Senin, 18 September 2023

PT Rifan - Emas Naik Karena Resiko Naiknya Inflasi Memudar

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas pada jam perdagangan sesi AS hari Jumat minggu lalu berhasil naik ke atas $1,920 ditutup di $1,923 per troy ons.

Kenaikan harga emas disebabkan karena para investor melihat tidak akan ada kenaikan tingkat bunga lagi oleh Federal Reserve AS (the Fed) untuk sisa tahun 2023 dengan resiko naiknya inflasi telah memudar.

The Fed kelihatannya telah selesai dengan siklus kenaikan tingkat bunganya yang agresif dengan tidak adanya indikator ekonomi yang mendukung resiko kenaikan inflasi lebih lanjut.

Naiknya harga emas juga didukung oleh koreksi terhadap dolar AS yang melemah setelah keluarnya data ekonomi Penjualan Ritel dan Produksi Industri Cina yang kuat pada bulan Agustus. Indeks dolar AS turun 0.06% ke 104.990.

Sementara itu, Penjualan Ritel AS juga naik tajam pada bulan Agustus dengan “service stations” menerima penghasilan lebih tinggi karena naiknya harga gasoline.

Meskipun demikian, dampak dari naiknya harga minyak mentah terhadap angka inflasi Consumer Price Index (CPI) AS diperkirakan akan tetap terbatas.

Hal ini akan membuat para pembuat kebijakan di Federal Reserve AS terdorong untuk tetap mempertahankan tingkat bunga tidak berubah dalam keputusan pada minggu ini.

Biro Sensus AS pada hari Kamis melaporkan bahwa Penjualan Ritel bulanan AS berkembang dengan kecepatan sebesar 0.6% pada bulan Agustus dibandingkan dengan angka bulan Juli sebesar 0.5%. Sementara para investor mengantisipasikan kecepatan pertumbuhan melambat ke 0.2%.

Support & Resistance

Support” terdekat menunggu di $1,905 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,900 dan kemudian $1,885.

Resistance” terdekat menunggu di $1,917 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,921 dan kemudian $1,932 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews

Jumat, 15 September 2023

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Kamis Mixed Setelah Rilis Data PPI Dan Penjualan Ritel AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas mixed pada hari Kamis setelah data harga produsen dan angka penjualan ritel AS yang lebih tinggi dari perkiraan meningkatkan kekhawatiran bahwa suku bunga AS kemungkinan akan tetap lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, sehingga meningkatkan dolar dan imbal hasil obligasi.

Emas di pasar spot naik 0,1% menjadi $1,909.19 per ons pada 10:52 EDT (1452 GMT), setelah menyentuh $1,904.93, terendah sejak 25 Agustus.
Emas berjangka AS turun 0,1% menjadi $1,930.70.

Data menunjukkan harga produsen AS meningkat sebesar 0,7% pada bulan Agustus, yang terbesar dalam lebih dari setahun, sementara penjualan ritel AS meningkat sebesar 0,6% dibandingkan ekspektasi Reuters sebesar 0,2% pada periode yang sama.

Indeks dolar AS melonjak 0,4% ke level tertinggi dalam enam bulan, mengurangi daya tarik emas bagi investor luar negeri, sementara imbal hasil obligasi acuan bertenor 10 tahun naik 1,8 basis poin menjadi 4,266%.

Meskipun pasar memperkirakan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunganya tidak berubah pada pertemuan kebijakan mereka minggu depan, terdapat kemungkinan 39% kenaikan suku bunga di bulan November, menurut FedWatch Tool CME.

Sebelumnya pada hari ini, Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan suku bunga utamanya ke rekor tertinggi sebesar 4% pada hari Kamis, namun mengisyaratkan bahwa hal ini mungkin merupakan langkah terakhirnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun jika dolar AS terus menguat. Namun jika data ekonomi AS terealisir turun dan menekan dolar AS, akan dapat mengangkat harga emas. Harga emas diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $1,896-$1,843. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $1,939-$1,962 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Kamis, 14 September 2023

Rifan Financindo - Harga Emas Rabu Stabil, Menuju Penurunan Karena Peningkatan Inflasi AS

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas stabil pada hari Rabu setelah turun segera menyusul data yang menunjukkan percepatan harga konsumen AS, di tengah ekspektasi bahwa angka inflasi mungkin tidak mendorong perubahan besar dalam strategi suku bunga Federal Reserve.

Harga emas di pasar spot stabil di $1,912.86 per ounce.
Emas berjangka AS juga stabil di $1,935.40 per ounce.

Data Departemen Tenaga Kerja menunjukkan IHK utama dan inti pada bulan Agustus masing-masing naik 0,6% dan 0,3%, bulan ke bulan. Para ekonom memperkirakan kenaikan masing-masing sebesar 0,6% dan 0,2%.

Namun, ekspektasi para pedagang terhadap The Fed untuk mempertahankan suku bunganya tidak berubah pada pertemuan kebijakan tanggal 19-20 September semakin menguat setelah data tersebut dirilis, dan memperkirakan adanya peluang sebesar 44% untuk kenaikan suku bunga lagi sebelum tahun 2024, menurut alat CME FedWatch.

Investor sekarang menantikan data harga produsen dan penjualan ritel AS bulan Agustus serta keputusan kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa pada hari Kamis menjelang keputusan kebijakan Fed pada 20 September.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat turun setelah inflasi AS bulan Agustus meningkat - RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews

Rabu, 13 September 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Turun Karena Menguatnya Dolar AS

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas pada jam perdagangan sesi AS hari Selasa turun kembali ke bawah $1,920 di sekitar $1,913 per troy ons.

Penurunan harga emas disebabkan karena menguatnya kembali dolar AS dengan indeks dolar AS naik 0.12% ke 104.310 di tengah ancaman resiko resesi.

Meskipun bursa saham AS, Wall Street, ditutup positip dalam perdagangan semalam karena rally yang terjadi pada saham-saham tehnologi, pasar Asia berbalik menjadi berhati-hati dengan para investor mempertimbangkan petunjuk terbaru dari bank sentral Jepang dan Cina.

Pada hari Senin pemerintah Cina melakukan penguatan terhadap matauang Cina Yuan sehingga membuat Yuan mengalami kenaikan terhadap dolar AS.

Sementara itu, Yen Jepang juga menguat terhadap dolar AS didorong oleh komentar dari Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda yang hawkish.

Di tengah sentimen pasar yang berhati-hati ini, dolar AS mendapatkan pijakannya kembali setelah sempat jatuh karena aksi ambil untung.

Selain itu penurunan harga emas juga disebabkan karena naiknya yield obligasi treasury AS. Yield obligasi treasury AS terus mendapatkan dorongan naik dari optimisme kemungkinan ekonomi AS mendarat dengan halus.

Selain itu, naiknya harga minyak mentah menunjukkan bahwa angka inflasi kemungkinan akan naik pada bulan Agustus. Naiknya angka inflasi akan menaikkan probabilita naiknya tingkat bunga pada pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve AS bulan September.

Hal ini memperburuk sentimen pasar dan menambah daya tarik terhadap dolar AS yang pada akhirnya menekan turun harga emas.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,907 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,900 dan kemudian $1,885.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,917 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,932 dan kemudian $1,950 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Selasa, 12 September 2023

PT Rifan Financindo - IHK AS Dan Rapat Fed Ditunggu

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Fokus saat ini tertuju angka inflasi indeks harga konsumen bulan Agustus, yang diperkirakan akan menunjukkan inflasi tumbuh lebih tinggi dari bulan Juli. Inflasi AS diharapkan telah meningkat di tengah biaya bahan bakar yang lebih tinggi dan belanja ritel kuat.

Angkanya juga diperkirakan akan menjadi acuan untuk rapat Federal Reserve minggu depan. Inflasi yang lebih tinggi memberikan bank sentral lebih banyak dorongan untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi, atau bahkan meningkatkannya lebih lanjut tahun ini.

Meskipun bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di bulan September, angka inflasi yang lebih kuat bisa menimbulkan pandangan yang lebih hawkish dari the Fed. Bank sentral juga akan menahan suku bunga di tingkat puncak lebih dari 20 tahun hingga setidaknya pertengahan 2024.

Skenario seperti itu menghadirkan prospek yang lemah untuk emas, mengingat dolar dan Treasury yields kemungkinan akan naik kembali dalam lingkungan suku bunga tinggi. Memudarnya kekhawatiran akan resesi AS juga menghambat permintaan safe haven untuk emas, meskipun ketegangan perdagangan yang memburuk antara AS dan China membuat emas mendapat sedikit bantuan - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Senin, 11 September 2023

PT Rifan - Kekhawatiran Fed Muncul Menjelang Rapat September

PT RIFAN BANDUNG - Data yang kuat dari klaim pengangguran dan harga sektor jasa, yang dirilis awal minggu ini, menimbulkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan memiliki lebih banyak dorongan untuk mempertahankan suku bunga.

Bank sentral AS juga diperkirakan akan mempertahankan pesan hawkish di tengah inflasi tinggi dan pasar tenaga kerja yang kuat, saat bank sentral ini diperkirakan luas akan mempertahankan tingkat suku bunga tetap di level tertinggi lebih dari 20 tahun bulan ini.

Potensi kenaikan suku bunga AS menjadi isyarat buruk bagi emas, pasalnya suku bunga yang tinggi meningkatkan biaya peluang investasi dalam aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.

Menurunnya peluang resesi AS juga memberikan prospek yang lemah untuk daya tarik emas sebagai safe haven. Namun, kondisi ekonomi di belahan dunia lain yang melemah masih dapat mendukung permintaan logam mulia.

Data hari Jumat menunjukkan ekonomi Jepang tumbuh lebih rendah dari perkiraan awal pada kuartal kedua. Hal ini didahului oleh serangkaian angka ekonomi yang lemah dari China, terutama dari perdagangan internasional dan aktivitas sektor jasa - PT RIFAN

Sumber : investing

Jumat, 08 September 2023

Rifan Financindo Berjangka - Emas Turun Buat Sesi Ke-3 Beruntun, Investor Tunggu Isyarat Suku Bunga

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas berjangka kembali melemah pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), mencatat penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut karena investor mengamati data ekonomi terkini dan pidato pejabat Federal Reserve untuk mencari isyarat mengenai jalur suku bunga AS.


Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, menyusut 1,70 dolar AS atau 0,09 persen menjadi ditutup pada 1.942,50 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh tertinggi sesi di 1.947,90 dolar AS dan terendah di 1.940,30 dolar AS.


Emas berjangka tergelincir 8,40 dolar AS atau 0,43 persen menjadi 1.944,20 dolar AS pada Rabu (6/9/2023), setelah jatuh 14,50 dolar AS atau 0,74 persen menjadi 1.952,60 dolar AS pada Selasa (5/9/2023), dan terdongkrak 1,20 dolar AS atau 0,06 persen menjadi 1.967,10 dolar AS
Bursa Comex ditutup pada Senin (4/9/2023) untuk libur Hari Buruh.


Emas berjangka menetap pada Kamis (7/9/2023) di level terendah sejak 25 Agustus. Harga juga turun sehari sebelumnya setelah data ekonomi AS yang kuat meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk beberapa waktu dan membantu mengangkat imbal hasil obligasi pemerintah dan dolar AS.


“Harga emas masih berada di bawah tekanan dan bisa terus mengalami penurunan karena para pedagang mempertimbangkan data ekonomi AS, serta perubahan ekspektasi seputar kebijakan moneter AS,” kata Bas Kooijman, CEO DHF Capital, dalam komentar emailnya.


Data ekonomi yang dirilis Kamis (7/9/2023) juga melemahkan harga emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa permohonan klaim pengangguran AS turun 13.000 menjadi 216.000 untuk pekan yang berakhir 2 September. Ini adalah level terendah sejak Februari.


Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa produktivitas tenaga kerja sektor bisnis non-pertanian AS meningkat 3,5 persen pada kuartal kedua tahun 2023, mencerminkan revisi turun sebesar 0,2 poin persentase dari perkiraan awal. Produksi meningkat 1,9 persen dan jam kerja menurun 1,5 persen pada kuartal kedua tahun 2023.


Peristiwa besar berikutnya untuk emas dan dolar adalah data IHK AS minggu depan, yang “dapat mempengaruhi keputusan Fed apakah akan menaikkan suku bunga lebih lanjut atau tidak,” kata Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com.


Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 26,30 sen atau 1,12 persen, menjadi ditutup pada 23,24 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober terpangkas 5,70 dolar AS atau 0,62 persen, menjadi menetap pada 909,60 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : anataranews