Selasa, 11 Mei 2021

PT Rifan - Harga Emas Naik Lagi 6,3 Dolar, Reli Untuk 4 Hari Beruntun

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas menguat lagi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), memperpanjang reli untuk hari keempat berturut-turut, setelah angka pertumbuhan pekerjaan Amerika Serikat (AS) minggu lalu yang mengecewakan membebani dolar dan mendorong ekspektasi bahwa suku bunga acuan akan tetap rendah.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Juni di Divisi Comex New York Exchange, terangkat 6,3 dolar AS atau 0,34 persen menjadi ditutup pada 1.837,60 dolar AS per ounce. Ini adalah penyelesaian kontrak teraktif tertinggi sejak 10 Februari.

Emas berjangka melonjak 15,6 dolar AS atau 0,86 persen menjadi 1.831,30 dolar AS, setelah melambung 31,4 dolar AS atau 1,76 persen menjadi 1.815,70 dolar AS, dan terkerek 8,3 dolar AS atau 0,47 persen menjadi 1.784,30 dolar AS.

Jumlah pekerjaan AS yang mengecewakan akhirnya memicu putaran short-covering algoritmik,” kata Ahli Strategi Komoditas TD Securities, Daniel Ghali.

Juga mendukung logam mulia adalah kembalinya discretionary capital yang mengalir ke emas bersama dengan permintaan fisik yang kuat dari China dan India bulan lalu sebelum penguncian di India, tambah Ghali.

Data penggajian (payrolls) non-pertanian AS pada Jumat menunjukkan pertumbuhan pekerjaan secara tak terduga melambat pada April, mendorong dolar ke level terendah dalam lebih dari dua bulan, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya mencapai level terendah 2,5 bulan semalam.

Angka pekerjaan yang lebih rendah dari perkiraan mengganggu harapan investor akan pemulihan yang menderu di ekonomi terbesar dunia dan bahwa Federal Reserve (Fed) AS mungkin akan memperketat kebijakan lebih awal dari yang diperkirakan.

Bank sentral AS telah berjanji untuk mempertahankan suku bunga rendah sampai inflasi dan lapangan kerja meningkat. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Apa yang hilang dari kenaikan harga baru-baru ini dan akan dibutuhkan untuk menghidupkan kembali reli adalah partisipasi para pencari aset aman (safe-haven),” kata ​​Analis​​​​​​​ Carsten Menke, Julius Baer, dalam sebuah catatan.

Harga l​​​​​ogam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 1,5 sen atau 0,05 persen, menjadi ditutup pada 27,492 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 11 dolar AS atau 0,88 persen menjadi ditutup pada 1.265,50 dolar AS per ounce - PT RIFAN

Sumber : antaranews.com

 

 

Senin, 10 Mei 2021

PT Rifan Berjangka - Jangan Ketinggalan, Harga Emas Bisa Makin Beringas Minggu Ini

 

PT RIFAN BERJANGKA BANDUNG - Harga logam mulia emas mengalami kenaikan yang pesat sejak akhir Maret. Harga emas cenderung uptrend dan sekarang sudah tembus ke atas rata-rata pergerakan harga 100 hariannya.

Secara teknikal tentu saja ini kabar bagus bagi emas karena peluang penguatan lebih lanjut menjadi terbuka lebar.

Awal Mei merupakan awal yang bagus untuk emas. Si logam kuning kembali tembus US$ 1.800/troy ons pada Kamis minggu lalu. Emas berhasil naik 3,5% sepanjang pekan lalu. 


Dolar AS sebagai musuh utama emas jatuh di saat yang sama. Indeks dolar yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekelompok mata uang lain melemah 1%. Di awal pekan, harga si logam kuning lanjut naik 0,1%. Kini harga emas berada di US$ 1.832,2/troy ons.

Selain aspek teknikal ada juga sentimen yang membuat harga emas reli. Sentimen tersebut berasal dari prospek dolar AS. Poling yang dilakukan oleh Reuters terhadap ahli strategi valas menunjukkan bahwa mayoritas dari mereka meramal dolar AS masih bisa jatuh lagi tiga bulan ke depan.

Di sisi lain vaksinasi yang kian ekspansif di negara-negara barat membuat AS dan Eropa perlahan membuka kembali perekonomiannya. Mobilitas publik yang berangsur membaik di tengah kondisi likuiditas yang berlimpah membuat banyak pihak mulai berpikir inflasi akan datang.

Kalau dilihat-lihat negara-negara anggota G20 juga sudah mulai menunjukkan adanya kenaikan inflasi. Hal ini terlihat jelas bahwa 16 dari 18 negara anggota G20 mencatatkan kenaikan inflasi pada Maret tahun ini dibanding akhir tahun lalu.

Walaupun banyak juga investor yang berlari ke cryptocurrency sebagai salah satu alternatif store of wealth, tetapi aset digital seperti Bitcoin cs masihlah sangat baru jika dibandingkan dengan emas yang sudah teruji berabad-abad lamanya - PT RIFAN BERJANGKA

Sumber : cnbsindonesia.com

PT Rifan Berjangka - Emas Berusaha Menembus $1,850 Menuju $1,900

 

PT RIFAN BERJANGKA BANDUNG - Minggu lalu telah direkomendasikan bahwa harga emas bisa naik tembus $1,800 dan bisa lanjut mengarah ke $1,900. Dan ternyata pergerakan naik harga emas berhasil menembus $1,800 namun pergerakan naiknya terhenti di $1,831.

Minggu ini harga emas sedang berusaha untuk membukukan keuntungan mingguan terbesar sejak awal tahun menembus $1,850 dan tidak tertutup kemungkinan mencapai $1,900, dengan adanya ketakutan akan inflasi dan melemahnya dollar AS.

Minggu lalu, harga emas sempat naik lebih dari $70 pada minggu lalu, dan diperdagangkan di atas $1,840 per ons. Kekuatan naik harga emas ini, datang setelah lebih dari dua bulan terkonsolidasi di bawah $1,800.

Faktor terakhir yang mendorong naik harga emas pada akhir minggu lalu adalah turunnya data employment AS yang jauh lebih daripada yang diperkirakan. Angka NFP hanya menunjukkan penciptaan pekerjaan sebanyak 266.000 di bulan April. Sementara consensus pasar memperkirakan sebanyak 1 juta pekerjaan. Kekecewaan bertambah dengan angka bulan lalu, bulan Maret direvisi turun dari 916.000 menjadi 770.000.

Apa yang terjadi adalah kekecewaan yang signifikan. Ekonomi sedang beranjak pulih, namun kecepatan pulihnya dari sisi employment tidak sekuat seperti yang diharapkan. Kesulitannya kelihatannya ada pada perekrutan karyawan, yang memaksa majikan untuk menaikkan upah. Kelihatannya AS akan menghadapi isu unemployment untuk sementara waktu.

Akibatnya, tingkat bunga riil turun, dollar AS juga turun dan harga emas terdorong naik.

Meningkatnya ekspektasi akan inflasi juga mempercepat pergerakan naik dari emas pada minggu lalu. Dalam kompleks perdagangan komoditi keseluruhan, emas belum bergerak naik pada beberapa bulan terakhir dibandingkan dengan komoditi lain yang ada di sektornya. Sekarang harga emas mulai menembus batas resistance kunci dengan para “bargain hunter” mulai masuk. Ada orang-orang yang membeli komoditi untuk jangka panjang karena keprihatinan akan inflasi - PT RIFAN BERJANGKA

Sumber : vibiznews.com

Jumat, 07 Mei 2021

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik 1,7% Tembus Level USD1.800/Ounce

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) atau menjadi kenaikan untuk hari kedua berturut-turut. Harga emas naik karena melemahnya dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS sehingga mengangkat permintaan logam safe-haven.

Sementara itu, investor tengah menunggu data penggajian non-pertanian AS untuk April yang akan dirilis akhir pekan ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange melonjak USD31,4 atau 1,76% menjadi USD1.815,70 per ounce atau kembali di atas level psikologis USD1.800. 

Sehari sebelumnya, Rabu , emas berjangka terkerek USD8,3 atau 0,47% menjadi USD1.784,30 per ounce, setelah anjlok USD15,8 atau 0,88% menjadi USD1.776 pada Selasa, dan melonjak USD24,1 atau 1,36% menjadi USD1.791,80 pada Senin.

"Federal Reserve AS terus mendorong kembali (emas) ke sini, itu bagus untuk emas, itu menjaga imbal hasil lebih rendah. Saya pikir ini pada akhirnya akan menyebabkan melemahnya dolar AS

Pengujian level USD1.800 lebih cepat daripada yang diperkirakan, cara pasar ini bergerak menuju sikap Fed yang sangat dovish," sambungnnya.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang menjadi acuan, tergelincir di bawah 1,6% dan mendekati level terendah satu minggu pada Selasa, mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tanpa suku bunga. 

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, merosot 0,1% bergerak lebih jauh dari level tertinggi hampir dua minggu pada Rabu.

Fokus sekarang bergeser ke laporan pekerjaan bulanan AS pada Jumat waktu setempat, yang diperkirakan menunjukkan data gaji non-pertanian meningkat sebesar 978.000 pada bulan lalu.

Sementara itu, logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 95,5 sen atau 3,6% menjadi USD27,477 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik USD28,8 atau 2,34% menjadi USD1.257,6 per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : okezone.com

 

 

Rabu, 05 Mei 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Optimisme Fed, Harga Emas Lanjut Turun Seiring Penguatan Dolar AS

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas lanjut turun pada Selasa petang, setelah mencapai level tertinggi lebih dari dua bulan selama sesi sebelumnya seiring menguatnya dolar AS dan investor mencerna komentar optimis dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengenai ekonomi.

Harga emas berjangka makin turun 0,42% ke $1.784,35 per troy ons pukul 13.24 WIB. Adapun indeks dolar AS terus menguat 0,27% di 91,170.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) melonjak Rp9.000 dari Rp921.000 pada Senin menjadi Rp930.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.19 WIB.

Powell mengatakan pada Senin kemarin bahwa ekonomi AS secara bertahap pulih dari COVID-19, tetapi mengingatkan ekonomi "belum keluar dari masalah." Ia juga mencatat orang tua yang kurang berpendidikan dan bekerja menderita dampak yang tidak proporsional selama COVID-19.

Seputar bank sentral, Bank of Canada (BOC) dapat mulai menaikkan suku bunga sebelum Fed, yang telah memberi dorongan dolar Kanada, tetapi siklus pengetatan sebelumnya menunjukkan dorongan ini kemungkinan tidak akan bertahan lama.

Investor juga menunggu keputusan kebijakan bank sentral lainnya. Bank of England dan Norges Bank akan memberikan keputusan kebijakan masing-masing pada hari Kamis. Sedangkan Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunganya stabil di 0,10% saat mengumumkan keputusan rapatnya hari ini

AS juga merilis Institute of Supply Management (ISM) Manufacturing Purchasing Managers Index yang lebih rendah dari perkiraan pada hari Senin, yang menunjukkan angka 60,7 untuk April. Kekurangan input terhadap permintaan yang terpendam karena tingkat vaksinasi COVID-19 mengalami peningkatan dan langkah-langkah stimulus AS lebih lanjut diusulkan, menyebabkan penurunan indeks yang mengejutkan.

Data lain yang akan dirilis minggu ini yaitu neraca perdagangan AS dan laporan ketenagakerjaan AS bulan April, termasuk gaji pekerja non pertanian.

Di Asia, indeks harga konsumen Korea Selatan tumbuh sebesar 2,3%, mendekati level tertinggi empat tahun, untuk periode tahun ke tahun di bulan April berkat dasar yang rendah di tahun 2020 bersamaan dengan kenaikan harga minyak dan pertanian.

Pada logam mulia lainnya, perak turun 0,37% ke 26,860 dan platinum naik tipis 0,02% di 1.235,10, sementara palladium turun tipis 0,03% ke 2.976,00 pukul 13.26 WIB - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Senin, 03 Mei 2021

PT Rifan - Harga Emas Terkoreksi Pada Awal Perdagangan Senin

 

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas terkoreksi pada perdagangan Senin (3/5) pagi. Pukul 07.15 WIB, harga emas untuk pengiriman Juni 2021 di Commodity Exchange ada di US$ 1.767,30 per ons troi, turun 0,02% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 1.767,70 per ons troi.

Koreksi hargaemas dipicu oleh penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil US Treasury. Selain itu, data ekonomi AS yang optimistis juga turut meredupkan harga emas. 

data ekonomi AS yang dirilis pekan lalu menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS rebound pada kuartal I karena stimulus fiskal mendorong belanja konsumen.  

Rangkaian data ekonomi AS yang kuat secara berturut-turut membebani emas," kata Stephen Innes, managing partner SPI Asset Management seperti dikutip Reuters.

Imbal hasil US Treasury 10 tahun naik mednekati level tertinggi dalam lebih dua pekan meningkatkan biaya emas batangan - PT RIFAN

Sumber :  kontan.com

 

Jumat, 30 April 2021

Rifan Financindo Berjangka - Emas Turun Lagi 5,6 Dolar Tertekan Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

 

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas jatuh lagi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang penurunan untuk hari ketiga berturut-turut, tertekan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat di tengah sejumlah data ekonomi positif.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman pada bulan Juni di Divisi Comex New York Exchange, terpangkas 5,6 dolar AS atau 0,32 persen menjadi ditutup pada 1.768,30 dolar AS per ounce.

Emas berjangka juga merosot 4,9 dolar AS atau 0,28 persen menjadi 1.773,90 dolar AS, setelah turun tipis 1,3 dolar AS atau 0,07 persen menjadi 1.778,80 dolar A pada hari Selasa (27/4), dan naik tipis 2,3 dolar AS atau 0,13 persen menjadi 1.780,10 dolar AS pada hari Senin (26/4).

"Meningkatnya imbal hasil obligasi dan meningkatnya minat terhadap aset-aset berisiko merusak aset safe-haven logam mulia," kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Ia melanjutkan, "Kami masih berada dalam tren kenaikan harga jangka pendek di grafik harian. Namun, tren kenaikan harga tersebut sekarang berada dalam bahaya .... Jika harga tidak dapat menembus di atas 1.800 dolar AS, katakanlah dalam minggu depan atau lebih, maka harga mungkin akan bergerak menyamping menjadi lebih rendah."

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun naik ke tertinggi lebih dari dua minggu selama sesi tentang proposal Presiden AS Joe Biden sebesar triliunan dolar dalam pengeluaran baru dan data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS mengalami percepatan pada kuartal pertama.

Imbal hasil yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Data ekonomi yang kuat yang dirilis pada hari Kamis (29/4) juga meredam emas. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa produk domestik bruto (PDB) melonjak 6,4 persen pada kuartal pertama tahun ini secara tahunan, angka terbaik sejak kuartal ketiga 2003.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa 553.000 orang mengajukan klaim pengangguran awal pada pekan yang berakhir 24 April, turun dari 566.000 klaim pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, Federal Reserve akan mengikuti kebijakan moneter yang dovish dengan tetap berpegang pada strategi membantu ekonomi AS dengan suku bunga sangat rendah, kata Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Rabu (28/4).

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman pada bulan Juli turun 3,3 sen atau 0,13 persen menjadi ditutup pada 26,085 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 14,6 dolar AS atau 1,2 persen menjadi ditutup pada 1.197,6 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : antaranews.com