Selasa, 27 April 2021

PT Rifan Financindo - Dolar AS & Kripto Bangkit Lagi, Harga Emas Babak Belur


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia mulai berangsur turun. Sinyal kebangkitan dolar AS dan aset digital cryptocurrency berupa Bitcoin menjadi salah satu pemicu pelemahan si logam kuning. 

Kini naik hampir 2% dan mendekati US$ 54.000/BTC., imbal hasil nominal surat utang AS juga merangkak naik. Terakhir yield bergerak menguat ke 1,575%. Kombinasi kebangkitan dolar AS, Bitcoin dan yield obligasi AS patut diwaspadai karena membuat opportunity cost memegang aset tak berimbal hasil seperti emas menjadi naik. 

Selagi emas masih belum mampu menembus level psikologis US$ 1.800/troy ons, maka peluang penurunan harga masih terbuka lebar.

Popularitas Bitcoin memang membuat emas redup. Selama ini banyak yang berspekulasi bahwa Bitcoin merupakan emas digital dan bisa dijadikan sarana lindung nilai (hedging) saat ada ekspektasi inflasi yang tinggi.

Di saat-saat seperti sekarang ini ketika bank sentral dunia memompa likuiditas lebih dari US$ 12 triliun ke sistem keuangan, banyak yang khawatir inflasi tinggi bakal terjadi. Pasokan uang yang tumbuh dengan pesat bisa memantik terjadinya kenaikan harga.

Hanya saja kali ini investor kurang melirik emas. Aset berupa cryptocurrency lah yang diburu. Terjadi outflow di aset emas sementara Bitcoin kebanjiran inflow. Itulah yang terjadi tahun lalu.

Minggu ini sentimen terhadap emas juga terpecah. Survei yang dilakukan oleh Kitco menunjukkan pandangan analis Wall Street cenderung terbelah sementara pandangan investor ritel tetap kompak.

Sebanyak 17 analis berpartisipasi dalam survei emas Kitco News. Sebanyak 41% dari responden memperkirakan harga emas akan bullish. Namun sebanyak itu juga responden bersikap netral terhadap logam kuning. Di saat yang sama, tiga analis atau 18% memperkirakan harga emas bakal melemah minggu ini.

Sementara itu, total 850 suara diberikan dalam jajak pendapat terhadap investor ritel di Main Street secara online. Dari jumlah tersebut, 575 responden atau 68% memperkirakan emas bakal naik minggu ini. Sebanyak 154 lainnya atau 28%, mengatakan harga emas bakal lebih rendah, sedangkan 121 pemilih atau 14% netral - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia.com

Jumat, 23 April 2021

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Ke Level Tertingginya Dalam 2 Bulan Terakhir

 

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia meroket ke level tertingginya dalam 2 bulan terakhir setelah dolar dan imbal hasil obligasi AS melemah pada perdagangan hari Rabu kemarin.

Harga emas di pasar spot melonjak ke level tertinggi hampir dua bulan, yakni 1.797,41 dolar AS per ounce, terakhir, emas tercatat menguat 0,9 persen menjadi 1.792,77 dolar AS per ounce.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup naik 0,8 persen menjadi 1.793,1 dolar AS per ounce.

Masalah emas selama beberapa bulan terakhir adalah meningkatnya imbal hasil Treasury dan sekarang sudah cukup banyak berkurang," kata Edward Moya, analis OANDA.

Prospek ekonomi global saat ini masih variatif. Kita akan melihat pendekatan yang jauh lebih hati-hati di kuartal berikutnya dan itu mungkin akan membuat emas mulai melihat aliran safe haven," tambahnya.

Imbal hasil US Treasury 10-tahun tertahan di bawah 1,6 persen, mengurangi opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan bunga, sementara dolar berdetak lebih rendah.

Pelaku pasar menunggu pertemuan Bank Sentral Eropa, Kamis, dan pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu depan.

Ditempat lain paladium melonjak ke level tertinggi sepanjang masa di 2.891,20 dolar AS per ounce dan meroket 4,3 persen menjadi 2.880,10 dolar AS per ounce.

Sementara perak melambung 2,3 persem menjadi 26,47 dolar AS per ounce, sementara platinum meningkat 1,9 persen menjadi 1.210,03 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber :  suara.com

Kamis, 22 April 2021

Rifan Financindo - Emas Momentum Bullish Jangka Pendek

 


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu kemarin. Emas saat ini sedang menikmati tren naik jangka pendek yang terus mengundang minat beli dari para spekulator, khususnya para trader futures yang berdasarkan analisa tehnikal jangka pendek. Emas berjangka kontrak bulan Juni naik $12.90 ke $1,790.20 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei naik $0.245 ke $26.085 per ons.

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam, dengan saham Eropa kebanyakan naik dan saham Asia kebanyakan turun. Indeks saham AS mengarah sedikit turun pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Indeks saham AS sempat berhenti bergerak naik sebentar setelah mencetak rekor ketinggian pada minggu lalu.

 Kenaikan infeksi Covid – 19 di beberapa daerah di dunia sedang sedikit membebani sentimen para trader dan investor.  Fokus para trader saham pada saat ini sedang ada pada laporan penghasilan perusahaan kuartalan, yang diperkirakan kebanyakan akan bagus dengan AS saat ini sedang keluar dari perlambatan ekonomi akibat pandemik.

Hal kunci diluar pasar metal adalah menguatnya indeks dollar AS sebagai akibat koreksi dan berbaliknya sentimen di pasar menjadi “risk-off”, meskipun masih ada dalam tren turun. Sementara minyak mentah Nymex turun karena bertambahnya keprihatinan mengenai pandemi, yang masih meningkat di sebagian region dunia, bisa mengurangi permintaan terhadap energi.

“Support” terdekat menunggu di $1,775.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,763.50 dan kemudian $1,737.73. “Resistance” terdekat menunggu di $1,791.40 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,800.00 dan kemudian $1,809.40 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Rabu, 21 April 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Melayang Di Dekat Level Tertinggi 7 Pekan

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik lebih tinggi pada hari Rabu, melayang di dekat puncak tujuh minggu yang dicapai awal pekan ini. Melemahnya dolar dan mundurnya imbal hasil US Treasury mengangkat permintaan untuk logam safe-haven.

Melansir Reuters pukul 08.22 WIB, harga emas spot naik 0,1% menjadi US$ 1.779.55 per ons troi pada 0110 GMT, setelah mencapai level tertinggi sejak 25 Februari di US$ 1.789.77 pada hari Senin. Sedangkan, harga emas berjangka AS naik tipis 0,1% menjadi US$ 1.779.60 per ons troi. 

Indeks dolar turun 0,1% terhadap para pesaingnya setelah menyentuh level terendah tujuh minggu di sesi sebelumnya, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.  

Tolok ukur imbal hasil US Treasury tenor 10-tahun turun di bawah 1,6%, mengurangi biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Indeks harga konsumen (CPI) Selandia Baru naik lebih cepat dari yang diharapkan pada kuartal pertama karena harga transportasi dan perumahan melonjak, menurut data yang dirilis oleh Statistik Selandia Baru.

Bank of Japan akan memprediksi untuk pertama kalinya bahwa inflasi akan tetap jauh di bawah target 2% di luar masa jabatan Gubernur Haruhiko Kuroda hingga awal 2023, kata sumber yang mengetahuinya.

Pelaku pasar sekarang menunggu pertemuan Bank Sentral Eropa pada hari Kamis untuk kejelasan lebih lanjut tentang rencana stimulus. Pertemuan kebijakan Federal Reserve AS dijadwalkan minggu depan.

Emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang dapat mengikuti langkah-langkah stimulus, tetapi imbal hasil Treasury yang lebih tinggi telah mengurangi daya tarik komoditas non-imbal hasil tahun ini. 

Indeks harga saham di seluruh dunia turun pada hari Selasa dan harga minyak juga tergelincir karena kekhawatiran mengenai meningkatnya kasus Covid-19 global dan pengaruhnya terhadap rebound ekonomi global.

Di tempat terpisah, harga perak turun 0,2% menjadi US$ 25,83 per ons troi. Palladium naik 0,6% menjadi US$ 2.778,17. Platinum turun 0,2% menjadi US$ 1.185,47 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : kontan.co.id

Senin, 19 April 2021

PT Rifan - Harga Emas Berjangka Terangkat Pelemahan Dolar

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas berjangka mencapai tertinggi tujuh minggu pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dan membukukan pekan terbaiknya sejak pertengahan Desember, didorong oleh dolar yang lebih lemah dan penurunan tajam dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS di sesi sebelumnya. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terangkat USD13,4 atau 0,76% menjadi ditutup pada USD1.780,20 per ounce

Argumen makro untuk emas juga telah membaik. Kami siap untuk bergerak menuju level 1.800 dolar AS," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

Kami memiliki banyak investor meninggalkan beberapa posisi karena beberapa penjualan teknis ekstrim yang kami lihat pada imbal hasil obligasi pemerintah dan itu benar-benar memberikan latar belakang yang kuat di sini untuk harga emas terus terapresiasi

Imbal hasil obligasi AS, diukur dengan obligasi pemerintah 10-tahun yang dijadikan acuan, melayang dekat level terendah satu bulan di 1,58% pada Jumat, jauh lebih rendah dari tertinggi 14-bulan di 1,77% pada 30 Maret.

Penurunan imbal hasil obligasi 10-tahun di bawah angka penting 1,60% "telah memungkinkan emas menembus level psikologi baru 1.800 dolar AS," analis pasar FXTM Han Tan mengatakan dalam sebuah catatan. 

Emas juga mendapat dukungan tambahan karena indeks dolar AS melemah menuju penurunan minggu kedua, harga bitcoin merosot dan situasi COVID-19 di Eropa memburuk.

Kemajuan emas terjadi meskipun data penjualan ritel AS kuat dan penurunan signifikan dalam klaim pengangguran mingguan.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 14,1 sen atau 0,54%, menjadi ditutup pada USD26,105 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik USD8,5 dolar AS atau 0,71% menjadi ditutup pada USD1.208,7 per ounce - PT RIFAN

Sumber :  okefinance.com

Jumat, 16 April 2021

Rifan Financindo Berjangka - Data Ekonomi AS yang Optimis Imbangi Turunnya Imbal Hasil Treasury, Emas Turun

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas turun pada Jumat pagi di Asia, karena data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan menekan dukungan dari imbal hasil Treasury yang lebih rendah.

Emas berjangka naik tipis 0,19% menjadi $ 1.763.45 pada pukul 11:54 ET (3:54 AM GMT). Indeks Dolar Berjangka AS, yang biasanya bergerak berbanding terbalik dengan emas, naik tipis pada hari Jumat.

Namun, logam kuning safe-haven siap untuk membukukan kenaikan mingguan kedua berturut-turut dan mengakhiri minggu terbaiknya dalam lima minggu, didukung oleh kekhawatiran inflasi atas stimulus fiskal yang belum pernah terjadi sebelumnya dan suku bunga sangat rendah secara global.

Imbal hasil Treasury AS turun ke posisi terendah satu bulan pada hari Kamis setelah pemerintah AS memberikan sanksi kepada Rusia atas dugaan kesalahan termasuk campur tangan dalam pemilihan presiden AS 2020 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Kamis, 15 April 2021

Rifan Financindo - Saham Berjangka Eropa Melemah Seiring Perkembangan Vaksin & Inflasi

 

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pasar saham berjangka di Eropa melemah pada Rabu petang seiring kembali menguatnya imbal hasil obligasi acuan AS dan juga kekhawatiran atas Covid-19 tetap ada.

Pada pukul 14.45 WIB, DAX futures Jerman turun 0,10% ke 15.247,5 menurut data Investing.com, FTSE 100 futures di Inggris turun tipis 0,02% di 6.847,0, sementara CAC 40 futures di Prancis melemah 0,88% di 6.130,5. Dari Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian melonjak 1,98% di 6.044,74 pukul 14.50 WIB.

Wall Street sebagian besar berakhir lebih tinggi pada Selasa. Indeks S&P 500 membukukan rekor penutupan lainnya, dan pasar saham Asia mayoritas mengikutinya.

Pukul 14.39 WIB, imbal hasil obligasi acuan AS tenor 10 tahun kembali naik 0,57% di 1,632.

Indeks harga konsumen naik sebesar 0,6% di bulan Maret, kenaikan terbesar sejak Agustus 2012, tetapi pasar tampaknya memposisikan untuk angka yang lebih tinggi karena meningkatnya vaksinasi dan stimulus fiskal melepas permintaan yang terpendam.

Angka CPI ini tidak mungkin mengubah pandangan Ketua Federal Reserve Jerome Powell bahwa inflasi yang lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang akan bersifat sementara, dan dengan demikian kebijakan moneter bank sentral masih tetap sangat longgar, untuk keuntungan pasar saham global. 

Ada juga muncul berita lain yang menghambat pembukaan kembali perdagangan ekonomi.

Johnson & Johnson (NYSE:JNJ) telah menunda peluncuran vaksin Covid-19 di luar AS setelah badan kesehatan federal AS merekomendasikan untuk menghentikan penggunaan obat tersebut akibat kekhawatiran dugaan masalah pembekuan darah.

Ini adalah vaksin kedua, setelah AstraZeneca, yang mengalami masalah seperti itu, dan selanjutnya dapat menunda program vaksinasi Uni Eropa, yang pada gilirannya dapat menunda kembalinya normalitas ekonomi. Jerman, yang masih memvaksinasi kurang dari 25% populasinya, memperpanjang tindakan pengunciannya tiga minggu lagi pada hari Senin.

Di sektor korporat, saham-saham barang mewah akan menjadi fokus setelah Christian Dior (PA:DIOR) dan LVMH (PA:LVMH) keduanya melaporkan awal yang kuat di tahun ini setelah penutupan Senin.

Perusahaan pemetaan Belanda TomTom (AS:TOM2) mengatakan kerugian bersih untuk kuartal pertama menyusut signifikan, tetapi sebagian besar perhatian akan tertuju pada awal musim laporan laba rugi di Wall Street di mana perusahaan raksasa perbankan JPMorgan Chase (NYSE:JPM), Goldman Sachs (NYSE:GS) dan Wells Fargo (NYSE:WFC) bakal melaporkannya sebelum bel perdagangan.

Saham-saham perbankan telah meningkat tajam sepanjang tahun ini, dan analis mengharapkan hasil investasi perbankan yang kuat untuk menambah keuntungan ini.

Harga minyak terus naik pada Rabu petang setelah data industri menunjukkan persediaan minyak AS turun lebih besar dari yang diharapkan pekan lalu, tanda meningkatnya permintaan di negara konsumen minyak terbesar di dunia itu.

Stok minyak mentah AS turun 3,6 juta barel dalam pekan terakhir 9 April, menurut data dari American Petroleum Institute (API), dibandingkan dengan perkiraan penurunan sekitar 2,2 juta barel yang disiapkan oleh Investing.com.

Data persediaan resmi dari Badan Informasi Energi (EIA) akan dirilis pada Rabu nanti.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menaikkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia tahun ini pada hari Selasa. Lembaga mengharapkan pandemi mereda karena program vaksinasi meningkat dan dengan demikian pembatasan perjalanan akan dikurangi.

Harga minyak WTI terus naik 1,23% di $60,92 per barel dan harga minyak Brent naik 1,15% di $64,40 per barel pukul 14.57 WIB, Adapun, harga emas berjangka turun 0,13% di $1.745,40 per troy ons dan EUR/USD naik 0,12% ke 1,1960 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com