Selasa, 24 Oktober 2023

PT Rifan Financindo - Emas Turun Ke Arah $1,970 Di Tengah Naiknya Yields AS

harga emas

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas pada jam perdagangan sesi AS hari Senin mengalami koreksi turun setelah minggu lalu rally dengan mengesankan. Harga emas turun ke arah $1,970 dan diperdagangkan di sekitar $1,973 per troy ons, karena koreksi normal yang terjadi setelah mengalami keuntungan yang besar baru – baru ini.

Yields obligasi treasury AS benchmark 10 tahun tetap berada di teritori positip di dekat 5% sehingga membuat harga emas sulit naik.

Harga emas mengalami koreksi yang disebabkan oleh naiknya yields treasury AS jangka panjang. Yields obligasi treasury AS benchmark 10 tahun melompat ke ketinggian beberapa tahun di 5% di tengah ekspektasi menguatnya data ekonomi AS yang akan dipublikasikan pada minggu ini.

Fokus para trader dan investor tetap pada retorika yang datang dari para bank sentral terutama Federal Reserve AS. Pasar percaya the Fed telah selesai dengan kenaikan tingkat bunganya. Namun hal ini adalah berbahaya karena inflasi masih belum bisa dikontrol dan resiko geopolitik tetap tinggi yang dapat berpengaruh terhadap ekonomi global.

Selain itu, investor dan trader sedang memperhatikan dengan seksama tingkat pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal Juli sampai dengan September, yang akan menentukan tingkat bunga the Fed pada akhir tahun.

Tingkat pertumbuhan ekonomi AS yang bagus akan mendemonstrasikan kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, belanja konsumen yang kuat dan pemulihan aktifitas ekonomi meskipun ditengah kebijakan moneter yang ketat oleh Federal Reserve AS.

Support & Resistance

Support” terdekat menunggu di $1,960 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,947 dan kemudian $1,935.

Resistance” terdekat menunggu di $1,982 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,000 dan kemudian $2,025 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews

Senin, 23 Oktober 2023

PT Rifan Bandung - Emas Mengumpulkan Momentum Bullish Mengetes $1,990

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas pada jam perdagangan sesi AS hari Jumat minggu lalu melanjutkan rally mingguannya dan sempat naik ke area $1,990 untuk pertama kalinya dalam lima bulan, sebelum akhirnya terkoreksi normal ke $1,969 per troy ons.

Emas terus mendapatkan keuntungan dari arus safe – haven dengan para investor berusaha mengurangi keterbukaan terhadap resiko. Disamping itu, koreksi turun dari yields AS memberikan dorongan naik tambahan terhadap harga emas.

Harga emas naik tajam dengan ketegangan di Timur Tengah terus bereskalasi dan ketua Federal Reserve AS mendukung kebijakan tingkat bunga yang stabil dalam pidatonya pada hari Kamis minggu lalu.

Permintaan terhadap emas meningkat sementara pasukan Israel bersiap untuk memasuki jalur Gaza dengan tujuan melucuti Hamas dimana grup militer Palestina.

Sementara itu, meskipun ada janji bantuan kemanusiaan untuk penduduk di Gaza oleh Presiden AS Joe Biden, Iran dapat melangkah masuk dan mengintervensi secara langsung di dalam konflik yang akan bisa membuat konflik menjadi perang regional Timur Tengah yang ditakutkan.

Sementara perang Israel dengan Hamas meningkat, ketidakpastian geopolitik terus mendukung kenaikan harga emas yang safe – haven dan mengabaikan kenaikan dari yields obligasi AS.

Serupa dengan dua minggu lalu, emas mengalami aksi beli pada hari Jumat minggu lalu dengan para investor ingin memegang emas sebagai asuransi keamanan. Laporan dan rumor mengatakan bahwa Israel bisa melakukan penyerangan darat ke Gaza pada minggu ini. Permintaan safe-haven ini telah mendorong harga emas naik ke level tertinggi dalam tiga bulan.

Rally harga emas yang mengesankan ini datang pada saat Federal Reserve AS sedang berpegang pada sikapnya yang akan mempertahankan tingkat bunga tetap di dalam teritori yang restriktif untuk jangka waktu yang lebih lama. Sikap the Fed ini telah membantu mendorong yields obligasi jangka panjang naik ke ketinggian 16 tahun yang baru dengan benchmark 10 tahun menyentuh 5% pada minggu lalu.

Namun, keprihatinan akan hutang pemerintah AS juga merupakan faktor yang menggerakkan yields obligasi pemerintah AS naik. Ada kekuatiran bahwa the Fed akan kehilangan kontrol pada akhir dari kurva dan ini bisa membuat mereka terpaksa membeli obligasi yang akan positip bagi harga emas.

Minggu ini, sementara semua mata memandang kepada berita – beritga geopolitik fokus pasar akan ada pada angka Gross Domestic Product AS kuartal ketiga. Ketangguhan ekonomi AS selama ini adalah alasan yang signifikan mengapa yields obligasi AS telah naik ke ketinggian selama 16 tahun. Ekonomi AS mungkin tidak akan jatuh ke dalam resesi, namun bisa masuk ke stagflasi dengan melambatnya pertumbuhan bertemu dengan naiknya harga – harga konsumen.

Selain itu, laporan – laporan mengenai bisnis global dari Purchasing Manager Index (PMI) zona Eropa dan AS pada hari Selasa akan membuat fokus pasar kembali kepada berita fundamental ditengah keprihatinan mengenai pendaratan yang halus.

Hari Senin the Fed masih dalam periode “blackout” menjelang pertemuan kebijakan bulan November.

Pada hari Rabu, data ekonomi yang akan keluar yang perlu dicatat adalah data New Home Sales dari AS.

Pada hari Kamis, pasar menantikan pengumuman kebijakan dari European Central Bank (ECB) dan perkiraan pendahuluan dari GDP AS kuartal ketiga.

Para trader dan investor juga akan menaruh perhatian terhadap Jobless Claims AS mingguan, Durable Goods AS dan data Pending Home Sales AS pada hari Kamis.

Indeks harga Personal Consumption Expenditure (PCE) AS akan menarik perhatian pasar pada hari Jumat.

Support & Resistance

Support” terdekat menunggu di $1,948 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,935 dan kemudian $1,908.

Resistance” terdekat menunggu di $1,987 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,000 dan kemudian $2,025 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews

Jumat, 20 Oktober 2023

Rifan Financindo Berjangka - Pelaku Pasar Menilai Pernyataan Powell Lebih Dovish

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Lebih dari 100 truk pengangkut bantuan menunggu di dekat perbatasan Gaza-Mesir pada Kamis. Mereka masih menunggu untuk memasuki Gaza, meskipun bantuan diperkirakan tidak akan masuk sebelum hari Jumat.

PBB telah mendesak Israel untuk mencegah "bencana kemanusiaan" di Gaza dengan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk. Namun masih belum jelas apakah dan kapan bantuan tersebut akan diizinkan masuk.

Harga emas juga ditopang oleh pernyataan Powell. Pelaku pasar menilai pernyataan Powell lebih dovish meskipun dia tetap menegaskan adanya potensi kenaikan suku bunga di masa depan jika inflasi AS belum juga bergerak ke arah target The Fed yakni 2%.

Powell dalam pidatonya di acara Economic Outlook di Economic Club of New York (ECNY) Luncheon, New York, Kamis (19/10/2023) mengatakan inflasi dan ekonomi masih terlalu tinggi. Namun, tingginya imbal hasil US Treasury akan membuat ekonomi AS mendingin.

Pernyataan ini mengisyaratkan jika The Fed akan menahan suku bunga acuan pada pertemuan mendatang meskipun tetap menekankan adanya potensi kenaikan di masa depan jika ekonomi dan inflasi AS masih panas - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnbcindonesia

Kamis, 19 Oktober 2023

Rifan Financindo - Harga Emas Naik Seiring Berlanjutnya Pembantaian Oleh Israel

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas berjangka pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) naik seiring berlanjutnya konflik antara Israel dan Hamas.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Mercantile Exchange ditutup menguat 1,4 dolar AS atau 0,07 persen menjadi 1.935,7 dolar AS per ounce.

Analis pasar menilai, sampai ada gencatan senjata atau berkurangnya ketegangan di Timur Tengah, emas mungkin akan terus berada di atas 1.900 dolar AS per ounce.

Presiden Fed, Richmond Tom Barkin mengatakan dalam pidatonya Selasa (17/10) bahwa ia meyakini ekonomi AS "berada jauh di jalur menuju normalisasi permintaan dibandingkan apa yang sudah ditunjukkan oleh data-data.

Kami punya waktu untuk melihat apakah yang kami lakukan sudah cukup atau masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," ujar Barkin.

Ia mendukung keputusan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada September untuk mempertahankan suku bunga. Sebagian besar pedagang memperkirakan Federal Reserve akan tetap mempertahankan suku bunga pada pertemuan 31 Oktober-1 November mendatang.

Data ekonomi yang dirilis pada Selasa (17/10) beragam. Indeks keyakinan pembangun rumah National Association of Home Builders turun ke 40 pada Oktober dari revisi ke bawah 44 pada September, menandai penurunan kedua berturut-turut di bawah titik impas krusial 50 dan titik terendah sejak Januari.

Departemen Perdagangan AS melaporkan penjualan ritel tumbuh 0,7 persen pada September, lebih dari dua kali estimasi ekonom dan mendekati peningkatan 0,8 persen pada Agustus.

The Federal Reserve melaporkan produksi industri AS naik 0,3 persen pada September. Peningkatan tersebut di atas ekspektasi pasar 0,1 persen.

Logam mulia lainnya, perak, untuk pengiriman Desember ditutup naik 25,9 sen atau 1,14 persen ke 23,024 dolar per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari ditutup naik 6,8 dolar atau 0,76 persen ke 906,2 dolar AS per ons - Kami punya waktu untuk melihat apakah yang kami lakukan sudah cukup atau masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," ujar Barkin.

Ia mendukung keputusan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada September untuk mempertahankan suku bunga. Sebagian besar pedagang memperkirakan Federal Reserve akan tetap mempertahankan suku bunga pada pertemuan 31 Oktober-1 November mendatang.

Data ekonomi yang dirilis pada Selasa (17/10) beragam. Indeks keyakinan pembangun rumah National Association of Home Builders turun ke 40 pada Oktober dari revisi ke bawah 44 pada September, menandai penurunan kedua berturut-turut di bawah titik impas krusial 50 dan titik terendah sejak Januari.

Departemen Perdagangan AS melaporkan penjualan ritel tumbuh 0,7 persen pada September, lebih dari dua kali estimasi ekonom dan mendekati peningkatan 0,8 persen pada Agustus.

The Federal Reserve melaporkan produksi industri AS naik 0,3 persen pada September. Peningkatan tersebut di atas ekspektasi pasar 0,1 persen.

Logam mulia lainnya, perak, untuk pengiriman Desember ditutup naik 25,9 sen atau 1,14 persen ke 23,024 dolar per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari ditutup naik 6,8 dolar atau 0,76 persen ke 906,2 dolar AS per ons - RIFAN FINANCINDO

sumber : republika

Senin, 16 Oktober 2023

PT Rifan - Emas Mingguan 16 – 20 Oktober 2023: Naik Menembus $1,900 Ke $1,932

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas naik menembus $1,900 ke $1,932 pada hari terakhir perdagangan hari Jumat minggu lalu.

Setelah sempat turun menyentuh kerendahan tujuh bulan, harga emas berhasil naik kembali dan mengalami keuntungan mingguah terbaik sejak pertengahan bulan Maret.

Harga emas mengalami minggu terbaik di dalam tujuh bulan karena meningkatnya ketegangan Israel dengan Hamas dan naiknya ekpektasi bahwa the Fed tidak akan menaikkan tingkat bunganya lebih jauh pada tahun ini.

Sementara itu, komentar yang netral dari Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker juga mendorong naik harga emas. Harker menyebutkan bahwa ketakutan akan inflasi yang persisten tetap ada, sehingga membuat bank sentral AS untuk tetap mempertahankan tingkat bunga tidak berubah.

Laporan inflasi AS bulan September yang diukur oleh Consumer Price Index (CPI) menunjukkan bahwa inflasi umum naik dengan kecepatan 0.4% lebih tinggi daripada yang diperkirakan 0.3% karena naiknya harga gasoline dan produk-produk makanan. Angka CPI umum tahunan meningkat dengan kecepatan yang tetap tidak berubah di 3.7% namun lebih tinggi daripada yang diperkirakan 3.6%.

Angka inflasi inti bulanan dan tahunan  yang mengeluarkan harga makanan dan minyak mentah yang volatile naik sebesar 0.3% dan 4.1%. Keluarnya laporan inflasi AS bulan September ini diikuti dengan pulihnya dolar AS secara solid. Indeks dolar AS naik ke 106.600 dari kerendahan selama 15 hari di 105.350.

Daya tarik dolar AS membaik secara signifikan dengan data ekonomi AS untuk bulan September yang dirilis sebegitu jauh menunjukkan bahwa ekonomi AS tetap Tangguh. Pasar tenaga kerja tetap bagus, aktifitas faktori membaik dan Purchasing Manager Index (PMI) jasa tetap berada di atas batas 50.0.

Laporan data ekonomi yang paling signifkan pada minggu ini adalah angka penjualan eceran bulan September. Para ekonom mengatakan bahwa konsumsi yang lemah akan membuat fokus kepada perlambatan pertumbuhan ekonomi di AS yang akan membuat bank sentral AS semakin sulit untuk menaikkan tingkat bunganya pada bulan depan.

Data makro ekonomi yang penting lainnya pada minggu ini adalah pidato dari ketua Federal Reserve AS Jerome Powell yang akan berbicara di Economic Club of New York pada hari Kamis.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,850 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,834 dan kemudian $1,810.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,885 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,900 dan kemudian $1,928 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews.com

Jumat, 13 Oktober 2023

Rifan Financindo Berjangka - Emas Turun Setelah Sempat Naik Ke $1,880

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas sempat memperoleh kembali momentum pemulihannya dan diperdagangkan di sekitar $1,880, sebelum akhirnya terkoreksi turun kembali ke sekitar $1,870, karena dolar AS berbalik menguat.

Kenaikan harga emas sebelumnya, pada jam perdagangan sesi Eropa,  ditopang oleh dolar AS yang tetap dalam kondisi tertekan turun karena turunnya yields obligasi treasury AS di tengah sikap Federal Reserve AS yang berhati – hati mengenai tingkat bunga. Indeks dolar AS turun 0.13% ke 105.439.

Namun pada jam perdagangan selanjutnya di sesi AS, indeks dolar AS berbalik naik.  Indeks dolar AS naik 0.60% ke 106.200 dengan para investor berbalik berhati-hati menjelang keluarnya data inflasi AS. Hal ini membuat harga emas terkoreksi turun kembali.

Risalah pertemuan kebijakan moneter FOMC the Fed bulan September yang keluar pada hari Rabu  menunjukkan bahwa anggota dewan sepakat untuk tingkat bunga tetap restriktif untuk waktu yang lebih lama sementara menambahkan bahwa resiko terlalu ketat sekarang sudah seimbang. Selanjutnya ditulis di risalah tersebut bahwa semua partisipan sepakat untuk komite berada dalam posisi mengeluarkan kebijakan dengan berhati-hati.

Kelihatannya pendekatan pengetatan the Fed telah bergerak dengan berhati-hati. Pembicaraan the Fed yang dovish belakangan ini hanya membenarkan berkurangnya probabilita dari kenaikan tingkat bunga the Fed pada tahun ini. Hal ini membuat terjadinya penurunan yang baru dari yield obligasi treasury AS secara luas.

Dolar AS sempat naik sebentar sebagai reaksi awal terhadap rilis risalah pertemuan FOMC namun selanjutnya menyerah terhadap ekspektasi the Fed yang dovish dan jatuhnya yields obligasi treasury dan mengirim harga emas naik ke ketinggian dua minggu yang baru di $1,877.

Pasar sekarang memperkirakan probabilita the Fed akan menaikkan tingkat bunganya pada bulan November hanya tinggal 8.5%, turun dari sehari sebelumnya masih di 13%. Sementara itu, probabilita dinaikkannya tingkat bunga pada bulan Desember berada di 26%.

Hal yang menambah tekanan turun terhadap dolar AS adalah sentimen terhadap resiko tetap positip di tengah harapan akan keluarnya stimulus Cina yang baru, koreksi turun dari harga minyak mentah dan sikap the Fed yang dovish.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,850 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,834 dan kemudian $1,810.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,885 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,900 dan kemudian $1,928 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Kamis, 12 Oktober 2023

Rifan Financindo - Dolar Melemah Untuk Hari Ketujuh Jelang Data Inflasi AS

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Dolar melemah untuk hari ketujuh setelah pernyataan Federal Reserve yang dovish meningkatkan spekulasi penghentian kenaikan suku bunga menjelang data inflasi utama AS.

Greenback merosot sementara imbal hasil Treasury berkonsolidasi menyusul komentar dovish dari Presiden Bank Sentral Atlanta Raphael Bostic dan Gubernur Fed Christopher Waller; sebagian besar mata uang lainnya diperdagangkan dalam kisaran kecil karena investor menunggu isyarat kebijakan lebih lanjut dari data CPI yang akan dirilis pada Kamis ini.

Dolar telah terkoreksi lebih rendah karena pidato The Fed yang dovish mendorong rebound di Treasury, "tetapi masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa ini adalah awal dari tren turun USD," kata Carol Kong, ahli strategi di Commonwealth Bank of Australia di Sydney. "IHK AS malam ini bisa kembali mengubah narasi dan mendorong USD kembali naik".

Indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,1%, menambah penurunan indeks hampir 1,1% selama tujuh hari terakhir.

Imbal hasil Treasury AS 10-tahun sedikit berubah pada 4,57%.

"Kejutan penurunan inflasi CPI kemungkinan akan mendukung FOMC untuk menyelesaikan siklus pengetatan, sehingga menurunkan imbal hasil AS dan USD," tulis ahli strategi CBA Kong dan Joseph Capurso dalam catatannya kepada klien. "Di sisi lain, kejutan sisi atas kemungkinan akan mendorong pasar untuk memperkirakan ulang lebih tingginya kemungkinan FOMC akan menindaklanjuti proyeksi kenaikan suku bunga sebesar 25bp".

AUD/USD naik 0,2% menjadi 0,6427 setelah data menunjukkan konsumen memperkirakan inflasi akan meningkat menjadi 4,8% selama 12 minggu ke depan, dibandingkan dengan 4,6% pada bulan September - RIFAN FINANCINDO

Sumber : bloomberg