Senin, 02 Oktober 2023

PT Rifan - Inflasi PCE Menjadi Fokus, Dolar Dan Yields Turun

 

PT RIFAN BANDUNG - Dolar turun sebesar 0,2% di perdagangan Asia, seperti halnya Treasury yields 10 tahun, setelah mencatat pencapaian kuat minggu ini.

Pasar saat ini tengah menunggu untuk melihat apakah rally memiliki lebih banyak dasar, dengan personal consumption expenditures/PCE - pengukur inflasi pilihan Fed - yang akan terbit pada hari ini.

Analis memperkirakan angkanya akan meningkat di bulan Agustus dari bulan sebelumnya, mengikuti peningkatan inflasi konsumen di tengah tekanan naiknya harga bahan bakar yang lebih tinggi dan belanja ritel stabil.

Angka inflasi yang lebih kuat memberikan ruang bagi the Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi. Bank sentral mengatakan pekan lalu bahwa mereka berpotensi menaikkan suku bunga sekali lagi pada tahun 2023, dan akan memangkasnya dengan margin yang lebih kecil hingga tahun 2024.

Suku bunga yang tinggi menjadi pertanda buruk bagi emas, mengingat ini meningkatkan biaya peluang untuk berinvestasi dalam emas - PT RIFAN

Sumber : investing

Jumat, 29 September 2023

Rifan Financindo Berjangka - Inflasi PCE Menjadi Fokus, Dolar Dan Yields Turun

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Dolar turun sebesar 0,2% di perdagangan Asia, seperti halnya Treasury yields 10 tahun, setelah mencatat pencapaian kuat minggu ini.

Pasar saat ini tengah menunggu untuk melihat apakah rally memiliki lebih banyak dasar, dengan personal consumption expenditures/PCE - pengukur inflasi pilihan Fed - yang akan terbit pada hari ini.

Analis memperkirakan angkanya akan meningkat di bulan Agustus dari bulan sebelumnya, mengikuti peningkatan inflasi konsumen di tengah tekanan naiknya harga bahan bakar yang lebih tinggi dan belanja ritel stabil.

Angka inflasi yang lebih kuat memberikan ruang bagi the Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi. Bank sentral mengatakan pekan lalu bahwa mereka berpotensi menaikkan suku bunga sekali lagi pada tahun 2023, dan akan memangkasnya dengan margin yang lebih kecil hingga tahun 2024.

Suku bunga yang tinggi menjadi pertanda buruk bagi emas, mengingat ini meningkatkan biaya peluang untuk berinvestasi dalam emas - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Selasa, 26 September 2023

PT Rifan Financindo - Emas Turun Karena Menguatnya Dolar AS

 

\PT RIFAN BANDUNG - Harga emas diperdagangkan turun ke sekitar $1,911 per troy ons. Penurunan harga emas disebabkan karena menguatnya dolar AS dimana indeks dolar AS naik 0.12% ke 105.814.

Dolar AS terus mendapatkan dukungan naik dengan para pembuat kebijakan dari the Fed terus mempertahankan sikap yang hawkish untuk pertemuan kebijakan moneter berikutnya. Selain itu dolar AS juga ditopang oleh ketangguhan ekonomi AS.

Ketangguhan ekonomi AS membuat the Fed berpegang teguh untuk tetap mempertahankan tingkat bunga cukup restriktif dalam jangka waktu yang lebih lama agar inflasi dapat terkontrol. Hal ini membuat para investor menjadi berhati-hati terhadap outlook ekonomi AS, karena akan bisa berdampak terhadap tingkat pengangguran, memperlambat permintaan terhadap tenaga kerja dan membuat aktifitas faktori menjadi lebih rentan.

Sementara partisipan pasar berharap agar ekonomi AS terus berjalan di jalur yang baik, dimana inflasi turun tanpa mempengaruhi pertumbuhan sehingga membuat the Fed akan bisa mempertahankan tidak menaikkan tingkat bunga lagi.

Stabilnya permintaan, mantapnya pertumbuhan upah dan kuatnya belanja konsumen mendemonstrasikan kekuatan perekonomia AS, sementara kontraksi di Purchasing Manager Index (PMI) masih merupakan keprihatinan.

Support & Resistance

Support terdekat menunggu di $1,910 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,900 dan kemudian $1,889.

Resistance terdekat menunggu di $1,926 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,929 dan kemudian $1,941 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews

Senin, 25 September 2023

PT Rifan - Prospek Suku Bunga Yang Lebih Tinggi Hadirkan Lebih Banyak Tekanan Untuk Emas

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas sedikit naik saat dolar turun dari level tertinggi enam bulan dalam perdagangan semalam. Namun, greenback masih relatif menguat, di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga AS.

The Fed menahan suku bunga stabil minggu ini, namun memperingatkan bahwa inflasi yang tinggi dapat mendorong setidaknya satu kali kenaikan lagi tahun ini.

Bank sentral juga mengatakan bahwa kemungkinan akan menjaga suku bunga di atas 5% hingga 2024, mengecewakan ekspektasi pasar untuk setidaknya empat kali pemotongan suku bunga tahun depan.

Potensi suku bunga tinggi yang lebih lama memberikan lebih banyak hambatan bagi emas, pasalnya hal ini meningkatkan biaya peluang berinvestasi dalam aset yang tidak menghasilkan imbal hasil. Tren ini telah memukul emas sepanjang tahun lalu, dan memberikan sedikit keuntungan bagi logam mulia.

Namun, emas bisa diuntungkan dari beberapa permintaan safe haven jangka pendek, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran atas shutdown pemerintah AS. Meskipun secara historis, emas telah mendapat sedikit bantuan selama shutdown di masa lalu, emas masih dapat menarik buyers jika sentimen pasar yang lebih luas memburuk - PT RIFAN

Sumber : investing

Kamis, 21 September 2023

Rifan Financindo - Emas Menguat Untuk Sesi Ke-5, Pertahankan Kenaikan Setelah Putusan Fed

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), lebih tinggi untuk sesi kelima berturut-turut, menandai kenaikan sesi harian terpanjang sejak Januari, menurut Dow Jones Market Data ditopang oleh melemahnya dolar AS.


Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terangkat 13,40 dolar AS atau 0,69 persen, menjadi ditutup pada 1.967,10 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh tertinggi sesi di 1.968,90 dolar AS dan terendah di 1.948,60 dolar AS .
 

Emas berjangka terkerek 0,30 dolar AS atau 0,02 persen menjadi 1.953,70 dolar AS pada Selasa (19/9/2023), setelah bertambah 7,20 dolar AS atau 0,37 persen menjadi 1.953,40 dolar AS pada Senin (18/9/2023), dan melonjak 13,40 dolar AS atau 0,69 persen menjadi 1.946,20 dolar AS pada Jumat
Tak lama setelah perdagangan ditutup, pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berakhir dengan pengumuman, yang mengindikasikan bahwa The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah seperti yang diharapkan, namun tidak mengesampingkan kenaikan suku bunga pada November.


Bank sentral memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan fed fund di kisaran 5,25 persen hingga 5,50 persen, seperti yang diantisipasi. Selain itu, bank juga mengindikasikan kenaikan suku bunga tambahan pada tahun ini. Setelah pengumuman ini, emas untuk Desember diperdagangkan pada 1.963,80 dolar AS per ounce di perdagangan elektronik.


Federal Reserve memperkirakan perekonomian AS akan mengalami soft landing, dengan memperkirakan suku bunga The Fed akan turun dari 5,6 persen pada tahun 2023 menjadi 5,1 persen pada tahun 2024, dan PDB AS akan meningkat sebesar 2,1 persen pada tahun 2023 dan 1,5 persen pada tahun 2024.


The Fed selanjutnya memperkirakan dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2024, bukan empat kali.
Meskipun ada keputusan Federal Reserve dan sinyal kenaikan suku bunga lagi tahun ini, emas berjangka berhasil mempertahankan kenaikannya. Pergerakan harga ini menggarisbawahi hubungan dinamis antara keputusan kebijakan moneter dan komoditas seperti emas.


Bank Sentral Jepang dan Bank Sentral Inggris juga diperkirakan akan mengumumkan keputusan suku bunga mereka pekan ini.


Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 38 sen atau 1,62 persen, menjadi ditutup pada 23,836 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober terpangkas 6,10 dolar AS atau 0,64 persen, menjadi menetap pada 942,30 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : antaranews



Rabu, 20 September 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa Saham Eropa Melemah, Rapat Fed Dan Inflasi Eropa Jadi Sorotan

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Bursa saham Eropa akan dibuka turun pada hari Selasa (19/09). Investor kini menunggu dimulainya rapat kebijakan dua hari penting dari Federal Reserve AS serta rilis lebih banyak data inflasi dari zona euro.

Pukul 13.00 WIB, DAX futures di Jerman turun 0,2%, CAC 40 futures di Perancis turun 0,3% dan FTSE 100 futures di Inggris turun 0,2%.

Rapat Fed dorong kehati-hatian

Investor cenderung berhati-hati dalam memulai perdagangan hari Selasa. Pasar menunggu berita dari Washington ketika para pengambil kebijakan Federal Reserve mulai mendiskusikan tanggapannya terhadap prospek ekonomi AS.

Bank sentral AS diharap akan mempertahankan suku bunga stabil di kisaran 5,25% hingga 5,50% ketika rapat berakhir pada hari Rabu, setelah menaikkan suku bunga dalam 11 dari 12 rapat terakhir dalam upaya untuk mendinginkan inflasi.

Namun pasar tidak sepenuhnya sepakat apakah the Fed akan berhenti menaikkan suku bunga saat ini atau akan menaikkan suku bunga sekali lagi tahun ini, karena inflasi masih berada di atas target 2% - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Selasa, 19 September 2023

PT Rifan Financindo - Emas Berakhir Di Tertinggi Lebih Dari 2 Minggu Jelang Pertemuan Fed

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) menjadi bertengger di level tertingginya dalam lebih dari dua minggu, mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve pekan ini


Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, bertambah 7,20 dolar AS atau 0,37 persen menjadi ditutup pada 1.953,40 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh tertinggi sesi di 1.955,70 dolar AS dan terendah di 1.943,80 dolar AS.
Emas berjangka terangkat 13,40 dolar AS atau 0,69 persen menjadi 1.946,20 dolar AS pada Jumat (15/9/2023), setelah naik tipis 0,30 dolar AS atau 0,02 persen menjadi 1.932,80 dolar AS pada Kamis (14/9/2023), dan tergelincir 2,60 dolar AS atau 0,13 persen menjadi 1.932,50 dolar AS
Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, turun 0,3 persen menjadi 105,04 pada perdagangan Senin


Emas terjebak dalam kisaran perdagangan yang ketat karena investor menunggu hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) selama dua hari yang akan berakhir pada Rabu (20/9/2023) dengan pengumuman setelah penutupan pasar.


Emas telah bertahan, mencerna kenaikan sebelumnya, sementara “tekanan di luar fundamental,” seperti penguatan imbal hasil obligasi pemerintah dan penguatan dolar AS “gagal secara tegas mendorong harga turun,” kata Adam Koos, presiden Libertas Wealth Management Group, seperti dikutip Market Watch. "Ini adalah hal positif bagi emas, menurut pendapat saya.


Inflasi tidak lagi menjadi faktor penting karena disinflasi terus menjadi “normal baru,” kata Koos. "Jadi, walaupun keputusan Fed pada Rabu (20/9/2023) pasti akan memberikan dampak, dan meskipun Ketua Fed Jerome Powell pasti bisa menaikkan suku bunga lagi sebesar 0,25 persen dengan retorika yang cenderung ke arah 'hati-hati', kita semua tahu bahwa suatu hari nanti -- entah itu minggu ini atau akhir tahun ini - The Fed akan berhenti melakukan pengetatan dan rencana mereka akan beralih ke salah satu rencana 'selanjutnya'


Yang akan terjadi selanjutnya kemungkinan besar adalah periode "normalitas pasar, di mana pasar bertindak sendiri-sendiri, dan tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang tidak terlihat," diikuti oleh suatu saat di masa depan - bahkan mungkin pada tahun 2024, ketika The Fed mulai melakukan pemotongan suku bunga," kata Koos. Hal itu "tentu saja akan baik untuk emas berjangka."
Federal Reserve secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya pada akhir pertemuan dua hari pada Rabu (20/9/2023), namun inflasi yang lebih tinggi akan menghasilkan pandangan yang hawkish


Tetapi pasar tetap waspada terhadap prospek bank sentral, mengingat peningkatan inflasi dan ketahanan perekonomian AS baru-baru ini memberikan lebih banyak ruang bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut


Sementara itu, Asosiasi Nasional Pengembang Rumah/Indeks Pasar Perumahan Wells Fargo melaporkan pada Senin (18/9/2023) bahwa kepercayaan pengembang AS untuk rumah keluarga tunggal yang baru dibangun turun lima poin menjadi 45 pada September, menyusul penurunan enam poin pada Agustus.


Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 11,20 sen atau 0,48 persen, menjadi ditutup pada 23,498 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober terangkat 8,80 dolar AS atau 0,95 persen, menjadi menetap pada 938,30 dolar AS per ounce - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : antaranews