Senin, 06 Mei 2024

PT Rifan - Harga Emas Hadapi Potensi Sideways

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas pekan lalu secara mingguan turun untuk pekan kedua berturut-turut, dengan harga menetap tepat di atas ambang batas $2.300.

Harga emas di tengah volatilitas yang relatif moderat menyusul perkembangan pasar utama, terutama pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve pada pertengahan minggu dan rilis laporan ketenagakerjaan AS pada hari Jumat.

Penurunan harga emas diluar perkiraan ketika terjadi penurunan imbal hasil (yield) obligasi AS, turun tajam setelah Ketua Fed Powell menolak gagasan untuk melanjutkan kenaikan suku bunga.

Sikap dovish ini memberikan rasa optimisme ke pasar, meningkatkan perdagangan aset-aset berisiko yang membebani pergerakan harga emas.

Pergerakan Harga Emas Pekan Ini

Pergerakan harga emas berpotensi positif sejalan lemahnya pergerakan dolar AS secara fundamental oleh meningkatnya sinyal kerentanan ekonomi dan rencana The Fed untuk memulai pelonggaran moneternya.

Kalender data dan peristiwa ekonomi relatif sepi pekan ini, namun keputusan kebijakan moneter terbaru Bank of England dan juga komentar beberapa pejabat Fed akan mempengaruhi pergerakan harga emas.

Namun mengingat rally harga emas yang signifikan terlihat pada tahun ini dengan sentimen yang berbalik dari fundamentalnya, tidak mengherankan jika harga emas lanjut tertekan atau diperdagangkan sideways.

Pergerakan Teknikal Harga Emas

Harga emas akhir pekan lalu alami tekanan lanjutan hingga tembus support kuat mingguannya, sehingga jika dilihat dari indikator CCI menunjukkan bahwa emas sudah oversold.

Awal pekan ini harga emas berusaha rebound dari kisaran supportnya, jika pendakian tembus kisaran $2316 berpotensi naik ke R1. Jika R1 ditembus berpotensi melompat ke resisten lemah di $2350 – $2378.

Namun jika tidak mampu rebound, akan alami tekanan lanjutan ke kisaran $2285 sebelum ke S1, Jika tembus S1 berpotensi meluncur terus ke S2 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews

Jumat, 03 Mei 2024

Rifan Financindo Berjangka - Ada Yang Bilang Koreksi Harga Emas Bisa Lebih Dalam

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia jatuh pada perdagangan kemarin. Namun pagi ini, harga sang logam mulia naik meski terbatas.

harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.300,67/troy ons. Turun 0,91% dibandingkan hari sebelumnya.

Pagi ini, harga sudah kembali ke jalur hijau. Pada pukul 06:52 WIB, harga emas naik 0,12% ke US$ 2.303,4/troy ons.

Dalam seminggu terakhir, harga emas turun 1,16% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, kenaikan harganya tinggal 0,18%.

Faktanya, suku bunga tidak akan turun dalam waktu dekat. Harga emas mungkin akan mengalami koreksi lebih dalam dari apa yang sudah kita lihat,” tegas Ole Hansen, Commodities Strategist dj Saxo Bank A/S, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Kemarin dini hari waktu Indonesia, Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve mengumumkan hasil rapat Komite Pengambil Kebijakan (Federal Open Market Committee/FOMC). Hasilnya, suku bunga acuan kembali ditahan di 5,25-5,5%. Ini adalah level tertinggi dalam 22 tahun terakhir.

“Saya tidak tahu butuh waktu berapa lama. Saya hanya bisa bilang, saat kami mendapatkan keyakinan maka suku bunga bisa turun, dan saya belum tahu kapan itu terjadi,” tegas Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell, seperti diwartakan Bloomberg News.

Dalam rapat Maret, Powell menyebut Federal Funds Rate sudah layak (appropriate) untuk diturunkan “tahun ini”. Namun kalimat itu tidak terulang lagi.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas kurang menguntungkan dalam iklim suku bunga tinggi.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas sebenarnya masih menghuni zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 50,96. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Namun RSI emas tipis saja di atas 50. Oleh karena itu, boleh dibilang netral, tidak terlalu bullish.

Sementara indikator Stochastic RSI berada di 12,23. Sudah di bawah 20, tergolong jenuh jual (oversold).

Jadi dalam waktu dekat, harga emas bisa bangkit walau terbatas. Target resisten terdekat adalah US$ 2.309/troy ons. Jika tertembus, maka US$ 2.318/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.

Sedangkan target support terdekat adalah US$ 2.293/troy ons. Penembusan di titik ini bisa membawa harga emas turun lagi menuju US$ 2.264/troy ons - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : bloomberg

 

Kamis, 02 Mei 2024

Rifan Financindo - The Fed Umumkan Akan Memperlambat Laju Pengetatan Kuantitatif Mulai 1 Juni

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve mengumumkan keputusannya untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah seperti yang diperkirakan pada Kamis dinihari.

The Fed memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal pada 5,25 hingga 5,50 persen untuk mendukung tujuan gandanya yaitu lapangan kerja maksimum dan inflasi pada tingkat 2% dalam jangka panjang.

Federal Reserve AS beralasan kurangnya kemajuan lebih lanjut menuju sasaran inflasi 2 persen dalam beberapa bulan terakhir.

The Fed juga mengumumkan akan memperlambat laju pengetatan kuantitatifnya mulai tanggal 1 Juni.

Ketua Fed Jerome Powell sampaikan bahwa meskipun bank sentral memperhatikan risiko inflasi, tidak mungkin langkah selanjutnya adalah menaikkan suku bunga.

Mereka memerlukan keyakinan yang lebih besar agar inflasi bergerak secara berkelanjutan menuju angka 2% sebelum mereka mempertimbangkan penurunan suku bunga.

Sementara itu, The Fed juga mengatakan akan terus mengurangi kepemilikannya pada surat berharga Treasury dan surat hutang lembaga serta surat berharga berbasis hipotek lembaga.

Namun The Fed mengatakan akan memperlambat laju penurunan kepemilikan sekuritasnya dengan mengurangi batas pelunasan bulanan sekuritas Treasury dari $60 miliar menjadi $25 miliar.

Batas pelunasan bulanan utang lembaga dan sekuritas berbasis hipotek lembaga akan dipertahankan sebesar $35 miliar, dan The Fed akan menginvestasikan kembali pembayaran pokok apa pun yang melebihi batas tersebut ke dalam sekuritas Treasury.

Pertemuan kebijakan moneter The Fed berikutnya dijadwalkan pada 11-12 Juni, dengan bank sentral AS tersebut kemungkinan akan mempertahankan suku bunganya tidak berubah lagi.

Pertemuan bulan Juni sebelumnya dipandang sebagai kemungkinan target penurunan suku bunga, namun kemungkinan tersebut telah menurun drastis menyusul data terbaru yang menunjukkan inflasi yang tidak berubah - RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews

 

Selasa, 30 April 2024

PT Rifan Financindo - Harga Emas Turun Karena Kegelisahan Suku Bunga Meningkat Jelang Pertemuan Fed

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun di perdagangan Asia pada hari Selasa, tetap berada di bawah puncak baru-baru ini karena kekhawatiran akan kenaikan suku bunga AS yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama tumbuh sebelum pertemuan Federal Reserve minggu ini.

Melemahnya permintaan safe haven juga membebani, terutama karena laporan terbaru menunjukkan pembicaraan gencatan senjata baru antara Israel dan Hamas. Hal ini membuat emas semakin rentan terhadap risiko yang didorong oleh suku bunga.

Spot gold Harga emas untuk pengiriman Desember turun 0,4% menjadi $2,326.45 per ons, sementara gold futures yang akan jatuh tempo pada bulan Juni turun 0,9% menjadi $2,337.30 per ons pada pukul 07:44 WIB. Harga spot diperdagangkan lebih dari $100 di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada awal April.

Namun, terlepas dari penurunan baru-baru ini, harga emas masih diperdagangkan lebih dari 4% untuk bulan April, memperpanjang kenaikan besar yang terlihat pada bulan Maret - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing



 

Senin, 29 April 2024

PT Rifan - Bursa Wall Street Akhir Pekan Melonjak, S&P 500 Dan Nasdaq Raih Kenaikan Mingguan Terbaik Sejak November

PT RIFAN BANDUNG - Bursa Saham AS melonjak pada akhr pekan hari Jumat, dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mencatatkan minggu terbaiknya sejak bulan November karena saham-saham perusahaan teknologi besar menguat karena pendapatan yang kuat dan para pedagang mencerna data inflasi AS yang baru.

S&P 500 naik 1,02% menjadi berakhir di 5.099,96.
Nasdaq yang sarat teknologi naik 2.03% menjadi ditutup pada 15,927.90.
Dow Jones naik 153.86 poin, atau 0.4%, menjadi berakhir pada 38,239.66.

S&P dan Nasdaq meraih minggu terbaiknya sejak November. S&P melonjak 2,7% untuk menghentikan penurunan tiga minggu berturut-turut, sementara Nasdaq naik 4,2% untuk minggu positif pertama dalam lima minggu. Dow naik tipis 0,7%.

Saham mendapat dorongan dari hasil yang kuat dari Alphabet dan Microsoft setelah penutupan perdagangan hari Kamis.

Alphabet melonjak lebih dari 10% karena pendapatan kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan dan mencatat hari terbaiknya sejak Juli 2015. Perusahaan juga mengesahkan dividen pertamanya dan pembelian kembali senilai $70 miliar.

Microsoft menambahkan hampir 2% karena pembuat perangkat lunak tersebut membukukan hasil fiskal kuartal ketiga yang kuat dan menunjukkan percepatan pertumbuhan cloud.

Kedua perusahaan telah mengesankan investor dengan tidak hanya berinvestasi pada kecerdasan buatan, namun juga dengan menunjukkan pendapatan.

Investor juga menganalisis pengeluaran konsumsi pribadi inti bulan Maret menyusul serentetan laporan yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan dan inflasi yang stagnan. Indeks tersebut, tidak termasuk makanan dan energi, naik 2,8% dari tahun lalu dan melampaui ekspektasi Dow Jones sebesar 2,7%. Belanja pribadi naik 0,8%, lebih tinggi dari perkiraan 0,7%.

Musim pendapatan yang sibuk berlanjut minggu depan, yang dipimpin oleh hasil dari raksasa teknologi Apple dan Amazon. Keputusan suku bunga Federal Reserve berikutnya akan diumumkan pada hari Rabu - PT RIFAN

Sumber : vibiznews

Jumat, 26 April 2024

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Stabil Karena Premi Risiko

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas stabil pada hari Rabu karena premi risiko atas ketegangan di Timur Tengah mereda. Sementara investor menunggu data ekonomi AS, yang akan dirilis minggu ini, yang dapat memberikan petunjuk mengenai jalur suku bunga Federal Reserve.

Harga emas di pasar spot naik 0,1% menjadi USD 2,323.92 per ounce, setelah mencapai level terendah sejak 5 April di sesi sebelumnya. Harga emas berjangka AS turun 0,2% menjadi USD 2,336.90.

Harga emas batangan telah jatuh lebih dari USD 100 setelah mencapai rekor tertinggi USD 2,431.29 pada 12 April.

Indeks dolar AS menguat 0,2%, membuat emas batangan yang dihargakan dalam greenback kurang menarik bagi pembeli luar negeri.

Pasar emas dan perak mengalami koreksi seiring dengan meredanya konflik Timur Tengah. Pertanyaan kuncinya adalah apakah koreksi ini akan berubah menjadi tren penurunan harga jangka pendek yang menandakan puncak pasar telah terjadi,” kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

Fokus pasar kembali pada laporan ekonomi dan The Fed. Jika kita melihat data inflasi yang tinggi, maka akan lebih sulit bagi Fed untuk menurunkan suku bunga dan emas bisa turun hingga di bawah USD 2.200," tambahnya - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : liputan6

 

Kamis, 25 April 2024

Rifan Financindo - Keuntungan Wall Street Moderat, Nasdaq Diperkuat Lonjakan Saham Tesla

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bursa saham Wall Street berakhir mixed dengan hanya Dow Jones yang terkoreksi dari lonjakan sebelumnya pada Kamis dinihari.

Indeks Nasdaq menguat paling besar merespon lonjakan saham Tesla hingga naik 12,1% setelah umumkan berencana untuk memulai produksi model baru dengan harga terjangkau pada awal tahun 2025.

Nasdaq naik tipis 0,1% menjadi 15.712,75, S&P500 naik 0,03% menjadi 5.071,63 dan Dow Jones turun tipis 0,1% menjadi 38.460,92.

Awal sesi terjadi profit taking dan dibatasi merespon berita laporan pendapatan perusahaan terbaru, tekanan juga bertambah oleh rilis data durable goods order yang meningkat melebihi perkiraan.

Kuatnya rilis data ekonomi AS terbaru memberikan kekhawatiran akan perpanjangan pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve.

Data pesanan barang tahan lama melonjak sebesar 2,6% pada bulan Maret setelah naik sebesar 0,7% yang direvisi turun pada bulan Februari. Para ekonom memperkirakan pesanan barang tahan lama akan melonjak sebesar 2,3%.

Secara sektoral, saham-saham transportasi menunjukkan pergerakan turun yang signifikan hari ini, menyeret Dow Jones Transportation Average turun sebesar 2,3%.

Pelemahan yang cukup besar juga terlihat pada saham-saham perumahan, sebagaimana tercermin dari penurunan 1,2% yang dicatat oleh Indeks Sektor Perumahan Philadelphia.

Saham farmasi dan ritel juga mengalami pelemahan, sementara saham semikonduktor menunjukkan kinerja yang kuat menyusul hasil yang optimis dari Texas Instruments.

Sebaliknya pergerakan positif terlihat pada saham teknologi seperti di sektor semikonduktor, Indeks Semikonduktor Philadelphia dengan naik 1,1%.

Saham Tesla melonjak 12,1% meskipun pembuat kendaraan listrik itu melaporkan hasil kuartal pertama yang lebih lemah dari perkiraan - RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews