Dampaknya untuk hari ini, premi risiko geopolitik kembali masuk ke dalam harga emas, mengabaikan sementara tekanan yang datang dari penguatan indeks dolar Amerika Serikat. Terlihat adanya aliran dana masuk ke kontrak berjangka emas sebagai langkah proteksi terhadap kemungkinan skenario terburuk dalam hubungan internasional. Sentimen ini memberikan energi tambahan bagi emas untuk merangkak naik dan mencoba menguji level resistensi teknis berikutnya pada sesi perdagangan Eropa sore hari ini.
Kekhawatiran akan dampak inflasi dari kenaikan biaya logistik global akibat konflik tersebut juga turut mendukung harga emas sebagai lindung nilai inflasi. Para pelaku pasar melihat bahwa gangguan rantai pasok yang berkepanjangan dapat memaksa harga barang tetap tinggi, yang pada akhirnya menguntungkan logam mulia. Dinamika ini membuat emas tetap menjadi primadona di tengah pasar modal yang sedang mengalami tekanan akibat ketidakpastian keamanan dunia yang terus berkembang belakangan ini.
Forecast nanti malam memproyeksikan emas akan terus mendapatkan dukungan beli selama situasi di wilayah konflik belum menunjukkan tanda-tanda pendinginan. Harga diperkirakan akan bergerak volatil dengan bias menguat saat sesi perdagangan New York merespons perkembangan berita geopolitik terbaru malam nanti. Penutupan perdagangan malam ini diprediksi akan berada di zona positif, mencerminkan tingginya permintaan terhadap aset safe haven di tengah situasi dunia yang sedang mengalami gejolak politik yang cukup serius - PT RIFAN BANDUNG
sumber : newsmaker.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar