Selasa, 28 Mei 2024

PT Rifan Financindo - EURUSD Bergerak Sedikit Lebih Tinggi

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pair EURUSD sedikit lebih tinggi di tengah perdagangan forex sesi Eropa hari Senin 27 Mei 2024 setelah pekan lalu bearish moderat.

Secara teknikal pair EURUSD yang dibuka sedikit lebih rendah dari penutupan yang tinggi akhir pekan lalu bergerak naik turun di garis pivotnya sebelum kemudian mendaki menuju arah posisi resisten kuatnya.

Euro berusaha melanjutkan rally akhir pekan lalu di kisaran $1,085 menuju arah level tertinggi dua bulan yang terlihat pada awal bulan.

Para investor banyak yang memperkirakan ECB akan menurunkan suku bunga pada pertemuan kebijakan moneter minggu depan. Namun, masih ada keraguan mengenai pemotongan lebih lanjut setelah bulan Juni.

Kepala Ekonom ECB mengatakan siap untuk menurunkan suku bunga pada bulan Juni, tetapi kebijakan harus terus bersifat restriktif tahun ini karena pertumbuhan upah tidak akan normal hingga tahun 2026.

Faktanya, gaji yang dinegosiasikan melonjak 4,7% dibandingkan tahun lalu. yang lalu pada kuartal pertama, mendekati rekor tertinggi yang terlihat pada kuartal ketiga tahun 2023.

Selain itu, data flash PMI menunjukkan aktivitas sektor swasta tumbuh paling tinggi dalam satu tahun pada bulan Mei di tengah peningkatan pesanan baru dan lapangan kerja yang lebih cepat.

Untuk indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap semua rival utamanya di sesi Eropa sedang  turun terbatas setelah melemah di sesi global sebelumnya; tergerus profit taking setelah rally sebelumnya namun tetap dalam prospek penguatan.

Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair EURUSD berpotensi kuat dari skala H4. 

Kini pair berada di posisi 1.0847 yang mendaki  menuju  1.0858 dan jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di 1.0870.

Namun jika berbalik arah akan turun kembali ke 1.0840,  jika tembus dapat meluncur ke posisi support kuat di 1.0814 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews

Senin, 27 Mei 2024

PT Rifan - Harga Emas Naik Dari Terendah 2 Pekan, Secara Mingguan Tertekan Setelah 2 Pekan Sebelumnya Kuat

PT RIFAN BANDUNG - Pergerakan harga emas pada perdagangan sesi Amerika hari Jumat 24 Mei 2024 bangkit dari kisaran terendah dalam 2 pekan lebih.

Harga emas spot pada perdagangan sesi Amerika terpantau naik 0,24% ke $2337,34 setelah sebelumnya turun ke $2325.60, namun untuk harga emas comex kontrak bulan Juni 2024 bergerak positif dengan naik 0,12% ke $2340,00.

Kenaikan harga emas yang terbatas ini disebabkan oleh koreksi dolar AS di pasar Eropa setelah rally 4 hari berturut.

Secara mingguan harga emas bersiap untuk penurunan mingguan pertama dalam 3 pekan, karena investor mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga Fed menyusul rilis ekonomi AS yang optimis baru-baru ini.

Sebelumnya harga emas anjlok cukup signifikan setelah rilis data flash PMI untuk bisnis jasa dan manufaktur meningkat, diperberat oleh data klaim pengangguran AS yang lebih sedikit dari perkiraan.

Sentimen negatif semakin solid ketika risalah rapat The Fed pada bulan Mei mengindikasikan kecenderungan pejabat The Fed untuk menaikkan suku bunga jika pertumbuhan harga terus berlanjut.

Suku bunga yang lebih tinggi menurunkan daya tarik emas, namun meningkatnya tekanan harga meningkatkan daya tariknya sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Untuk pergerakan selanjutnya, harga emas diperkirakan masih lemah secara teknikal, kini harga turun ke posisi rendahnya $2325,30 dan jika tembus dapat meluncur menuju posisi support kuat di $2309,05.

Namun jika ada sentimen positif, akan mendaki ke kisaran pivot $2347,31 dan jika tembus dapat naik ke resisten kuat di $2365,44 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews

Jumat, 24 Mei 2024

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Merosot Ke Level Mingguan Terburuk 2024 Dipicu The Fed

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas menuju penurunan mingguan terbesar tahun ini, setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa pada Senin lalu. Hal ini dipicu data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tetap tinggi.

Emas batangan berada di jalur penurunan mingguan sebesar 3,6% di awal perdagangan Asia, yang akan menjadi kemerosotan terbesar sejak September. Penurunan harian terbesar minggu ini terjadi pada Kamis, ketika data menunjukkan aktivitas bisnis AS meningkat pada awal Mei dengan laju tercepat dalam dua tahun – menghilangkan harapan bank sentral akan segera beralih ke pelonggaran moneter.

Pelaku pasar swap kini memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basispoin (bps) pada Desember, padahal sehari sebelumnya memperkirakan penurunan suku bunga terjadi pada November. Investor telah membukukan keuntungan setelah rekornya pada hari Senin, sementara imbal hasil obligasi AS atau yield US Treasury yang lebih tinggi juga menambah tekanan pada harga – baik biaya pinjaman dan imbal hasil yang lebih tinggi dari biasanya- menimbulkan hambatan bagi emas, karena tidak membayar bunga.

Logam mulia masih naik 13% tahun ini, didukung oleh pembelian bank sentral, permintaan yang kuat di Asia dan konflik di Ukraina dan Timur Tengah yang menegaskan status safe haven logam mulia ini.

Meskipun terjadi kemerosotan minggu ini, beberapa pengamat pasar masih optimistis terhadap emas batangan. UBS Group AG telah meningkatkan prospek emas akhir tahun sebesar 4% menjadi US$2,600 per ounce di tengah ekspektasi bahwa suku bunga akan turun, yang akan mendorong arus masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas batangan.

Analis Wayne Gordon dan Giovanni Staunovo merekomendasikan agar investor membeli saat harga turun di sekitar US$2.300, karena kemunduran baru-baru ini 'berumur relatif singkat'.

Harga emas di pasar spot sedikit berubah pada US$2,327.91 per ounce pada pukul 9:06 pagi di Singapura, setelah ditutup 2,1% lebih rendah pada hari Kamis. Indeks Bloomberg Dollar Spot stabil. Perak, paladium, dan platinum semuanya datar - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : bloomberg

 

Rabu, 22 Mei 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Dunia Terbang Tinggi Ke Level Termahal D

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik ke level tertinggi sepanjang masa pada hari Senin (Selasa waktu Jakarta). Lonjakan harga emas dunia ini karena berbagai faktor mulai dari ekspektasi penurunan suku bunga AS, langkah-langkah stimulus Tiongkok hingga ketegangan geopolitik yang meningkatkan permintaan, dengan momentum tersebut juga membawa perak ke level tertinggi dalam lebih dari 11 tahun.

Harga emas naik 0,9% menjadi USD 2.435,96 per ounce setelah mencapai rekor tertinggi di level USD 2.449,89 di awal sesi perdagangan

Data minggu lalu menunjukkan bahwa harga konsumen AS meningkat kurang dari perkiraan pada bulan April, menunjukkan bahwa inflasi kembali melanjutkan tren penurunannya, sehingga meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga di bulan September.

uku bunga yang lebih rendah mengurangi opportunity cost dari kepemilikan emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding), yang juga memberikan keuntungan dari ketidakpastian di pasar.

Pavilonis dari RJO memperkirakan emas akan melonjak mendekati USD 2.500 dalam jangka pendek karena ada ketakutan akan ketinggalan dalam reli emas.

Ada banyak non-pedagang yang menghubungi tempat (broker)… untuk membeli kontrak berjangka atau menerima pengiriman fisik," tutur dia.

Yang menambah kenaikan emas adalah meningkatnya penghindaran risiko (risk aversion) karena Presiden Iran Ebrahim Raisi, tewas dalam kecelakaan helikopter, tulis analis di Kitco Metals dalam sebuah catatan.

Sementara itu, beberapa analis juga menyoroti lonjakan emas akibat pengumuman Tiongkok mengenai langkah-langkah “bersejarah” untuk menstabilkan sektor properti yang terkena krisis. Tiongkok adalah konsumen utama emas dan logam industri lainnya.

Selain harga emas, harga perak di pasar spot juga naik 2,2% menjadi USD 32,17 setelah mencapai level tertinggi dalam 11 tahun - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : liputan6

 

Selasa, 21 Mei 2024

PT Rifan Financindo - Penyebab Harga Emas Naik Sampai Tembus Rekor Tertinggi

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia naik pada perdagangan kemarin. Namun pagi ini, harga sang logam mulia mulai terkoreksi.

Harga emas dunia di pasar spot ditutup di posisi US$ 2.426,2/troy ons. Naik 0,49% dari hari sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi sepanjang masa.

Koreksi harga emas mulai terlihat. Pada pukul 08:57 WIB, harga turun 0,19% ke US$ 2.421,24/troy ons.

Namun dalam seminggu terakhir, harga emas masih naik 3,26% secara point-to-point. Dalam sebulan ke belakang, harga terangkat 4,23%.

Harapan akan penurunan suku bunga acuan, terutama di Amerika Serikat (AS), membuat harga emas berada dalam tren positif. Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset) sehingga diuntungkan saat suku bunga turun.

Mengutip CME FedWatch, ada kemungkinan Federal Funds Rate bisa turun pada September mendatang. Peluang penurunan 25 basis poin (bps) menjadi 5-5,25% adalah 48,6%.

Kemudian ada probabilitas suku bunga acuan Negeri Paman Sam turun lagi pada Desember. Kemungkinan pemangkasan 25 bps lagi menjadi 4,75-5% adalah 35,8%.

Inflasi memang masih tinggi, tetapi bergerak turun. Beban utang di AS juga membuat pelaku pasar mencoba melakukan diversifikasi dari obligasi. Ini menjadi kondisi sempurna bagi kenaikan harga emas,” tegas Daniel Pavilonis, Senior Market Strategist di RJO Futures, seperti diberitakan Bloomberg News.

Pavilonis bahkan memperkirakan harga emas bisa mencapai US$ 2.500/troy ons dalam waktu dekat. Sebab, akan makin banyak investor yang membeli emas karena takut kehilangan peluang alias Fear of Missing Out (FOMO) - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : bloomberg

 

Senin, 20 Mei 2024

PT Rifan - Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dunia melesat pada perdagangan kemarin. Sepanjang pekan ini, harga sang logam mulia pun menghijau.

Harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.4.14,25/troy ons. Naik 1,53% dari hari sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi sepanjang masa.

Sepanjang minggu ini, harga emas naik 2,31% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga bertambah 1,44%.

Tanda-tanda bahwa laju inflasi melambat meningkatkan prospek penurunan suku bunga acuan pada bulan-bulan mendatang. Ini menjadi katalis bagi harga emas, dan juga perak,” kata Frank Watson, Analis di Kinesis Money, seperti dikutip dari Bloomberg News. Pekan ini, US Bureau of Labor Statistics mengumumkan inflasi Negeri Adikuasa pada April berada di 0,3% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Lebih rendah dibandingkan Maret yang sebesar 0,4%.

Kemudian inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada April tercatat 3,4%. Juga melambat ketimbang Maret yang 3,5% yoy.

Lalu inflasi inti tahunan ada di 3,6% yoy. Lebih rendah dibandingkan Maret yang sebesar 3,8% yoy sekaligus jadi yang terendah sejak April 2021 atau 3 tahun terakhir.

“Data ini bisa menjadi indikasi bahwa tekanan inflasi akan mereda dan The Fed (Federal Reserve, Bank Sentral AS) bisa menurunkan suku bunga acuan,” tegas Phillip Streble, Chief Market Strategist di Blue Line Futures, seperti diberitakan Bloomberg News.

Penurunan suku bunga akan menjadi kabar baik bagi emas, yang berstatus sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas lebih menguntungkan dalam iklim suku bunga rendah.

Analisis Teknikal yang Sebbakan Emas Cetak Rekor Sepanjang Masa

Setelah naik minggu ini, bagaimanakah proyeksi harga emas untuk pekan depan? Apakah masih kuat menanjak?

Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), emas sudah masuk zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 73,32.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun perlu diingat, RSI di atas 70 juga merupakan sinyal jenuh beli (overbought).

Oleh karena itu, sepertinya harga emas akan memasuki fase konsolidasi. Target support terdekat adalah US$ 2.408/troy ons. Jika tertembus, maka US$ 2.395/troy ons.

Sementara target resisten terdekat ada di US$ 2.419/troy ons. Penembusan di titik ini bisa membawa harga emas naik menuju US$ 2.426/troy ons - PT RIFAN

Sumber : bloomberg

 

Jumat, 17 Mei 2024

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Diramal Tembus US$ 2.600

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas bergerak sangat volatile tetapi dalam jangka panjang peluang untuk terbang sangat terbuka.

Harga emas di pasar spot ditutup di posisi US$ 2376,44 per troy ons pada perdagangan Kamis (16/5/2024). Harganya melandai 0,4%. Pelemahan ini menjadi kabar buruk setelah emas terbang 1,19% pada perdagangan hari sebelumnya.

Harga emas sedikit membaik pada pagi hari ini. Sang logam mulia bergerak di posisi US$ 2378,13 per troy ons. Harganya menguat 0,07%.

Harga emas melemah karena aksi profit taking serta kembali munculnya kekhawatiran pasar mengenai kebijakan suku bunga. Kendati demikian, sang logam mulia masih berpotensi terbang.

Optimisme tersebut ditopang oleh keyakinan pasar mengenai pemangkasan suku bunga The Fed hingga potensi panasnya geopolitik yang meningkatkan permintaan aset safe haven seperti emas.

Optimisme pasar mengenai pemangkasan suku bunga melesat tajam setelah AS mengumumkan laju inflasi mereka melandai ke 3,4% (year on year/yoy) pada April 2024, dari 3,5% (yoy) pada Maret 2024.

James Stanley, Senior Strategist dari Forex.com menjelaskan harga emas tengah menguji titik resistance di US$ 2.400 per troy ons. Jika emas mampu melewati titik tersebut maka haraganya bisa terbang ke US$ 2.500 per troy ons.

"Emas jelas tengah menguji titik resistance US$ 2.400. Emas tidak kesulitan menembus US4 2.300 tetapi sangat sulit menyentuh US$ 2.400 karena kenaikan harganya yang sudah sangat tinggi," tutur Stanley, dikutip dari Kitco.com.

Proyeksi dari ROTH Capital Partners bahkan lebih tinggi lagi. Analis mereka, JC O'Hara memperkirakan emas bisa saja menembus US$ 2.600 dalam waktu dekat.

"Emas dalam tren penguatan terus menerus. Secara teknikal harganya bisa tembus US$ 2.600," tutur O'Hara.

Dia menambahkan harga emas terus naik karena adanya ketidakpastian geopolitik hingga proyeksi pemangkasan suku bunga. Jika kedua faktor tersebut menguat maka emas akan semakin kencang.

Pandangan sebaliknya diberikan oleh Ewa Manthey, commodities strategist dari Dutch bank ING. Dia memperkirakan emas akan sedikit melemah kuartal kedua ini karena kehati-hatian The Fed dalam menentukan suku bunga - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnbcindonesia