Rabu, 27 Juli 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Berjangka Turun Tipis Di Tengah Kokohnya Dolar

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas berjangka turun tipis pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga emas memperpanjang penurunan untuk sesi kedua berturut-turut, tertekan dolar AS yang lebih kuat karena pelaku pasar menunggu keputusan kebijakan utama dari Federal Reserve. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, melemah USD1,40 atau 0,08%, menjadi ditutup pada USD1.717,70 per ounce

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,66% menjadi 107,1880, setelah jatuh selama tiga hari berturut-turut pada Senin melayang di bawah level 106,5.  

Namun demikian, data ekonomi yang dirilis Selasa mendukung emas. Conference Board melaporkan bahwa indeks kepercayaan konsumen AS turun menjadi 95,7 pada Juli dari 98,4 pada Juni karena kecemasan konsumen atas kondisi ekonomi saat ini, khususnya inflasi tinggi selama empat dekade. Ini adalah angka terendah sejak Februari 2021.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan rumah baru AS anjlok 8,1% ke tingkat yang disesuaikan secara musiman di 590.000 unit pada Juni, dari 642.000 unit yang direvisi di bulan sebelumnya. Jumlah rumah baru yang terjual merupakan yang terendah sejak April 2020.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 20,7 sen atau 1,13%, menjadi ditutup pada USD18,535 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun USD4,9 atau 0,56%, menjadi ditutup pada USD864,40 per ounce - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : okefinance.com

 

Selasa, 26 Juli 2022

PT Rifan Financindo - Harga Emas Turun Dalam Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun pada Senin pagi di Asia sementara investor bersiap untuk melihat potensi kenaikan suku bunga 75 basis poin oleh Federal Reserve AS minggu ini.

Harga emas berjangka turun tipis 0,16% ke $1.724,55/oz pukul 11.25 WIB. Harga emas telah turun lebih dari $350, atau sebesar 16% sejak naik di atas level $2.000 per ons pada awal Maret di tengah kenaikan suku bunga Fed yang agresif dan reli dolar.

Dolar AS yang biasanya bergerak terbalik dengan emas, turun tipis pada Senin pagi, sedangkan imbal hasil treasury AS 10 tahun bergerak di dekat posisi terendah delapan minggu.

"Penurunan imbal hasil AS di belakang kekhawatiran resesi global telah menopang emas," kata Managing Partner SPI Asset Management Stephen Innes.

Hari ini, kita bisa melihat sentuhan keragu-raguan menjelang rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang kemungkinan akan menggarisbawahi dilema Fed dalam memerangi inflasi dengan mengorbankan pertumbuhan.

Investor kini mengawasi pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve AS yang berakhir pada Rabu setempat, dan pasar memperkirakan kenaikan suku bunga 75 bps.

European Central Bank (ECB) bergabung dengan rekan-rekan bank sentral globalnya untuk menurunkan lonjakan inflasi dan menaikkan suku bunga sebesar 50 bps. ECB diperkirakan akan memberikan kenaikan lagi sampai inflasi turun kembali ke target 2%.

Pada logam mulia lainnya, perak turun 0,57%, platinum turun tipis 0,20%, dan palladium jatuh 1,59%. Nikel Berjangka melonjak 3,52% di 22.373,50 dan Timah Berjangka naik 0,43% ke 24.947,00 pada penutupan sesi AS pekan lalu.

Sementara, harga Karet turun 0,32% di 155,70, Kakao AS Berjangka juga turun 0,48% di 2.293,00, dan Batubara Newcastle naik 1,44% ke 409,20 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber :  investing.com

Senin, 25 Juli 2022

PT Rifan - Harga Emas Turun, Investor Ekspektasi Naiknya Suku Bunga Bank Sentral

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas turun pada Kamis pagi di Asia dan jatuh ke level terendah dalam hampir satu tahun dengan investor memperkirakan peningkatan suku bunga lanjutan oleh bank sentral utama untuk menahan lonjakan inflasi.

Harga emas berjangka turun 0,66% ke $1.689,05/oz pukul 11.13 WIB. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, juga turun pada Kamis pagi.

Federal Reserve AS diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan kebijakan 26-27 Juli.

Di seberang Atlantik, Bank Sentral Eropa (ECB) akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2011 pada hari Kamis, dan akan tetap meningkat lagi untuk menahan gejolak inflasi yang tidak terkendali.

Ekspektasi inflasi jelas surut karena The Fed dan bank sentral lainnya memulai rezim pengetatan agresif, yang mengurangi daya tarik emas," Ilya Spivak, ahli strategi mata uang di DailyFX, mengatakan kepada Reuters.

Di Jepang, Bank of Japan (BOJ) menahan suku bunganya tidak berubah, bahkan saat bank sentral ini memprediksi peningkatan inflasi konsumen di tengah tingginya harga komoditas di seluruh dunia.

Emas menembus level bawah $1.700/oz karena investor terus mengurangi eksposur ke sektor ini menjelang pertemuan bank sentral," kata analis ANZ dalam catatan.

Juga dalam sorotan investor yakni pembukaan kembali pipa Nord Stream setelah ditutup untuk pemeliharaan selama 10 hari.

Di logam mulia lainnya, perak spot turun 0,6%, platinum turun 0,5%, dan palladium naik 0,3% - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Jumat, 22 Juli 2022

Rifan Financindo Berjangka - Emas Terkoreksi Naik Di Tengah Tekanan Turun

 

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas sempat tertekan turun ke $1,689.60 pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis karena turun tajamnya harga minyak mentah dan naiknya yields treasury AS. Harga emas menyentuh ke rendahan selama 15 bulan dalam perdagangan semalam namun dalam jam perdagangan selanjutnya berhasil bangkit sedikit dari kerendahannya dan diperdagangkan naik.

Harga emas berhasil naik dari kerendahannya dengan berkurangnya kekuatan dollar AS setelah European Central Bank (ECB) mengambil langkah agresif dengan menaikkan tingkat bunganya lebih dari yang diperkirakan.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus naik $16.60 ke $1,713.00 per troy ons. Sementara itu perak berjangka Comex bulan September turun $0.448 ke $18.21per ons.

Sebagaimana dengan yang telah diperkirakan secara luas dan dikomitmenkan sebelumnya, ECB mengikuti tren dari pengetatan global dan menaikkan tingkat bunga resmi untuk pertama kalinya sejak 2011. Kenaikan tingkat bunga sebesar 50 bps dibandingkan dengan yang diperkirakan dalam konsensus sebesar 25 bps, mendukung naik mata uang bersama Eropa sehingga mengangkat naik pasangan matauang EUR/USD.

Pasar saham global kebanyakan melemah dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah bervariasi pada saat jam perdagangan sesi New York dimulai. Pergerakan naik indeks saham AS mengalami minggu yang baik pada minggu ini dan telah memulai kembali tren naik jangka pendek pada grafik harian.

Support & Resistance

Support terdekat menunggu di $1,694 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,673 dan kemudian $1,665.

Resistance terdekat menunggu di $1,725 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,735 dan kemudian $1,750 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews.com

Rabu, 20 Juli 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Turun, Investor Pertimbangkan Prospek Suku Bunga

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas turun pada Selasa di Asia. Emas bergerak di dekat level terendah 11 bulan kala investor mempertimbangkan prospek pengetatan kebijakan moneter lanjutan dan dampaknya terhadap pertumbuhan global.

Harga emas berjangka turun tipis 0,19% di $1.706,95/oz pukul 11.03 WIB. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, naik tipis pada Rabu pagi.

Investor mengawasi pertemuan Federal Reserve AS yang dijadwalkan pada 26-27 Juli mendatang untuk mencari petunjuk tentang seberapa agresif Fed akan menaikkan suku bunga. Bloomberg Economics menyatakan data AS terbaru memperkuat dukungan petinggi bank itu untuk kenaikan suku bunga 75 basis poin lainnya.

"The Fed mungkin tidak perlu memperketat kebijakan seagresif yang diperkirakan pasar pada awalnya, tetapi siklus kenaikan suku bunga bisa berlangsung hingga awal tahun depan," Edward Moya, analis pasar senior di Oanda Corp, mengatakan kepada Bloomberg. "Dolar AS melemah untuk memulai minggu perdagangan, tetapi ini kemungkinan bukan yang level tertinggi, yang berarti emas kemungkinan sulit untuk bergerak ke atas mendekati level $1.750."

Pada logam mulia lainnya, perak dan palladium sedikit berubah, sementara platinum turun - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Selasa, 19 Juli 2022

PT Rifan Financindo - Bursa Eropa Menguat, Rapat ECB Dan Jalur Pipa Nord Stream Jadi Fokus

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bursa saham Eropa beranjak menguat pada Senin petang, dibantu oleh tren positif di Wall Street, tetapi investor akan kembali khawatir minggu ini menjelang dimulainya kembali pembukaan pasokan pipa gas penting serta pertemuan kunci Bank Sentral Eropa (ECB).

Pukul 14.25 WIB, DAX Jerman menguat 0,7%, CAC 40 Prancis naik 0,7%, dan FTSE 100 menguat 1,1%.

Indeks utama Eropa tengah membangun kenaikan pada hari Jumat, khususnya dibantu oleh kenaikan kuat di Wall Street, setelah bluechip Dow Jones Industrial Average naik lebih dari 650 poin, atau 2,2%, saat investor berspekulasi bahwa Federal Reserve akan kurang bertindak agresif pada pertemuan mendatang daripada yang ditakuti sebelumnya.

Namun, kenaikan ini mungkin terbukti lebih sulit didapat seiring berjalannya minggu sebelum dimulainya pertemuan Bank Sentral Eropa pada hari Kamis. Rapat ini diharapkan akan melihat bank sentral menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam satu dekade dalam upaya untuk mengendalikan lonjakan inflasi dan data terbaru IHK Zona Euro Juni AS akan terbit pada hari Selasa.

Di luar keputusan suku bunga dan konferensi pers Presiden ECB Christine Lagarde, pertemuan itu diharapkan menjelaskan alat baru blok tersebut untuk menjaga tingkat imbal hasil obligasi negara agar tidak melonjak terlalu tinggi.

Juga menimbulkan ketegangan di Eropa adalah kegelisahan apakah Rusia melanjutkan pasokan gas melalui pipa Nord Stream 1, sementara Italia tertatih-tatih di ambang kisruh politik jika Perdana Menteri Mario Draghi terus melangkah maju dengan pengunduran dirinya.

Dalam berita perusahaan, saham Deliveroo (LON:ROO) turun 1,4% setelah grup pengiriman makanan tersebut memangkas proyeksinya untuk tahun 2022, mengutip penurunan besar pertumbuhan volume pesanan pada kuartal II. Ini menyiratkan gambaran terbaru dari tekanan biaya hidup pada pengeluaran konsumen.

Saham Nordea (HE:NDAFI) naik 2,2% usai bank Finlandia itu membukukan kenaikan pendapatan operasional kuartal kedua, jauh di atas ekspektasi pasar yang dibantu oleh tumbuhnya pendapatan bunga pinjaman.

Saham H&M (ST:HMb) turun 0,8%. Peritel mode terbesar kedua di dunia itu mengatakan telah memutuskan untuk menghentikan bisnisnya di Rusia, bergabung dengan daftar perusahaan yang terus bertambah yang sepenuhnya keluar dari negara itu.

Harga minyak naik pada hari Senin, dibantu oleh pasokan global yang terus terbatas setelah perjalanan Presiden AS Joe Biden ke Arab Saudi gagal menghasilkan janji dari produsen utama OPEC untuk meningkatkan pasokan minyak.

Perhatian minggu ini akan tertuju pada dimulainya kembali pasokan gas Rusia ke Eropa melalui pipa Nord Stream 1 pada 21 Juli, ketika penghentian pemeliharaan saat ini akan berakhir, di tengah kekhawatiran penutupan dapat berlanjut karena perang di Ukraina.

Selain itu, potensi pembatasan COVID-19 di China yang sekali lagi menahan permintaan bahan bakar telah membatasi kenaikan harga komoditas usai Shanghai menggelar pengujian masal di sembilan distrik sementara wilayah judi Makau memperpanjang lockdown-nya.

Pukul 14.25 WIB, harga minyak mentah AS berjangka melonjak 2,5% di $96,90 per barel, sedangkan kontrak Brent melonjak 2,6% di $103,74 per. Kedua benchmark ini pekan lalu mencatat penurunan mingguan terbesarnya dalam waktu sekitar satu bulan di tengah kekhawatiran resesi yang akan memukul permintaan minyak.

Selain itu, harga emas berjangka naik 0,8% di $1.716,25/oz, sementara EUR/USD menguat 0,5% di 1,0141 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com 

 

Senin, 18 Juli 2022

PT Rifan - Emas Berada Di Zona Bahaya Di $1,700

PT RIFAN BANDUNG - Emas mengalami minggu yang keras pada minggu lalu dengan dengan pasar menghitung ulang ekspektasi kenaikan tingkat bunga the Fed dan kuatnya dollar AS telah mencuri banyak daya tarik safe-haven dari emas. Pada minggu ini para analis tetap berhati-hati karena level $1,700 adalah area yang berbahaya bagi emas.

Emas sempat jatuh ke kerendahan dalam 11 bulan karena para investor menghindari emas dan mencari dollar AS di tengah nada yang “risk-off” di seluruh pasar. Emas mengalami penurunan harga seminggu lebih dari 2%. Ini juga adalah minggu kelima emas berturut – turut mengalami kerugian, hal yang belum pernah terjadi dalam beberapa tahun. Secara per tahun, harga emas telah turun sekitar 7%.

Pergerakan Harga Emas Minggu Lalu

Memulai minggu yang baru pada minggu lalu di $1,743, harga emas melemah ke $1,737 per troy ons pada hari Senin, di tengah kekuatan bearish harian di luar pasar emas. Hari Selasa dan Rabu bergerak “sideways” turun sedikit ke $1,733 dan sempat melanjutkan penurunannya ke $1,710. Pada hari Kamis harga emas turun tajam dan menyentuh ke rendahan 11 bulan dengan indeks dollar AS melemah, harga minyak mentah menguat dan yields obligasi turun sedikit. Harga emas masih tertekan turun pada hari Jumat, dan sempat turun menembus support kunci yang kuat di $1,700 di $1,699.90 sebelum akhirnya terkoreksi naik sedikit ke $1,706, dengan elemen di luar pasar emas masih bullish.

Harga emas melemah pada awal perdagangan sesi AS hari Senin, di tengah kekuatan bearish harian di luar pasar emas yaitu naiknya dengan tajam indeks dollar AS dan turunnya harga minyak mentah.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus turun $5.20 ke $1,737.40 per troy ons.

Harga emas tertekan oleh karena kuatnya USD pada awal jam  perdagangan sesi AS sehingga menyentuh ke rendahan selama 8 ½ bulan. Turunnya harga minyak mentah dengan tajam juga membebani harga emas pada hari Selasa.

Pada jam perdagangan selanjutnya, sekalipun masih dalam teritori negatip, harga emas sedikit membaik dengan berkurangnya kekuatan dollar AS.

Pasar keuangan tetap dalam sentimen yang enggan terhadap resiko, namun turunnya yields obligasi pemerintah telah memberikan tekanan temporer terhadap dollar AS menjelang dibukanya bursa saham AS Wall Street. Yields treasury 10 tahun AS sekarang bertengger di sekitar 2.92% setelah pada hari Senin mencapai puncaknya di 3.10%.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus turun $4.20 ke $1,733.50 per troy ons.

Harga emas pada awalnya turun, pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu, di tengah memanasnya inflasi AS dan karena kekuatan bearish harian di luar pasar emas yaitu naiknya dollar AS dan turunnya harga minyak mentah. Namun dalam perdagangan selanjutnya, dollar AS berbalik melemah sehingga memberikan dorongan naik terhadap harga emas.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus naik $6.20 ke $1,739.20 per troy ons.

Harga emas turun tajam dan menyentuh ke rendahan 11 bulan pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis. Amerika Serikat pada hari Kamis mendapatkan laporan inflasi yang lainnya yang sama panasnya. Hal ini akan membuat Federal Reserve AS tancap gas dengan pengetatan kebijakan moneter yang agresif.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus turun $29.00 ke $1,710.10 per troy ons

Pada hari Jumat, harga emas masih tertekan turun meskipun elemen di luar pasar emas bullish. Indeks dollar AS melemah, harga minyak mentah menguat dan yields obligasi turun sedikit.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus turun $4.50 ke $1,706.90 per troy ons.

Latar Belakang Turunnya Harga Emas sampai $40

Hal dibelakang yang memicu aksi jual emas sampai turun sekitar $40 pada minggu lalu, adalah laporan inflasi AS yang mengejutkan yang menunjukkan tekanan inflasi naik meningkat ke 9.1% pada bulan Juni. Hal ini membuat pasar menghitung ulang ekspekasi kenaikan tingkat bunga pada bulan Juli.

Sebelum dirilis laporan inflasi AS, pasar masih memperkirakan kenaikan tingkat bunga oleh the Fed sebesar 75 basis poin. Namun setelah keluar angka inflasi, pasar tidak lagi mengabaikan kemungkinan kenaikan tingkat bunga yang besar-besaran sampai sebesar 100 bps.

Dan angka inflasi AS yang tinggi ini muncul tepat setelah Bank of Canada mengejutkan pasar dengan kenaikan tingkat bunga sampai sebesar 100 bps. Gubernur Bank of Canada Tiff Maclem memberitahukan reporter pada hari Rabu bahwa kenaikan tingkat bunga sebesar ini adalah sangat tidak biasa. Inflasi terlalu tinggi dan semakin banyak orang yang kuatir inflasi yang tinggi akan menetap.

Sebagai reaksinya, indeks dollar AS diperdagangkan di ketinggian selama 20 tahun, yields treasury AS naik dan emas tumbang dan sempat sebentar diperdagangkan di bawah $1,700 per ons.

Investor prihatin akan prospek perlambatan ekonomi global sedang menggencet assets dan sebaliknya mencari perlindungan di USD. Para investor memangkas exposure ke emas. Kenaikan angka CPI bisa menguatkan the Fed untuk menaikkan tingkat bunga yang besar lagi pada bulan ini.

The Fed akan mendemonstrasikan komitmennya untuk memerangi inflasi pada pertemuan bulan Juli ini dengan menaikkan tingkat bunga, sebesar 75 basis poin atau 100 basis poin. Inflasi tetap akan menjadi problem dan akan membuat the Fed untuk melakukan pengetatan moneter yang adalah negatip bagi emas.

Dengan angka Retail Sales AS bulan Juni yang bagus mengatasi dari yang diperkirakan, the Fed memiliki ruang untuk melakukan lebih banyak pengetatan. Tingkat bunga akan bisa naik lebih tinggi daripada yang dipikirkan orang apabila the Fed benar-benar berkomitmen terhadap target inflasi sebesar 2%.

Namun, the Fed pada akhirnya akan harus menghindar dari melakukan pengetatan yang terlalu banyak. Dan dalam kondisi seperti ini emas akan bersinar pada saat the Fed melonggarkan pengetatannya.

Mengapa $1,700 Menjadi Area yang Berbahaya bagi Emas pada Minggu Ini?

Waktu lalu dimana harga emas berada di bawah $1,700 per ons, adalah suatu periode waktu yang lama. Tidak ada banyak level support di bawah dari level $1,700. Ini sebabnya bisa terjadi bahkan aksi jual yang lebih besar lagi.

Emas telah jatuh lebih daripada yang diantisipasikan. Selama beberapa minggu banyak orang mengatakan bahwa $1,700 adalah level support yang memungkinkan. Dan sekarang harga emas sudah berada di level ini. Resiko turun sejujurnya masih tetap tinggi. Perlu waktu yang lebih lama bagi pasar untuk bisa sepenuhnya menggali ekspektasi the Fed yang baru dan kenaikan dollar AS.

Ada peluang emas turun sampai menyentuh $1,600 – $1,550 dalam jangka pendek, meskipun outlook jangka panjang bagi harga emas tetap naik lebih tinggi lagi menjelang akhir dari tahun ini.

Waktu terakhir dimana emas diperdagangkan di bawah level $1,700 per ons adalah pas sebelum terjadinya pandemik. Dan sekarang ada bahaya perputaran feedback yang negatip membawa harga emas kembali lagi ke bawah level $1,700.

Dengan ekspektasi dan narasi pasar adalah menghitung ulang untuk lebih kuatnya dollar AS pada musim panas ini, hal ini akan berdampak bagi outlook tehnikal. Perputaran feedback yang negatip adalah ketika harga jatuh dan para trader yang lebih tehnikal mengupdate rentang harga dan menjadi kurang bullish terhadap emas.

Meskipun demikian, $1,700 adalah titik yang kritikal bagi emas dan bisa jadi para “bargain – hunter” akan membeli pada harga yang rendah pada saat ini. Emas akan diuntungkan dalam lingkungan yang seperti ini.

Level $1,679 bisa menjadi level support yang besar pertama dan $1,818 – $1,812 bisa menjadi level resistance tertinggi.

Inversi Kurva Yield Bisa Membantu Emas

Satu potensi positip penggerak naik harga emas ke depannya adalah inversi kurva Yields treasury AS. Yields treasury AS 10 tahun sedang mengalami inversi dengan yields treasury AS 2 tahun, dimana yields treasury AS 2 tahun saat ini lebih tinggi daripada yields treasury AS 10 tahun. Pada masa lalu, kondisi yang seperti ini menunjuk kepada akan datangnya resesi ekonomi. Hal inilah yang pasar sedang mulai memperhitungkan dalam harga dan semakin bertambah – tambah belakangan ini.

Perbedaan yields saat ini adalah lebih besar daripada kapanpun selama 22 tahun terakhir. Emas seharusnya sungguh-sungguh mendapatkan keuntungan dari kondisi seperti ini sebagai assets safe – haven. Ini adalah salah satu alasan untuk mengantisipasikan kenaikan harga emas pada bulan – bulan dan kuartal yang akan datang dalam jangka panjang nantinya.

Data Ekonomi yang Harus Diperhatikan

Fokus pasar masih tetap ada pada ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga dari the Fed yang akan diputuskan pada minggu ini. Namun the Fed tidak akan membicarakan topik kenaikan tingkat bunga pada minggu ini karena pada minggu ini the Fed sedang memasuki periode “blackout” yang tidak boleh berbicara apapun ke publik. Hal ini berarti tidak akan ada pencerahan tambahan dari para pejabat the Fed menjelang pertemuan FOMC the Fed tanggal 27 Juli.

Support & Resistance

Support terdekat menunggu di $1,695 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,679 dan kemudian $1,650.

Resistance terdekat menunggu di $1,725 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,750 dan kemudian $1,800 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews.com