Dampaknya hari ini, sentimen pasar berubah menjadi lebih optimis terhadap pertumbuhan global, yang biasanya menjadi berita kurang baik bagi pergerakan harga emas. Investor lebih memilih untuk mengalokasikan modal mereka ke komoditas industri seperti tembaga dan perak daripada emas batangan. Penurunan ini mencerminkan berkurangnya premi risiko resesi global yang sebelumnya sempat mendongkrak harga logam mulia ke level tertinggi.
Surplus perdagangan yang kuat di Tiongkok juga memberikan kekuatan bagi mata uang Yuan, yang secara teknis membatasi permintaan emas fisik di pasar domestik Tiongkok karena harga yang relatif menjadi lebih mahal. Pergerakan ini memaksa para trader berjangka untuk melakukan aksi ambil untung sementara menunggu data inflasi Tiongkok yang akan dirilis pekan depan untuk melihat keberlanjutan daya beli masyarakat di sana.
Forecast nanti malam: Perhatikan rilis data Survei Manufaktur Federal Reserve Philadelphia nanti malam. Jika indeks manufaktur ini menunjukkan angka ekspansi yang kuat, emas berisiko jatuh kembali ke level terendah bulanan karena penguatan Dolar. Namun, jika manufaktur di wilayah tersebut terkontraksi, emas akan mendapatkan alasan fundamental untuk kembali naik sebagai respons atas kekhawatiran perlambatan AS. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG
sumber : newsmaker.id






