PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia anjlok pada perdagangan akhir pekan lalu. Sepanjang minggu, harga sang logam mulia pun merah.
Harga emas dunia d pasar spot ditutup di US$ 2.321,96/troy ons. Jatuh 1,65% dibandingkan hari sebelumnya.
Selama pekan lalu, harga emas membukukan koreksi 0,44% secara point-to-point. Dalam sebulan terakhir, harga berkurang 2,53%.
Koreksi harga emas disebabkan oleh penguatan nilai tukar mata uang dolar
Amerika Serikat (AS). Sepanjang pekan lalu, Dollar Index (yang mengukur
posisi greenback di hadapan 6 mata uang utama dunia) menguat 0,29%. Selama sebulan terakhir, penguatannya mencapai hampir 1%.
Rilis data ekonomi terbaru di Negeri Adidaya membuat dolar AS kembali
perkasa. Akvitias ekonomi AS pada Juni diperkirakan meningkat.
Akhir pekan lalu, S&P Global melaporkan angka pembacaan awal (flash reading)
terhadap aktivitas ekonomi AS, baik manufaktur maupun jasa, yang
dicerminkan dengan Purchasing Managers’ Index (PMI). Pembacaan awal PMI
sektor manufaktur pada Juni tercatat 51,7, lebih tinggi ketimbang bulan
sebelumnya yang sebesar 51,3.
Sedangkan flash reading untuk PMI sektor jasa ada di 55,1. Juga lebih tinggi dibandingkan April yakni 54,8.
PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Skor di atas 50
mencerminkan aktivitas sedang berada di area ekspansi, bukan kontraksi.
Data ini mengindikasikan ekonomi AS tetap solid. Artinya, permintaan
akan tetap kuat sehingga membuat tekanan inflasi sulit mereda dalam
waktu dekat.
Dengan demikian, kemungkinan penurunan suku bunga acuan pun makin
memudar. Mengutip CME FedWatch, probabilitas penurunan Federal Funds
Rate pada September adalah 58,7%. Lebih rendah ketimbang posisi pekan
lalu yang masih 62%.
Saat suku bunga tetap akan tinggi, maka berinvestasi di obligasi
pemerintah AS akan menguntungkan. Arus modal pun menyerbu surat utang
pemerintahan Presiden Joseph ‘Joe’ Biden sehingga dolar AS terapresiasi.
Sebailknya, emas akan melemah saat dolar AS berjaya. Ini karena emas adalah aset yang dibanderol dalam dolar AS.
Ketika dolar AS menguat, emas jadi lebih mahal bagi investor yang
memegang mata uang lain. Permintaan akan turun, harga pun mengikuti.
Analisis Teknikal
Bagaimana perkiraan harga emas untuk minggu ini? Apakah bakal merah lagi seperti pekan lalu?
Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), emas masih menghuni zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 60,48. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Sementara indikator Stochastic RSI berada di 7,92. Jauh di bawah 20, yang berarti emas masih tergolong jenuh jual (oversold).
Harga emas sudah menyentuh support US$ 2.321/troy ons.
Dengan begitu, harga bersiap naik menuju resisten terdekat di US$
2.341/troy ons. Jika tertembus, maka US$ 2.354/troy ons berpotensi
menjadi target selanjutnya.
Adapun US$ 2.310/troy ons akan menjadi support terbaru. Penembusan di titik ini bisa membawa harga emas meluncur turun ke arah US$ 2.300/troy ons - PT RIFAN FINANCINDO
Sumber : bloomberg