian 1.0880 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews

Senin, 28 Agustus 2023

PT Rifan - Jackson Hole, Pidato Powell Menjadi Fokus

PT RIFAN BANDUNG - Pasar saat ini berfokus pada pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell di Jackson Hole yang akan disampaikan hari ini.

Investor sebagian besar khawatir atas sinyal yang berpotensi hawkish dari ketua The Fed, mengingat bahwa inflasi AS tetap tinggi, sementara data terbaru juga menunjukkan berlanjutnya kekuatan di pasar tenaga kerja.

Saat data lain juga menunjukkan perlambatan aktivitas bisnis di AS, pasar masih mengharapkan ketua Fed untuk menempatkan prospek suku bunga AS yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama - sebuah skenario yang menjadi isyarat buruk bagi emas.

Kenaikan suku bunga telah mendorong biaya peluang untuk memiliki emas selama setahun terakhir, sehingga penguatan logam mulia ini menjadi terbatas.

Namun emas mendapat dorongan minggu ini. Data aktivitas bisnis yang lemah mendorong spekulasi bahwa the Fed memiliki ruang gerak yang terbatas untuk terus menaikkan suku bunga - PT RIFAN

Sumber : investing