Jumat, 04 Juli 2025

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Volatilitas Pasar Picu Minat pada Emas Berjangka

 


HARGA EMAS HARI INI - Data terbaru menunjukkan penurunan produksi penambangan emas global, yang berpotensi memberikan dukungan signifikan pada harga emas berjangka. Penurunan pasokan dari tambang-tambang utama, baik karena tantangan operasional maupun penipisan cadangan, dapat menciptakan ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan di pasar emas global.

Tren penurunan produksi ini diperkirakan akan berlanjut dalam jangka menengah, sehingga memperkuat argumen untuk kenaikan harga emas. Meskipun daur ulang emas dapat sedikit menyeimbangkan pasokan, jumlahnya mungkin tidak cukup untuk menutupi defisit dari produksi tambang. Saat ini, emas berjangka diperdagangkan di sekitar $2.390 per ons, mencerminkan kekhawatiran pasokan ini.

Kondisi ini menambah lapisan dukungan fundamental bagi harga emas berjangka, selain faktor-faktor makroekonomi lainnya. Investor akan terus memantau laporan produksi tambang dan metrik pasokan lainnya untuk memprediksi pergerakan harga selanjutnya - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

Sumber : newsmaker.id

Kamis, 03 Juli 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Prospek Pelonggaran Kebijakan The Fed Dorong Reli Emas

 


HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka melanjutkan relinya pada hari Kamis (3/7), didorong oleh ekspektasi pasar yang meningkat akan pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve AS. Investor semakin yakin bahwa The Fed akan mulai memangkas suku bunga dalam waktu dekat, seiring dengan indikator ekonomi yang menunjukkan perlambatan dan tekanan inflasi yang mulai mereda.

Emas berjangka kontrak Agustus naik 1,2% menjadi $2.435 per troy ounce. Pasar saat ini memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga sebelum akhir tahun, setelah serangkaian data ekonomi yang menunjukkan perlambatan di sektor manufaktur dan jasa. 

Pernyataan beberapa anggota The Fed yang condong ke arah dovish juga turut memperkuat spekulasi ini. Suku bunga yang lebih rendah cenderung mengurangi biaya peluang untuk memegang emas, karena emas tidak menawarkan imbal hasil. Selain itu, kebijakan moneter longgar dapat menekan nilai dolar AS, yang juga menguntungkan emas. Fokus pasar kini tertuju pada pertemuan The Fed berikutnya dan sinyal yang akan diberikan terkait proyeksi suku bunga - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : newsmaker.id

Rabu, 02 Juli 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Prospek Jangka Panjang Harga Emas Berjangka

 

HARGA EMAS HARI INI - Meskipun fokus seringkali tertuju pada harga emas berjangka hari ini, penting bagi investor untuk juga mempertimbangkan prospek jangka panjang dari logam mulia ini. Emas telah lama dianggap sebagai penyimpan nilai yang andal dan lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi. Memahami tren makroekonomi dan geopolitik global dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang posisi emas dalam portofolio investasi di masa depan.

Salah satu faktor utama yang mendukung prospek jangka panjang emas adalah kekhawatiran inflasi. Dengan stimulus fiskal dan moneter yang masif di banyak negara, risiko inflasi dapat meningkat. Dalam skenario seperti itu, emas seringkali menjadi pilihan utama untuk melindungi daya beli aset. Meskipun bank sentral berkomitmen untuk mengendalikan inflasi, sejarah menunjukkan bahwa tekanan harga dapat muncul secara tak terduga, dan emas siap menjadi benteng pertahanan.

Selain inflasi, ketidakpastian geopolitik yang terus-menerus juga akan mendukung daya tarik emas sebagai safe-haven. Konflik regional, ketegangan perdagangan, dan ketidakpastian politik di negara-negara besar dapat memicu permintaan emas. Selama ada gejolak global, investor akan mencari aset yang dapat diandalkan, dan emas telah membuktikan dirinya dalam situasi krisis berulang kali.

Pertumbuhan ekonomi global, terutama di negara-negara berkembang seperti Tiongkok dan India, juga akan terus menjadi pendorong permintaan fisik emas. Meningkatnya pendapatan di negara-negara ini berarti lebih banyak masyarakat yang mampu membeli perhiasan dan emas batangan, yang secara fundamental menopang harga. Populasi yang besar dan budaya yang kuat terhadap emas di kedua negara ini menjamin permintaan yang berkelanjutan.

Dengan demikian, prospek jangka panjang harga emas berjangka tampaknya didukung oleh beberapa faktor fundamental yang kuat, meskipun fluktuasi jangka pendek akan selalu ada. Meskipun fokus pada harga emas berjangka hari ini penting untuk trading harian, memposisikan diri dengan pemahaman tentang tren jangka panjang dapat memberikan keuntungan strategis bagi investor yang berpandangan jauh ke depan - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG

Sumber : newsmaker.id

Senin, 30 Juni 2025

PT Rifan Bandung - Tips Aman Beli Emas Online

 


PT RIFAN BANDUNG - Meningkatnya popularitas beli emas online menuntut kehati-hatian ekstra dari para investor. Pasar daring menawarkan kenyamanan dan aksesibilitas, namun juga membuka celah bagi praktik penipuan. Penting sekali untuk melakukan riset menyeluruh dan memilih platform yang terpercaya untuk memastikan investasi Anda aman dan terlindungi dari risiko yang tidak diinginkan.

Untuk menghindari penipuan, pastikan anda berinteraksi hanya dengan platform atau penyedia emas online yang memiliki reputasi baik dan terdaftar secara resmi di otoritas terkait. Periksa ulasan pelanggan, legalitas perusahaan, dan rekam jejak mereka. Waspadai tawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan atau tekanan untuk segera melakukan transaksi tanpa verifikasi yang memadai.

Selain keamanan, tujuan utama adalah mendapatkan harga terbaik. Bandingkan harga dari beberapa penyedia terkemuka sebelum membuat keputusan. Perhatikan biaya tambahan seperti biaya administrasi, biaya penyimpanan (jika ada), dan biaya pengiriman. Beberapa platform mungkin menawarkan harga yang lebih kompetitif pada waktu-waktu tertentu atau untuk pembelian dalam jumlah besar.

Memahami syarat dan ketentuan pembelian, termasuk kebijakan pengembalian atau penjualan kembali, juga krusial. Pastikan anda menerima sertifikat keaslian untuk emas fisik atau bukti kepemilikan yang sah untuk emas digital. Dengan mengikuti tips investasi emas aman ini, anda dapat membeli emas secara daring dengan percaya diri dan memaksimalkan potensi keuntungan anda - PT RIFAN

Source : www.newsmaker.id

Jumat, 30 Agustus 2024

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Terus Naik, Produk Investasi Emas Ikut Laris Manis

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Tingginya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan Rusia-Ukraina disebut Head of Industry and Regional Research Bank Mandiri, Dendi Ramdani sebagai pendorong berlanjutnya kenaikan harga emas yang sudah menyentuh level psikologi USD 2.500 per troy ounce.

Selain itu langkah bank sentral dan perbankan dunia yang terus menambah cadangan emas juga menjadi sentimen yang mendongkrak permintaan yang berimbas pada kenaikan harga emas.

Sementara di dalam negeri, kenaikan harga emas disebut Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Elvi Rofiqotul Hidayah juga berdampak pada penjualan emas. Saat harga naik, emas menjadi aset investasi yang semakin menarik dan banyak dicari, efeknya produk investasi emas di Pegadaian lari manis.

Seperti apa kondisi kenaikan harga emas? Bagaimana dampaknya terhadap investasi emas?Selengkapnya simak dialog Bramudya Prabowo dengan Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Elvi Rofiqotul Hidayah dan Head of Industry and Regional Research PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), Dendi Ramdani dalam Squawk Box, CNBC Indonesia - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnbcindonesia

Kamis, 29 Agustus 2024

Rifan Financindo - Ekonomi AS Masih Tangguh, Ini Peluang Harga Emas Pecah Rekor Baru

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia pagi ini bergerak kalem di pasar Asia. Emas yang tadi malam ditutup melemah, belum banyak bergerak di tengah penantian para pelaku pasar akan data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan konsumsi pribadi nanti malam.

Harga emas spot di Asia pagi ini bergerak di kisaran US$2.514 per troy ounce pada pukul 07:25 WIB. Tadi malam harga emas ditutup turun 0,8% ke level US$2.504,61 per troy ounce ketika indeks dolar AS ditutup naik 0,54%, berdasarkan data Bloomberg.

Pergerakan dua aset tersebut, emas dan dolar AS, biasanya memang berlawanan sejurus dengan posisinya yang sama-sama ditempatkan sebagai safe haven dan lindung nilai portfolio para investor.

Gerak harga emas dunia sepertinya juga menanti 'gong' data inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) AS yang akan dilansir pada Jumat nanti. Data itu akan memperkuat atau sebaliknya melemahkan ekspektasi pasar terhadap prospek bunga acuan Federal Reserve, pasca pernyataan banyak pejabat The Fed yang dovish terutama dari Gubernur The Fed Jerome Powell pekan lalu.

Arah bunga acuan The Fed menjadi bahan bakar utama penguatan harga emas setahun terakhir. Ketika bunga acuan The Fed turun atau lebih rendah, emas akan banyak diburu menyusul yield Treasury yang makin kecil.

Yang terdekat, data pertumbuhan ekonomi AS kuartal II-2024 nanti malam akan menjadi sentimen penggerak di mana bila datanya lebih lemah dari ekspektasi pasar, harga emas bisa terdongkrak naik. Para pelaku pasar menanti sinyal pelemahan ekonomi AS pasca pernyataan Powell pekan lalu. Banyak yang mulai berspekulasi The Fed mungkin harus memangkas bunga acuan lebih banyak. Bila itu terjadi, harga emas akan diuntungkan.

Ramalan terbaru harga emas dunia menyimpulkan, pemangkasan bunga acuan The Fed dalam jumlah lebih banyak, berpotensi membawa harga emas di pasar global melampaui level US$3.000 per troy ounce.

Perhitungan Bloomberg berdasarkan analisis atas durasi empiris pelonggaran moneter The Fed sejak tahun 2000 silam, memperlihatkan, secara umum harga emas dunia cenderung melesat naik sebesar 6,3% untuk setiap pemangkasan Fed fund rate (FFR) sebanyak 25 bps.

Alhasil, dengan kini ada peluang bagi The Fed menurunkan bunga hingga 225 bps sampai akhir tahun 2025 nanti, ada potensi harga emas dunia akan menyentuh level US$3.229 per troy ounce. 

Skenario itu mensyaratkan inflasi AS terjaga rendah dan pasar tenaga kerja di negeri itu melemah sehingga memberi ruang bagi The Fed menurunkan bunga acuan cukup banyak, kata Cross-Asset Strategist Bloomberg Ven Ram.

Sebaliknya, bila laju penurunan bunga The Fed pada perjalanannya lebih moderat, harga emas dunia mungkin hanya akan bergerak di bawah titik puncak prediksi itu - RIFAN FINANCINDO

Sumber : bloomberg

 

Rabu, 28 Agustus 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Diramal Tembus US$3.000 Tahun Depan

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas melandai tetapi tetap berada di dekat puncak tertingginya sepanjang masa. Sang logam mulia melemah sejalan dengan menggeliatnya dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Refinitiv, pada hari ini, Selasa (27/8/2024) pukul 19.01 WIB, harga emas tercatat di posisi US$ 2.510,89 per troy ons, turun 0,24% dari penutupan sebelumnya di US$ 2.516,89 per troy ons.

Harga emas sempat mencatatkan rekor baru pada 22 Agustus 2024 di US$ 2.483,29 per troy ons, dan terus meningkat hingga mencapai puncak tertinggi di US$ 2.516,885 pada Senin (26/8/2024). Meskipun terjadi penurunan hari ini, tren jangka panjang tetap mengindikasikan kekuatan dalam harga emas.

Harga emas melemah hari ini sejalan dengan menguatnya dolar dan imbal hasil US Treasury. Indeks dolar menguat ke 100,806 pada Selasa sore atau posisi tertinggi dalam tiga hari. Sementara itu, imbal hasil US treasury tenor 10 tahun menanjak ke 3,85% atau tertinggi dalam tiga hari.

Penguatan dolar membuat emas makin mahal karena konversi pembelian menggunakan dolar sehingga mengurangi minat beli. Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan imbal hasil US Treasury membuat emas kurang menarik.

Penurunan ini dipandang sebagai koreksi sementara, dengan ekspektasi bahwa faktor-faktor makro ekonomi seperti kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) dan pelemahan inflasi akan terus mendukung harga emas dalam jangka menengah hingga panjang.

Analis bahkan berani memprediksi harga logam mulia bisa mencapai US$ 3.000 per troy ons tahun depan, seiring semakin dekatnya pertemuan The Fed.

Dilansir dari CNBC International, Sabrin Chowdhury Kepala Analisis Komoditas di BMI mengungkapkan bahwa 2024 adalah tahun di mana emas diperkirakan mencapai beberapa rekor tertinggi, mengutip daya tarik emas sebagai aset safe haven.

"Emas berkembang di tengah ketidakpastian... dan ketidakpastian saat ini berada di puncaknya," ujar Sabrin dengan merujuk pada tahun pemilihan umum, insiden terbaru di Ukraina, dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Israel dan Iran tampaknya berada di ambang konflik langsung setelah Iran bersumpah untuk membalas dendam atas pembunuhan pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran awal bulan ini. Israel telah menempatkan militernya dalam siaga tinggi, dan AS mengirimkan kapal induk serta kapal selam rudal untuk mendukung pertahanan sekutunya di kawasan tersebut.

Faktor lain yang mendorong harga emas adalah meningkatnya kemungkinan pemotongan suku bunga oleh The Fed pada September. Pertemuan The Fed pada Juli lalu memperkuat keyakinan investor bahwa pemotongan suku bunga bulan depan "ada dalam agenda".

"Begitu The Fed mulai memangkas suku bunga, kemungkinan bulan depan, emas bisa mencapai US$ 2.700 per ons," kata analis BMI. Analis lain juga memiliki pandangan optimis yang serupa.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk membeli emas, menjadikannya lebih menarik dibandingkan aset berbunga seperti Treasury, yang bersaing dengan emas sebagai penawaran safe haven.

Suku bunga yang lebih rendah juga memberikan tekanan pada dolar, membuat emas yang dihargai dalam mata uang dolar lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Analis Citi mengatakan sentimen investor emas tampaknya akan naik dalam jangka waktu tiga hingga enam bulan. Bank tersebut menambahkan bahwa mereka melihat potensi harga terbang ke US$ 3.000 per troy ons pada pertengahan 2025, dan proyeksi harga rata-rata kuartal keempat sebesar US$ 2.550 per troy ons - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnbcindonesia