Rabu, 24 April 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Jatuh Ke Level Terendah 3 Minggu

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia belum juga membaik bahkan terancam melandai terus, pada perdagangan Selasa harga emas berakhir di US$ 2.321,81 per troy ons, melemah 0,19% dibandingkan sehari sebelumnya. Posisi penutupan kemarin adalah yang terendah sejak 4 April 2024 atau hampir 3 minggu.

Harga emas mulai membaik pada hari ini. Rabu hingga pukul 07.02 WIB terpantau menguat 0,09% menuju US$ 2.322,79 per troy ons. 

Harga emas yang mendingin dipengaruhi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mulai mereda setelah Iran meremehkan serangan Israel di wilayahnya minggu lalu dan mengatakan pihaknya tidak berencana untuk menanggapinya.

Emas adalah aset aman sehingga dicari saat ketegangan geopolitik meningkat, seperti yang terjadi di Timur Tengah pekan lalu.

Risiko terkait ketidakpastian di Timur Tengah sudah mereda. Kondisi ini membuat pasar ramai-ramai menjual emas. Pertanyaannya, harga emas melemah sampai kapan?" tutur analis dari TD Securities, Daniel Ghali dikutip dari Reuters.

Harga emas juga tetap melandai meski dolar Amerika Serikat juga melemah. Pelemahan dolar pada umumnya akan meningkatkan pembelian emas karena konversi harga yang lebih murah. Permintaan naik maka hargapun terkerek.

Indeks dolar akhirnya kembali ke level 105 yakni 105,68 pada perdagangan kemarin setelah bergerak di level 106 atau tertinggi lima bulan.

Dolar melemah sebagai respon data PMI Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan aktivitas bisnis melambat pada April ke level terendah dalam empat bulan terakhir. Ini menunjukkan adanya pelemahan permintaan yang potensi mendorong inflasi semakin melandai.

Inflasi yang diharapkan melandai bisa membuat bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga. Dolar AS biasanya melemah begitu The Fed melonggarkan kebijakan.

Sebagai catatan, harga emas sudah mencetak rekor berkali-kali sepanjang bulan ini. Rekor tertinggi yang dicetak harga emas ada di posisi US$2.390,45 per troy ons pada Jumat lalu (19/4/2024)

Pada perdagangan intraday, harga emas bahkan sempat menembus US$2.400 per troy ons.

Harga emas juga disebut masih memiliki peluang menanjak lagi jika bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve mulai memangkas suku bunga - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnbcindonesia

Selasa, 23 April 2024

PT Rifan Financindo - Harga Emas Ambles 2% Lebih, Pesta Sudah Berakhir?

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia ambruk seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah, Melansir data Refinitiv, pada perdagangan Senin, emas ditutup di posisi US$ 2.326,29 per troy ons. Harga emas ambruk 2,7%. Pelemahan ini memutus rekor positif emas yang terbang pada dua hari perdagangan sebelumnya.

Harga emas mulai membaik pada hari ini. Pada Selasa pukul 06.55 WIB emas dunia di pasar spot naik 0,26% ke  US$2332,36 per troy ons.

Untuk diketahui, harga emas yang anjlok kemarin dipengaruhi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mulai mereda setelah Iran meremehkan serangan Israel di wilayahnya minggu lalu dan mengatakan pihaknya tidak berencana untuk menanggapinya. 

Emas adalah aset aman sehingga dicari saat ketegangan geopolitik meningkat, seperti yang terjadi di Timur Tengah pekan lalu.

Sebelumnya harga emas sudah mencetak rekor berkali-kali sepanjang bulan ini. Rekor tertinggi yang dicetak harga emas ada di posisi US$2.390,45 per troy ons pada Jumat lalu (19/4/2024)

Pada perdagangan intraday, harga emas bahkan sempat menembus US$2.400 per troy ons.

Kendati melemah, harga emas masih memiliki peluang menanjak lagi jika bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve mulai memangkas suku bunga.

Beberapa pihak kini mulai melihat prospek cerah dengan perkiraan harga hingga US$ 3000 per troy ons.

Citi memperkirakan harga emas akan mencapai US$3.000 per troy ons dalam 6-18 bulan ke depan karena arus masuk modal ke emas meningkat sebagai antisipasi penurunan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed).

Citi menaikkan perkiraan harga rata-rata emas tahun ini menjadi US$2.350 per troy ons dan menaikkan harga rata-rata tahun depan sebesar 40% menjadi US$2.875 per troy ons.

Di sisi lain, Goldman Sachs mengatakan logam mulia berada dalam pasar bullish yang tidak tergoyahkan, dan karenanya menaikkan target akhir tahun menjadi US$2.700 per troy ons. Secara terpisah, UBS memiliki target akhir tahun sebesar US$2.500 per troy ons.

Selain Citi yang optimis harga emas mencapai US$3.000 per troy ons, Bank Of America (BoA) juga menerawang hal yang sama - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia

Senin, 22 April 2024

PT Rifan - Harga Emas Pekan Ini Berkilau Terang Akibat Israel Menyerang Iran

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dunia naik pada Sabtu dini hari, serta mencatat kenaikan mingguan kelima berturut-turut, karena kekhawatiran akan pembalasan lebih lanjut antara Iran dan Israel memicu permintaan safe-haven dari para investor.

Harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi US$2,395.15 per ounce pada 13:45. ET (1745 GMT), setelah naik setinggi US$2,417.59 di awal sesi. Adapun harga emas berjangka AS ditutup 0,7% lebih tinggi pada US$2,413.8. Kenaikan harga emas disebabkan oleh situasi ledakan di sebuah kota di Iran yang digambarkan oleh sumber sebagai serangan Israel. Akan tetapi pemerintah Iran mengecilkan insiden tersebut dan mengindikasikan bahwa pihaknya tidak memiliki rencana untuk melakukan pembalasan.

Situasi eskalasi dan de-eskalasi di Timur Tengah telah menguasai pasar. Jika situasinya menurun, maka emas akan mundur atau berkonsolidasi seiring berkurangnya pembelian safe-haven,” kata David Meger, direktur logam. diperdagangkan di High Ridge Futures dikutip dari Reuters.

Namun, dalam jangka panjang, tren naik yang lebih tinggi pada emas akan terus berlanjut karena Federal Reserve (The Fed) mungkin tidak menurunkan suku bunga secepat yang diperkirakan pasar. Para pejabat The Fed telah sepakat mengenai gagasan bahwa tidak ada urgensi untuk menurunkan suku bunga. Pasar saat ini melihat peluang sekitar 67% penurunan suku bunga pada bulan September.

Kenaikan suku bunga mengurangi daya tarik untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Emas, yang telah mencatatkan kenaikan kuat tahun ini, akan naik lebih lanjut karena prospek permintaan Tiongkok yang kuat dan ketidakpastian makro, kata lembaga penelitian yang didukung pemerintah Tiongkok, Antaike.

Sementara itu, HSBC menurunkan perkiraan harga rata-rata tahun 2024 untuk platinum menjadi $1.055 per ounce dari $1.105 dan paladium menjadi $1.095 per ounce dari $1.138. “Ciri khas pasar paladium dan platinum adalah lemahnya harga di tengah defisit yang besar,” tambahnya. Platinum spot turun 0,4% menjadi $931,22, dan paladium turun 0,6% menjadi $1,016,91. Kedua logam tersebut mencatat penurunan mingguan - PT RIFAN

Sumber : bisnis.com

Jumat, 19 April 2024

Rifan Financindo Berjangka - Berapa Harga Emas Dunia Pekan Ini? Intip Prediksinya

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dan perak masih berada dalam tren naik yang kuat. Namun investor harus bersiap untuk melihat harga berkonsolidasi pada pekan ini karena momentum terkini tampaknya telah mencapai puncaknya, menurut beberapa analis.

Dikutip dari Kitco, Senin, baik harga emas dunia maupun perak kembali mengalami volatilitas pada perdagangan Jumat pekan lalu karena logam mulia tidak dapat mempertahankan kenaikan signifikannya pada awal hari. Pada satu titik, harga emas naik lebih dari 4% hari ini, mencapai puncaknya pada USD 2.448,80 per ounce.

Harga emas berjangka bulan Juni terakhir diperdagangkan pada USD 2.355,60 per ounce, naik 0,4% dari Jumat pekan sebelumnya.

Sementara itu, perak telah berhasil mempertahankan kinerjanya yang lebih baik dibandingkan emas. Bahkan ketika perak menyerahkan kenaikan serupa. Perak mencapai puncaknya pada Jumat pekan lalu di USD 29,905 per ounce, level tertinggi dalam tiga tahun dalam satu hari.

Meskipun harga emas tidak dapat bertahan di atas USD 2.400 per ounce, para analis mencatat bahwa harga emas masih relatif kuat karena bersiap untuk mencatat rekor penutupan mingguan lainnya.

Rekor baru ini terjadi bahkan ketika pasar mulai memperhitungkan potensi penurunan suku bunga pada bulan Juni setelah inflasi bulan Maret lebih tinggi dari perkiraan - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : liputan6

 

Kamis, 18 April 2024

Rifan Financindo - Harga Emas Dunia Melemah Usai Terus Cetak Rekor

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun melemah karena tekanan dari memudarnya harapan penurunan suku bunga AS membayangi kenaikan permintaan safe haven yang timbul dari gejolak geopolitik di Timur Tengah.

Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi US$2,376.39 per troy ons.

Sementara pagi ini, Kamis pukul 6.25 WIB harga emas dunia tercatat US$2.366,39, naik 0,23%.

Ketidakpastian geopolitik terus mendukung emas dan jika ada peningkatan situasi, maka harga bisa bergerak menuju kisaran $2.500," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar Blue Line Futures di Chicago.

Harga emas hanya akan turun jika bank sentral berhenti membeli atau jika investor kembali ke fase risk-on," ujarnya.

Iran mengatakan militernya siap menghadapi setiap serangan Israel. Iran melakukan serangan langsung pertamanya terhadap Israel akhir pekan lalu sebagai pembalasan atas dugaan serangan Israel terhadap kompleks diplomatik Iran di Damaskus pada 1 April.

Pejabat tinggi bank sentral AS termasuk Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Selasa tidak memberikan panduan apa pun tentang kapan suku bunga dapat diturunkan, dan malah mengatakan bahwa kebijakan moneter perlu bersifat restriktif lebih lama.

Pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga AS sebesar 71% pada bulan September. Suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. 

Meskipun emas sebagian besar tetap tidak berkorelasi dengan dolar AS dan imbal hasil Treasury dalam tren saat ini, emas mungkin masih menunjukkan respons jangka pendek terhadap pergerakan keduanya, kata analis riset senior FXTM, Lukman Otunuga - RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia

 

 

Rabu, 17 April 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Ke Rekor Tertinggi, Menguat 3 Hari Berturut

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik ke rekor tertinggi pada penutupan perdagangan hari Selasa dinihari, naik untuk sesi ketiga berturut-turut meskipun dolar rebound kuat.

Harga emas berjangka untuk bulan April naik sekitar 0,41% pada $2,365.80 per ounce sedangkan harga emas comex untuk kontrak Juni naik 0,76% menjadi $2401,10.

Emas naik karena investor terus memantau situasi di Timur Tengah pasca Iran melakukan serangan besar-besaran ke Israel.

Iran terakhir menyerang Israel dengan drone pada akhir pekan sebagai pembalasan atas serangan terhadap kedutaan besarnya di Suriah, meluncurkan lebih dari 300 drone dan rudal tanpa awak ke sasaran.

Namun Israel berhasil mengendalikan serangan tersebut berkat peringatan dini yang dikombinasikan dengan pertahanan rudal yang kuat di dalam dan di luar perbatasannya.

Kenaikan harga emas menghiraukan posisi dolar AS yang menguat berkat data penjualan ritel AS yang optimis. Indeks dolar, yang turun ke 105,84 di sesi Eropa, naik ke 106,20 di sesi New York berkat data penjualan ritel yang kuat - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Selasa, 16 April 2024

PT Rifan Financindo - Emas Naik Ke Level Historik Setelah Data PPI AS

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas pada jam perdagangan sesi AS hari Kamis, berhasil menghapus kerugian hari Rabu dan naik menembus area $2,360 diperdagangkan di sekitar $2,375 per troy ons, dengan keluarnya  data inflasi produsen, mengabaikan laporan inflasi konsumen yang memerah sebelumnya.

Harga emas naik setelah keluarnya data makro ekonomi, Producer Price Index (PPI) AS yang menunjukkan tanda – tanda turunnya inflasi.

AS melaporkan bahwa Producer Price Index (PPI) bulan Maret hanya naik 0.2% MoM dan 2.1% YoY, di bawah daripada yang diperkirakan. PPI inti tahunan naik 2.4% di atas dari yang diperkirakan 2.3% dan 2.1% yang dibukukan pada bulan Februari.

Sementara, Initial Jobless Claims untuk minggu yang berakhir pada tanggal 5 April hanya naik 211.000, lebih baik daripada yang diperkirakan sebesar 215.000 dan lebih rendah dari angka sebelumnya sebesar 222.000.

Dolar AS pada awalnya turun setelah keluarnya angka PPI yang lebih lambat daripada yang diperkirakan namun berbalik naik setelah pembukaan bursa saham AS, Wall Street, dengan saham tidak bisa mempertahankan momentum awalnya.

Pasar saham diperdagangkan bervariasi, namun secara keseluruhan, pasar ada dalam sentimen yang buruk yang mengakibatkan dolar AS memperpanjang kenaikannya terhadap kebanyakan rival utamanya ke ketinggian mingguan yang baru di 105.070. Indeks dolar AS naik dan menyentuh ketinggian 4,5 bulan setelah keluarnya laporan Consumer Price Index (CPI) AS yang lebih panas daripada yang diperkirakan.

Tetap naiknya harga emas ditengah menguatnya dolar AS, menunjukkan bahwa permintaan terhadap assets safe – haven terus berlangsung 

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $2,343 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,327 dan kemudian $2,319. “Resistance” terdekat menunggu di $2,380 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,395 dan kemudian $2,400 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews