Dampaknya hari ini, harga emas berjangka merosot ke level terendah dalam tiga hari terakhir di sesi perdagangan pagi hingga siang. Penguatan sentimen risiko membuat dana-dana besar beralih dari pasar komoditas logam mulia ke pasar saham sektor industri. Investor merasa lebih percaya diri untuk menaruh modalnya di aset-aset yang memberikan dividen dan pertumbuhan, mengingat risiko sistemik di Eropa terlihat mulai mereda seiring membaiknya kinerja pabrik-pabrik di Jerman.
Dari sisi teknis, emas telah menembus level dukungan psikologis menengah, yang memicu perintah jual otomatis dari algoritma perdagangan. Tekanan jual terlihat masif di bursa-bursa komoditas utama dunia. Meskipun demikian, para analis mencatat bahwa penurunan ini bisa menjadi peluang bagi pembeli jangka panjang untuk melakukan akumulasi di harga yang lebih rendah, mengingat ketidakpastian geopolitik global yang sebenarnya belum sepenuhnya hilang.
Forecast nanti malam: Fokus pasar malam ini akan tertuju pada pernyataan dari pejabat tinggi Federal Reserve mengenai prospek suku bunga. Jika pernyataan cenderung "hawkish" atau mendukung bunga tinggi, emas diprediksi akan melanjutkan penurunannya. Sebaliknya, jika ada nada "dovish" atau melunak, harga emas berpeluang melakukan rebound teknis untuk menutupi kerugian yang terjadi sepanjang sesi hari ini. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG
sumber : newsmaker.id






