Selasa, 03 Oktober 2023

PT Rifan Financindo - EUR/USD Berbalik Turun Setelah Data AS

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pasangan mata uang EUR/USD berada di bawah tekanan bearish baru dan telah berbalik turun di bawah level 1.0500, sekitar 1.0499, selama sesi perdagangan AS pada hari Senin setelah dirilisnya data Purchasing Manager Index (PMI) AS bulan September oleh Institute for Supply Management (ISM).

Data PMI AS yang dirilis oleh ISM menunjukkan bahwa PMI manufaktur AS bulan September lebih baik daripada yang diperkirakan. Hal ini mendorong dolar AS untuk melanjutkan reli-nya dan memberikan tekanan pada pasangan mata uang EUR/USD. Indeks dolar AS naik sebesar 0,64% menjadi 106,482.

PMI manufaktur AS bulan September dari ISM mencatat angka 49%, lebih tinggi daripada angka bulan Agustus sebesar 47,6%, dan juga lebih baik daripada perkiraan pasar yang sebesar 47,9%.

Pada sesi perdagangan Eropa, pasangan mata uang EUR/USD sempat berada di level tertingginya di 1.0591. Sentimen pasar cukup positif di awal perdagangan minggu, bulan, dan kuartal baru.

Amerika Serikat berhasil menghindari penutupan pemerintahan setelah Kongres mencapai kesepakatan pada menit terakhir, sementara data ekonomi dari China pada akhir minggu memberikan kabar baik. PMI manufaktur Caixin China untuk bulan September mencatat angka 50,6, sementara indeks sektor jasa mencatat angka 50,2. Kedua angka ini berada di atas 50, yang menandakan ekspansi dalam ekonomi China.

Dalam hal level support dan resistance, "support" terdekat menunggu di 1.0485. Jika level ini berhasil ditembus, maka akan berlanjut ke 1.0440, dan selanjutnya 1.0395. Sementara itu, "resistance" terdekat berada di 1.0550. Jika level ini berhasil ditembus, maka akan berlanjut ke 1.0600, dan kemudian 1.0650 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews

 

Senin, 02 Oktober 2023

PT Rifan - Inflasi PCE Menjadi Fokus, Dolar Dan Yields Turun

 

PT RIFAN BANDUNG - Dolar turun sebesar 0,2% di perdagangan Asia, seperti halnya Treasury yields 10 tahun, setelah mencatat pencapaian kuat minggu ini.

Pasar saat ini tengah menunggu untuk melihat apakah rally memiliki lebih banyak dasar, dengan personal consumption expenditures/PCE - pengukur inflasi pilihan Fed - yang akan terbit pada hari ini.

Analis memperkirakan angkanya akan meningkat di bulan Agustus dari bulan sebelumnya, mengikuti peningkatan inflasi konsumen di tengah tekanan naiknya harga bahan bakar yang lebih tinggi dan belanja ritel stabil.

Angka inflasi yang lebih kuat memberikan ruang bagi the Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi. Bank sentral mengatakan pekan lalu bahwa mereka berpotensi menaikkan suku bunga sekali lagi pada tahun 2023, dan akan memangkasnya dengan margin yang lebih kecil hingga tahun 2024.

Suku bunga yang tinggi menjadi pertanda buruk bagi emas, mengingat ini meningkatkan biaya peluang untuk berinvestasi dalam emas - PT RIFAN

Sumber : investing

Jumat, 29 September 2023

Rifan Financindo Berjangka - Inflasi PCE Menjadi Fokus, Dolar Dan Yields Turun

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Dolar turun sebesar 0,2% di perdagangan Asia, seperti halnya Treasury yields 10 tahun, setelah mencatat pencapaian kuat minggu ini.

Pasar saat ini tengah menunggu untuk melihat apakah rally memiliki lebih banyak dasar, dengan personal consumption expenditures/PCE - pengukur inflasi pilihan Fed - yang akan terbit pada hari ini.

Analis memperkirakan angkanya akan meningkat di bulan Agustus dari bulan sebelumnya, mengikuti peningkatan inflasi konsumen di tengah tekanan naiknya harga bahan bakar yang lebih tinggi dan belanja ritel stabil.

Angka inflasi yang lebih kuat memberikan ruang bagi the Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi. Bank sentral mengatakan pekan lalu bahwa mereka berpotensi menaikkan suku bunga sekali lagi pada tahun 2023, dan akan memangkasnya dengan margin yang lebih kecil hingga tahun 2024.

Suku bunga yang tinggi menjadi pertanda buruk bagi emas, mengingat ini meningkatkan biaya peluang untuk berinvestasi dalam emas - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Selasa, 26 September 2023

PT Rifan Financindo - Emas Turun Karena Menguatnya Dolar AS

 

\PT RIFAN BANDUNG - Harga emas diperdagangkan turun ke sekitar $1,911 per troy ons. Penurunan harga emas disebabkan karena menguatnya dolar AS dimana indeks dolar AS naik 0.12% ke 105.814.

Dolar AS terus mendapatkan dukungan naik dengan para pembuat kebijakan dari the Fed terus mempertahankan sikap yang hawkish untuk pertemuan kebijakan moneter berikutnya. Selain itu dolar AS juga ditopang oleh ketangguhan ekonomi AS.

Ketangguhan ekonomi AS membuat the Fed berpegang teguh untuk tetap mempertahankan tingkat bunga cukup restriktif dalam jangka waktu yang lebih lama agar inflasi dapat terkontrol. Hal ini membuat para investor menjadi berhati-hati terhadap outlook ekonomi AS, karena akan bisa berdampak terhadap tingkat pengangguran, memperlambat permintaan terhadap tenaga kerja dan membuat aktifitas faktori menjadi lebih rentan.

Sementara partisipan pasar berharap agar ekonomi AS terus berjalan di jalur yang baik, dimana inflasi turun tanpa mempengaruhi pertumbuhan sehingga membuat the Fed akan bisa mempertahankan tidak menaikkan tingkat bunga lagi.

Stabilnya permintaan, mantapnya pertumbuhan upah dan kuatnya belanja konsumen mendemonstrasikan kekuatan perekonomia AS, sementara kontraksi di Purchasing Manager Index (PMI) masih merupakan keprihatinan.

Support & Resistance

Support terdekat menunggu di $1,910 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,900 dan kemudian $1,889.

Resistance terdekat menunggu di $1,926 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,929 dan kemudian $1,941 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews

Senin, 25 September 2023

PT Rifan - Prospek Suku Bunga Yang Lebih Tinggi Hadirkan Lebih Banyak Tekanan Untuk Emas

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas sedikit naik saat dolar turun dari level tertinggi enam bulan dalam perdagangan semalam. Namun, greenback masih relatif menguat, di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga AS.

The Fed menahan suku bunga stabil minggu ini, namun memperingatkan bahwa inflasi yang tinggi dapat mendorong setidaknya satu kali kenaikan lagi tahun ini.

Bank sentral juga mengatakan bahwa kemungkinan akan menjaga suku bunga di atas 5% hingga 2024, mengecewakan ekspektasi pasar untuk setidaknya empat kali pemotongan suku bunga tahun depan.

Potensi suku bunga tinggi yang lebih lama memberikan lebih banyak hambatan bagi emas, pasalnya hal ini meningkatkan biaya peluang berinvestasi dalam aset yang tidak menghasilkan imbal hasil. Tren ini telah memukul emas sepanjang tahun lalu, dan memberikan sedikit keuntungan bagi logam mulia.

Namun, emas bisa diuntungkan dari beberapa permintaan safe haven jangka pendek, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran atas shutdown pemerintah AS. Meskipun secara historis, emas telah mendapat sedikit bantuan selama shutdown di masa lalu, emas masih dapat menarik buyers jika sentimen pasar yang lebih luas memburuk - PT RIFAN

Sumber : investing

Kamis, 21 September 2023

Rifan Financindo - Emas Menguat Untuk Sesi Ke-5, Pertahankan Kenaikan Setelah Putusan Fed

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), lebih tinggi untuk sesi kelima berturut-turut, menandai kenaikan sesi harian terpanjang sejak Januari, menurut Dow Jones Market Data ditopang oleh melemahnya dolar AS.


Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terangkat 13,40 dolar AS atau 0,69 persen, menjadi ditutup pada 1.967,10 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh tertinggi sesi di 1.968,90 dolar AS dan terendah di 1.948,60 dolar AS .
 

Emas berjangka terkerek 0,30 dolar AS atau 0,02 persen menjadi 1.953,70 dolar AS pada Selasa (19/9/2023), setelah bertambah 7,20 dolar AS atau 0,37 persen menjadi 1.953,40 dolar AS pada Senin (18/9/2023), dan melonjak 13,40 dolar AS atau 0,69 persen menjadi 1.946,20 dolar AS pada Jumat
Tak lama setelah perdagangan ditutup, pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berakhir dengan pengumuman, yang mengindikasikan bahwa The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah seperti yang diharapkan, namun tidak mengesampingkan kenaikan suku bunga pada November.


Bank sentral memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan fed fund di kisaran 5,25 persen hingga 5,50 persen, seperti yang diantisipasi. Selain itu, bank juga mengindikasikan kenaikan suku bunga tambahan pada tahun ini. Setelah pengumuman ini, emas untuk Desember diperdagangkan pada 1.963,80 dolar AS per ounce di perdagangan elektronik.


Federal Reserve memperkirakan perekonomian AS akan mengalami soft landing, dengan memperkirakan suku bunga The Fed akan turun dari 5,6 persen pada tahun 2023 menjadi 5,1 persen pada tahun 2024, dan PDB AS akan meningkat sebesar 2,1 persen pada tahun 2023 dan 1,5 persen pada tahun 2024.


The Fed selanjutnya memperkirakan dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2024, bukan empat kali.
Meskipun ada keputusan Federal Reserve dan sinyal kenaikan suku bunga lagi tahun ini, emas berjangka berhasil mempertahankan kenaikannya. Pergerakan harga ini menggarisbawahi hubungan dinamis antara keputusan kebijakan moneter dan komoditas seperti emas.


Bank Sentral Jepang dan Bank Sentral Inggris juga diperkirakan akan mengumumkan keputusan suku bunga mereka pekan ini.


Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 38 sen atau 1,62 persen, menjadi ditutup pada 23,836 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober terpangkas 6,10 dolar AS atau 0,64 persen, menjadi menetap pada 942,30 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : antaranews



Rabu, 20 September 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa Saham Eropa Melemah, Rapat Fed Dan Inflasi Eropa Jadi Sorotan

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Bursa saham Eropa akan dibuka turun pada hari Selasa (19/09). Investor kini menunggu dimulainya rapat kebijakan dua hari penting dari Federal Reserve AS serta rilis lebih banyak data inflasi dari zona euro.

Pukul 13.00 WIB, DAX futures di Jerman turun 0,2%, CAC 40 futures di Perancis turun 0,3% dan FTSE 100 futures di Inggris turun 0,2%.

Rapat Fed dorong kehati-hatian

Investor cenderung berhati-hati dalam memulai perdagangan hari Selasa. Pasar menunggu berita dari Washington ketika para pengambil kebijakan Federal Reserve mulai mendiskusikan tanggapannya terhadap prospek ekonomi AS.

Bank sentral AS diharap akan mempertahankan suku bunga stabil di kisaran 5,25% hingga 5,50% ketika rapat berakhir pada hari Rabu, setelah menaikkan suku bunga dalam 11 dari 12 rapat terakhir dalam upaya untuk mendinginkan inflasi.

Namun pasar tidak sepenuhnya sepakat apakah the Fed akan berhenti menaikkan suku bunga saat ini atau akan menaikkan suku bunga sekali lagi tahun ini, karena inflasi masih berada di atas target 2% - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing