Emas secara historis selalu menjadi aset pilihan utama selama masa krisis karena sifatnya yang universal dan bebas dari risiko gagal bayar. Lonjakan harga yang terjadi hari ini mencerminkan tingginya permintaan terhadap perlindungan nilai di tengah ancaman gangguan rantai pasok global akibat konflik tersebut.
Meskipun dolar AS juga sering dianggap sebagai aset aman, namun emas kali ini terlihat lebih unggul karena faktor kelangkaan dan nilai intrinsiknya. Pasar memperkirakan volatilitas akan tetap tinggi selama belum ada penyelesaian diplomatik yang jelas di antara pihak-pihak yang sedang bersengketa.
Tim riset kami menyarankan agar para nasabah memantau berita internasional secara berkala untuk mengantisipasi pergerakan harga yang mendadak. Strategi defensif dengan menempatkan sebagian dana pada emas dianggap sebagai langkah yang sangat bijaksana dalam menghadapi dinamika pasar saat ini - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.
sumber : newsmaker.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar