Tampilkan postingan dengan label pt. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pt. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 November 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas Berjangka Konsolidasi Menjelang Pidato Ketua Federal Reserve Mengenai Prospek Ekonomi

 

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka bergerak dalam rentang perdagangan yang ketat hari ini, menunjukkan fase konsolidasi menjelang pidato penting dari Ketua Federal Reserve (The Fed) mengenai prospek ekonomi AS dan arah kebijakan moneter. Pidato ini sangat dinantikan karena dapat memberikan petunjuk baru tentang jalur kenaikan suku bunga di masa depan dan rencana The Fed untuk mengendalikan inflasi. Ketidakpastian mengenai nada pidato membatasi pergerakan harga emas.

Para trader emas menahan diri untuk mengambil posisi besar, khawatir bahwa nada hawkish yang kuat dari Ketua The Fed dapat memicu lonjakan imbal hasil obligasi dan penguatan dolar AS, yang akan menekan harga emas. Sebaliknya, jika pidato tersebut lebih dovish, menunjukkan adanya jeda dalam kenaikan suku bunga, hal itu dapat memicu reli emas yang signifikan. Emas kini berada dalam mode "tunggu dan lihat" yang hati-hati.

Konsolidasi harga mencerminkan penyeimbangan antara dukungan yang berasal dari risiko geopolitik dan kekhawatiran inflasi yang terus-menerus, dan tekanan yang disebabkan oleh kekhawatiran akan kenaikan suku bunga yang lebih lanjut. Volume perdagangan emas berjangka cenderung menurun menjelang peristiwa besar The Fed, menunjukkan kehati-hatian investor.

Prospek jangka pendek emas berjangka akan sangat ditentukan oleh pidato Ketua The Fed. Analis pasar memperkirakan volatilitas harga yang tinggi segera setelah pidato tersebut. Investor disarankan untuk memprioritaskan manajemen risiko dan menunggu kejelasan dari komentar The Fed, karena ini akan menjadi katalis utama untuk pergerakan harga emas. Emas kini berada di bawah bayang-bayang kebijakan moneter AS. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Senin, 21 Juli 2025

PT RIFAN BANDUNG - Peningkatan Minat Investor Institusional pada Emas Berjangka

 

HARGA EMAS HARI INI - Minat dari investor institusional terhadap emas berjangka menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, menjadi indikator penting terhadap kepercayaan pasar terhadap logam mulia ini. Dana lindung nilai, dana pensiun, dan manajer aset besar semakin mengalokasikan sebagian portofolio mereka ke emas berjangka, baik sebagai lindung nilai inflasi, diversifikasi, maupun aset safe-haven di tengah volatilitas pasar yang berkepanjangan. Peningkatan partisipasi institusional ini seringkali membawa likuiditas yang lebih besar ke pasar dan dapat memperkuat tren harga.

Laporan posisi Commitments of Traders (COT) yang dirilis oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC) seringkali menunjukkan peningkatan posisi net-long dari manajer aset, mengindikasikan pandangan bullish jangka panjang mereka terhadap emas. Ini kontras dengan beberapa periode sebelumnya di mana spekulan cenderung mendominasi pasar. Keterlibatan institusional yang lebih besar juga dapat mengurangi volatilitas harga ekstrem karena keputusan investasi mereka cenderung berdasarkan analisis fundamental jangka panjang daripada spekulasi jangka pendek.

Faktor-faktor seperti kekhawatiran inflasi yang persisten, gejolak geopolitik, dan suku bunga riil yang rendah di beberapa negara maju telah memicu investor institusional untuk mempertimbangkan kembali peran emas dalam strategi investasi mereka. Emas dipandang sebagai aset yang dapat mempertahankan daya beli dalam jangka panjang dan memberikan stabilitas di tengah ketidakpastian makroekonomi. Diversifikasi portofolio dengan emas juga membantu mengurangi risiko sistemik yang mungkin timbul dari korelasi tinggi antar aset tradisional.

PT Rifan Bandung senantiasa memantau aliran dana institusional dan sentimen pasar yang lebih luas untuk memberikan wawasan berharga kepada kliennya. Dengan memahami posisi dan strategi para pemain besar di pasar, investor individu dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi. PT Rifan Bandung berkomitmen untuk menjadi mitra terpercaya bagi para investor yang ingin memanfaatkan peluang di pasar emas berjangka dengan dukungan analisis yang kuat dan pemahaman yang mendalam tentang dinamika institusional - PT RIFAN BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Rabu, 16 Juli 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Geopolitik Panaskan Harga Emas Berjangka

 


HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka melonjak tajam hari ini, didorong oleh peningkatan ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia. Konflik yang sedang berlangsung di Eropa Timur dan potensi eskalasi di Timur Tengah telah menciptakan lingkungan ketidakpastian yang tinggi, mendorong investor untuk mencari aset safe haven. Emas, dengan reputasinya sebagai penyimpan nilai dalam krisis, menjadi pilihan utama dalam situasi seperti ini. Setiap berita mengenai potensi konflik baru atau memburuknya hubungan diplomatik antara negara-negara besar langsung berdampak positif pada harga logam mulia ini.

Laporan intelijen mengenai pergerakan militer dan ancaman sanksi baru telah meningkatkan kecemasan di pasar finansial. Investor bereaksi terhadap ketidakpastian ini dengan memindahkan modal dari aset-aset berisiko tinggi seperti saham ke aset yang lebih aman, salah satunya adalah emas. Sentimen pasar cenderung menghindari risiko, dan ini secara langsung mendukung harga emas berjangka. Banyak analis memproyeksikan bahwa selama ketegangan geopolitik tetap tinggi, emas akan terus menerima dukungan kuat dari permintaan safe haven. Potensi gangguan rantai pasok global akibat konflik juga menjadi kekhawatiran.

Selain itu, dampak ekonomi dari konflik geopolitik, seperti gangguan pasokan energi dan komoditas lainnya, dapat memicu tekanan inflasi lebih lanjut. Inflasi yang lebih tinggi pada gilirannya akan meningkatkan daya tarik emas sebagai lindung nilai. Investor menyadari bahwa konflik dapat memiliki implikasi jangka panjang terhadap stabilitas ekonomi global, dan emas dipandang sebagai alat untuk melindungi kekayaan dari dampak negatif tersebut. Pembelian emas oleh investor institusional dan ritel mencerminkan kekhawatiran yang mendalam ini.

Meskipun demikian, resolusi yang tak terduga terhadap salah satu konflik atau penurunan tajam dalam ketegangan geopolitik dapat memicu koreksi harga emas. Namun, dengan kondisi saat ini, skenario tersebut tampaknya belum akan terjadi dalam waktu dekat. Oleh karena itu, diperkirakan harga emas berjangka akan tetap didukung oleh faktor-faktor geopolitik dalam beberapa waktu ke depan. Para trader akan terus memantau perkembangan berita geopolitik dengan seksama, karena setiap perubahan dapat dengan cepat mengubah sentimen pasar dan arah harga emas - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id



Selasa, 15 Juli 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Kebijakan Moneter Global Pimpin Arah Emas Berjangka


HARGA EMAS HARI INI - Arah emas berjangka hari ini sangat dipengaruhi oleh sinyal dari bank sentral utama dunia mengenai kebijakan moneter mereka. Spekulasi mengenai jalur suku bunga Federal Reserve AS, Bank Sentral Eropa, dan Bank of Japan telah menciptakan volatilitas di pasar emas. Pernyataan yang lebih hawkish dari pejabat bank sentral, yang mengindikasikan kenaikan suku bunga lebih lanjut, cenderung menekan harga emas, sementara sinyal yang lebih dovish memberikan dukungan.

Data inflasi yang terus-menerus tinggi di banyak negara memaksa bank sentral untuk mempertahankan sikap ketat mereka, yang secara teori kurang menguntungkan bagi emas karena meningkatkan biaya peluang untuk memegangnya. Namun, kekhawatiran tentang potensi resesi yang disebabkan oleh pengetatan kebijakan moneter juga mendorong investor ke aset safe haven seperti emas. Oleh karena itu, pasar emas berada dalam dilema, menyeimbangkan antara dampak kenaikan suku bunga dan kekhawatiran resesi.

Selain itu, progam pembelian obligasi atau kebijakan stimulus lainnya dari bank sentral, jika diimplementasikan, dapat memberikan dorongan bagi harga emas karena dapat melemahkan mata uang fiat dan memicu kekhawatiran inflasi. Para pelaku pasar kini menunggu dengan cermat setiap petunjuk mengenai perubahan kebijakan moneter yang dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang dan imbal hasil obligasi, yang pada gilirannya akan berdampak signifikan pada emas.

Investor disarankan untuk terus memantau pidato dan notulen rapat dari bank sentral utama. Setiap perubahan dalam retorika atau tindakan kebijakan moneter dapat memicu pergerakan harga emas yang tajam. Meskipun ada ketidakpastian, peran emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan inflasi tetap relevan. Pemahaman yang mendalam tentang interaksi antara kebijakan moneter dan harga emas sangat penting - RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id


Kamis, 07 Januari 2021

Rifan Financindo - Kena Profit Taking, Harga Emas Longsor Gaes

 

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia melorot tajam pada penutupan perdagangan kemarin. Harga emas sebelumnya mendekati level psikologis US$ 1.950/troy ons. Namun kini logam mulia tersebut ditransaksikan di bawah US$ 1.920/troy ons.

Kemarin harga emas turun 1,57%. Hari ini Kamis (7/1/2021) harga logam kuning tersebut lanjut melemah dengan penurunan 0,15% dari posisi kemarin. Pada 09.15 WIB, harga emas di arena pasar spot dibanderol di US$ 1.915,9/troy ons.

Penurunan tajam harga emas akibat aksi ambil untung para trader setelah harga emas melesat tajam belakangan ini. Hasil pemilihan Senat di Georgia mengindikasikan bahwa peluang Partai Demokrat menang tinggi.

Apabila Demokrat menguasai Senat maupun DPR AS, maka kebijakan seperti kenaikan pajak hingga belanja negara yang lebih besar lewat stimulus bakal lebih mudah untuk diloloskan. Adanya kemungkinan stimulus baru berpotensi membuat harga emas mengalami kenaikan. 

Laporan ketenagakerjaan nasional ADP untuk bulan Desember menunjukkan penurunan pekerjaan yang sangat besar setelah diperkirakan mengalami kenaikan moderat. Laporan ini adalah pendahulu dari Laporan Situasi Ketenagakerjaan yang lebih penting yang dikeluarkan oleh Departemen Tenaga Kerja pada hari Jumat pagi.

Tingkat pengangguran di AS diperkirakan berada di 6,8% dan penciptaan lapangan kerja non-pertanian naik 50.000 pada Desember, dibandingkan kenaikan 245.000 pada November. Dengan tingkat pengangguran yang masih tinggi, ada kemungkinan perekonomian di AS masih membutuhkan stimulus. 

Tren pelemahan dolar AS juga diperkirakan bakal berlanjut hingga tahun ini. Hampir 50% responden yang disurvei Reuters berpandangan bahwa pelemahan dolar AS bakal terjadi dalam jangka waktu lebih dari 1 tahun.

Dolar AS dan emas bergerak berlawanan. Artinya ketika dolar AS melemah harga emas cenderung menguat, begitupun sebaliknya. 

Suku bunga rendah, injeksi likuiditas ke sistem keuangan melalui quantitative easing (QE), stimulus fiskal jumbo, pelemahan dolar AS hingga imbal hasil riil obligasi pemerintah AS yang sudah jatuh ke teritori negatif hingga ekspektasi inflasi yang tinggi menopang fundamental emas.

Kendati fundamental si logam mulia tersebut kuat, tetapi emas punya pesaing baru. Namanya Bitcoin. Ketika emas terjungka dari level tertingginya di bulan Agustus, harga Bitcoin justru reli dan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Ada outflow besar-besaran senilai US$ 7 miliar dari aset berbasis emas berupa exchange traded fund (ETF). Di saat yang sama ada inflow ke aset yang berbasis Bitcoin senilai US$ 3 miliar.

Investor institusi mulai terbiasa dengan gagasan bahwa Bitcoin telah menjadi salah satu aset alternatif untuk lindung nilai dari inflasi yang tinggi dan pelemahan dolar AS. Harga Bitcoin bahkan menyentuh US$ 30.000.

Bank investasi global menyebut harga Bitcoin bisa tembus US$ 146.000 atau setara Rp 2,03 miliar (asumsi kurs Rp 13926.55/US$). Namun tak akan terjadi dalam waktu yang singkat. Butuh waktu bertahun-tahun dan berkompetisi dengan emas untuk menjadi salah satu alternatif nilai tukar.

Harga Bitcoin yang sudah tembus level tertingginya di awal tahun rawan mengalami koreksi. Sehingga target US$ 146.000 yang dipatok oleh JP Morgan itu merupakan target jangka panjang.

Ketika harga Bitcoin jatuh dan koreksi juga terjadi di pasar saham, maka tak menutup kemungkinan uangnya beralih ke aset berupa emas sehingga akan mengerek naik harganya seperti beberapa waktu belakangan ini - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com