Jumat, 31 Mei 2024

Rifan Financindo Berjangka - Emas Di Jalur Kenaikan Mingguan Kecil Jelang Data Inflasi AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas tampak bersiap untuk mencatatkan kenaikan mingguan kecil setelah sebuah laporan mengisyaratkan momentum yang melambat dalam ekonomi AS, menjelang data inflasi baru yang mungkin menawarkan petunjuk tentang jalur suku bunga Federal Reserve.

Hanya 24 jam sebelum rilis pengukur harga favorit Fed, angka-angka menunjukkan ekonomi AS tumbuh pada kecepatan yang lebih lambat pada kuartal pertama -” yang dapat memperkuat kasus pelonggaran moneter. Imbal hasil Treasury dua tahun turun dan pengukur kekuatan dolar turun setelah cetakan -” menawarkan dukungan untuk emas batangan karena tidak menghasilkan bunga dan dihargai dalam mata uang AS.

Logam kuning sebagian besar diperdagangkan dalam kisaran sempit minggu ini di tengah kurangnya petunjuk baru tentang bagaimana jalur inflasi. Pasar dengan penuh semangat menunggu indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi yang akan dirilis Jumat malam -” dengan hasil yang diharapkan menunjukkan bahwa tekanan harga mereda pada bulan April. Itu akan mendukung kasus pemotongan suku bunga akhir tahun ini, yang biasanya positif untuk logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Harga emas batangan naik 14% tahun ini dan mencapai titik tertinggi sepanjang masa minggu lalu, sebagian besar didorong oleh optimisme terhadap perubahan Fed ke pelonggaran moneter selama tahun 2024. Harga emas batangan juga didukung oleh pembelian aset safe haven ditengah konflik di Ukraina dan Timur Tengah, serta pembelian dari bank sentral dan konsumen Tiongkok.

Harga emas spot bergerak menuju kenaikan mingguan sebesar 0,4% pada hari Jumat (31/5), ketika harganya sedikit berubah pada $2.343,62 per ons pada pukul 8:20 pagi waktu Singapura. Indeks Bloomberg Dollar Spot stabil setelah turun 0,2% pada hari Kamis. Harga perak dan platinum datar, sementara paladium sedikit lebih rendah - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
 
Sumber :  rfbnews
 

Kamis, 30 Mei 2024

Rifan Financindo - Lagi Lagi Amerika Bikin Pemilik Emas Sport Jantung, Harga Ambruk 1%

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas terpantau ditutup melemah pada perdagangan Rabu, di tengah melonjaknya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) kemarin.

Merujuk data Refinitiv, harga emas ditutup di posisi US$ 2.338,76 per troy ons, merosot nyaris 1% atau tepatnya 0,94% pada perdagangan Rabu kemarin. Ini adalah pelemahan pertama dalam empat hari terakhir. Dalam tiga hari sebelumnya, harga emas selalu naik dengan penguatan mencapai 1,4%.

Pada Kamis pagi hari ini (30/4/2024), koreksi harga emas sepertinya akan berlanjut meski masih cenderung tipis. Per pukul 06:00 WIB, harga emas global turun tipis 0,04% ke posisi US$ 2.337,88 per troy ons.

Dolar AS yang kembali perkasa disertai dengan melonjaknya yield obligasi pemerintah AS (US Treasury) membuat emas berbalik arah ke zona merah kemarin.

Indeks dolar AS (DXY) pada perdagangan Rabu kemarin terpantau menguat 0,49% menjadi 105,12, dari sebelumnya pada Selasa lalu di angka 104,61. Indeks dolar ada di posisi tertinggi sejak 15 Mei 2024.

Sedangkan yield Treasury acuan tenor 10 tahun pada perdagangan kemarin mencapai 4,616%, menjadi yang tertinggi sejak awal 30 April 2024.

Kenaikan imbal hasil US Treasury dan dolar Amerika Serikat (AS) berdampak buruk buat emas. Penguatan dolar membuat harga emas semakin mahal saat dibeli karena ada konversi ke dolar AS sehingga pembeli pun menahan diri. Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan imbal hasil US Treasury membuat emas kurang menarik.

Yield Treasury kembali naik setelah lelang obligasi 5 tahun oleh Departemen Keuangan AS senilai US$ 70 miliar menunjukkan permintaan yang rendah. Rasio bid-to-cover, yang merupakan ukuran permintaan yang diawasi dengan ketat, berada pada angka 2,3, di bawah rata-rata 10 lelang sebesar 2,45.

Kenaikan yield Treasury dan dolar AS juga terjadi karena investor mempertimbangkan keadaan perekonomian Negeri Paman Sam.

Investor juga mempertimbangkan bagaimana keadaan perekonomian dan menunggu data ekonomi baru yang dirilis sepanjang pekan ini yang dapat menjadi masukan bagi pengambilan kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

"Kami mengalami sedikit pemulihan pada indeks dolar. Selain itu, para pembicara The Fed baru-baru ini bersikap cukup hawkish. Imbal hasil obligasi pemerintah terus meningkat. Jadi banyak hambatan yang membebani pasar," kata Phillip Streible, kepala pasar sekaligus ahli strategi di Blue Line Futures, dikutip dari Reuters.

Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari mengatakan pada Selasa lalu bahwa The Fed harus menunggu kemajuan signifikan dalam inflasi sebelum memangkas suku bunga.

Para investor hingga kini sedang menantikan rilis data inflasi pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditure/PCE) AS periode April 2024, ukuran inflasi pilihan The Fed, yang akan dirilis pada Jumat besok untuk mendapatkan lebih banyak isyarat mengenai waktu dan skala penurunan suku bunga.

Pasar memperkirakan inflasi PCE AS kali ini kembali mengalami kenaikan sebesar 0,3% pada bulan lalu, berdasarkan survei Reuters, menjaga laju tahunan di 2,8%, dengan risiko ke sisi negatifnya.

Namun baru-baru ini, data ekonomi yang lebih kuat dan kekhawatiran baru mengenai potensi penurunan belanja konsumen telah mengurangi prospek suku bunga.

"Data PCE yang lebih tinggi dari perkiraan, yang meningkatkan prospek suku bunga AS yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, mungkin memaksa emas untuk menguji ulang angka psikologis US$ 2.300 untuk mencari dukungan," kata Han Tan, kepala analis pasar di Exinity Group, dilansir dari Reuters - RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia

 

 

Rabu, 29 Mei 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa Eropa Selasa Berakhir Merosot Menantikan Data Inflasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Bursa Eropa ditutup lebih rendah pada hari Selasa menantikan data inflasi yang akan dirilis pada pekan ini.

Indeks Stoxx 600 Eropa ditutup melemah 0,6%, dengan sebagian besar sektor dan bursa utama berada di wilayah negatif. Saham-saham perjalanan dan rekreasi memimpin kerugian, turun sekitar 2,6%.

Indeks FTSE 100 berakhir turun -0,76%.
Indeks DAX ditutup melemah -0.52%.
Indeks CAC 40 berakhir merosot -0,92%.

Saham pengecer makanan online Ocado melonjak ke puncak Stoxx 600, ditutup hampir 10% lebih tinggi setelah pekan lalu mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan bisnis pengiriman Turki, Getir, untuk mengakses mantan pelanggannya di Inggris.

Investor terus mempertimbangkan prospek penurunan suku bunga Bank Sentral Eropa pada bulan Juni setelah dua pembuat kebijakan utama mendukung prospek tersebut pada hari Senin.

Komentar tersebut menambah spekulasi bahwa ECB mungkin akan mengambil tindakan lebih dulu dibandingkan Federal Reserve, yang kini semakin berhati-hati dalam menilai jalur inflasi. Investor cenderung memantau dengan cermat data inflasi terbaru zona euro pada hari Jumat.

Anggota Dewan Pengurus Bank Sentral Eropa, Klaas Knot, mengatakan pada hari Selasa bahwa “segera” adalah waktu yang tepat untuk bergerak menuju kebijakan moneter yang tidak terlalu ketat, namun pelonggaran tersebut harus dilakukan “perlahan-lahan” dan “bertahap” .

Knot, kepala bank sentral Belanda, mengatakan dalam pidatonya di London bahwa ia “meningkatkan keyakinan bahwa inflasi akan kembali ke target pada waktu yang tepat.”

Pasar memperkirakan penurunan suku bunga ECB pada bulan Juni menyusul sinyal kuat dari para pengambil kebijakan, dengan hanya satu penurunan lagi pada tahun ini.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, bursa Eropa akan mencermati data inflasi Jerman, yang jika terealisir naik, akan menekan bursa Eropa - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Selasa, 28 Mei 2024

PT Rifan Financindo - EURUSD Bergerak Sedikit Lebih Tinggi

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pair EURUSD sedikit lebih tinggi di tengah perdagangan forex sesi Eropa hari Senin 27 Mei 2024 setelah pekan lalu bearish moderat.

Secara teknikal pair EURUSD yang dibuka sedikit lebih rendah dari penutupan yang tinggi akhir pekan lalu bergerak naik turun di garis pivotnya sebelum kemudian mendaki menuju arah posisi resisten kuatnya.

Euro berusaha melanjutkan rally akhir pekan lalu di kisaran $1,085 menuju arah level tertinggi dua bulan yang terlihat pada awal bulan.

Para investor banyak yang memperkirakan ECB akan menurunkan suku bunga pada pertemuan kebijakan moneter minggu depan. Namun, masih ada keraguan mengenai pemotongan lebih lanjut setelah bulan Juni.

Kepala Ekonom ECB mengatakan siap untuk menurunkan suku bunga pada bulan Juni, tetapi kebijakan harus terus bersifat restriktif tahun ini karena pertumbuhan upah tidak akan normal hingga tahun 2026.

Faktanya, gaji yang dinegosiasikan melonjak 4,7% dibandingkan tahun lalu. yang lalu pada kuartal pertama, mendekati rekor tertinggi yang terlihat pada kuartal ketiga tahun 2023.

Selain itu, data flash PMI menunjukkan aktivitas sektor swasta tumbuh paling tinggi dalam satu tahun pada bulan Mei di tengah peningkatan pesanan baru dan lapangan kerja yang lebih cepat.

Untuk indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap semua rival utamanya di sesi Eropa sedang  turun terbatas setelah melemah di sesi global sebelumnya; tergerus profit taking setelah rally sebelumnya namun tetap dalam prospek penguatan.

Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair EURUSD berpotensi kuat dari skala H4. 

Kini pair berada di posisi 1.0847 yang mendaki  menuju  1.0858 dan jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di 1.0870.

Namun jika berbalik arah akan turun kembali ke 1.0840,  jika tembus dapat meluncur ke posisi support kuat di 1.0814 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews

Senin, 27 Mei 2024

PT Rifan - Harga Emas Naik Dari Terendah 2 Pekan, Secara Mingguan Tertekan Setelah 2 Pekan Sebelumnya Kuat

PT RIFAN BANDUNG - Pergerakan harga emas pada perdagangan sesi Amerika hari Jumat 24 Mei 2024 bangkit dari kisaran terendah dalam 2 pekan lebih.

Harga emas spot pada perdagangan sesi Amerika terpantau naik 0,24% ke $2337,34 setelah sebelumnya turun ke $2325.60, namun untuk harga emas comex kontrak bulan Juni 2024 bergerak positif dengan naik 0,12% ke $2340,00.

Kenaikan harga emas yang terbatas ini disebabkan oleh koreksi dolar AS di pasar Eropa setelah rally 4 hari berturut.

Secara mingguan harga emas bersiap untuk penurunan mingguan pertama dalam 3 pekan, karena investor mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga Fed menyusul rilis ekonomi AS yang optimis baru-baru ini.

Sebelumnya harga emas anjlok cukup signifikan setelah rilis data flash PMI untuk bisnis jasa dan manufaktur meningkat, diperberat oleh data klaim pengangguran AS yang lebih sedikit dari perkiraan.

Sentimen negatif semakin solid ketika risalah rapat The Fed pada bulan Mei mengindikasikan kecenderungan pejabat The Fed untuk menaikkan suku bunga jika pertumbuhan harga terus berlanjut.

Suku bunga yang lebih tinggi menurunkan daya tarik emas, namun meningkatnya tekanan harga meningkatkan daya tariknya sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Untuk pergerakan selanjutnya, harga emas diperkirakan masih lemah secara teknikal, kini harga turun ke posisi rendahnya $2325,30 dan jika tembus dapat meluncur menuju posisi support kuat di $2309,05.

Namun jika ada sentimen positif, akan mendaki ke kisaran pivot $2347,31 dan jika tembus dapat naik ke resisten kuat di $2365,44 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews

Jumat, 24 Mei 2024

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Merosot Ke Level Mingguan Terburuk 2024 Dipicu The Fed

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas menuju penurunan mingguan terbesar tahun ini, setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa pada Senin lalu. Hal ini dipicu data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tetap tinggi.

Emas batangan berada di jalur penurunan mingguan sebesar 3,6% di awal perdagangan Asia, yang akan menjadi kemerosotan terbesar sejak September. Penurunan harian terbesar minggu ini terjadi pada Kamis, ketika data menunjukkan aktivitas bisnis AS meningkat pada awal Mei dengan laju tercepat dalam dua tahun – menghilangkan harapan bank sentral akan segera beralih ke pelonggaran moneter.

Pelaku pasar swap kini memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basispoin (bps) pada Desember, padahal sehari sebelumnya memperkirakan penurunan suku bunga terjadi pada November. Investor telah membukukan keuntungan setelah rekornya pada hari Senin, sementara imbal hasil obligasi AS atau yield US Treasury yang lebih tinggi juga menambah tekanan pada harga – baik biaya pinjaman dan imbal hasil yang lebih tinggi dari biasanya- menimbulkan hambatan bagi emas, karena tidak membayar bunga.

Logam mulia masih naik 13% tahun ini, didukung oleh pembelian bank sentral, permintaan yang kuat di Asia dan konflik di Ukraina dan Timur Tengah yang menegaskan status safe haven logam mulia ini.

Meskipun terjadi kemerosotan minggu ini, beberapa pengamat pasar masih optimistis terhadap emas batangan. UBS Group AG telah meningkatkan prospek emas akhir tahun sebesar 4% menjadi US$2,600 per ounce di tengah ekspektasi bahwa suku bunga akan turun, yang akan mendorong arus masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas batangan.

Analis Wayne Gordon dan Giovanni Staunovo merekomendasikan agar investor membeli saat harga turun di sekitar US$2.300, karena kemunduran baru-baru ini 'berumur relatif singkat'.

Harga emas di pasar spot sedikit berubah pada US$2,327.91 per ounce pada pukul 9:06 pagi di Singapura, setelah ditutup 2,1% lebih rendah pada hari Kamis. Indeks Bloomberg Dollar Spot stabil. Perak, paladium, dan platinum semuanya datar - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : bloomberg

 

Rabu, 22 Mei 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Dunia Terbang Tinggi Ke Level Termahal D

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik ke level tertinggi sepanjang masa pada hari Senin (Selasa waktu Jakarta). Lonjakan harga emas dunia ini karena berbagai faktor mulai dari ekspektasi penurunan suku bunga AS, langkah-langkah stimulus Tiongkok hingga ketegangan geopolitik yang meningkatkan permintaan, dengan momentum tersebut juga membawa perak ke level tertinggi dalam lebih dari 11 tahun.

Harga emas naik 0,9% menjadi USD 2.435,96 per ounce setelah mencapai rekor tertinggi di level USD 2.449,89 di awal sesi perdagangan

Data minggu lalu menunjukkan bahwa harga konsumen AS meningkat kurang dari perkiraan pada bulan April, menunjukkan bahwa inflasi kembali melanjutkan tren penurunannya, sehingga meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga di bulan September.

uku bunga yang lebih rendah mengurangi opportunity cost dari kepemilikan emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding), yang juga memberikan keuntungan dari ketidakpastian di pasar.

Pavilonis dari RJO memperkirakan emas akan melonjak mendekati USD 2.500 dalam jangka pendek karena ada ketakutan akan ketinggalan dalam reli emas.

Ada banyak non-pedagang yang menghubungi tempat (broker)… untuk membeli kontrak berjangka atau menerima pengiriman fisik," tutur dia.

Yang menambah kenaikan emas adalah meningkatnya penghindaran risiko (risk aversion) karena Presiden Iran Ebrahim Raisi, tewas dalam kecelakaan helikopter, tulis analis di Kitco Metals dalam sebuah catatan.

Sementara itu, beberapa analis juga menyoroti lonjakan emas akibat pengumuman Tiongkok mengenai langkah-langkah “bersejarah” untuk menstabilkan sektor properti yang terkena krisis. Tiongkok adalah konsumen utama emas dan logam industri lainnya.

Selain harga emas, harga perak di pasar spot juga naik 2,2% menjadi USD 32,17 setelah mencapai level tertinggi dalam 11 tahun - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : liputan6

 

Selasa, 21 Mei 2024

PT Rifan Financindo - Penyebab Harga Emas Naik Sampai Tembus Rekor Tertinggi

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia naik pada perdagangan kemarin. Namun pagi ini, harga sang logam mulia mulai terkoreksi.

Harga emas dunia di pasar spot ditutup di posisi US$ 2.426,2/troy ons. Naik 0,49% dari hari sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi sepanjang masa.

Koreksi harga emas mulai terlihat. Pada pukul 08:57 WIB, harga turun 0,19% ke US$ 2.421,24/troy ons.

Namun dalam seminggu terakhir, harga emas masih naik 3,26% secara point-to-point. Dalam sebulan ke belakang, harga terangkat 4,23%.

Harapan akan penurunan suku bunga acuan, terutama di Amerika Serikat (AS), membuat harga emas berada dalam tren positif. Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset) sehingga diuntungkan saat suku bunga turun.

Mengutip CME FedWatch, ada kemungkinan Federal Funds Rate bisa turun pada September mendatang. Peluang penurunan 25 basis poin (bps) menjadi 5-5,25% adalah 48,6%.

Kemudian ada probabilitas suku bunga acuan Negeri Paman Sam turun lagi pada Desember. Kemungkinan pemangkasan 25 bps lagi menjadi 4,75-5% adalah 35,8%.

Inflasi memang masih tinggi, tetapi bergerak turun. Beban utang di AS juga membuat pelaku pasar mencoba melakukan diversifikasi dari obligasi. Ini menjadi kondisi sempurna bagi kenaikan harga emas,” tegas Daniel Pavilonis, Senior Market Strategist di RJO Futures, seperti diberitakan Bloomberg News.

Pavilonis bahkan memperkirakan harga emas bisa mencapai US$ 2.500/troy ons dalam waktu dekat. Sebab, akan makin banyak investor yang membeli emas karena takut kehilangan peluang alias Fear of Missing Out (FOMO) - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : bloomberg

 

Senin, 20 Mei 2024

PT Rifan - Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dunia melesat pada perdagangan kemarin. Sepanjang pekan ini, harga sang logam mulia pun menghijau.

Harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.4.14,25/troy ons. Naik 1,53% dari hari sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi sepanjang masa.

Sepanjang minggu ini, harga emas naik 2,31% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga bertambah 1,44%.

Tanda-tanda bahwa laju inflasi melambat meningkatkan prospek penurunan suku bunga acuan pada bulan-bulan mendatang. Ini menjadi katalis bagi harga emas, dan juga perak,” kata Frank Watson, Analis di Kinesis Money, seperti dikutip dari Bloomberg News. Pekan ini, US Bureau of Labor Statistics mengumumkan inflasi Negeri Adikuasa pada April berada di 0,3% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Lebih rendah dibandingkan Maret yang sebesar 0,4%.

Kemudian inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada April tercatat 3,4%. Juga melambat ketimbang Maret yang 3,5% yoy.

Lalu inflasi inti tahunan ada di 3,6% yoy. Lebih rendah dibandingkan Maret yang sebesar 3,8% yoy sekaligus jadi yang terendah sejak April 2021 atau 3 tahun terakhir.

“Data ini bisa menjadi indikasi bahwa tekanan inflasi akan mereda dan The Fed (Federal Reserve, Bank Sentral AS) bisa menurunkan suku bunga acuan,” tegas Phillip Streble, Chief Market Strategist di Blue Line Futures, seperti diberitakan Bloomberg News.

Penurunan suku bunga akan menjadi kabar baik bagi emas, yang berstatus sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas lebih menguntungkan dalam iklim suku bunga rendah.

Analisis Teknikal yang Sebbakan Emas Cetak Rekor Sepanjang Masa

Setelah naik minggu ini, bagaimanakah proyeksi harga emas untuk pekan depan? Apakah masih kuat menanjak?

Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), emas sudah masuk zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 73,32.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun perlu diingat, RSI di atas 70 juga merupakan sinyal jenuh beli (overbought).

Oleh karena itu, sepertinya harga emas akan memasuki fase konsolidasi. Target support terdekat adalah US$ 2.408/troy ons. Jika tertembus, maka US$ 2.395/troy ons.

Sementara target resisten terdekat ada di US$ 2.419/troy ons. Penembusan di titik ini bisa membawa harga emas naik menuju US$ 2.426/troy ons - PT RIFAN

Sumber : bloomberg

 

Jumat, 17 Mei 2024

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Diramal Tembus US$ 2.600

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas bergerak sangat volatile tetapi dalam jangka panjang peluang untuk terbang sangat terbuka.

Harga emas di pasar spot ditutup di posisi US$ 2376,44 per troy ons pada perdagangan Kamis (16/5/2024). Harganya melandai 0,4%. Pelemahan ini menjadi kabar buruk setelah emas terbang 1,19% pada perdagangan hari sebelumnya.

Harga emas sedikit membaik pada pagi hari ini. Sang logam mulia bergerak di posisi US$ 2378,13 per troy ons. Harganya menguat 0,07%.

Harga emas melemah karena aksi profit taking serta kembali munculnya kekhawatiran pasar mengenai kebijakan suku bunga. Kendati demikian, sang logam mulia masih berpotensi terbang.

Optimisme tersebut ditopang oleh keyakinan pasar mengenai pemangkasan suku bunga The Fed hingga potensi panasnya geopolitik yang meningkatkan permintaan aset safe haven seperti emas.

Optimisme pasar mengenai pemangkasan suku bunga melesat tajam setelah AS mengumumkan laju inflasi mereka melandai ke 3,4% (year on year/yoy) pada April 2024, dari 3,5% (yoy) pada Maret 2024.

James Stanley, Senior Strategist dari Forex.com menjelaskan harga emas tengah menguji titik resistance di US$ 2.400 per troy ons. Jika emas mampu melewati titik tersebut maka haraganya bisa terbang ke US$ 2.500 per troy ons.

"Emas jelas tengah menguji titik resistance US$ 2.400. Emas tidak kesulitan menembus US4 2.300 tetapi sangat sulit menyentuh US$ 2.400 karena kenaikan harganya yang sudah sangat tinggi," tutur Stanley, dikutip dari Kitco.com.

Proyeksi dari ROTH Capital Partners bahkan lebih tinggi lagi. Analis mereka, JC O'Hara memperkirakan emas bisa saja menembus US$ 2.600 dalam waktu dekat.

"Emas dalam tren penguatan terus menerus. Secara teknikal harganya bisa tembus US$ 2.600," tutur O'Hara.

Dia menambahkan harga emas terus naik karena adanya ketidakpastian geopolitik hingga proyeksi pemangkasan suku bunga. Jika kedua faktor tersebut menguat maka emas akan semakin kencang.

Pandangan sebaliknya diberikan oleh Ewa Manthey, commodities strategist dari Dutch bank ING. Dia memperkirakan emas akan sedikit melemah kuartal kedua ini karena kehati-hatian The Fed dalam menentukan suku bunga - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnbcindonesia

 

Kamis, 16 Mei 2024

Rifan Financindo - Emas Menang Lawan Amerika, Harganya Terbang 1%

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas terbang meski inflasi produsen Amerika Serikat (AS) naik dan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) masih mengirim sinyal hawkish.

Harga emas di pasar spot ditutup di posisi US$ 2357,97 pada perdagangan Selasa. Harganya melonjak 0,94% atau hampir 1%.

Kenaikan harga ini menjadi kabar baik setelah harga emas ambruk 1% pada hari sebelumnya.

Harga emas melandai pada hari ini. Pada perdagangan Rabu pukul 06.31 WIB harga emas ada di posisi US$ 2357,20 atau melemah 0,03%.

Harga emas naik kemarin meski inflasi harga produsen (PPI) AS lebih panas dan The Fed masih hawkish.

Inflasi harga grosir atau PPI secara tahunan (year on year/yoy) mencapai 2,2% pada April 2024, dari 1,8% pada Maret 2024. Secara bulanan (month to month/mtm), inflasi PPI mencapai 0,5% dari deflasi 0,1%.

Sementara itu,  Chairman The Fed Jerome Powell menyampaikan pidato pada acara Foreign Bankers' Association di Amsterdam, Belanda pada Selasa (14/5/2024).

Dalam pidatonya, Powell mengatakan bahwa inflasi AS melandai lebih lambat daripada yang dia perkirakan. Dengan alasan itu pula, The Fed kemungkinan besar akan memberlakukan kebijakan suku bunga tinggi dalam waktu yang lama atau higher for longer.

"Kami tidak memperkirakan ini akan mudah. Namun, inflasi melaju lebih tinggi dibandingkan yang kami perkirakan. Ini membuat kita harus bersabar dan membiarkan kebijakan yang terbatas bekerja," tutur Powell, dikutip dari CNBC International.

Kendati inflasi PPI dan The Fed masih hawkish, dolar AS dan imbal US Treasury justru melemah. Inilah yang menopang pergerakan emas.

Indeks dolar melemah ke 105,016 pada perdagangan kemarin dari 105,218 pada perdagangan sebelumnya. Sementara itu, imbal hasil US Treasury 10 tahun melandai ke 4,44% dari 4,48% pada hari sebelumnya.

Dolar yang melemah membuat konversi pembelian lebih murah sehingga pembelian meningkat, Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga melemahnya imbal hasil US Treasury membuat emas menarik.

Christian Borjon Valencia, analis dari FX Street, menjelaskan emas masih berpotensi menguat setelah melemah pada Senin.
"Titik resistance emas kini ada di US$ 2.378 per troy ons. Jika mampu melewati batas tersebut maka emas bisa menyentuh US$ 2.400 per troy ons," tutur Christian dikutip dari FX Street -
RIFAN FINANCINDO

Sumber :  cnbcindonesia

 

Rabu, 15 Mei 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Wall Street Positif Jelang Data Inflasi, Nasdaq Capai Rekor Tertinggi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Pergerakan harga saham Wall Street berfluktuasi sepanjang perdagangan yang berakhir Rabu dinihari dengan penutupan indeks sebagian besar lebih tinggi.

Nasdaq yang sarat saham teknologi memimpin kenaikan, naik 0,8% ke rekor tertinggi di 16,511.18. S&P 500 naik 0,5% menjadi 5.246,68 dan Dow Jones naik 0,3% menjadi 39.558,11.

Kenaikan harga saham Wall Street dipicu oleh turunnya imbal hasil obligasi AS 10-tahun ke level penutupan terendah dalam lebih dari sebulan.

Imbal hasil obligasi tersebut awalnya bergerak lebih tinggi setelah rilis laporan Departemen Tenaga Kerja yang menunjukkan harga produsen di AS meningkat lebih dari perkiraan pada bulan April.

Tingkat pertumbuhan harga produsen tahunan meningkat menjadi 2,2% pada bulan April dari revisi turun sebesar 1,8% pada bulan Maret.

Pergerakan saham juga merespon pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada pertemuan umum tahunan Asosiasi Bankir Asing, yakin inflasi akan melambat menuju target 2% dan tidak memperkirakan adanya kenaikan suku bunga.

Secara sektoral, penguatan dipimpin oleh saham-saham jaringan yang mendorong NYSE Arca Airline Index naik sebesar 3% ke level penutupan terbaiknya dalam lebih dari sebulan.

Penguatan yang cukup besar juga terlihat pada saham-saham maskapai penerbangan dengan NYSE Arca Airline Index, naik 1,2% - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Selasa, 14 Mei 2024

PT Rifan Financindo - Prediksi Harga Emas Pekan Ini

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Analis optimistis harga emas berpeluang naik pekan ini. Pelaku pasar akan mencermati rilis data inflasi, penjualan ritel, klaim pengangguran yang akan pengaruhi harga emas.

Berdasarkan survei emas Kitco, dari 17 analis yang berpartisipasi, 10 analis atau 59 persen prediksi harga emas akan melonjak. Sedangkan hanya dua analis atau 12 persen yang perkirakan harga emas akan turun. Sedangkan lima analis atau 29 persen dari total keseluruhan melihat emas dalam tren sideways. Demikian mengutip laman Kitco, Senin.

Sementara itu, 195 suara yang diberikan dalam jajak pendapat online Kitco menunjukkan investor lebih pesimistis. Sekitar 97 pelaku pasar atau 50 persen prediksi harga emas akan melambung. Sedangkan 42 pedagang atau 21 persen perkirakan harga emas akan melemah. Sedangkan 56 respondens mewakili 29 persen prediksi, harga emas akan sideways selama sepekan.

Presiden of Adrian Day Asset Management, Adrian Day melihat, situasi cukup seimbang dalam sepekan. Ia menilai, ketahanan emas sangat kuat. “Tetapi saya menduga kita akan melihat koreksi setelah serangan lain terhadap USD 2.400 untuk pekan ini, saya tidak akan mengubah hal itu,” kata dia.

Sementara itu, Head of Currency Strategy Forexlive.com, Adam Button prihatin dengan permintaan Asia. Namun, ia yakin tren naik masih terjadi. "Cerita tentang perlambatan pembelian emas dari China membuat saya khawatir, tetapi sulit untuk berdebat dengan pergerakan harga,” ujar dia.

Di sisi lain, Senior Market Analyst FxPro, Alex Kuptsikevich menuturkan, harga emas telah berkala menyentuh level tertinggi dalam sejarah sejak Februari. 

Ia menuturkan, pada saat yang sama, kenaikan harga emas lebih lanjut dengan imbal hasil obligasi yang tinggi di negara maju, defisit anggaran besar di banyak negara dan kebutuhan untuk mendukung perekonomian membuat pelaku pasar berpikir kalau potensi kenaikan harga emas dunia terbatas.

Sampai emas dan perak mencapai level baru, kami meragukan keberhasilan ke level tertinggi dan melihat potensi penurunan baru,” tutur dia - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : liputan6

 

Senin, 13 Mei 2024

PT Rifan - Dolar AS Akhir Pekan Ditutup Naik Terdukung Pernyataan Hawkish Pejabat Fed, Membawa Kenaikan Mingguan

PT RIFAN BANDUNG - Indeks dolar AS pada akhir pekan hari Jumat berakhir naik terdukung komentar pejabat Fed yang hawkish dan kenaikan imbal hasil Treasury AS.

Indeks dolar AS ditutup naik 0,09% pada $105,31.

Secara mingguan, indeks dolar AS naik 0,23% terpicu pernyataan hawkish pejabat Fed yang memberikan ekspektasi penurunan suku bunga AS semakin kecil. Pelemahan mata uang saingan dolar AS seperti Yen Jepang juga menguatkan dolar AS.

Komentar Hawkish pejabat Fed pada hari Jumat meningkatkan imbal hasil Treasury AS dan mendukung dolar AS.

Gubernur Fed Michelle Bowman mengatakan pada hari Jumat bahwa Fed harus menjaga kredibilitas inflasinya “dengan melanjutkan secara hati-hati dan sengaja untuk mencapai target 2% Fed.” Bowman menambahkan The Fed perlu mempertahankan suku bunganya “sedikit lebih lama.”

Selain itu, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic memperkirakan hanya satu kali penurunan suku bunga sebesar 25bp tahun ini, yang akan terjadi pada akhir tahun ini.

Presiden Fed Dallas Lorie Logan berkata, “Masih terlalu dini untuk berpikir mengenai penurunan suku bunga.”

Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan The Fed sedang menunggu dan melihat apakah inflasi terhenti. Dia juga mengatakan dia tidak mengesampingkan perlunya kenaikan suku bunga lagi meskipun dia mengatakan akan ada batasan yang tinggi untuk keputusan tersebut.

Di sisi yang tidak terlalu hawkish, Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan tidak banyak bukti bahwa inflasi terhenti hingga mencapai 3%.

Pasar memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga -25bp sebesar 5% pada pertemuan FOMC 11-12 Juni dan 27% pada pertemuan berikutnya pada 30-31 Juli, turun dari level masing-masing 10% dan 36% pada hari Kamis.

Namun kenaikan dolar AS dibatasi oleh berita ekonomi AS yang negatif. Indeks sentimen konsumen awal bulan Mei yang dirilis University of Michigan turun -9,8 poin ke level terendah dalam 6 bulan di 67,4, lebih lemah dari ekspektasi pasar yang turun -1,0 poin menjadi 76,2.

Namun, laporan Universitas Michigan juga menunjukkan bahwa ekspektasi inflasi konsumen AS meningkat, yang berarti kebijakan Fed bersifat hawkish dan mendukung dolar. Indikator ekspektasi inflasi 1 tahun AS bulan Mei dari University of Michigan naik +0,3 poin menjadi 3,5% dari 3,2% di bulan April dan lebih kuat dari ekspektasi yang tidak berubah sebesar 3,2%. Selain itu, indikator ekspektasi inflasi 5-10 tahun di bulan Mei naik menjadi +3,1% dari 3,0% di bulan April.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya di awal pekan, indeks dolar AS akan mencermati pernyataan para pejabat Fed dan data Consumer Inflation Expectations AS bulan April. Jika pernyataan pejabat Fed memberikan sinyal hawkish bagi kebijakan suku bunga dan data Consumer Inflation Expectations terealisir naik, akan menguatkan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 105,43-105,54. Namun jika turun akan bergerak dalam kisaran Support 105,17-105,02 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews

Jumat, 10 Mei 2024

Rifan Financindo - Dolar Tertekan Data Klaim Pengangguran AS

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Posisi dolar AS anjlok meninggalkan kisaran tertinggi dalam sepekan mengakhiri perdagangan forex Jumat dinihari.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar terhadap rival-rivalnya sedikit di atas 105, yang tertekan oleh anjloknya yield obligasi AS.

Yield obligasi turun merespon rilis data klaim pengangguran AS untuk pekan yang berakhir 4 Mei  lebih besar dari perkiraan, naik menjadi 231.000 dari minggu sebelumnya sebesar 209.000 dan melebihi perkiraan kenaikan 210.000.

Data klaim pengangguran tersebut mungkin menambah optimisme baru bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Meskipun The Fed masih diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada bulan Juni, peluang suku bunga akan lebih rendah pada bulan September telah mencapai 89,3% menurut survey FedWatch Tool dari CME Group.

Terhadap rival utamanya dolar AS melemah cukup signifikan kecuali terhadap yen Jepang yang berakhir hampir flat. Pelemahan paling kuat terhadap dolar Australia hingga tertekan 0,60%.

Untuk pergerakan hari ini investor akan perhatikan rilis data indeks sentimen konsumen Michigan dan menimbang 2 pejabat Fed seperti Michael S. Barr dan Austan D. Goolsbee dari Fed Chicago - RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews

Rabu, 08 Mei 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - EURUSD Konsolidasi Di Tertinggi 4 Pekan

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Pair EURUSD di tengah perdagangan forex sesi Eropa hari Selasa 7 Mei 2024 mundur dari rally 4 hari berturut.

Secara teknikal pair EURUSD yang dibuka diatas pivot sempat bergerak positif dekati resisten kuat sebelum terkoreksi ke area support di tengah usaha rebound dolar AS.

Euro sedang konsolidasi di kisaran tertinggi 4 pekan setelah bertahan kuat terhadap dolar AS oleh ekspektasi terhadap penurunan suku bunga Fed.

Sementara itu  ECB diperkirakan akan mulai memotong biaya pinjaman pada bulan Juni, dengan Kepala Ekonom ECB Philip Lane mencatat bahwa data terbaru telah membuatnya lebih yakin bahwa inflasi akan kembali ke sasaran 2%.

Sebagian besar pejabat ECB tampaknya mendukung pelonggaran pada bulan depan, namun Presiden Lagarde belum mengisyaratkan pemotongan lebih lanjut.

Inflasi di Kawasan Euro tetap sebesar 2,4% pada bulan April dan perekonomian tumbuh 0,3% pada Q1.

Untuk indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap semua rival utamanya di sesi Eropa sedang berusaha rebound setelah tertekan di terendah 4 pekan dalam di sesi global sebelumnya.

Dolar AS dibayangi komentar 2 pejabat Fed seperti  John Williams menyatakan bahwa keputusan penurunan suku bunga akan didasarkan pada data yang masuk. Sementara Presiden Fed Richmond Thomas Barkin menyatakan keyakinannya bahwa inflasi akan turun menjadi 2% karena dampak penuh dari kenaikan suku bunga akan terwujud.

Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair EURUSD berpotensi koreksi dari skala H4. 

Kini pair berada di posisi 1.0768 yang sedang koreksi turun  ke  1.0754,  jika tembus dapat turun ke posisi support kuat di 1.0728.

Namun jika berbalik arah akan mendaki  menuju  1.0776 dan jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di 1.0798 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Selasa, 07 Mei 2024

PT Rifan Financindo - Imbal Hasil Treasury AS Senin Bergerak Turun, Masih Terpengaruh Pelemahan Data Tenaga Kerja AS

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Imbal hasil Treasury AS bergerak lebih rendah pada hari Senin, menambah penurunan yang terjadi hari Jumat setelah data Non Farm Payrolls AS bulan April menunjukkan pertumbuhan yang lebih lemah dari perkiraan.

Imbal hasil Treasury 10-tahun turun 2 basis poin menjadi 4,479%. Imbal hasil Treasury 2 tahun turun 1 basis poin menjadi 4,795%.

Non Farm Payrolls AS naik hanya 175.000 pada bulan lalu, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja pada hari Jumat, lebih rendah dari perkiraan Dow Jones dari para ekonom sebesar 240.000. Tingkat pengangguran naik menjadi 3,9%, berlawanan dengan perkiraan yang memperkirakan akan tetap stabil di angka 3,8%. Pertumbuhan upah juga lebih rendah dari yang diperkirakan, menurut laporan tersebut.

Ketidakpastian mengenai berapa banyak penurunan suku bunga yang akan dilakukan tahun ini dan kapan penurunan suku bunga akan dimulai semakin meningkat dalam beberapa minggu terakhir, dengan banyak investor kini memperkirakan penurunan suku bunga akan lebih sedikit dan tidak akan terjadi hingga akhir tahun ini.
Namun laporan tenaga kerja yang lemah pada hari Jumat dapat memungkinkan Federal Reserve untuk bergerak lebih cepat dalam menurunkan suku bunganya.

Pasar akan mencermati pernyataan pejabat Fed yaitu Presiden Fed Richmond Tom Barkin dan Presiden Fed New York John Williams, yang akan diperhatikan apakah akan memberikan dukungan penurunan suku bunga lebih cepat atau tidak.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, imbal hasil Treasury akan mencermati pernyataan pejabat Fed, yang jika memberikan sinyal penurunan suku bunga lebih cepat, akan menekan imbal hasil Treasury AS. Namun jika terlihat sinyal penurunan suku bunga lebih lama, akan menguatkan imbal hasil Treasury AS - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews

Senin, 06 Mei 2024

PT Rifan - Harga Emas Hadapi Potensi Sideways

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas pekan lalu secara mingguan turun untuk pekan kedua berturut-turut, dengan harga menetap tepat di atas ambang batas $2.300.

Harga emas di tengah volatilitas yang relatif moderat menyusul perkembangan pasar utama, terutama pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve pada pertengahan minggu dan rilis laporan ketenagakerjaan AS pada hari Jumat.

Penurunan harga emas diluar perkiraan ketika terjadi penurunan imbal hasil (yield) obligasi AS, turun tajam setelah Ketua Fed Powell menolak gagasan untuk melanjutkan kenaikan suku bunga.

Sikap dovish ini memberikan rasa optimisme ke pasar, meningkatkan perdagangan aset-aset berisiko yang membebani pergerakan harga emas.

Pergerakan Harga Emas Pekan Ini

Pergerakan harga emas berpotensi positif sejalan lemahnya pergerakan dolar AS secara fundamental oleh meningkatnya sinyal kerentanan ekonomi dan rencana The Fed untuk memulai pelonggaran moneternya.

Kalender data dan peristiwa ekonomi relatif sepi pekan ini, namun keputusan kebijakan moneter terbaru Bank of England dan juga komentar beberapa pejabat Fed akan mempengaruhi pergerakan harga emas.

Namun mengingat rally harga emas yang signifikan terlihat pada tahun ini dengan sentimen yang berbalik dari fundamentalnya, tidak mengherankan jika harga emas lanjut tertekan atau diperdagangkan sideways.

Pergerakan Teknikal Harga Emas

Harga emas akhir pekan lalu alami tekanan lanjutan hingga tembus support kuat mingguannya, sehingga jika dilihat dari indikator CCI menunjukkan bahwa emas sudah oversold.

Awal pekan ini harga emas berusaha rebound dari kisaran supportnya, jika pendakian tembus kisaran $2316 berpotensi naik ke R1. Jika R1 ditembus berpotensi melompat ke resisten lemah di $2350 – $2378.

Namun jika tidak mampu rebound, akan alami tekanan lanjutan ke kisaran $2285 sebelum ke S1, Jika tembus S1 berpotensi meluncur terus ke S2 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews

Jumat, 03 Mei 2024

Rifan Financindo Berjangka - Ada Yang Bilang Koreksi Harga Emas Bisa Lebih Dalam

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia jatuh pada perdagangan kemarin. Namun pagi ini, harga sang logam mulia naik meski terbatas.

harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.300,67/troy ons. Turun 0,91% dibandingkan hari sebelumnya.

Pagi ini, harga sudah kembali ke jalur hijau. Pada pukul 06:52 WIB, harga emas naik 0,12% ke US$ 2.303,4/troy ons.

Dalam seminggu terakhir, harga emas turun 1,16% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, kenaikan harganya tinggal 0,18%.

Faktanya, suku bunga tidak akan turun dalam waktu dekat. Harga emas mungkin akan mengalami koreksi lebih dalam dari apa yang sudah kita lihat,” tegas Ole Hansen, Commodities Strategist dj Saxo Bank A/S, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Kemarin dini hari waktu Indonesia, Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve mengumumkan hasil rapat Komite Pengambil Kebijakan (Federal Open Market Committee/FOMC). Hasilnya, suku bunga acuan kembali ditahan di 5,25-5,5%. Ini adalah level tertinggi dalam 22 tahun terakhir.

“Saya tidak tahu butuh waktu berapa lama. Saya hanya bisa bilang, saat kami mendapatkan keyakinan maka suku bunga bisa turun, dan saya belum tahu kapan itu terjadi,” tegas Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell, seperti diwartakan Bloomberg News.

Dalam rapat Maret, Powell menyebut Federal Funds Rate sudah layak (appropriate) untuk diturunkan “tahun ini”. Namun kalimat itu tidak terulang lagi.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas kurang menguntungkan dalam iklim suku bunga tinggi.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas sebenarnya masih menghuni zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 50,96. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Namun RSI emas tipis saja di atas 50. Oleh karena itu, boleh dibilang netral, tidak terlalu bullish.

Sementara indikator Stochastic RSI berada di 12,23. Sudah di bawah 20, tergolong jenuh jual (oversold).

Jadi dalam waktu dekat, harga emas bisa bangkit walau terbatas. Target resisten terdekat adalah US$ 2.309/troy ons. Jika tertembus, maka US$ 2.318/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.

Sedangkan target support terdekat adalah US$ 2.293/troy ons. Penembusan di titik ini bisa membawa harga emas turun lagi menuju US$ 2.264/troy ons - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : bloomberg

 

Kamis, 02 Mei 2024

Rifan Financindo - The Fed Umumkan Akan Memperlambat Laju Pengetatan Kuantitatif Mulai 1 Juni

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve mengumumkan keputusannya untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah seperti yang diperkirakan pada Kamis dinihari.

The Fed memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal pada 5,25 hingga 5,50 persen untuk mendukung tujuan gandanya yaitu lapangan kerja maksimum dan inflasi pada tingkat 2% dalam jangka panjang.

Federal Reserve AS beralasan kurangnya kemajuan lebih lanjut menuju sasaran inflasi 2 persen dalam beberapa bulan terakhir.

The Fed juga mengumumkan akan memperlambat laju pengetatan kuantitatifnya mulai tanggal 1 Juni.

Ketua Fed Jerome Powell sampaikan bahwa meskipun bank sentral memperhatikan risiko inflasi, tidak mungkin langkah selanjutnya adalah menaikkan suku bunga.

Mereka memerlukan keyakinan yang lebih besar agar inflasi bergerak secara berkelanjutan menuju angka 2% sebelum mereka mempertimbangkan penurunan suku bunga.

Sementara itu, The Fed juga mengatakan akan terus mengurangi kepemilikannya pada surat berharga Treasury dan surat hutang lembaga serta surat berharga berbasis hipotek lembaga.

Namun The Fed mengatakan akan memperlambat laju penurunan kepemilikan sekuritasnya dengan mengurangi batas pelunasan bulanan sekuritas Treasury dari $60 miliar menjadi $25 miliar.

Batas pelunasan bulanan utang lembaga dan sekuritas berbasis hipotek lembaga akan dipertahankan sebesar $35 miliar, dan The Fed akan menginvestasikan kembali pembayaran pokok apa pun yang melebihi batas tersebut ke dalam sekuritas Treasury.

Pertemuan kebijakan moneter The Fed berikutnya dijadwalkan pada 11-12 Juni, dengan bank sentral AS tersebut kemungkinan akan mempertahankan suku bunganya tidak berubah lagi.

Pertemuan bulan Juni sebelumnya dipandang sebagai kemungkinan target penurunan suku bunga, namun kemungkinan tersebut telah menurun drastis menyusul data terbaru yang menunjukkan inflasi yang tidak berubah - RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews