Kamis, 02 September 2021

Rifan Financindo - Harga Emas Turun, Pasar Tunggu Laporan Pekerjaan AS & Sinyal Tapering Fed

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun pada Kamis pagi di Asia. Pergerakan masih tetap kecil lantaran investor menunggu laporan pekerjaan AS terbaru yang dapat menjadi petunjuk mengenai rencana pengurangan aset Federal Reserve usai rilis data ketenagakerjaan swasta sebelumnya di bawah ekspektasi.

Harga emas berjangka turun 0,17% di $1.812,95/oz pada pukul 11.49 WIB. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, terus naik tipis 0,09% di 92,532 tetapi betah di sekitar posisi terendah multi minggu.

Data hari Rabu menunjukkan perubahan ketenagakerjaan nonpertanian ADP Agustus tercatat sebanyak 374.000. Angka tersebut di bawah perkiraan 613.000 yang disiapkan oleh Investing.com tetapi mengindikasikan pemulihan pasar kerja yang berkelanjutan dan stabil.

Laporan pekerjaan AS itu sendiri, termasuk ketenagakerjaan nonpertanian, akan dirilis pada hari Jumat. Investor akan memantau laporan ini untuk mencari petunjuk tentang jadwal pengurangan aset Fed dan kenaikan suku bunganya setelah Ketua Jerome Powell mengindikasikan pemulihan pasar tenaga kerja akan menentukan kapan bank sentral memulai pengurangan aset.

Sementara itu, indeks manajer pembelian manufaktur AS dari Institute of Supply Management (ISM)) berada di 59,9 pada bulan Agustus. Lebih banyak data, termasuk pesanan pabrik serta data perdagangan mulai ekspor, impor dan neraca perdagangan, akan dirilis pada sesi hari ini.

Di seberang Atlantik di Eropa, Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde mengatakan dalam wawancara bahwa ekonomi zona euro melanjutkan pemulihannya dari COVID-19 dan hanya membutuhkan "operasi" dukungan untuk sektor-sektor yang masih mengalami kesulitan.

Di Asia Pasifik, Australia merilis data perdagangannya sendiri sebelumnya. Tingkat ekspor negara itu tumbuh 5% dan import tumbuh 3% dari bulan ke bulan, sedangkan neraca perdagangan berada di AUD12,117 miliar.

Di logam mulia lainnya, perak turun 0,24% di 24,163, sementara platinum makin turun 0,94% ke 989,00 dan palladium turun 0,45% di 2.428,00 pukul 11.53 WIB.

Dari Indonesia, harga emas Antam (JK:ANTM) turun Rp2.000 dari Rp941.000 pada Rabu menjadi Rp939.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 07.55 WIB - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Rabu, 01 September 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Tipis, Pasar Waspada Tunggu Data Pekerjaan AS


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas sedikit bergerak naik pada Rabu petang. Investor melanjutkan pergerakan hati-hatinya sebelum pengumuman laporan ketenagakerjaan AS terbaru yang dapat memberikan petunjuk tentang kapan Federal Reserve dapat memulai pengurangan aset dan kenaikan suku bunga.

Harga emas berjangka naik tipis 0,05% ke $1.819,05/oz pukul 13.09 WIB. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik dengan emas, juga naik 0,12% di 92,743 setelah mencapai level terendah lebih dari tiga minggu sehari sebelumnya.

Seputar data ekonomi, indeks kepercayaan konsumen Conference Board (CB) tercatat 113,8, nilai terendah selama enam bulan, dan indeks harga rumah komposit S&P/Case-Shiller 20 n.s.a. tumbuh rekor sebesar 19,1% pada bulan Juni. Dengan pemulihan pasar tenaga kerja yang diperlukan bagi Fed untuk memulai pengurangan aset, fokusnya adalah pada laporan pekerjaan, termasuk data ketenagakerjaan nonpertanian, yang akan diumumkan pada hari Jumat.

Beberapa petinggi European Central Bank (ECB) juga mulai mempertimbangkan apakah akan memulai pengurangan aset, setelah indeks harga konsumen (CPI) Zona Euro hari Selasa tumbuh lebih besar daripada ekspektasi diharapkan sebesar 3% tahun ke tahun pada bulan Agustus.

Mereka termasuk anggota Dewan Pengatur ECB Robert Holzmann, yang menyarankan bahwa pengurangan aset harusnya menjadi agenda pada pertemuan Dewan Pengatur yang akan berlangsung pada minggu depan.

Di Asia Pasifik, Indeks manajer pembelian manufaktur Caixin (PMI), yang dirilis sebelumnya, lebih rendah dari perkiraan 49,2, di bawah level 50 - yang menunjukkan pertumbuhan. Di Australia, PDB tumbuh sebesar 9,6% tahun ke tahun dan sebesar 0,7% kuartal ke kuartal.

Kepemilikan SPDR Gold Trust (P:GLD) turun 0,2% menjadi 1.000,26 ton pada hari Selasa, level terendah sejak April 2020.

Dalam logam mulia lainnya, perak turun 0,41% di 23,907, sementara platinum terus turun 0,12% di 1.008,80 dan paladium naik 0,45% di 2.476,75 pukul 13.15 WIB.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) turun Rp3.000 dari Rp944.000 pada Selasa menjadi Rp941.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.10 WIB - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Selasa, 31 Agustus 2021

PT Rifan Financindo - Harga Emas Sempat Turun Dengan Menguatnya Dolar AS


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas diperdagangkan turun pada awal perdagangan sesi AS hari Senin, dengan mulai menguatnya dollar AS. Hari pertama di minggu perdagangan yang baru agak sepi dengan ini adalah minggu terakhir dari liburan musim panas di AS, menjelang liburan “Labor Day” selama 3 hari pada akhir minggu.

Emas berjangka kontrak bulan Oktober turun $7.30 ke $1,809.90 per troy ons.

Pasar saham global kebanyakan menguat dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah menguat ketika perdagangan sesi New York dimulai dengan Dow Jones dan Nasdaq berjangka mencetak rekor ketinggian baru dalam semalam.

Perhatian para investor dan trader memulai minggu perdagangan yang baru ada pada Badai Ida yang menerjang Louisiana dan Mississippi pada hari minggu dan semalam. Selain itu hari terakhir dari evakuasi AS di Kabul, Afghanistan terjadi pada awal minggu ini, setelah serangan terror pada akhir minggu lalu yang membunuh banyak orang. Selanjutnya pada minggu ini akan sangat ditunggu yang paling penting, laporan pekerjaan AS pada hari Jumat.

Para trader dan investor masih terus menggali pernyataan dari symposium tahunan Federal Reserve di Jackson Hole, Wyoming. Sementara beberapa pejabat Federal Reserve memberikan pernyataan yang hawkish pada minggu lalu, Powell menyuarakan nada yang lebih berhati-hati daripada para pejabat the Fed lainnya ketika berbicara mengenai “tapering” dengan menyatakan bahwa bank sentral AS ini baru akan mencoba memulai mengurangi pembelian obligasi bulanan senilai $120 miliar per bulan pada akhir tahun ini dan tidak bergegas-gegas untuk menaikkan tingkat suku bunga. Hal ini mengandung arti masih akan ada dukungan tambahan dari bank sentral AS dalam jangka pendek ini.

Support terdekat menunggu di $1,800 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,775 dan kemudian $1,750. “Resistance” terdekat menunggu di $1,823 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,836 dan kemudian $1,850 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Senin, 30 Agustus 2021

PT Rifan - Harga Emas Apakah Sanggup Menembus $1,830

PT RIFAN BANDUNG - Setelah dua minggu lalu emas tidak berhasil menembus $1,800,  emas memulai minggu perdagangan yang baru pada hari Senin minggu lalu, di $1,783. Namun mengakhiri minggu lalu, pada hari Jumat, akhirnya harga emas berjangka Comex kontrak bulan Desember, berhasil naik lebih dari $25 pada hari itu dan menembus $1.800 ke $1,816 per troy ons.

Kenaikan harga emas ini disebabkan oleh  karena Powell menyuarakan nada yang lebih berhati-hati daripada para pejabat the Fed lainnya ketika berbicara mengenai “tapering” dengan menyatakan bahwa bank sentral AS ini baru akan mencoba memulai mengurangi pembelian obligasi bulanan senilai $120 miliar per bulan pada akhir tahun ini.

Pidato kepala Federal Reserve Jerome Powell yang dovish, memang memicu rally harga emas, namun apakah itu cukup untuk membuat emas berhasil naik keluar dari rentang harga perdagangan yang sudah ada selama ini?

Pernyataan dari kepala the Fed Powell bahwa ada kemajuan di dalam employment AS tapi juga ada ancaman dari meningkatnya penyebaran virus corona di AS dan bahwa bank sentral AS kemungkinan akan mulai mengurangi beberapa pembelian aset sebelum akhir tahun ini. Membuat indeks dollar AS yang sebelumnya terus menguat menjelang symposium Jackson Hole, berbalik turun – 0.42% ke 92,960. Pesan dari Powell yang balance ini tidak memberikan arahan yang jelas mengenai “tapering”.

Pasar emas menyambut baik komentar Powell ini. Selain pasar emas yang safe-haven, pasar saham yang risk-on juga menyambut baik komentar Powell. Baik pasar emas maupun pasar saham sama-sama menginginkan the Fed melanjutkan kebijakan uang mudahnya. Saat ini harga emas masih ada di dalam rentang pergerakan harga namun sudah ada pada level tertinggi dari rentang harganya.

Di dalam pidatonya di Jackson Hole, Powell menunjukkan bahwa persyaratan untuk menaikkan tingkat bunga jauh lebih ketat daripada mengurangi pembelian obligasi.

Powell mengatakan bahwa dia melihat inflasi sebagai bersifat sementara dan terutama digerakkan oleh sektor durable goods dan energi. Dia juga memandang pandemic sebagai faktor yang membuat terjadinya bottleneck di dalam rantai supply. Jika demikian, maka the Fed memang akan melakukan “tapering”, tetapi ada kriteria yang berbeda antara tapering pembelian obligasi dengan tapering menaikkan tingkat bunga.

Pasar mengharapkan ada pernyataan mengenai akan segera dilakukannya “tapering” di pertemuan Jackson Hole, namun ternyata tidak ada satupun. Hal ini mendorong naik harga emas. Dan pada saat ekonomi AS pulih sebagaimana yang ditunjukkan oleh data makro ekonomi yang akan keluar minggu depan, the Fed bisa saja melakukan tapering, namun tidak berarti akan menaikkan tingkat suku bunga.

Jika demikian maka tingkat bunga akan tetap rendah dalam waktu yang lebih lama, hal ini baik bagi emas.

Sementara the Fed tidak kuatir mengenai inflasi, namuan pasar tetap kuatir. Akan ada peperangan mana yang benar, antara pandangan dari Powell mengenai inflasi yang bersifat sementara dengan apa yang dipikirkan pasar. Sebagian percaya the Fed akan berada dibelakang dari kurva inflasi dan hal ini berpotensi mendorong harga emas naik sehingga bisa mencapai level $1,830 per ons.

Minggu ini akan menjadi pembuktian apakah komentar dari Powell cukup untuk menggerakkan harga emas dari rentang pergerakan harga diantara $1,780 – $1,810 dimana harga emas mandek selama ini.

Sampai emas berhasil naik menembus $1,820-25, emas masih berpotensi jatuh lagi ke $1,750 – 1,720, karena hal ini pernah terjadi di dalam aksi jual yang tajam yang terjadi pada awal Agustus. Pasar emas akan menaruh perhatian yang seksama terhadap bagaimana dollar AS diperdagangkan pada minggu ini, terutama setelah terjadinya aksi jual yang cepat pada hari Jumat yang mendorong harga emas naik.

Selain itu pasar juga akan menaruh perhatian terhadap pertemuan kebijakan the Fed bulan September dimana “tapering” sekali lagi akan menjadi pusat pembicaraan. Jika harga emas turun menembus $1,775, harga emas bisa dengan mudah turun ke $1,750 – 20 dan bisa berakhir dengan mengetes kerendahan di $1,678.

AS akan fokus terhadap angka NFP pada hari Jumat. Data Nonfarm Payrolls (NFP) bulan Agustus yang akan keluar pada hari Jumat, mengatasi semua data ekonomi AS lainnya. Apakah angka NFP akan mendukung atau melawan pengumuman the Fed mengenai tapering pada pertemuan berikutnya? Pertempuran antara kubu dovish yang menginginkan pencetakan dollar AS terus berlangsung dengan kecepatan penuh, dengan kubu hawkish yang menginginkan ditariknya sebagian stimulus, sedang dalam pergolakan.

Para ekonom memperkirakan penambahan pekerjaan sebanyak 665.000 pekerjaan di bulan Agustus. Hal ini berarti penurunan dari 943.000 pekerjaan yang tercipta di bulan Juli meskipun masih merefleksikan pemulihan yang cepat. Average Hourly Earnings diperkirakan akan menurun dari 4% ke 3.8% YoY.

Sementara apa yang diperkirakan bisa berubah sepanjang minggu yang akan berjalan, cukup aman untuk mengatakan bahwa apabila NFP mendekati satu juta pekerjaan, hal ini berarti meningkatnya secara signifikan kemungkinan untuk diumumkannya “tapering” dan mendorong naik dollar AS. Sebaliknya, angka umum yang mendekati ke 500.000 akan membuat dollar AS jatuh karena prospek the Fed akan tetap mempertahankan kebijakannya seperti sekarang.

Jika upah bertahan di sekitar 4%, ini mengandung arti meningkatnya tekanan inflasi dan bisa menetralisir setiap penambahan yang lemah dalam kenaikan pekerjaan. Meskipun demikian, angka umum kemungkinan akan mendomonasi pasar lebih dari angka yang lainnya.

Menjelang laporan NFP yang sangat penting, fokus akan berada pada Conference Board’s Consumer Confidence yang akan keluar pada hari Selasa. Setelah angka yang parallel dari Universitas Michigan sangat mengecewakan, angka dari Conference Board’s diperkirakan juga akan jatuh.

Dua petunjuk pendahuluan dari data NFP menunggu para trader pada hari Rabu. Laporan pekerjaan sektor swasta dari ADP diperkirakan akan menunjukkan kenaikan lebih dari 500.000 posisi dan kemungkinan akan menggerakkan pasar meskipun korelasinya dengan angka NFP yang resmi tidak terlalu dekat.

Terlebih penting lagi, PMI manufaktur ISM diperkirakan turun meskipun masih tetap tinggi di 59, yang merepresentasikan pertumbuhan yang kuat. Komponen employment ini membantu membentuk ekspektasi mengenai NFP yang akan keluar pada hari Jumat.

PMI jasa dari ISM yang biasanya memberikan petunjuk yang kritikal untuk laporan NFP, akan keluar lebih dahulu pada hari yang sama dengan keluarnya angka NFP, namun masih bisa memberikan dampak. Diperkirakan hanya terjadi penurunan yang minor dari 64.1 ke 63.

Support” terdekat menunggu di $1,775 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,720 dan kemudian $1,678. “Resistance” terdekat menunggu di $1,820 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,836 dan kemudian $1,850 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews.com

 

Kamis, 26 Agustus 2021

Rifan Financindo - Harga Emas Kian Turun Imbas Penguatan Dolar AS, Jackson Hole Jadi Fokus

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas kian turun pada Rabu petang seiring penguatan dolar AS dan investor menunggu isyarat dari Federal Reserve AS mengenai pengurangan aset dan kenaikan suku bunga.

Harga emas berjangka makin turun 0,66% di $1.796,55 per troy ons pukul 13.12 WIB menurut data Investing.com. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, terus naik 0,12% di 93,017.

The Fed akan mengadakan simposium Jackson Hole, yang akan berlangsung daring mulai dari 26 hingga 28 Agustus. Fokusnya sekarang adalah apakah Ketua Fed Jerome Powell akan memberikan garis waktu untuk pengurangan aset dalam pidatonya pada 27 Agustus.

Beberapa investor memperkirakan The Fed akan melakukan tapering pada tahun 2021 ini. Analis Goldman Sachs (NYSE:GS) meningkatkan kemungkinan bahwa pengurangan aset akan dimulai pada November 2021.

Sementara itu, Bank of Korea akan mengeluarkan keputusan kebijakannya pada hari Kamis dan kembali di AS, Dewan Perwakilan Rakyat AS menyetujui anggaran dana $3,5 triliun.

AS juga membuat kemajuan di bidang COVID-19 setelah Food and Drug Administration (FDA) AS memberikan persetujuan penuh kepada vaksin COVID-19 buatan Pfizer Inc. (NYSE:PFE)/BioNTech SE (F:22UAy) awal pekan ini, yang juga berkontribusi pada peningkatan minat risiko investor. 

Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular dan kepala penasihat medis untuk Presiden, juga memperkirakan AS dapat mengendalikan COVID-19 pada awal 2022 jika tingkat vaksinasi terus meningkat.

SPDR Gold Trust (P:GLD) mengatakan kepemilikannya turun sebesar 0,2% menjadi 1.004,63 ton pada Selasa dari 1.006,66 ton pada Senin.

Dalam logam mulia lainnya, perak terus turun 0,69% di 23,730, sementara platinum jatuh 1,58% di 992,95 dan palladium anjlok 1,65% ke 2.426,50 pukul 13.17 WIB.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) turun Rp3.000 dari Rp953.000 pada Selasa menjadi Rp950.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 07.53 WIB - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Rabu, 25 Agustus 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Berjangka Naik Di Tengah Kekhawatiran Varian Delta

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNGHarga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada Selasa. Harga emas naik di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang varian Delta COVID-19.

Kontrak emas teraktif untuk pengiriman Desember naik USD2,2 atau 0,12% menjadi ditutup pada USD1.808,5 per ounce.

Varian Delta lebih menular dibanding varian COVID-19 lain, dan telah berkontribusi pada sebagian besar peningkatan kasus COVID-19 baru-baru ini.

Emas terus diperdagangkan dalam kisaran sempit karena Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Selasa bahwa penjualan rumah baru AS naik 1% ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebanyak 708.000 unit pada Juli, sedikit di atas perkiraan dan lebih tinggi dari revisi 701.000 unit pada Juni.

Perak untuk pengiriman September naik 23,8 sen atau 1,01% menjadi ditutup pada USD23,894 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun USD4 atau 0,39% menjadi ditutup pada USD1.010,1 per ounce - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : okefinance.com

Selasa, 24 Agustus 2021

PT Rifan Financindo - Harga Emas Pergerakan Berikutnya Bisa Terjadi Aksi Jual Ke $1,670


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik sedikit pada perdagangan hari Jumat, karena meningkatnya permintaan safe – haven ditengah naiknya keengganan terhadap resiko sepanjang minggu ini. Namun, naiknya harga emas ditelan oleh menguatnya indeks dolar AS dan jatuhnya harga minyak mentah sehingga emas tidak bisa menembus $1,800 dan diperdagangkan di $1,780.

Kegagalan emas untuk naik menembus level $1,800 per ons membuka peluang resiko terjadinya aksi jual yang signifikan berikutnya.

Meskipun emas dengan cepat bisa stabil kembali di atas $1,700 per ons, setelah kejatuhan yang cepat pada minggu lalu, kelihatannya belum ada minat beli yang cukup kuat terhadap emas yang bisa membuat harga emas berada pada tren naik yang berkelanjutan. Malah sebaliknya emas cenderung turun pada minggu ini. Pergerakan turun berikutnya bisa mencapai $1,670.

Event utama pada minggu ini adalah symposium Jackson Hole selama dua hari, dimana kepala the Fed Jerome Powell diskedulkan akan berbicara pada hari Jumat, 27 Agustus.

Diskusi besarannya adalah “kebijakan makro ekonomi di dalam perekonomian yang bermasalah”, namun fokus pasar adalah diskusi sekitar “tapering” dari program pembelian asset QE dari the Fed.

Setelah melihat bahwa the Fed paling tidak telah berbicara mengenai “tapering” di dalam risalah pertemuan kebijakan ekonomi mereka, sedikit pembicaraan saja mengenai “tapering” di Jackson Hole akan bisa memicu aksi jual yang signifikan atas emas pada minggu ini. Problem yang sama kemungkinan juga terjadi atas pasar saham.

Ke depannya, the Fed kemungkinan tidak menginginkan mengetatkan kebijakan moneternya terlalu cepat, khususnya dengan naiknya resiko terkena varian Delta.

Varian Delta terus bertambah buruk. Australia dilockdown lagi. Namun jika data makro ekonomi tetap menunjukkan angka-angka pekerjaan yang kuat, the Fed akan harus menghentikan akomodasinya dan bisa membuat dollar AS naik lebih tinggi dan otomatis menyeret harga emas turun.

Dari sudut ekonomi, tidak ada seorangpun yang puas dengan data ekonomi AS yang keluar belakangan ini, sejak Donald Trump tidak lagi di Gedung putih. Data Penjualan Ritel yang merupakan indikator petunjuk ke depan, muncul di bawah dari yang diperkirakan. Selain itu stimulus fiskal yang baru tidak akan bisa turun dengan cepat segera.

Level $1,800 per ons tetap menjadi resistance yang kuat. Sampai metal berharga bisa mulai ditutup di atas level $1,800, emas tidak mungkin mendapatkan banyak daya tarik. Diperlukan harga emas bergerak di atas $1,800 untuk membalikkan arah harga emas. Jika tidak berhasil maka harga emas bisa jatuh ke $1,670. Emas bisa menembus level $1,800 apabila data makro ekonomi pada minggu ini buruk semua.

Dari semua data ekonomi yang akan keluar pada minggu ini, yang paling perlu diperhatikan adalah angka GDP AS kuartal kedua dan indeks harga PCE, yang akan keluar bersamaan dengan data personal income dan indikator belanja.

PCE perlu diperhatikan karena merupakan alat ukur inflasi yang favorite bagi the Fed. Jika angka PCE lebih kuat daripada yang diperkirakan, hal ini adalah berita buruk bagie mas karena hal ini akan bisa memaksa the Fed untuk menerapkan pengetatan lebih cepat daripada yang diperkirakan.

AS akan mengeluarkan PMI pendahuluan dari Markit untuk bulan Agustus yang bisa menunjukkan penurunan di dalam sentimen bisnis menyusul penurunan di dalam “consumer confidence”.

Statistik Durable Goods Orders untuk bulan Juli akan memberikan pandangan pertama mengenai investasi di kuartal ketiga dengan angka yang bervariasi yang diperkirakan.

Para ekonom memperkirakan angka GDP yang diupdate untuk kuartal kedua juga diupgrade dari angka awal di 6.5% setahun.

Ukuran inflasi dari the Fed – Core PCE – diperkirakan menunjukkan bahwa kenaikan harga masih tetap di atas 3% sekali lagi.

Support terdekat menunggu di $1,760 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,700 dan kemudian $1,670. “Resistance” terdekat menunggu di $1,795 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,800 dan kemudian $1,805 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com