HARGA EMAS HARI INI mendapatkan bantalan yang kuat dari kenaikan permintaan fisik dua konsumen terbesar dunia, yaitu China dan India, di pasar internasional. Di China, preferensi masyarakat terhadap emas sebagai instrumen tabungan meningkat tajam di tengah kelesuan pasar properti dan pasar modal domestik yang kurang bergairah. Permintaan ini tidak hanya datang dari sektor perhiasan, tetapi juga dalam bentuk emas batangan dan koin yang dianggap lebih aman untuk menyimpan kekayaan.
Di India, perayaan musim festival dan pernikahan yang akan datang mendorong peningkatan aktivitas impor emas meskipun harga lokal berada pada tingkat yang cukup tinggi. Masyarakat India secara tradisional memandang emas bukan hanya sebagai perhiasan, tetapi juga sebagai aset finansial yang sangat berharga dan mudah dicairkan saat dibutuhkan. Kombinasi dari permintaan musiman dan kebutuhan investasi ini menciptakan permintaan dasar yang sangat solid bagi logam mulia di pasar fisik global saat ini.
Faktor permintaan fisik ini seringkali diabaikan oleh para pedagang harian yang lebih fokus pada pergerakan dolar dan suku bunga, namun dampaknya sangat signifikan bagi stabilitas harga dalam jangka panjang. Ketika harga emas dunia mengalami koreksi akibat faktor teknis di bursa Amerika, permintaan fisik dari Asia biasanya melonjak dan mencegah harga jatuh terlalu jauh. Dinamika ini menciptakan mekanisme penyeimbang yang menjaga emas tetap menjadi komoditas yang sangat diminati di seluruh dunia.
Pada sesi perdagangan malam ini, pengaruh permintaan fisik mungkin tidak akan langsung terlihat pada grafik harga menit demi menit, namun akan tercermin pada ketahanan level support. Jika pasar New York mencoba menekan harga lebih rendah, kemungkinan besar akan muncul perlawanan dari volume beli yang besar di area harga tertentu. Oleh karena itu, proyeksi harga emas tetap optimis dengan kecenderungan menguat perlahan seiring dengan terjaganya keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar global - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG
Sumber: Newsmaker






