Jumat, 24 November 2023

Rifan Financindo Berjangka - Dolar AS Kamis Bergerak Turun Saat Pasar AS Libur Thanksgiving

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Pasar mata uang bergerak tipis karena hari libur di Jepang dan Amerika Serikat pada hari Kamis.

Dengan tutupnya pasar di Jepang dan Amerika Serikat untuk libur Thanksgiving, mata uang hampir tidak bergerak dan imbal hasil Treasury AS tidak diperdagangkan di Asia.

Terpantau indeks dolar AS bergerak turun 0,25% pada 103,62.

Indeks dolar naik semalam, rebound dari level terendah 2-1/2 bulan, setelah data ekonomi menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun lebih dari perkiraan pada minggu lalu.

Data pesanan barang-barang manufaktur AS yang tahan lama turun lebih besar dari perkiraan pada bulan Oktober, menandakan perekonomian melambat setelah pertumbuhan kuartal ketiga yang panas.

Indikator lain yang mengkhawatirkan bagi Federal Reserve adalah survei dari University of Michigan yang menunjukkan konsumen bulan ini mengantisipasi inflasi yang lebih tinggi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, khususnya inflasi dalam lima tahun ke depan.

Pasar telah mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada tahun 2024, dengan prospek saat ini menunjukkan peluang sebesar 27% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga targetnya pada pertemuan kebijakan bulan Maret 2024, dan kemungkinan ini meningkat menjadi 40% ketika para pengambil kebijakan bertemu pada bulan Mei, menurut CME Alat FedWatch Grup.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS akan bergerak lemah dalam perdagangan tipis libur Thanksgiving pasar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 103,44-103,16. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 103,92-104,24 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Kamis, 23 November 2023

Rifan Financindo - Harga Emas Dunia Hari Ini Amblas, Sekarang Dipatok Lebih Murah

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun di bawah level kunci USD 2.000 per ounce pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta). Harga emas melemah karena dolar Merika Serikat (AS) rebound dari posisi terendah dan imbal hasil Treasury mengurangi kerugian, sementara ekspektasi bahwa Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed) akan menghentikan kenaikan suku bunga membatasi penurunan emas batangan.

Dikutip dari CNBC, Jumat, harga emas dunia di pasar spot turun 0,4% menjadi USD 1.991,16 per ounce pada pukul 15:05 ET (2005 GMT) dan mencatat penurunan harian terbesar sejak 10 November. Sementara itu, harga emas berjangka AS ditutup 0,4% lebih rendah pada USD 1,991.30.

Dia menambahkan bahwa kekuatan pasar yang saling bertentangan membuat perdagangan jenis liburan ini stabil.

Kurs dolar naik 0,3% terhadap para mata uang pesaingnya, sementara imbal hasil Treasury mengurangi kerugian setelah data awal klaim pengangguran yang kuat meresahkan pasar yang memperkirakan Federal Reserve akan mulai menurunkan suku bunga sekitar bulan Juni karena perekonomian AS melambat - RIFAN FINANCINDO

Sumber : liputan6

Rabu, 22 November 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Dunia Makin Kinclong, Tembus Di Atas USD 2.000

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia tertahan di atas angka USD 2.000 pada hari Selasa, didukung oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve telah mencapai puncak suku bunga. Pergerakan harga emas ini imbas risalah pertemuan terbaru bank sentral AS menekankan pendekatan hati-hati terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Para pejabat Fed sepakat pada pertemuan terakhir mereka, risalah rapat menunjukkan bahwa suku bunga hanya perlu dinaikkan jika informasi yang masuk tidak menunjukkan kemajuan yang cukup dalam menurunkan inflasi.

Risalah rapat menunjukkan bahwa pembeli obligasi dan emas tidak boleh terlalu berlebihan,” tambah Wong - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

 Sumber : liputan6

Selasa, 21 November 2023

PT Rifan Financindo - Harga Emas Loyo, Investornya Deg-Degan Tunggu Data The Fed

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas melemah menjelang rilis rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Selasa waktu Amerika Serikat (AS) atau Rabu dini hari waktu Indonesia. 

Pada perdagangan Senin harga emas di pasar spot ditutup terkoreksi 0,14% di posisi US$ 1.977,19 per troy ons.

Sementara, hingga pukul 06.25 WIB Selasa, harga emas di pasar spot bergerak lebih tinggi atau menguat 0,15% di posisi US$ 1.980,19 per troy ons.

Harga emas turun pada perdagangan Senin karena terbebani oleh kenaikan imbal hasil Treasury AS, dengan investor menunggu risalah pertemuan terakhir The Federal Reserve untuk mendapatkan isyarat mengenai jalur suku bunga bank sentral.

Secara teknis kita telah melihat emas mencapai resistensi dan kembali ke kisaran perdagangan dengan tingkat suku bunga yang agak lebih tinggi sebagai katalis di sini," ujar Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities, dikutip dari Reuters.

The Fed akan mempertahankan narasinya bahwa kebijakan moneter akan bergantung pada inflasi dan akan mempertahankan kenaikan suku bunga selama diperlukan, tambahnya.

Risalah pertemuan The Fed akan dirilis pada hari Selasa.

Data minggu lalu menghidupkan kembali harapan bahwa The Fed dapat mulai melonggarkan kondisi moneternya lebih cepat dari perkiraan setelah pasar tenaga kerja melambat dan laporan inflasi konsumen yang lebih lemah dari perkiraan.

Suku bunga yang lebih rendah memberikan tekanan pada dolar dan imbal hasil obligasi, sehingga meningkatkan daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia

 

Senin, 20 November 2023

PT Rifan - Saham Hong Kong Dibuka Menguat Tajam

PT RIFAN BANDUNG - Saham-saham Hong Kong menguat tajam pada pembukaan Senin pagi, yang bangkit kembali dari kerugian besar pada akhir pekan lalu di tengah optimisme baru bahwa Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga lagi dalam waktu dekat.

Indeks Hang Seng naik 0,98% atau 171,65 poin menjadi 17.625,84.

Indeks Harga Saham Gabungan Shanghai naik tipis 0,08% atau 2,56 poin menjadi 3.056,93, dan Indeks Harga Saham Gabungan Shenzhen di bursa kedua China bertambah 0,11% atau 2,03 poin menjadi 1.925,99 - PT RIFAN

Sumber : reuteurs

Jumat, 17 November 2023

Rifan Financindo Berjangka - Emas Naik Kembali Ke Ketinggian Mingguan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas kembali naik ke atas $1,980 diperdagangkan di sekitar $1,987 per troy ons, mengetes ketinggian mingguan pada jam perdagangan sesi AS hari Kamis.

Yields obligasi treasury AS turun karena ketidakpastian mengenai outlook tingkat bunga dari Federal Reserve AS (the Fed), dan ditambah lagi dengan lemahnya data Jobless Claims mingguan AS yang keluar.

Pasar emas mengalami rally setelah keluarnya data employment AS terbaru yang menunjukkan lemahnya pasar tenaga kerja AS secara mengejutkan.

Pada hari Kamis, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa klaim pengangguran mingguan AS naik sebesar 13.000 ke 231.000, naik dari revisi turun minggu sebelumnya di 218.000.

Angka ini adalah angka tertinggi sejak bulan Agustus dan juga jauh di atas daripada yang diperkirakan dimana perkiraan konsensus berada di 220.000.

Federal Reserve AS mengatakan bahwa pasar tenaga kerja AS perlu melemah sebelum the Fed mulai melihat kepada potensi pemotongan tingkat bunga.

Kenaikan harga emas juga ditopang oleh berbalik melemahnya dolar AS dengan indeks dolar AS berbalik turun 0.10% ke 104.157.

Investor berbalik menjadi enggan terhadap resiko pada jam perdagangan sesi Asia hari Kamis setelah keprihatinan mengenai pasar properti Cina naik kembali ke permukaan setelah keluarnya data Fixed Asset Investment Cina yang mengecewakan.

Namun faktor utama yang membuat pasar menjadi enggan terhadap resiko adalah ketidakpastian mengenai outlook tingkat bunga dari the Fed.

Pasar memperkirakan bahwa the Fed akan mulai menurunkan tingkat bunganya pada paruh kedua dari tahun 2024 setelah data inflasi Consumer Price Index (CPI) AS bulan Oktober muncul lebih lemah daripada yang diperkirakan.

Namun apabila para pembuat kebijakan di Federal Reserve AS menentang ekspektasi ini dan meyakinkan para investor bahwa mereka bisa menahan tingkat bunga yang tinggi untuk waktu yang lebih lama, dolar AS akan bisa mendapatkan permintaan yang baru sehingga membuat emas sulit memperoleh daya tariknya kembali.

Support & Resistance

Support terdekat menunggu di $1,950 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,933 dan kemudian $1,923.

Resistance terdekat menunggu di $1,990 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,000 dan kemudian $2,010 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Kamis, 16 November 2023

Rifan Financindo - Penurunan Inflasi AS Menguatkan Sentimen The Fed Hentikan Kenaikan Suku Bunga

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pasar perdagangan investasi global pekan ini mencermati hasil inflasi AS bulan Oktober yang turun di bawah perkiraan pasar, yang menguatkan perkiraan The Fed akan menghentikan kenaikan suku bunga selanjutnya.

Pada hari Selasa telah dirilis data inflasi AS bulan Oktober yang flat, setelah naik 0,4 persen pada bulan September dan masih di bawah ekspektasi pasar sebesar 0,1 persen.

Secara tahunan tingkat inflasi di AS melambat menjadi 3,2% pada Oktober dari 3,7% pada bulan September dan di bawah perkiraan pasar sebesar 3,3%.

Sementara itu, inflasi inti AS, tidak termasuk barang-barang yang mudah berubah seperti makanan dan energi, naik 0,2% dari bulan sebelumnya di bulan Oktober, di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 0,3%, dan melambat dari kenaikan 0,3% di bulan September.

Sedangkan inflasi inti secara tahunan, turun tipis ke titik terendah dalam dua tahun terakhir sebesar 4% pada bulan Oktober 2023, dari 4,1% pada bulan sebelumnya, sementara pasar memperkirakan itu tetap stabil di 4,1%.

Pada hari Rabu juga akan dirilis data Producer Price Index (PPI) bulan Oktober yang diindikasikan menurun.

Pasar memperhitungkan peluang 0% untuk kenaikan suku bunga +25 bp pada pertemuan FOMC berikutnya pada 12-13 Desember FOMC dan peluang 0% untuk kenaikan suku bunga +25 bp pada pertemuan FOMC berikutnya pada 30-31 Januari 2024.

Pasar kemudian memperhitungkan peluang 90% bagi FOMC untuk mulai menurunkan suku bunga pada pertemuan FOMC 30 April-1 Mei 2024.

Bagaimanakah pengaruh penurunan inflasi AS dan harapan The Fed tidak menaikkan suku bunga bagi pasar perdagangan investasi global?

Dari pasar Forex, dolar AS bergerak turun setelah penurunan inflasi AS mendukung spekulasi bahwa Federal Reserve telah mencapai akhir dari siklus pengetatan moneternya.

Dari pasar Index, bursa Wall Street berakhir naik terdukung penurunan inflasi AS yang menguatkan harapan The Fed akan menghentikan kenaikan suku bunga AS. Demikian juga jika data PPI AS bulan Oktober terealisir turun, akan menekan dolar AS.

Bursa Asia berakhir melonjak dan bursa Eropa ditutup di zona hijau merespon penurunan inflasi AS.

Dari pasar Komoditas, harga emas menguat terdukung pelemahan dolar AS dan imbal hasil Treasury AS setelah pelemahan data inflasi AS memicu harapan The Fed tidak akan menaikkan suku bunga AS selanjutnya.

Sedangkan harga minyak bergerak lemah terpicu kekhawatiran peningkatan pasokan mingguan minyak mentah AS - RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews