Rabu, 20 Mei 2026

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Reli Imbal Hasil Obligasi Tekan Daya Tarik Emas di Pasar Berjangka


HARGA EMAS HARI INI tertekan oleh kenaikan lanjutan pada imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat yang mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan. Kenaikan yield ini membuat biaya peluang (opportunity cost) untuk memegang emas—aset yang tidak menghasilkan bunga—menjadi jauh lebih mahal bagi para investor besar. Sebagai akibatnya, terjadi rotasi modal keluar dari instrumen logam mulia ke arah pasar surat utang yang menawarkan imbal hasil yang lebih menarik.

Sentimen ini diperburuk oleh pernyataan hawkish dari beberapa pejabat bank sentral yang menegaskan komitmen mereka untuk tetap menjaga suku bunga pada level tinggi hingga target inflasi tercapai. Narasi ini secara langsung membatasi ruang bagi emas untuk mencatatkan kenaikan, meskipun ada faktor pendukung lain seperti ketidakpastian geopolitik. Tekanan jual di pasar emas berjangka terlihat cukup dominan selama sesi perdagangan pagi di Asia dan Eropa.

Meskipun sedang berada dalam tekanan, para pengamat pasar melihat bahwa penurunan ini masih dalam koridor yang wajar dan bukan merupakan indikasi pembalikan tren jangka panjang. Permintaan emas fisik untuk industri dan kebutuhan perhiasan tetap menjadi bantalan yang menahan harga agar tidak jatuh terlalu jauh. Banyak investor jangka panjang justru melihat pelemahan ini sebagai kesempatan untuk melakukan diversifikasi dengan biaya yang lebih rendah.

Forecast untuk perdagangan nanti malam menunjukkan emas akan bergerak dalam tekanan jual terbatas. Pergerakan harga akan sangat bergantung pada respons pasar terhadap lelang obligasi pemerintah AS nanti. Jika permintaan lelang tinggi dan yield cenderung turun, emas berpeluang untuk rebound. Investor disarankan untuk memantau level dukungan psikologis di bawah sebagai titik krusial untuk menentukan kelanjutan posisi perdagangan - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar