Senin, 25 September 2023

PT Rifan - Prospek Suku Bunga Yang Lebih Tinggi Hadirkan Lebih Banyak Tekanan Untuk Emas

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas sedikit naik saat dolar turun dari level tertinggi enam bulan dalam perdagangan semalam. Namun, greenback masih relatif menguat, di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga AS.

The Fed menahan suku bunga stabil minggu ini, namun memperingatkan bahwa inflasi yang tinggi dapat mendorong setidaknya satu kali kenaikan lagi tahun ini.

Bank sentral juga mengatakan bahwa kemungkinan akan menjaga suku bunga di atas 5% hingga 2024, mengecewakan ekspektasi pasar untuk setidaknya empat kali pemotongan suku bunga tahun depan.

Potensi suku bunga tinggi yang lebih lama memberikan lebih banyak hambatan bagi emas, pasalnya hal ini meningkatkan biaya peluang berinvestasi dalam aset yang tidak menghasilkan imbal hasil. Tren ini telah memukul emas sepanjang tahun lalu, dan memberikan sedikit keuntungan bagi logam mulia.

Namun, emas bisa diuntungkan dari beberapa permintaan safe haven jangka pendek, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran atas shutdown pemerintah AS. Meskipun secara historis, emas telah mendapat sedikit bantuan selama shutdown di masa lalu, emas masih dapat menarik buyers jika sentimen pasar yang lebih luas memburuk - PT RIFAN

Sumber : investing

Kamis, 21 September 2023

Rifan Financindo - Emas Menguat Untuk Sesi Ke-5, Pertahankan Kenaikan Setelah Putusan Fed

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), lebih tinggi untuk sesi kelima berturut-turut, menandai kenaikan sesi harian terpanjang sejak Januari, menurut Dow Jones Market Data ditopang oleh melemahnya dolar AS.


Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terangkat 13,40 dolar AS atau 0,69 persen, menjadi ditutup pada 1.967,10 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh tertinggi sesi di 1.968,90 dolar AS dan terendah di 1.948,60 dolar AS .
 

Emas berjangka terkerek 0,30 dolar AS atau 0,02 persen menjadi 1.953,70 dolar AS pada Selasa (19/9/2023), setelah bertambah 7,20 dolar AS atau 0,37 persen menjadi 1.953,40 dolar AS pada Senin (18/9/2023), dan melonjak 13,40 dolar AS atau 0,69 persen menjadi 1.946,20 dolar AS pada Jumat
Tak lama setelah perdagangan ditutup, pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berakhir dengan pengumuman, yang mengindikasikan bahwa The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah seperti yang diharapkan, namun tidak mengesampingkan kenaikan suku bunga pada November.


Bank sentral memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan fed fund di kisaran 5,25 persen hingga 5,50 persen, seperti yang diantisipasi. Selain itu, bank juga mengindikasikan kenaikan suku bunga tambahan pada tahun ini. Setelah pengumuman ini, emas untuk Desember diperdagangkan pada 1.963,80 dolar AS per ounce di perdagangan elektronik.


Federal Reserve memperkirakan perekonomian AS akan mengalami soft landing, dengan memperkirakan suku bunga The Fed akan turun dari 5,6 persen pada tahun 2023 menjadi 5,1 persen pada tahun 2024, dan PDB AS akan meningkat sebesar 2,1 persen pada tahun 2023 dan 1,5 persen pada tahun 2024.


The Fed selanjutnya memperkirakan dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2024, bukan empat kali.
Meskipun ada keputusan Federal Reserve dan sinyal kenaikan suku bunga lagi tahun ini, emas berjangka berhasil mempertahankan kenaikannya. Pergerakan harga ini menggarisbawahi hubungan dinamis antara keputusan kebijakan moneter dan komoditas seperti emas.


Bank Sentral Jepang dan Bank Sentral Inggris juga diperkirakan akan mengumumkan keputusan suku bunga mereka pekan ini.


Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 38 sen atau 1,62 persen, menjadi ditutup pada 23,836 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober terpangkas 6,10 dolar AS atau 0,64 persen, menjadi menetap pada 942,30 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : antaranews



Rabu, 20 September 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa Saham Eropa Melemah, Rapat Fed Dan Inflasi Eropa Jadi Sorotan

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Bursa saham Eropa akan dibuka turun pada hari Selasa (19/09). Investor kini menunggu dimulainya rapat kebijakan dua hari penting dari Federal Reserve AS serta rilis lebih banyak data inflasi dari zona euro.

Pukul 13.00 WIB, DAX futures di Jerman turun 0,2%, CAC 40 futures di Perancis turun 0,3% dan FTSE 100 futures di Inggris turun 0,2%.

Rapat Fed dorong kehati-hatian

Investor cenderung berhati-hati dalam memulai perdagangan hari Selasa. Pasar menunggu berita dari Washington ketika para pengambil kebijakan Federal Reserve mulai mendiskusikan tanggapannya terhadap prospek ekonomi AS.

Bank sentral AS diharap akan mempertahankan suku bunga stabil di kisaran 5,25% hingga 5,50% ketika rapat berakhir pada hari Rabu, setelah menaikkan suku bunga dalam 11 dari 12 rapat terakhir dalam upaya untuk mendinginkan inflasi.

Namun pasar tidak sepenuhnya sepakat apakah the Fed akan berhenti menaikkan suku bunga saat ini atau akan menaikkan suku bunga sekali lagi tahun ini, karena inflasi masih berada di atas target 2% - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Selasa, 19 September 2023

PT Rifan Financindo - Emas Berakhir Di Tertinggi Lebih Dari 2 Minggu Jelang Pertemuan Fed

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) menjadi bertengger di level tertingginya dalam lebih dari dua minggu, mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve pekan ini


Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, bertambah 7,20 dolar AS atau 0,37 persen menjadi ditutup pada 1.953,40 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh tertinggi sesi di 1.955,70 dolar AS dan terendah di 1.943,80 dolar AS.
Emas berjangka terangkat 13,40 dolar AS atau 0,69 persen menjadi 1.946,20 dolar AS pada Jumat (15/9/2023), setelah naik tipis 0,30 dolar AS atau 0,02 persen menjadi 1.932,80 dolar AS pada Kamis (14/9/2023), dan tergelincir 2,60 dolar AS atau 0,13 persen menjadi 1.932,50 dolar AS
Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, turun 0,3 persen menjadi 105,04 pada perdagangan Senin


Emas terjebak dalam kisaran perdagangan yang ketat karena investor menunggu hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) selama dua hari yang akan berakhir pada Rabu (20/9/2023) dengan pengumuman setelah penutupan pasar.


Emas telah bertahan, mencerna kenaikan sebelumnya, sementara “tekanan di luar fundamental,” seperti penguatan imbal hasil obligasi pemerintah dan penguatan dolar AS “gagal secara tegas mendorong harga turun,” kata Adam Koos, presiden Libertas Wealth Management Group, seperti dikutip Market Watch. "Ini adalah hal positif bagi emas, menurut pendapat saya.


Inflasi tidak lagi menjadi faktor penting karena disinflasi terus menjadi “normal baru,” kata Koos. "Jadi, walaupun keputusan Fed pada Rabu (20/9/2023) pasti akan memberikan dampak, dan meskipun Ketua Fed Jerome Powell pasti bisa menaikkan suku bunga lagi sebesar 0,25 persen dengan retorika yang cenderung ke arah 'hati-hati', kita semua tahu bahwa suatu hari nanti -- entah itu minggu ini atau akhir tahun ini - The Fed akan berhenti melakukan pengetatan dan rencana mereka akan beralih ke salah satu rencana 'selanjutnya'


Yang akan terjadi selanjutnya kemungkinan besar adalah periode "normalitas pasar, di mana pasar bertindak sendiri-sendiri, dan tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang tidak terlihat," diikuti oleh suatu saat di masa depan - bahkan mungkin pada tahun 2024, ketika The Fed mulai melakukan pemotongan suku bunga," kata Koos. Hal itu "tentu saja akan baik untuk emas berjangka."
Federal Reserve secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya pada akhir pertemuan dua hari pada Rabu (20/9/2023), namun inflasi yang lebih tinggi akan menghasilkan pandangan yang hawkish


Tetapi pasar tetap waspada terhadap prospek bank sentral, mengingat peningkatan inflasi dan ketahanan perekonomian AS baru-baru ini memberikan lebih banyak ruang bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut


Sementara itu, Asosiasi Nasional Pengembang Rumah/Indeks Pasar Perumahan Wells Fargo melaporkan pada Senin (18/9/2023) bahwa kepercayaan pengembang AS untuk rumah keluarga tunggal yang baru dibangun turun lima poin menjadi 45 pada September, menyusul penurunan enam poin pada Agustus.


Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 11,20 sen atau 0,48 persen, menjadi ditutup pada 23,498 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober terangkat 8,80 dolar AS atau 0,95 persen, menjadi menetap pada 938,30 dolar AS per ounce - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : antaranews



Senin, 18 September 2023

PT Rifan - Emas Naik Karena Resiko Naiknya Inflasi Memudar

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas pada jam perdagangan sesi AS hari Jumat minggu lalu berhasil naik ke atas $1,920 ditutup di $1,923 per troy ons.

Kenaikan harga emas disebabkan karena para investor melihat tidak akan ada kenaikan tingkat bunga lagi oleh Federal Reserve AS (the Fed) untuk sisa tahun 2023 dengan resiko naiknya inflasi telah memudar.

The Fed kelihatannya telah selesai dengan siklus kenaikan tingkat bunganya yang agresif dengan tidak adanya indikator ekonomi yang mendukung resiko kenaikan inflasi lebih lanjut.

Naiknya harga emas juga didukung oleh koreksi terhadap dolar AS yang melemah setelah keluarnya data ekonomi Penjualan Ritel dan Produksi Industri Cina yang kuat pada bulan Agustus. Indeks dolar AS turun 0.06% ke 104.990.

Sementara itu, Penjualan Ritel AS juga naik tajam pada bulan Agustus dengan “service stations” menerima penghasilan lebih tinggi karena naiknya harga gasoline.

Meskipun demikian, dampak dari naiknya harga minyak mentah terhadap angka inflasi Consumer Price Index (CPI) AS diperkirakan akan tetap terbatas.

Hal ini akan membuat para pembuat kebijakan di Federal Reserve AS terdorong untuk tetap mempertahankan tingkat bunga tidak berubah dalam keputusan pada minggu ini.

Biro Sensus AS pada hari Kamis melaporkan bahwa Penjualan Ritel bulanan AS berkembang dengan kecepatan sebesar 0.6% pada bulan Agustus dibandingkan dengan angka bulan Juli sebesar 0.5%. Sementara para investor mengantisipasikan kecepatan pertumbuhan melambat ke 0.2%.

Support & Resistance

Support” terdekat menunggu di $1,905 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,900 dan kemudian $1,885.

Resistance” terdekat menunggu di $1,917 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,921 dan kemudian $1,932 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews

Jumat, 15 September 2023

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Kamis Mixed Setelah Rilis Data PPI Dan Penjualan Ritel AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas mixed pada hari Kamis setelah data harga produsen dan angka penjualan ritel AS yang lebih tinggi dari perkiraan meningkatkan kekhawatiran bahwa suku bunga AS kemungkinan akan tetap lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, sehingga meningkatkan dolar dan imbal hasil obligasi.

Emas di pasar spot naik 0,1% menjadi $1,909.19 per ons pada 10:52 EDT (1452 GMT), setelah menyentuh $1,904.93, terendah sejak 25 Agustus.
Emas berjangka AS turun 0,1% menjadi $1,930.70.

Data menunjukkan harga produsen AS meningkat sebesar 0,7% pada bulan Agustus, yang terbesar dalam lebih dari setahun, sementara penjualan ritel AS meningkat sebesar 0,6% dibandingkan ekspektasi Reuters sebesar 0,2% pada periode yang sama.

Indeks dolar AS melonjak 0,4% ke level tertinggi dalam enam bulan, mengurangi daya tarik emas bagi investor luar negeri, sementara imbal hasil obligasi acuan bertenor 10 tahun naik 1,8 basis poin menjadi 4,266%.

Meskipun pasar memperkirakan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunganya tidak berubah pada pertemuan kebijakan mereka minggu depan, terdapat kemungkinan 39% kenaikan suku bunga di bulan November, menurut FedWatch Tool CME.

Sebelumnya pada hari ini, Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan suku bunga utamanya ke rekor tertinggi sebesar 4% pada hari Kamis, namun mengisyaratkan bahwa hal ini mungkin merupakan langkah terakhirnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun jika dolar AS terus menguat. Namun jika data ekonomi AS terealisir turun dan menekan dolar AS, akan dapat mengangkat harga emas. Harga emas diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $1,896-$1,843. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $1,939-$1,962 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Kamis, 14 September 2023

Rifan Financindo - Harga Emas Rabu Stabil, Menuju Penurunan Karena Peningkatan Inflasi AS

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas stabil pada hari Rabu setelah turun segera menyusul data yang menunjukkan percepatan harga konsumen AS, di tengah ekspektasi bahwa angka inflasi mungkin tidak mendorong perubahan besar dalam strategi suku bunga Federal Reserve.

Harga emas di pasar spot stabil di $1,912.86 per ounce.
Emas berjangka AS juga stabil di $1,935.40 per ounce.

Data Departemen Tenaga Kerja menunjukkan IHK utama dan inti pada bulan Agustus masing-masing naik 0,6% dan 0,3%, bulan ke bulan. Para ekonom memperkirakan kenaikan masing-masing sebesar 0,6% dan 0,2%.

Namun, ekspektasi para pedagang terhadap The Fed untuk mempertahankan suku bunganya tidak berubah pada pertemuan kebijakan tanggal 19-20 September semakin menguat setelah data tersebut dirilis, dan memperkirakan adanya peluang sebesar 44% untuk kenaikan suku bunga lagi sebelum tahun 2024, menurut alat CME FedWatch.

Investor sekarang menantikan data harga produsen dan penjualan ritel AS bulan Agustus serta keputusan kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa pada hari Kamis menjelang keputusan kebijakan Fed pada 20 September.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat turun setelah inflasi AS bulan Agustus meningkat - RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews