Jumat, 11 Agustus 2023

Rifan Financindo Berjangka - Dolar AS Kamis Turun Setelah Data Inflasi AS Naik Dibawah Perkiraan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Dolar AS turun pada hari Kamis setelah data inflasi AS naik moderat bulan lalu, sementara klaim pengangguran awal naik di minggu terakhir, memperkuat ekspektasi Federal Reserve akan menghentikan kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya.

Indeks harga konsumen naik 0,2% bulan lalu, menyamai kenaikan di bulan Juni, Departemen Tenaga Kerja mengatakan pada hari Kamis. CPI naik 3,2% dalam 12 bulan hingga Juli, naik dari kenaikan 3,0% di bulan Juni, yang merupakan kenaikan tahunan terkecil sejak Maret 2021.

Tidak termasuk kategori makanan dan energi yang mudah menguap, CPI naik 0,2% di bulan Juli, sama dengan kenaikan di bulan Juni. Dalam 12 bulan hingga Juli, CPI inti tumbuh 4,7% setelah naik 4,8% di bulan Juni.

Futures pada benchmark fed fund rate telah memberi harga jeda dalam kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya dan untuk sisa tahun ini. Langkah berikutnya yang mungkin dilakukan oleh Fed adalah penurunan suku bunga pada Mei 2024, menurut suku bunga berjangka.

Sebuah laporan terpisah dari Departemen Tenaga Kerja pada hari Kamis menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara meningkat 21.000 menjadi 248.000 disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 5 Agustus. Ekonom memperkirakan 230.000 klaim untuk minggu terakhir.

Indeks dolar terakhir turun 0,2% pada 102,30, sementara euro naik 0,4% menjadi $1,1015. Dolar AS juga jatuh terhadap franc Swiss.

Terhadap yen, dolar mencapai level tertinggi lima minggu dan terakhir naik 0,5% di 144,43. Euro melonjak terhadap yen, mencapai level terkuatnya sejak Agustus 2008.

Analis sebagian mengaitkan tren lemah yen dengan harga minyak yang lebih tinggi, mengingat Jepang adalah importir minyak utama.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS bergerak lemah dengan kenaikan inflasi AS dibawah perkiraan. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 102.29-102.02. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 102.60-102.91 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

 

Kamis, 10 Agustus 2023

Rifan Financindo - Emas Melanjutkan Penurunan Ke Bawah $1,920

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas pada jam perdagangan sesi AS hari Rabu kembali  melanjutkan penuruna ke bawah $1,920 di sekitar $1,913, level terendah dalam sebulan.

Sementara dolar AS mulai melepaskan sebagian dari keuntungannya yang terakhir di Tengah kondisi pasar saham global yang lebih baik. Meskipun demikian turunnya dolar AS terbatas, membuat para pembeli bisa kembali datang lagi.

Dolar AS terapresiasi khususnya menghadapi rival – rival yang safe-haven dengan harga saham di bursa saham AS, Wall Street turun setelah pembukaan perdagangan dimulai, memangkas sedikit keuntungan yang diperoleh sebelumnya.

Partisipan pasar berjuang mencari arah di tengah meningkatnya ketidakpastian mengenai masa depan ekonomi dan kebijakan para bank sentral.

Setahun yang lalu, minat terhadap spekulasi bertaruh bahwa tahun ini siklus pengetatan akan berakhir. Dan memang pada mulanya para bank sentral dunia berjalan ke arah dari yang diperkirakan pasar. Namun dengan terus berjalannya waktu, kelihatannya semakin jauh dari yang diperkirakan. Sempat berhentinya sebentar kenaikan tingkat bunga tidak meniadakan kemungkinan untuk dinaikkannya kembali tingkat bunga pada bulan – bulan yang akan datang. Hal ini memberikan tekanan kuat terhadap harga emas untuk turun.

Hari – hari ini, fokus pasar berada pada AS dengan negara ini pada hari Jumat minggu lalu melaporkan bahwa Tingkat Pengangguran AS terkontraksi sebesar 3.5% pada bulan Juli, pertanda ketatnya pasar tenaga kerja.

Pada hari Kamis, AS akan merilis angka inflasi, Consumer Price Index (CPI) yang diperkirakan akan naik yang akan bisa membuat Federal Reserve AS cenderung untuk menaikkan lagi tingkat bunganya pada pertemuan yang akan datang.

Support & Resistance

Support terdekat menunggu di $1,907 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,898 dan kemudian $1,888.

Resistance terdekat menunggu di $1,922 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,934 dan kemudian $1,944- RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews

Rabu, 09 Agustus 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Dolar AS Mendekati Tertinggi 1 Bulan Lebih

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Posisi indeks dolar terkoreksi dari pembukaan yang sama dengan akhir rally sebelumnya pada  perdagangan forex sesi Eropa hari Rabu 9 Agustus.

Namun terhadap mayoritas rival utamanya dolar AS terpantau bergerak mixed dengan aussie dan poundsterling masih melanjutkan tekanan.

Dolar AS berakhir kuat di kisaran tertinggi 1 bulan lebih oleh  buruknya data ekspor China serta dipangkasnya peringkat kredit 10 bank kecil di AS oleh Moody’s.

Ekspor China turun 14,5% dari tahun sebelumnya di bulan Juli, sementara impor turun 12,5% sebagai tanda lemahnya permintaan luar negeri dan domestik.

Data tersebut mengancam prospek pemulihan dan menambah tekanan pada pemerintah China untuk stimulus tambahan.

Moody’s menurunkan peringkat untuk 10 bank kecil dan menengah dan memperingatkan 6 bank besar mungkin juga akan diturunkan peringkatnya.

Dari data ekonomi AS, defisit perdagangan AS  menyusut  ke level terendah 3 bulan pada bulan Juni karena anjloknya impor hingga turun 1%.

Sebuah laporan dari National Federation of Independent Business menunjukkan indeks NFIB Small Business Optimism naik menjadi 91,9 pada Juli,tertinggi sejak November 2022.

Indeks harian dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap semua rival utamanya  berada di posisi 102.47 setelah dibuka pada  kisaran 102.54 .

EURUSD

Terpantau kini pair rebound ke 1,0963  dengan rentang support harian berada di 1.0917 – 1.0862 dan rentang resisten di 1.1004 – 1.1060 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews.com

Selasa, 08 Agustus 2023

PT Rifan Financindo - Inflasi AS ditunggu Seiring Lonjakan Yields

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pasar logam saat ini berfokus pada data inflasi indeks harga konsumen AS yang akan terbit pada hari Kamis ini, untuk mendapatkan petunjuk lain mengenai kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Inflasi diperkirakan akan meningkat lagi setelah turun tajam di bulan Juni - sebuah skenario yang dapat mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Emas diekspektasi akan turun lebih lanjut karena angka inflasi yang kuat, sementara Dolar akan terapresiasi.

Potensi kenaikan suku bunga AS yang lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama telah menekan logam mulia ini dalam beberapa pekan terakhir, saat traders lebih memilih dolar bahkan ketika Fitch menurunkan rating utang AS.

Downgrade rating kredit Fitch juga memicu kenaikan kuat Treasury yields AS, yang menekan aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Logam mulia lainnya sedikit beragam pada hari Senin, tetapi juga alami penurunan tajam dari minggu lalu. Platinum naik 0,4%, sementara perak turun 0,2%. Sementara komoditas nikel turun 1,29% pada penutupan Sabtu, timah turun 1,15% Jumat di ICE London, bijih besi di 105,18 dan tembaga naik 0,06% pukul 09.03 WIB - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Senin, 07 Agustus 2023

PT Rifan - Inflasi AS Ditunggu Seiring Lonjakan Yields

PT RIFAN BANDUNG - Pasar logam saat ini berfokus pada data inflasi indeks harga konsumen AS yang akan terbit pada hari Kamis ini, untuk mendapatkan petunjuk lain mengenai kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Inflasi diperkirakan akan meningkat lagi setelah turun tajam di bulan Juni - sebuah skenario yang dapat mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Emas diekspektasi akan turun lebih lanjut karena angka inflasi yang kuat, sementara Dolar akan terapresiasi.

Potensi kenaikan suku bunga AS yang lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama telah menekan logam mulia ini dalam beberapa pekan terakhir, saat traders lebih memilih dolar bahkan ketika Fitch menurunkan rating utang AS.

Downgrade rating kredit Fitch juga memicu kenaikan kuat Treasury yields AS, yang menekan aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Logam mulia lainnya sedikit beragam pada hari Senin, tetapi juga alami penurunan tajam dari minggu lalu. Platinum naik 0,4%, sementara perak turun 0,2%. Sementara komoditas nikel turun 1,29% pada penutupan Sabtu, timah turun 1,15% Jumat di ICE London, bijih besi di 105,18 dan tembaga naik 0,06% pukul 09.03 WIB - PT RIFAN BANDUNG

Sumber : investing

Jumat, 04 Agustus 2023

Rifan Financindo Berjangka - Tekanan Jual Wall Street Berkurang Oleh Aksi Bargain Hunting Jelang Rilis Data NFP AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Tekanan jual pada saham Wall Street masih berlangsung sebelum aksi bargain hunting jelang penutupan perdagangan Jumat dinihari (4/8).

Semua indeks utama ditutup pada zona merah yang masih dipengaruhi kekhawatiran utang AS pasca pemangkasan kredit oleh Fitch Ratings dan juga data klaim pengangguran.

Indeks Dow Jones turun  0,2% menjadi 35.215,89, Nasdaq turun tipis  0,1% menjadi 13.959,72 dan S&P 500 merosot  0,3% menjadi 4.501,89.

Jelang penutupan investor mulai melakukan aksi bargain hunting namun dengan volume moderat jelang rilis data NFP AS malam ini.

Data klaim pengangguran AS di pekan yang berakhir 29 Juli naik hingga 227.000, meningkat 6.000 dari data sebelumnya di 221.000.

Kemudian data PMI sektor jasa menurut Institute for Supply Management merosot ke 52,7 pada Juli dari 53,9 pada Juni, lebih rendah dari perkiraan turun tipis ke 53,0.

Pelemahan sektoral dipimpin oleh saham maskapai penerbangan hingga menyeret Indeks NYSE Arca Airline turun sebesar 3,2% ke level penutupan terendah dalam hampir 2 bulan.

Saham Southwest Airlines  membukukan kerugian besar setelah Jefferies menurunkan peringkat saham perusahaan menjadi Underperform dari Hold.

Pelemahan yang signifikan juga terlihat pada saham utilitas yang sensitif terhadap suku bunga dengan turunnya Dow Jones Utility Average sebesar 2,7%.

Namun pergerakan sebaliknya terjadi pada saham  gas alam  seiring dengan lonjakan  harga komoditas global seperti minyak mentah - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Kamis, 03 Agustus 2023

Rifan Financindo - Harga Emas Makin Lesu


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas semakin menderita hingga menyentuh level terendah dalam 15 hari perdagangan.  Pada perdagangan Rabu (2/8/2023) harga emas di pasar spot ditutup di posisi US$ 1.933,56 per troy ons. Harganya ambruk 0,54%.

Pelemahan tersebut memperpanjang derita emas yang juga jatuh 1% pada Selasa. Dalam dua hari terakhir, harga emas sudah jeblok 1,56%.

Harga emas sedikit membaik pada hari ini. Pada perdagangan Kamis (3/8/2023) pukul 06:14 WIB, harga emas ada di posisi US$ 1.935,62 per troy ons atau menguat 0,11%.

Harga emas masih tertekan oleh menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) dan yield atau imbal hasil surat utang pemerintah AS terbang.

Indeks dolar ditutup pada posisi 102,59, atau terkuat sejak 6 Juli tahun ini.
Sementara itu, imbal hasil surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun melesat ke 4,047% kemarin, tertinggi sejak 7 Juli 2023.

Imbal hasil surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun setelah Fitch Ratings telah menurunkan surat utang pemerintah Amerika Serikat (AS) dari AAA menjadi AA+

Kondisi ini membuat emas tertekan. Sang logam mulia tidak menawarkan imbal hasil sehingga menguatnya imbal hasil surat utang pemerintah AS membuat emas kurang bisa bersaing.

Analis dari Marex, Edward Meir, menjelaskan pergerakan emas saat ini berbeda bila dibandingkan pada Agustus 2011 di saat Standard & Poor's (S&P) memangkas surat utang AS.

Pergerakan emas saat itu melambung hingga 3,15%. Harga emas bahkan melonjak 7,8% dalam tiga hari setelah S&P memangkas rating.
"Terakhir kali S&P mendowngrade pada 2011, market bergerak liar. Namun, reaksi yang sama tidak terjadi pada saat ini. Pelaku pasar lebih banyak mengamati," ujar Meir, dikutip dari Reuters.

Emas juga melemah karena transaksi perdagangan emas dalam bentuk fisik sangat sedikit di berbagai belahan dunia.

"Perdagangan emas di mana-mana sangat lengang baik di China, India, dan Timur Tengah. Tidak banyak juga institusi yang tertarik membeli emas pada saat ini. Pelaku pasar masih menunggu data ekonomi AS," tutur analis StoneX, Rhona O'Connell.

Sebagai informasi, AS pada Jumat pekan ini akan mengumumkan data pengangguran. Angka pengangguran diharapkan menurun atau paling tidak stagnan di angka 3,6%.
Jika data pengangguran terus melandai maka ada harapan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) tidak akan mengerek suku bunga pada September mendatang -
RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia