Rabu, 20 Desember 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Naik Karena Turunnya Yields AS

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas bergerak naik ke arah $2,040 pada jam perdagangan sesi AS hari Selasa. Yield obligasi treasury AS benchmark 10 tahun berada pada posisi di bawah, turun mencapai 3.9% sehingga membuat emas berhasil memperoleh kembali daya tariknya.

Harga emas berjuang mencari arah dengan kecenderungan melanjutkan kenaikannya karena Federal Reserve AS tetap berpegang untuk memberikan kesempatan berdiskusi mengenai penurunan tingkat bunga.

Emas diperkirakan akan terus mengkapitalisir keuntungannya dengan dolar AS dibebani oleh semakin dalamnya ekspektasi akan penurunan tingkat bunga sebanyak tiga kali pada tahun 2024, di tengah progress turunnya inflasi secara signifikan ke arah 2%.

Harga emas terus mencari arah setelah pulih dari $1,980 karena para pembuat kebijakan Federal Reserve kurang memberikan tekanan terhadap diskusi penurunan tingkat bunga, dengan menyatakan bahwa hal itu bersyarat yaitu apabila perbaikan di dalam hal inflasi terus berlangsung.

Presiden the Fed New York John Williams melawan ekspektasi yang meningkat di pasar bahwa the Fed akan menurunkan tingkat suku bunganya pada bulan Maret 2024, dengan mengatakan bahwa masih terlalu pagi untuk berpikir demikian dan bahwa pasar sudah “overacting”.

Sebaliknya Presiden Fed bank San Fransisco Mary Daly mengatakan bahwa penurunan tingkat bunga pada tahun 2024 adalah pantas di tengah membaiknya inflasi secara signifikan pada tahun ini.

Emas diperdagangkan sideways pada hari Selasa setelah turun sedikit pada hari Senin dengan para pembuat kebijakan menurunkan peluang diskusi mengenai penurunan tingkat bunga dan memindahkan sorotannya kepada berapa lama tingkat bunga akan tetap restriktif dalam rangka menurunkan tingkat bunga ke target 2%.

Support & Resistance

Support terdekat menunggu di $2,016 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,000 dan kemudian $1,986.

Resistance terdekat menunggu di $2,050 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,072 dan kemudian $2,100 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Selasa, 19 Desember 2023

PT Rifan Financindo - EUR/USD Bertengger Di Sekitar 1.0925

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - EUR/USD pada jam perdagangan sesi Asia hari Selasa pagi bertengger di sekitar 1.0925. Level resistane yang kritikal tetap berada di batas psikologis 1.1000.

Investor sedang menantikan petunjuk dari data inflasi zona Euro, Harmonized Index of Consumer Prices (HICP) bulan November yang diperkirakan tetap tidak berubah di – 0.5% MoM sementara HICP Core diperkirakan tetap berada di 0.6% MoM.

EUR/USD naik sedikit pada hari Senin, pulih setelah mengalami penurunan tajam pada hari Jumat. Pasangan matauang EUR/USD menemukan support-nya di atas Simple Moving Average (SMA) 20 hari dan naik ke atas 1.0900.

Dolar AS terus menghadapi tekanan bearish sementara partisipan pasar sedang mereposisi trading mereka setelah pertemuan Federal Reserve AS (the Fed) pada minggu lalu. Perkiraan dari para pejabat the Fed mengenai penurunan tingkat bunga membebani dolar AS. Namun, komentar – komentar setelah pertemuan menunjukkan bahwa penurunan tingkat bunga masih jauh.

Laporan kunci dari AS pada minggu ini adalah data inflasi Core Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index yang akan keluar pada hari Jumat.

Pada hari Senin, Jerman melaporkan survey bisnis IFO yang muncul lebih rendah daripada yang diperkirakan. Zona Euro akan merilis angka inflasi final bulan November yang diperkirakan tidak akan memberikan kejutan, dengan Consumer Price Index (CPI) tahunan di 2.4%.

Turunnya inflasi dan memburuknya outlook ekonomi di zona Euro telah meningkatkan ekspektasi bahwa European Central Bank (ECB) kemungkinan salah satu di antra bank sentral yang akan mulai menurunkan tingkat bunganya. Hal ini membuat kenaikan Euro menjadi terbatasi sehingga tidak berhasil menembus ke atas 1.1030 dengan mantap.

Support & Resistance

Support terdekat menunggu di 1.0900 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0885 dan kemudian 1.0850. “Resistance” terdekat menunggu di 1.0930  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0960 dan kemudian 1.1000 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews

Kamis, 14 Desember 2023

Rifan Financindo - Emas Stabil Di Sekitar $1,980 Jelang FOMC The Fed

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas pada jam perdagangan sesi AS hari Rabu sedikit naik dan selanjutnya diperdagangkan stabil di sekitar $1,981 menjelang pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve AS. Yield obligasi treasury AS benchmark 10 tahun turun ke bawah 4.2% sehingga membantu harga emas naik.

Harga emas berhasil naik pada jam perdagangan sesi Eropa, membalikkan penurunan yang dalam ke lebih dari kerendahan selama tiga minggu, naik kembali ke atas $,1982 per troy ons.

Harga emas berusaha bertahan di garis support di atas $2,000 per troy ons, dengan munculnya angka inflasi AS bulan November yang lebih rendah dari yang diperkirakan dan dari bulan sebelumnya.

Inflasi AS sebagaimana dengan yang diukur di dalam Producer Price Index (PPI) AS untuk bulan November muncul di 0.0%, tidak berubah dari bulan sebelumnya yang direvisi naik menjadi 0.4% dan lebih rendah daripada yang diperkirakan. Pasar memperkirakan angka PPI AS berada di 0.1%.

Angka PPI setahun juga muncul lebih rendah dari angka sebelumnya dan dari yang diperkirakan. Angka PPI setahun untuk bulan November muncul di 0.9% sementara angka sebelumnya bulan Oktober berada di 1.2% dan angka yang diperkirakan berada di 1.0%.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,965 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,952 dan kemudian $1,938.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,985 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,000 dan kemudian $2,130 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews

Rabu, 13 Desember 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Fed Diperkirakan Akan Mempertahankan Suku Bunganya

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya tidak berubah pada pekan ini, dengan peluang penurunan suku bunga sekitar 80% pada bulan Mei, menurut CME FedWatch Tool.

Suku bunga yang lebih rendah cenderung mendukung emas dengan imbal hasil nol.

“Jika resesi benar-benar terjadi, dolar bisa melemah dan itu akan membantu mendorong harga emas ke level tertinggi baru,” kata Heraeus Metals dalam perkiraannya untuk tahun 2024. “Emas diperkirakan diperdagangkan antara USD 1.880-$2.250.”

Dolar mengurangi kerugian setelah data CPI. Dolar yang lebih kuat membuat harga emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Pedagang juga akan memantau pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Inggris pada hari Kamis.​Send feedback Side panels History Saved Contribute - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : liputan6

Selasa, 12 Desember 2023

PT Rifan Financindo - Imbal Hasil Treasury AS Senin Bergerak Naik Menantikan Keputusan Suku Bunga The Fed

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Imbal hasil Treasury AS naik sedikit lebih tinggi pada hari Senin, menantikan pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu ini.

Imbal hasil Treasury 10-tahun yang menjadi acuan lebih tinggi 2 basis poin menjadi 4,266%.
Imbal hasil Treasury 30 tahun adalah 1,5 basis poin lebih tinggi pada 4,341%.

Investor menantikan pertemuan Federal Reserve minggu ini, mencari indikator kapan pembuat kebijakan akan mulai menurunkan suku bunga. Bank sentral diperkirakan akan mengumumkan keputusan kebijakan terbarunya pada hari Rabu.

Pada hari Jumat, sentimen risiko mendapat dorongan, setelah data konsumen dari University of Michigan mengisyaratkan aktivitas ekonomi yang tangguh dan menurunkan inflasi, memicu harapan akan skenario “soft landing” AS. Hal ini terjadi setelah laporan pekerjaan AS pada bulan November menunjukkan penurunan yang mengejutkan. dalam pengangguran.

Rilis data indeks harga konsumen bulan November yang akan dirilis pada hari Selasa. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan indeks yang diikuti secara luas ini datar dari bulan ke bulan. Dari tahun ke tahun, diperkirakan akan naik 3%, turun dari kenaikan 3,2% di bulan Oktober.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, imbal hasil Treasury AS akan bergerak naik menantikan data ekonomi dan keputusan suku bunga The Fed yang diperkirakan mempertahankan suku bunga tidak berubah - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews

Senin, 11 Desember 2023

PT Rifan - Emas Tertekan Laporan Pekerjaan AS

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas melemah pada jam perdagangan sesi AS hari Jumat minggu lalu, diperdagangkan turun ke $2,004 per troy ons setelah keluarnya laporan pekerjaan AS, Nonfarm Payrolls, bulan November yang menunjukkan bahwa perekonomian AS pada saat sekarang ini masih dalam kondisi bagus.

Angka laporan pekerjaan, Nonfarm Payrolls, AS muncul di 199.000 di atas dari yang diperkirakan di 183.000. Sementara angka tingkat pengangguran turun dari 3.9% ke 3.7%.

Sebagai respon terhadap angka Nonfarm Payrolls yang keluar, indeks dolar AS sempat melompat dan menembus kembali ke atas 104.00, sebelum akhirnya terkoreksi normal turun sedikit ke 103.722.

Menguatnya dolar AS adalah sebagai akibat pasar mengurangi pertaruhan akan cepatnya Federal Reserve memangkas tingkat suku bunganya pada tahun depan. Dengan pasar tenaga kerja masih bertumbuh dan ketat, the Fed memiliki kelegaan untuk tetap mempertahankan tingkat bunga yang tinggi untuk waktu yang lebih lama sepanjang diperlukan untuk membawa turun inflasi kembali ke 2%.

Minggu ini akan menjadi tes yang penting bagi pasar emas dengan Federal Reserve AS yang hawkish akan bisa memberikan tekanan turun terhadap pasar emas yang sudah sensitif setelah jatuh tajam pada hari Senin minggu lalu.

Setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di sekitar $2,150 per ons pada permulaan minggu lalu, harga emas terus turun menuju akhir minggu lalu lebih dari 3%, mengetes support yang kritikal sedikit di atas $2,010 per ons.

Dengan goyangan sebesar $141 pada minggu lalu, pasar emas telah mengalami minggu yang paling tinggi volatilitasnya sejak pertengahan Agutus 2020, pas setelah emas naik mencapai rekor ketinggian sebelumnya.

Emas telah berlari terlalu jauh ke depan mengenai potensi penurunan tingkat bunga the Fed pada tahun 2024, yang akan bisa membuat harga emas tertahan di bawah $2,050 per ons dalam jangka pendek.

Potensi penurunan tingkat bunga the Fed pada bulan Maret tahun depan seperti tersiram air dingin setelah muncul data employment AS pada hari Jumat minggu lalu yang menunjukkan bahwa ekonomi AS berhasil menciptakan 199.000 pekerjaan pada bulan lalu, lebih tinggi daripada yang diperkirakan dan bahkan tingkat pengangguran turun dari 3.9% menjadi 3.7%.

Sementara apa reaksi dari Federal Reserve pada pertemuan kebijakan FOMC minggu ini akan disorot, Bank of England (BoE) dan European Central Bank akan merilis Keputusan kebijakan moneter mereka juga pada minggu ini, dengan pasar memperkirakan ke dua bank sentral utama dunia ini akan tetap mempertahankan tingkat bunganya tidak berubah, dengan tingkat bunga BoE tetap di 5.25% dan tingkat bunga ECB di 3.5%.

Meskipun demikian, para investor masih cemas untuk melihat apakah akan ada pergeseran di dalam kecenderungan pengetatan mereka.

Namun, meskipun harga emas akan harus berjuang pada minggu ini, pasar emas masih di dalam kondisi yang bagus. Meskipun Powell tidak siap untuk menurunkan tingkat bunga pada bulan Maret, melambatnya ekonomi AS berarti tingkat bunga pada akhirnya akan turun dan hal ini akan mendorong harga emas naik.

Harga emas harus bisa bertahan di level support $2,010. Apabila harga emas turun menembus $2,010 maka harga emas akan bisa turun ke $1,980 yang apabila masih tertembus, harga emas bisa terus merosot ke $1,959 per ons.

Menjelang keluarnya keputusan dari para bank sentral utama dunia pada minggu ini, Amerika Serikat akan mempublikasikan Consumer Price Index (CPI) bulan November.

Dan pada akhir minggu, S&P Global akan membukakan perkiraan pendahuluan dari Purchasing Manager Index (PMI) Jasa dan Manufaktur bulan Desember baik untuk ekonomi AS maupun untuk ekonomi Eropa.

Angka inflasi dan pertumbuhan ini akan mengkonfirmasi atau sebaliknya menyangkal perkataan para bank sentral tersebut. Semuanya ini akan menggoncang pasar keuangan dengan para investor sudah menaikkan gigi untuk apa yang mereka percayai sebagai tahun yang menggairahkan pada tahun 2024 yang akan segera datang.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,980 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,959 dan kemudian $1,927.

“Resistance” terdekat menunggu di $2,010 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,030 dan kemudian $2,050 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews

Kamis, 07 Desember 2023

Rifan Financindo - Bursa Wall Street Rabu Berakhir Turun Tertekan Pelemahan Saham Energi

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bursa saham AS pada hari Rabu ditutup lebih rendah tertekan pelemahan saham energi yang membebani pasar secara keseluruhan karena harga minyak mentah turun lebih dari -4% ke level terendah dalam 5 bulan. Saham-saham pada awalnya bergerak lebih tinggi setelah peningkatan lapangan kerja ADP November yang lebih kecil dari perkiraan pada bulan November mendukung spekulasi bahwa The Fed telah selesai menaikkan suku bunga dan akan mulai memotongnya tahun depan. Saham-saham juga mendapat dukungan dari laporan yang menunjukkan produktivitas non-pertanian AS pada kuartal ketiga direvisi lebih tinggi dan biaya tenaga kerja pada kuartal ketiga direvisi lebih rendah, yang merupakan faktor dovish bagi kebijakan Fed.

Indeks S&P 500 ditutup turun -0,39%, Indeks Dow Jones Industrials ditutup turun -0,19%, dan Indeks Nasdaq 100 ditutup turun -0,56%.

Selain itu, saham-saham AS mendapatkan dukungan dari reli Euro Stoxx 50 pada hari Rabu ke level tertinggi dalam 16 tahun karena reli saham-saham Eropa di tengah spekulasi bahwa ECB juga akan mulai memangkas suku bunga awal tahun depan.

Di sisi negatifnya, saham-saham energi melemah karena minyak mentah WTI ditutup turun lebih dari -4% pada level terendah dalam 5 bulan. Selain itu, Brown-Forman ditutup turun lebih dari -10% setelah melaporkan EPS Q2 yang lebih lemah dari perkiraan dan memangkas perkiraan penjualan bersih organik setahun penuh. Selain itu, Box Inc. ditutup turun lebih dari -10% setelah melaporkan EPS penyesuaian Q3 yang lebih lemah dari perkiraan dan memangkas perkiraan EPS penyesuaian tahun 2024.

Sisi positifnya untuk saham, Campbell Soup ditutup naik lebih dari +7% setelah melaporkan EPS yang disesuaikan pada Q1 di atas konsensus. Selain itu, saham maskapai penerbangan bergerak lebih tinggi setelah Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memperkirakan keuntungan industri penerbangan mencapai $23,5 miliar tahun ini, lebih dari dua kali lipat prediksi yang dibuat pada bulan Juni. Selain itu, SentinelOne ditutup naik lebih dari +16% setelah melaporkan pendapatan Q3 di atas konsensus dan menaikkan perkiraan pendapatan tahun 2024.

Perubahan ketenagakerjaan ADP AS pada bulan November naik +103.000, lebih lemah dari ekspektasi +130.000.

Produktivitas nonpertanian AS pada kuartal ketiga direvisi naik menjadi 5,2% dari 4,7%, lebih baik dari ekspektasi sebesar 4,9% dan merupakan level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Unit biaya tenaga kerja di kuartal ketiga direvisi turun menjadi -1,2% dari yang dilaporkan sebelumnya -0,8%, penurunan yang lebih besar dari ekspektasi -0,9%.

Pasar memperkirakan peluang 1% untuk kenaikan suku bunga +25 bp pada pertemuan FOMC berikutnya pada 12-13 Desember FOMC dan peluang 0% untuk kenaikan suku bunga +25 bp pada pertemuan FOMC berikutnya pada 30-31 Januari 2024.
Pasar kemudian memperkirakan peluang sebesar 70% untuk penurunan suku bunga -25 bp pada pertemuan FOMC tanggal 19-20 Maret 2024 dan lebih dari sepenuhnya memperhitungkan penurunan suku bunga sebesar -25 bp pertemuan FOMC pada tanggal 30 April-Mei.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS dan Eropa pada hari Rabu bergerak lebih rendah. Imbal hasil T-note 10-tahun turun ke level terendah dalam 3 bulan di 4,104% dan berakhir turun -3,8 bp pada 4,127%. Imbal hasil obligasi Jerman bertenor 10 tahun turun ke level terendah 6-3/4 bulan di 2,199% dan berakhir turun -4,7 bp di 2,200%. Imbal hasil emas Inggris tenor 10-tahun turun ke level terendah 6-1/2 bulan di 3,941% dan berakhir turun -8,2 bp pada 3,943%.

Brown-Forman (BF/B) ditutup turun lebih dari -10% memimpin pecundang di S&P 500 setelah melaporkan EPS Q2 sebesar 50 sen, lebih lemah dari konsensus sebesar 51 sen, dan memangkas perkiraan penjualan bersih organik setahun penuh menjadi + 3% hingga +5 dari perkiraan sebelumnya sebesar +5% hingga +7%.

Old Dominion Freight Line (ODFL) ditutup turun lebih dari -5% memimpin penurunan di Nasdaq 100 setelah melaporkan jumlah ton per hari kurang dari truk (LTL) bulan November turun -2,3% y/y.

Saham energi dan penyedia layanan energi dijual pada hari Rabu, dengan harga minyak mentah WTI turun lebih dari -4% pada level terendah dalam 5 bulan. Akibatnya, Haliburton (HAL), Marathon Oil (MRO), dan Marathon Petroleum (MPC) ditutup turun lebih dari -3%. Juga, APA Corp (APA), Schlumberger (SLB), Phillips 66 (PSX), Diamondback Energy (FANG), ConocoPhillips (COP), dan Valero Energy (VLO) ditutup turun lebih dari -2%.

Asana (ASAN) ditutup turun lebih dari -16% setelah HSBC menurunkan peringkat sahamnya dari ditahan dengan target harga $18.

Box Inc (BOX) ditutup turun lebih dari -10% setelah melaporkan EPS yang disesuaikan pada Q3 sebesar 36 sen, lebih lemah dari konsensus sebesar 38 sen, dan memangkas perkiraan EPS yang disesuaikan pada tahun 2024 menjadi $142-$1.43 dari perkiraan sebelumnya sebesar $1.46-$1.50, di bawah konsensus $1,49.

Palantir Technologies (PLTR) ditutup turun lebih dari -6% setelah SEC filing menunjukkan presiden dan salah satu pendiri Cohen menjual $13 juta saham pada Jumat dan Senin lalu.

Nvidia (NVDA) ditutup turun lebih dari -2% setelah Advanced Micro Devices mengatakan chip MI300 barunya memiliki memori 2.4 kali lipat dari chip H100 Nvidia dan jauh lebih cepat dalam menjalankan model AI dibandingkan chip Nvidia.

Cboe Global Markets (CBOE) ditutup turun lebih dari -2% setelah melaporkan volume harian rata-rata bursa saham AS pada bulan November turun -10,5% y/y.

Campbell Soup (CPB) ditutup naik lebih dari +7% memimpin peraih keuntungan di S&P 500 setelah melaporkan EPS yang disesuaikan pada Q1 sebesar 91 sen, lebih kuat dari konsensus sebesar 88 sen.

Saham maskapai penerbangan menguat pada hari Rabu setelah Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memperkirakan keuntungan industri penerbangan akan mencapai $23,5 miliar tahun ini, lebih dari dua kali lipat prediksi yang dibuat pada bulan Juni. Hasilnya, Delta Air Lines (DAL), United Airlines Holdings (UAL), dan Southwest Airlines (LUV) ditutup naik lebih dari +3%. Selain itu, American Airlines Group (AAL) ditutup naik lebih dari +2%.

CVS Health (CVS) ditutup naik lebih dari +3%, menambah kenaikan +4% pada hari Selasa setelah Bank of America mengatakan panduan CVS untuk pendapatan tahun 2024 telah “secara tepat mengatur ulang ekspektasi pertumbuhan pendapatan dalam jangka menengah.” Selain itu, Walgreens Boots Alliance (WBA) ditutup naik lebih dari +4% memimpin peraih keuntungan di Dow Jones Industrials karena berita tersebut.

SentinelOne (S) ditutup naik lebih dari +16% setelah melaporkan pendapatan Q3 sebesar $164,2 juta, lebih baik dari konsensus sebesar $156 juta, dan meningkatkan perkiraan pendapatan tahun 2024 menjadi $616 juta dari perkiraan sebelumnya sebesar $605 juta, lebih kuat dari konsensus sebesar $605,4 juta.

Avis Budget Group (CAR) ditutup naik lebih dari +2% setelah mengumumkan dividen tunai khusus sebesar $10 per saham.

Citigroup (C) ditutup naik lebih dari +2% setelah dipresentasikan di Konferensi Layanan Keuangan AS Goldman Sachs dan analis mengatakan komentar Citigroup tentang pengeluaran yang lebih rendah untuk tahun 2024 merupakan hal yang bullish untuk saham tersebut.

Toll Brothers (TOL) ditutup naik lebih dari +1% setelah melaporkan pendapatan Q4 sebesar $3,02 miliar, lebih kuat dari konsensus sebesar $2,78 miliar, dan memperkirakan pengiriman rumah pada tahun 2024 antara 9,850-10,350, di atas konsensus 9,705.

Discover Financial Services (DFS) ditutup naik lebih dari +1% setelah Bank of America Global Research mengupgrade sahamnya menjadi beli.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, bursa Wall Street akan mencermati data jobless claim, jika hasil data jobless claim memunculkan sentimen The Fed akan menghentikan kenaikan suku bunga, akan menguatkan bursa Wall Street - RIFAN FINANCINDO BANDUNG

Sumber : vibiznews