Rabu, 29 Juli 2026

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Kontraksi Manufaktur China Bangkitkan Kembali Peran Emas Sebagai Pelindung Nilai


HARGA EMAS HARI INI mendapatkan dorongan minat beli signifikan usai rilis data Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur China kemarin yang kembali jatuh ke zona kontraksi. Melemahnya aktivitas pabrik di negara konsumen logam industri terbesar dunia ini membangkitkan sinyal bahaya akan terjadinya perlambatan ekonomi kawasan Asia secara luas. Dampaknya hari ini, pasar saham Asia berguguran dan memaksa para pelaku pasar mengalihkan likuiditas mereka ke dalam instrumen safe haven.

Kondisi ekonomi China yang terhuyung-huyung membuat aset berisiko tinggi ditinggalkan, membuka jalan bagi emas untuk membuktikan nilai sejatinya sebagai pelindung kekayaan. Peningkatan permintaan yang terlihat nyata di bursa-bursa kawasan Asia Timur langsung mengerek harga emas naik pada sesi perdagangan pagi. Selain itu, kelemahan data dari Asia ini juga menekan nilai tukar dolar Australia, yang merupakan mata uang komoditas, sehingga memberikan ruang yang lebih longgar bagi kenaikan emas global.

Analis pasar modal mencatat bahwa meskipun permintaan emas industri berpotensi menurun akibat lambatnya aktivitas manufaktur, namun peningkatan dari sisi investasi berhasil menutup celah tersebut. Banyak investor institusional regional yang memperbesar bobot portofolio emas mereka untuk menyeimbangkan risiko kerugian dari pasar ekuitas. Level dukungan baru yang terbentuk akibat dorongan ini dinilai cukup kuat untuk menopang harga dalam beberapa sesi ke depan.

Untuk forecast perdagangan sesi Amerika Serikat nanti malam, harga emas diperkirakan akan mempertahankan tren positifnya jika tidak ada sentimen pembalik arah yang drastis. Rilis data cadangan bisnis domestik AS nanti malam akan menjadi indikator sekunder yang turut memandu sentimen pasar komoditas. Investor diharapkan tetap mewaspadai aksi ambil untung mendadak yang biasa terjadi saat harga mencapai area resistensi psikologis bulat - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar