Senin, 16 November 2020

PT Rifan - Masyarakat Diiminta Tetap Waspada Investasi Emas Pada Perusahaan Yang Berizin


PT RIFAN BANDUNG - Investasi emas fisik melalui digital sedang menjadi tren. Namun, masyarakat yang memperhatikan waspada, karena kondisi seperti ini syringe memanfaatkan investasi tidak berizin alias bodong.

Emas menjadi instrumen investasi yang sangat menarik saat ini, karena harganya meningkat. Seiring dengan itu, pesatnya perkembangan teknologi turut mendorong hadirnya investasi emas secara digital.

Praktisi hukum bisnis Andy R. Wijaya mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam mengembangkan. "Pertama, masyarakat selaku investor kalau mau membangun harus di lembaga investasi yang mendapat izin dari OJK," katanya dalam keterangan resmi yang diterima kontan.co.id, Sabtu.

Menurutnya, sebagus apa pun lembaga investasi atau pengadaan apa pun keuntungannya kalau tidak ada izin dari OJK, maka ada potensi penipuan.

Kedua, jangan tergiur dengan keuntungan yang tinggi. Masyarakat mesti tahu bahwa profit tinggi selalu diiringi risiko yang juga tinggi.

"Maka jika ada janji keuntungan tinggi apalagi tiap bulan, pasti bohong. Investasi emas di pasar bursa berjangka keuntungannya tidak bisa datar," ujar Andy.

Sedangkan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK menyebut kunci dalam penggerak adalah logis dan legal. Logis dapat membatasi dari tawaran investasinya.

"Kalau tidak masuk akal, bahkan dua kali dari deposito maka berhati-hati dan hukum harus dicek izin usaha dari OJK," katanya.

Hoesen mengatakan, modus penipuan investasi yang saat ini banyak ditemukan seperti penghimpunan dana terlebih dahulu yang berbasis online. Lalu modus kegiatan investasi yang ternyata tidak memiliki izin dari OJK.

Berdasarkan laman resmi OJK, ciri utama penipuan berkedok investasi adalah tidak memiliki dokumen perizinan yang sah dari regulator (pengawas) terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, Bappebti-Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, dan lain-lain -
PT RIFAN

Sumber : kontan.co.id

Jumat, 13 November 2020

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Karena Turunnya Minat Terhadap Resiko


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas menguat pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat. Metal berharga mendapatkan dukungan dari melemahnya indeks dolar AS dan berhentinya rally di pasar saham global, dengan para trader dan investor fokus lebih banyak kepada kondisi Covid – 19 yang menakutkan. Emas berjangka kontrak bulan Desember naik $7.50 per ons pada $1,869.10. Emas Antam ditawarkan beli pada Rp 968.000,- per gram, turun Rp 2000,-

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam. Indesk saham AS juga bervariasi menjelang dibukanya perdagangan sesi New York. Amerika Serikat mengalami kematian karena Covid 19 sebanyak 240.000 dan lebih dari 10,3 juta terinfeksi, dengan kasus baru naik ke level tertinggi diatas 120.000 per hari.

Pasar lebih menaruh perhatian terhadap berita yang mengkuatirkan mengenai kemungkinan diberlakukannya restriksi terhadap kumpul-kumpul bisnis dan acara “gathering” publik pada minggu depan akan meningkat. Sementara muncul berita-berita mengenai keberhasilan uji coba vaksin, euphoria awal telah memudar dengan berjalannya waktu.

Dalam pemilihan presiden AS, sampai saat ini masih ada beberapa negara bagian yang belum selesai penghitungannya karena ada penghitungan ulang. Presiden Trump mengatakan bahwa dia akan menang sehubungan dengan banyaknya bukti-bukti kecurangan yang akan dibawa ke Supreme Court.

Diluar pasar metal berharga, indeks dolar AS melemah, sementara harga minyak mengalami sedikit kenaikan.

Kenaikan lebih lanjut akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,888.90 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,900.00 dan kemudian $1,939.00. Sementara penurunannya akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,853.90 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,848.00 dan kemudian $1,832.68 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews.com

Kamis, 12 November 2020

Rifan Financindo - Rentan Turun, Harga Emas Menguat Tipis Pada Kamis Pagi

 

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas mencoba menguat setelah kemarin tertekan. Pada Kamis pukul 6.51 WIB, harga emas spot berada di US $ 1.866,11 per ons troi, menguat tipis 0,02% dari harga penutupan perdagangan kemarin.

Sedangkan harga emas kontrak pengiriman Desember 2020 di Bursa Komoditi berada di US $ 1.863,80 per ons troi, juga naik tipis dari harga kemarin pada US $ 1.861,60 per ons troi.

Harga emas tertekan sejak awal pekan di bawah level US $ 1,900 per ons troi setelah pekan lalu ditutup pada harga US $ 1,951. Penguatan nilai tukar dolar dan optimisme vaksin corona menjadi pemberat langkah harga emas sejak awal pekan.

Emas memiliki dua hal yang menghambatnya, pasar saham yang kuat dan dolar yang kuat pada saat ini. Sulit bagi emas untuk terus reli mengingat kedua pasar tersebut naik lebih tinggi," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior

Arus dana ke tempat aman di logam mulia yang terjadi pekan lalu setelah pemilu AS hilang karena berita vaksin virus corona," imbuh Haberkorn. Menurunkan daya tarik emas, dolar menguat 0,3% ke level tertinggi hampir satu minggu. Penguatan dolar membuat emas batangan lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Sentimen risiko di antara investor meningkat karena prospek vaksin Covid-19 yang efektif berdasarkan pada lonjakan infeksi. Namun, terobosan tersebut menarik tantangan logistik dalam ratusan juta dosis begitu vaksin tersedia.

Analis OANDA Craig Erlam mengatakan bahwa risiko penurunan langsung untuk emas telah meningkat, mengingat reaksi terhadap berita vaksin dalam beberapa hari terakhir. "Area utama tetap antara US $ 1.850-US $ 1.860 dan terlihat sangat rentan dalam waktu dekat," imbuh Erlam.

Namun, prospek jangka panjang untuk emas masih bullish karena jalan menuju pemulihan akan memerlukan waktu dan membutuhkan lebih banyak dukungan bank sentral dan pemerintah. Selasa lalu, Federal Reserve menarik perlunya dukungan fiskal yang lebih bertarget dari pemerintah.

Emas, yang telah meningkat lebih dari 22% tahun ini, cenderung diuntungkan dari stimulus-langkah yang luas dari bank sentral karena dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang - RIFAN FINANCINDO

Sumber : kontan.co.id

Rabu, 11 November 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Jadi Korban Vaksin Pfizer, Harga Emas Siap Ke US$1.900 Lagi

 


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga logam mulia emas mulai bangkit setelah anjlok signifikan dalam sehari. Harga emas kini bergerak ke level US$ 1.900/troy ons. Sebuah level di mana harga emas sebelumnya 'mondar-mandir' cukup lama. 

Harga emas naik 0,12% dibanding posisi penutupan kemarin. Pada 09.20 WIB harga emas dunia di arena pasar spot dibanderol di US$ 1.879,16/troy ons.

Di awal pekan harga emas ditutup ambles 4,6% ketika Pfizer dan BioNTech melaporkan hasil analisa interim uji klinis tahap akhir kandidat vaksin Covid-19 buatannya yang dinilai memiliki tingkat keampuhan 90%. 

Risk appetite para investor membaik dan membuat mereka beralih ke aset-aset yang lebih berisiko terjadi tekanan pada harga emas. Namun harga emas yang anjlok membuat para investor memanfaatkan momentum ini untuk melakukan aksi beli.

Tekanan jual yang terjadi sehingga membuat harga emas 'ambrol' dinilai para analis sebagai suatu yang berlebihan. Sampai saat ini masih banyak analis yang meyakini prospek untuk logam kuning ini masih positif.

Robin Bhar, seorang analis komoditas independen, mengatakan bahwa meski berita vaksin Covid-19 terbaru negatif untuk emas, masih banyak investor yang tidak mengetahui tentang potensi vaksin.

Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank, mengatakan bahwa dia juga tetap bullish pada emas dalam waktu dekat karena butuh waktu agar vaksin tersedia untuk umum.

Virusnya bisa hilang, tapi itu tidak berarti pertumbuhan ekonomi akan berbalik dengan cepat, katanya. "Banyak kerusakan telah terjadi yang tidak dapat diperbaiki dengan mudah atau itu akan memakan banyak waktu.

Hansen menambahkan bahwa dia tidak terkejut melihat tekanan jual emas yang signifikan pada pengumuman vaksin. Dia menambahkan bahwa berita tersebut mengurangi kemungkinan pemerintah akan menyuntikkan lebih banyak stimulus ke pasar keuangan.

Pada dasarnya, kami melihat penurunan perdagangan yang telah kami bangun selama enam bulan terakhir," katanya. "Tapi masih banyak ketidakpastian untuk mendukung rezim baru emas. Vaksin adalah berita positif, tetapi tidak mengubah narasinya

Meskipun ada pergeseran ekspektasi dari langkah-langkah stimulus baru, Hansen mengatakan bahwa ekonomi global masih harus ditopang dengan sejumlah stimulus ekonomi yang bernilai jumbo.

Kebijakan fiskal yang ekspansif dan moneter yang ultra longgar pada akhirnya membuat pasokan uang beredar menjadi banyak, dolar AS pun melemah, ekspektasi inflasi yang tinggi di masa mendatang dan imbal hasil riil di aset keuangan safe haven lain berupa obligasi pemerintah AS jatuh ke teritori negatif.

Narasi di atas masih tetap sama dan belum berubah. Oleh karena itu emas masih akan diuntungkan. Ketika harga emas 'longsor' para analis justru merekomendasikan untuk membeli di harga rendah atau buy on dip - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber :  cnbcindonesia.com

Selasa, 10 November 2020

PT Rifan Financindo - Harga Emas Turun Drastis Karena Berita Vaksin

 

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun tajam pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat karena Pfizer mengumumkan telah mengembangkan vaksin Covid 19 yang sangat menjanjikan. Pasar saham meningkat tinggi karena berita ini, termasuk indeks saham AS yang menyentuh rekor ketinggian, dengan minat terhadap resiko meningkat jauh.

Harga emas yang sempat menyentuh ketinggian hampir tujuh minggu di $1,966.10 dalam perdagangan semalam, turun drastis sebanyak $89.90 per ons ke $1,861.70. Sementara emas Antam ditawarkan beli pada Rp 1.006.000,- per gram, belum terpengaruh penurunan yang drastis tiba-tiba.

Pfizer mengumumkan bahwa uji coba vaksin Covid – 19 nya atas sekitar 44.000 subyek ternyata 90% efektif. Hal ini memberikan pasar saham dorongan naik yang solid. Kelihatannya inilah kabar baik yagn ditunggu – tunggu oleh pasar global selama berbulan – bulan lamanya, selama periode yang mencekam ketika pandemik kelihatannya menjadi begitu memburuk di Eropa dan Amerika Serikat.

Di Amerika Serikat, Biden telah menyatakan diri sebagai pemenang, meskipun masih banyak kasus kecurangan yang terjadi yang sedang digugat oleh kubu Trump. Pasar menganggap Kongres AS akan terpecah dengan Demokrat menguasai Dewan Rakyat dan Senat masih cenderung ke Republikan meskipun masih ada kontestan yang berlangsung.

Indeks dolar AS hampir stabil setelah menyentuh kerendahan selama Sembilan minggu. Sementara harga minyak meningkat tajam dan diperdagangkan disekitar $41.00 per barel.

Penurunan harga emas selanjutnya akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1.836.50 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,803.00 dan kemudian $1,763.00. Sementara kenaikannya kembali akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,900.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,925.00 dan kemudian $1,939.40 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Senin, 09 November 2020

PT Rifan - Sedih, Harga Emas Meroket Tapi Yang Beli Sedikit


PT RIFAN BANDUNG - Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Niken Indriarsih mengatakan bahwa harga mengalami kenaikan signifikan pada tahun ini, namun dari segi penjualannya menurun.
Penyebab, turunnya penjualan emas disebabkan adanya pandemi Covid-19.

Harga emas meningkat namun penjualan sebenarnya menurun. Baik itu berupa perhiasan atau logam mulia itu sendiri," katanya dalam Market Review IDX Channel

Dia menjelaskan, bahwa menurunnya penjualan emas karena adanya PSBB yang membuat toko menjadi tutup. Selain itu, dampak pandemi juga membuat daya beli masyarakat menurun.

Tak hanya penjualan, akibat pandemi produksi emas juga menurun

Sebelumnya, dia menjelaskan bahwa harga emas sampai akhir tahun diprediksi akan mengalami penguatan. Namun, penguatannya harga emas tidak begitu signifikan dan bersifat jangka pendek

Dalam jangka menengah dan panjang emas akan mengalami pelemahan seiring adanya vaksin dan ekonomi yang membaik," tandasnya - PT RIFAN

Sumber : okezone.com

Jumat, 06 November 2020

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Ke Puncak 1,5 Bulan, Kemenangan Joe Biden Kian Terbuka

 

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas melonjak ke puncak satu setengah bulan pada hari Kamis karena prospek kemenangan Joe Biden dalam pemilu Amerika Serikat (AS). Mendorong lebih dekat dengan harapan untuk stimulus yang lebih besar dan menekan dolar.

Harga emas melonjak 2,3% menjadi US $ 1.947,16 per troi, setelah mencapai level tertinggi sejak 21 September di US $ 1.952.41. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 2,9% menjadi US $ 1.951,80.

Semakin semakin jelas bahwa kita akan memiliki presiden Demokrat tahun depan,” kata Michael Matousek, kepala pedagang di Investor Global AS.

Hal itu menurutnya akan memastikan rencana stimulus yang lebih besar dan membebani dolar.

Pasar saham global melonjak, sementara dolar jatuh ke tingkat terendah dua pekan karena Biden beringsut menuju Gedung Putih menyusul kemenangan di Michigan dan Wisconsin.

Biden diperkirakan akan memberlakukan langkah-langkah stimulus yang lebih besar. Presiden AS Donald Trump, meskipun investor tetap waspada bahwa Kongres yang terpecah dapat menghalangi kebijakan fiskal Biden.

Emas pendekatan sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, yang kemungkinan besar diakibatkan oleh stimulus yang besar.

Sementara itu, Federal Reserve yang menahan suku bunga jangka pendek berakhir, menandai ekonomi tumbuh tetapi tidak dekat dengan laju sebelum pandemi virus corona melanda.

Kami akan mendengar ucapan dari Fed yang berteriak untuk paket stimulus tambahan," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Pedagang juga menyelidiki masalah hukum yang diajukan oleh tim kampanye Trump di Michigan dan Pennsylvania untuk penghitungan suara.

Di luar pemilihan AS, latar belakang makro yang lebih luas tetap mendukung kenaikan harga mengingat ekspektasi kami akan melemahnya lebih lanjut, suku bunga riil tetap negatif dan stimulus lebih lanjut," kata analis Standard Chartered Suki Cooper.

Logam mulia lainnya juga membukukan kenaikan tajam, dengan kenaikan perak 4,5% menjadi US $ 24,99 per ons troi. Harga platinum naik 3,4% menjadi US $ 898,71 dan paladium naik 5,2% menjadi US $ 2,408,61 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : kontan.co.id