PT RIFAN BANDUNG - Harga emas bertahan di 1.1750 dengan kembalinya keengganan terhadap
resiko di pasar pada akhir minggu ini, terbuka peluang naik bagi harga
emas namun peluang naik ini ter-offset oleh kenaikan harga dollar AS
yang naik bersamaan dengan naiknya yields treasury.
Pasar emas kemungkinan akan menghadapi test yang riil pada minggu
ini, apakah bisa bertahan di atas level $1,700 per ons, Level ini adalah
kritikal bagi metal berharga, yang sepanjang tahun 2021 sebagian besar
berada di atas level $1,700 per ons
Bahkan pada saat ketakutan akan kasus Evergrande Cina menguasai
pasar, emas gagal bergerak berkelanjutan di atas level $1,750 per ons.
Dan dengan naiknya yields treasury AS dan menguatnya dollar AS
setelah pengumuman Federal Reserve yang hawkish, metal berharga emas
bisa terancam mengetes level $1,700.
Level $1,700 ini berhasil bertahan di sepanjang tahun ini, kecuali
pernah dalam sekejab turun ke arah $1,680 beberapa kali namun berhasil
pulih kembali dengan cepat.
Emas selalu berhasil menemukan pembeli di bawah level ini. Namun
apakah hal ini akan bisa berlangsung terus? Sementara para investor
sekarang sedang bersiap-siap untuk the Fed mulai melakukan “tapering” di
bulan November dan diselesaikan pada tahun depan.
Pola perdagangan emas sekarang ini adalah mula-mula emas mengalami
rally karena adanya event yang mengandung resiko yang baru, namun
kemudian menyerah melepaskan keuntungannya ketika ketegangan mereda.
Minggu ini, fokus akan bergerak ke debat mengenai batas atas hutang,
dengan Treasury Secretary AS Janet Yellen dan kepala Federal Reserve
terus menekankan daruratnya hal ini. Selain itu hal yang akan
diperhatikan juga adalah kemajuan di sekitar paket infrastruktur.
Setiap ada rintangan terhadap kedua event ini akan bisa membantu mendorong naik harga emas pada minggu ini.
Sebaliknya, apabila resolusi dengan mudah dapat dicapai terhadap
batas atas hutang, penutupan kegiatan pemerintah akan bisa dihindarkan.
Dan apabila undang-undang infrastruktur berhasil keluar, saham-saham AS
akan mengalami rally kembali ke arah teritori dengan rekor ketinggian,
dan emas akan bisa mengalami aksi jual yang lebih signifikan ke bawah
$1,700.
Selain itu, sebagian trader sedang mengamati dampak dalam jangka yang lebih Panjang akan bottleneck dari rantai supply.
Perusahaan-perusahaan seperti Nike dan FedEx menjerit mengenai tekanan
inflasi. Hal ini bisa memicu kenaikan yields dan menjadi titik balik
dimana emas akan mulai berlaku sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
Sampai emas mulai berfungsi kembali sebagai lindung nilai terhadap
kenaikan harga, emas akan tetap rentan jatuh.
Apalagi dengan Powell memberikan konfirmasi akan memulai “tapering” pada bulan November, ini membuat emas beresiko turun.
$1,700 akan menjadi level support emas berikutnya, yang bisa
mengalami testing setiap saat, khususnya apabila muncul laporan data
ekonomi yang kuat pada minggu ini. Sementara $1,800 akan tetap menjadi
level resistance.
Di AS, data ekonomi pada minggu ini dimulai dengan Durable Goods
Order untuk bulan Agustus, yang diperkirakan naik 0.6% setelah jatuh
0.1% pada bulan sebelumnya. Indeks PMI manufaktur untuk bulan September
akan memberikan gambaran apakah sektor faktori mengatasi kekurangan
material dan tenaga kerja dan inflasi harga. AS juga akan
mempublikasikan angka GDP kuartal ketiga yang final yang diperkirakan
akan dikonfirmasi di 6.6% QoQ.
Support terdekat menunggu di $1,741 yang apabila berhasil dilewati
akan lanjut ke $1,736 dan kemudian $1,700. “Resistance” terdekat
menunggu di $1,755 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,774
dan kemudian $1,800 - PT RIFAN
Sumber : vibiznews.com