Selasa, 03 Februari 2026

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Peran Bank Sentral dalam Menopang Harga Dasar Emas

HARGA EMAS HARI INI - Tren pembelian emas oleh bank-bank sentral dunia di awal tahun 2026 ini memberikan fondasi yang sangat kuat bagi harga emas berjangka. Banyak bank sentral, terutama dari negara berkembang, terus menambah cadangan emas mereka untuk mengurangi ketergantungan pada cadangan mata uang fiat. Akumulasi strategis ini menciptakan permintaan struktural yang membantu menahan harga emas dari tekanan koreksi yang tajam.

Kemarin, laporan mengenai aliran masuk logam mulia ke cadangan devisa beberapa negara memberikan sentimen positif tambahan bagi pasar. Meskipun data ekonomi AS menunjukkan volatilitas, dukungan dari sisi institusi negara ini memberikan keyakinan bagi investor ritel bahwa prospek jangka panjang emas tetap cerah. Pembelian skala besar ini sering kali dilakukan secara bertahap, sehingga menciptakan level dukungan harga yang berkelanjutan.

Dampaknya hari ini adalah pasar emas berjangka terlihat lebih tahan banting terhadap berita ekonomi yang bersifat negatif. Keberadaan pembeli besar di balik layar membuat spekulan jangka pendek berpikir dua kali untuk melakukan penjualan besar-besaran. Harga emas cenderung bergerak stabil di zona hijau, didorong oleh persepsi bahwa pasokan fisik semakin terbatas akibat akumulasi oleh bank-bank sentral tersebut.

Forecast nanti malam memperkirakan bahwa dukungan struktural ini akan membuat emas pulih lebih cepat jika terjadi koreksi harga akibat data ekonomi yang kuat. Selama tren de-dolarisasi oleh bank sentral berlanjut, setiap penurunan harga emas dipandang sebagai peluang beli oleh pasar global. Fokus nanti malam tetap pada volume perdagangan yang diprediksi akan meningkat tajam saat sesi Amerika dibuka secara penuh. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Kamis, 29 Januari 2026

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas Berjangka Konsolidasi Setelah Komentar Pejabat Federal Reserve Kemarin

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka hari ini terlihat melakukan konsolidasi setelah sempat terpengaruh oleh pernyataan beberapa pejabat Federal Reserve kemarin sore yang masih bersikap hati-hati mengenai pemangkasan suku bunga. Meskipun data ekonomi melambat, bank sentral tetap menekankan perlunya melihat lebih banyak bukti inflasi yang terkendali.

Dampaknya hari ini terlihat dari pergerakan harga yang cenderung mendatar karena pasar masih menimbang antara data ekonomi yang lemah dan retorika bank sentral yang hawkish. Investor mencari kepastian arah melalui data tenaga kerja yang akan dirilis malam nanti.

Untuk nanti malam, forecast pasar menunjukkan potensi penembusan arah jika data ekonomi AS menunjukkan hasil yang signifikan. Emas diprediksi akan mencoba menembus level resistansi harian jika data malam nanti mampu melemahkan nilai tukar Dolar AS secara meyakinkan.

Konsultan di RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG melihat ini sebagai fase persiapan. Konsolidasi hari ini adalah momen yang tepat untuk menyusun strategi masuk. Kami melihat peluang beli tetap terbuka luas terutama di level support saat ini, ujar seorang analis pasar global. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.

sumber : newsmaker.id

Selasa, 27 Januari 2026

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Dinamika Imbal Hasil Obligasi AS dan Dampaknya ke Emas


HARGA EMAS HARI INI - Pergerakan imbal hasil obligasi Treasury AS terus menjadi variabel utama yang menentukan arah harga emas berjangka hari ini. Sebagai aset yang tidak memberikan bunga, emas cenderung kehilangan daya tariknya saat imbal hasil obligasi naik secara signifikan. Investor memantau dengan cermat lelang obligasi dan sentimen pasar utang untuk menentukan langkah selanjutnya dalam perdagangan emas.

Kemarin, imbal hasil obligasi tenor 10 tahun menunjukkan kenaikan moderat yang sedikit membatasi kenaikan harga emas di sesi New York. Kenaikan ini dipicu oleh ekspektasi bahwa inflasi mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai target sasaran bank sentral. Namun, emas tetap mampu bertahan di level harga yang kompetitif karena adanya dukungan dari permintaan fisik di pasar Asia dan Timur Tengah.

Dampaknya bagi hari ini adalah emas bergerak dalam zona netral-negatif karena imbal hasil obligasi masih bertahan di level yang cukup tinggi. Tekanan jual terlihat muncul setiap kali emas mencoba mendekati area resisten psikologis. Trader cenderung melakukan perdagangan jangka pendek dengan target profit yang lebih kecil sambil memantau rilis data ekonomi Amerika nanti malam yang dapat memengaruhi pasar obligasi.

Forecast nanti malam memperkirakan emas akan mengalami pemulihan jika data ekonomi yang rilis menyebabkan imbal hasil obligasi jatuh. Kondisi pasar utang yang volatil memberikan peluang bagi emas untuk melakukan lonjakan harga mendadak jika terjadi peralihan dana besar-besaran dari obligasi ke aset safe haven. Fokus utama tetap pada korelasi negatif antara yield obligasi dan harga emas yang diprediksi akan sangat kuat malam nanti. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Jumat, 23 Januari 2026

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas Uji Level Dukungan Psikologis di Tengah Penguatan Dolar

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka hari ini sedang menguji level dukungan psikologis di kisaran empat ribu tujuh ratus lima puluh dolar per troy ons setelah mengalami tekanan dari rilis data ekonomi kemarin. Angka klaim pengangguran yang rendah dan pdb yang kuat menjadi katalisator utama bagi aksi jual yang dilakukan oleh para pelaku pasar di bursa komoditas internasional. Dampaknya pada hari ini emas terlihat kesulitan untuk menembus area resisten terdekat karena dominasi dolar yang sangat kuat di pasar valuta asing. Sebagian besar investor saat ini memilih untuk bersikap menunggu dan melihat perkembangan rilis data terbaru nanti malam untuk menentukan apakah tren pelemahan ini akan berlanjut hingga penutupan pasar akhir pekan. Meskipun secara teknikal emas sedang tertekan faktor fundamental jangka panjang seperti pembelian emas oleh bank sentral global masih memberikan bantalan agar harga tidak jatuh lebih dalam. Permintaan institusional ini menjadi alasan mengapa emas masih mampu bertahan di level harga yang relatif tinggi meskipun dolar amerika sedang berada pada jalur penguatannya yang cukup agresif. Perkiraan nanti malam harga emas akan menghadapi volatilitas yang sangat tinggi saat data ekonomi amerika serikat diumumkan pada pukul sembilan lewat empat puluh lima menit waktu indonesia barat. Forecast menunjukkan potensi pergerakan liar yang dapat membawa emas kembali ke jalur bullish jika data aktivitas manufaktur menunjukkan tanda-tanda perlambatan yang signifikan - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Kamis, 22 Januari 2026

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Sentimen Geopolitik Timur Tengah Kembali Topang Emas Berjangka Hari Ini

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka kembali mendapatkan dorongan dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang dilaporkan kemarin malam. Berita mengenai gangguan jalur perdagangan internasional memicu kembali permintaan aset aman, mengimbangi tekanan dari kebijakan moneter bank sentral.

Dampak hari ini terlihat dari ketangguhan emas meskipun indeks Dolar AS mencoba untuk menguat. Investor lebih memilih menyimpan aset dalam bentuk emas batangan dan kontrak berjangka sebagai perlindungan terhadap risiko ketidakpastian global yang meningkat mendadak.

Forecast malam nanti menunjukkan bahwa premi risiko geopolitik akan terus menjaga harga emas di level tinggi. Pasar akan tetap waspada terhadap berita mendadak yang bisa memicu lonjakan harga lebih lanjut di sesi perdagangan malam nanti.

Pakar dari RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG menyarankan klien untuk memperhatikan berita fundamental global. Geopolitik tetap menjadi faktor yang tidak terduga. Kami memproyeksikan emas tetap memiliki tren naik yang kuat untuk malam ini, kata seorang analis senior. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.

sumber : newsmaker.id

Rabu, 21 Januari 2026

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Berjangka Tertekan oleh Rilis Data Kepercayaan Bisnis Australia yang Stabil Kemarin

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mencatatkan penurunan tipis hari ini setelah data National Australia Bank (NAB) mengenai kepercayaan bisnis kemarin menunjukkan ketahanan ekonomi di wilayah Pasifik. Data yang stabil ini mengurangi tekanan bagi Bank Sentral Australia (RBA) untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Dampaknya hari ini, emas berjangka kehilangan momentum naiknya karena investor melihat bahwa ekonomi global, khususnya di luar Amerika Serikat, masih cukup tangguh untuk menahan suku bunga tinggi saat ini. Hal ini secara otomatis mengurangi daya tarik emas sebagai aset pelarian krisis bagi investor di kawasan Asia-Pasifik yang kini beralih ke pasar ekuitas.

Stabilnya kepercayaan bisnis di Australia memberikan indikasi bahwa perlambatan ekonomi global mungkin tidak akan separah yang dikhawatirkan sebelumnya. Emas sebagai aset yang tidak memberikan bunga kehilangan daya tariknya ketika prospek pertumbuhan ekonomi regional membaik. Para trader di bursa berjangka terlihat melakukan penyesuaian posisi dengan melepas aset emas mereka.

Forecast nanti malam: Data Harga Ekspor dan Impor AS akan segera dirilis. Jika harga impor naik, hal ini mengindikasikan inflasi impor yang dapat membuat Federal Reserve tetap pada jalur hawkish, yang merupakan berita buruk bagi emas. Sebaliknya, penurunan harga impor akan memberikan sentimen positif bagi emas untuk kembali pulih. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Selasa, 20 Januari 2026

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Dinamika Nilai Tukar Euro Terhadap Pergerakan Emas

HARGA EMAS HARI INI - Hubungan antara nilai tukar Euro dan Dolar AS secara tidak langsung memengaruhi harga emas berjangka yang dihargai dalam mata uang Amerika. Perubahan kebijakan atau data ekonomi di Zona Euro dapat melemahkan atau memperkuat Dolar, yang kemudian berimbas pada daya beli emas global. Saat ini, fokus pasar beralih pada data inflasi dan pertumbuhan di Eropa.

Kemarin, rilis data ekonomi dari Jerman dan Perancis menunjukkan gambaran yang bervariasi, namun cukup untuk menjaga stabilitas mata uang Euro. Hal ini membantu emas untuk tidak mengalami penurunan tajam saat pasar Amerika sedang libur. Keseimbangan kekuatan antara mata uang utama dunia ini memberikan ruang napas bagi komoditas logam mulia.

Dampaknya hari ini adalah pergerakan emas terlihat sangat sinkron dengan fluktuasi pasangan mata uang EUR/USD di sesi perdagangan Eropa. Pelemahan tipis pada Euro pagi ini menyebabkan emas sedikit tertekan saat memasuki pasar London. Para trader mulai memperhitungkan kemungkinan bank sentral Eropa akan lebih dulu memotong suku bunga dibandingkan Fed.

Forecast nanti malam memproyeksikan emas akan bergerak mengikuti arah Dolar AS setelah penyesuaian pasar terhadap data ekonomi Amerika. Jika Dolar menguat karena data manufaktur yang solid, maka emas diprediksi akan melemah meskipun Euro stabil. Sebaliknya, kelemahan Dolar secara luas akan menjadi karpet merah bagi emas untuk menguji level resisten baru nanti malam. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id